Sistem Dewi

Sistem Dewi
Cerita Ameera


__ADS_3

#Flashback cerita Ameera


Hari itu semua keluarga dari bagaskara termasuk Ameera, berangkat ke kota C. Kota di mana Ibu dari Raiden berasal.


Mereka semua berangkat menggunakan pesawat dan mendarat di kota M, karena letak lokasi Villa yang di tuju lebih dekat jika melalui kota M.


Raiden menyewa sebuah Villa yang cukup besar, dan sangat nyaman karena udara di sana sangatlah sejuk.


Rombongan sampai di Villa Kota C jam setengah 9 pagi. Setelah berhasil menidurkan Alyssa yang baru berumur 20 hari itu, Ameera mulai membereskan pakaian yang ada di dalam koper.


Rencana mereka tinggal di 5-7 hari jika tidak berhalangan. Azka yang saat itu berumur 7 tahun sedang berlarian di halaman belakang Villa dengan riang, bersama saudara yang lain.


"Mas kamu mandi dulu gih, biar gantian jaga Alyssa takut dia kebangun" ucap Ameera


"Iya Ra, mas mandi dulu ya sayang. Sayangnya guanya mas masih kebanjiran, jadi nggak bisa eheem Eheem deh, padahal sekarang cuaca mendukung" ucap Raiden menggoda


"Ih si mas bisa aja, sabar ya mas 20 hari lagi. Ya sudah sana mandi" ucap Ameera


Setelahnya Raiden mandi dan bergantian dengan Ameera untuk menjaga putri kecil mereka.


Saat waktu siang tiba, sebelum jam makan siang. Aku perhatikan mas Raiden sedang gelisah melihat HP nya.


"Ada apa mas, kok gelisah banget?" tanya Ameera


"Ah, nggak papa sayang. Ini di kantor ada sedikit masalah dengan klien" ucap Raiden


"Masalah serius?" tanya Ameera


"Ya lumayan. Oh iya, mas habis makan siang boleh tidak ke kota sebentar, ada dokumen yang harus mas kirim via Email. Disini sinyal internet susah, mas Udah coba tapi gagal terus" ucap Raiden


"Nggak apa-apa kok mas" ucap Ameera tersenyum


"Maafin mas ya ra, saat kita kumpul bareng-bareng. Mas malah ninggalin kamu karna kerjaan" ucap Raiden menyesal


"Nggak apa-apa, kan lagi urgent. Lagian kirim email kan nggak lama" ucap Ameera.


"Makasih sayang sudah ngertiin mas" ucap Raiden sambil mencium kening istrinya dalam


Setelah makan siang, Raiden mengendarai mobil yang dia rental untuk beberapa hari menuju ke kota.


Ameera di Villa, mengobrol dengan sanak keluarga dari Raiden. Kadang dia ikut bermain bersama dengan Azka di halaman belakang.


Saat waktu sudah sore, Ameera dan Azka sedang menonton TV menunggu waktu makan malam tiba.


Ring! Ring! Ring!


Telepon masuk dari nomer yang tidak di ketahui. Meskipun sinyal internet susah, namun masih bisa menerima telepon biasa itupun dengan sinyal yang minim.


"Halo" ucap Ameera

__ADS_1


"Halo nona Ameera, saya menelepon anda hanya ingin memberitahu info penting mengenai suami anda. Suami anda saya lihat sedang bersama dengan seorang wanita di sebuah Villa, sekitar 1 Km dari Villa tempat anda menginap" ucap seseorang misterius


"Siapa kamu? Apa maksudmu bicara seperti itu? kamu pikir saya percaya?" ucap Ameera, dengan dada yang bergemuruh mendengar yang orang itu ucapkan.


"Oh jika anda tidak percaya, anda bisa mengeceknya sendiri di Jalan X Villa nomer 13. Sayang sekali jaringan internet susah sekali di sini. Jika tidak, saya sudah mengirimkan bukti photo yang saya ambil. Aku memberitahu hanya karena aku merasa kasihan kepada anda, Karena di khianati suami tercinta anda. Percaya atau tidak terserah padamu" ucap orang itu lalu mematikan sambungan teleponnya.


Ameera gelisah setelah mendengar itu, meskipun ia percaya suaminya sangat mencintai dirinya. Entah mengapa ia merasa jika kabar itu benar.


Setelah bimbang beberapa saat, Alyssa memutuskan untuk mengeceknya secara langsung.


"Mamah mau kemana?" ucap Azka


"Azka sayang, kamu tunggu di sini! Mamah akan keluar sebentar, kamu jangan nakal tunggu mamah ya anak baik!" ucap Ameera, Azka hanya mengangguk mendengar ucapan ibunya.


Ameera kemudian melangkah keluar dengan membawa Alyssa dalam gendongannya, yang masih tertidur pulas.


Dia membawa mobil satunya yang terparkir di halaman. Dan membawanya menuju ke alamat yang penelepon itu bilang.


setelah mengendarai sekitar 5 menit, karena meraba jalan yang tidak ia kenali. dan beberapa kali bertanya pada warga sekitar yang terlihat.


Ameera kini berada di halaman sebuah Villa terpencil, terlihat mobil yang di kendarai Raiden terparkir di sana.


Jantung Ameera berdetak sangat cepat, dia semakin gelisah setelah melihat mobil itu.


Ameera kemudian mencoba membuka kenop pintu, yang ternyata tidak terkunci. Ameera melangkah masuk pelan-pelan, agar tidak menimbulkan bunyi.


Terdengar dari jauh suara orang sedang berbicara, dari arah sebuah kamar.


Saat mendengar kata putri kita, hati Ameera merasa sangat sakit. Dan mengenai pergi ke luar negeri selama setahun, Ameera menutup mulutnya, menyadari sesuatu. Bukankah itu sahabatnya sendiri, Nimar.


Dia teringat ucapan ibu dan kakaknya yang memberitahu jika Raiden dan Nimar berhubungan dan ketahuan keluar dari sebuah hotel.


Namun dirinya saat itu tidak percaya, bahkan marah dengan kakak dan ibunya. Karena tak mungkin pria yang begitu baik dan sangat mencintai dirinya, tega melakukan hal seperti itu.


Sekarang Ameera merasa sangat menyesal tidak mempercayai bahkan marah besar terhadap kakak dan ibunya.


"Maafkan Ira Ibu" batin Ameera menangis.


"Nimar, kau tahu sendiri. Aku tidak mungkin menikahimu, apalagi menceraikan Ameera. Aku sangat mencintainya dan kami sudah memiliki 2 pasang buah hati, aku tak ingin kehilangan mereka. Dan juga perusahan yang aku kelola adalah milik Ameera, aku tidak bisa memberikan hal yang layak untuk kamu dan putri kita, jika aku kehilangan semuanya. Kita hanya melakukan kesalahan saat itu" ucap Raiden


"Tapi bagaimana denganku? Kesalahan? Ya memang saat itu kita melakukan kesalahan dan menghasilkan seorang putri di antara kita. Tapi hari setelah nya, bahkan hari ini, kamu terus datang padaku dan kita melakukan ML setiap kita bertemu. Apa itu yang kamu maksud dengan kesalahan? Kau anggap aku apa mas?" ucap Nimar berteriak dan menangis.


"Jangan menangis Nimar, maafkan aku. Sungguh aku tidak bisa membuat pilihan, antara kamu atau Ameera" ucap Raiden membawa Nimar dalam pelukannya.


Ameera yang melihat suaminya dan sahabatnya, dalam keadaan polos tanpa sehelai benang sedang berpelukan diatas tempat tidur.


Hati wanita mana yang tidak sakit, melihat pengkhianatan ini. Satu hal yang dia tahu sekarang, ternyata mereka sudah berhubungan lebih dari 2 tahun.


"Ini yang kamu bilang mengirim Email?" ucap Ameera setelah ia masuk.

__ADS_1


Raiden terkejut melihat istrinya memergoki dirinya dalam keadaan tanpa busana dengan sahabat istrinya sendiri.


"Ameera, sayang" ucap Raiden terkejut dan bingung


PLAK!!!


PLAK!!!


PLAK!!!


PLAK!!!


Ameera menampar Nimar berulang kali dengan tamparan keras.


"Ira, jangan menamparnya! Aku yang salah, tampar saja aku" ucap Raiden menghalangi Ameera menampar Nimar.


Mendengar suaminya membela sahabat, bukan, mantan sahabatnya itu di depan matanya. Dia merasakan sakit yang luar biasa, menjalar ke hatinya.


PLAK!!!


PLAK!!!


PLAK!!!


PLAK!!!


Tamparan bertubi-tubi, Ameera arahkan pada Raiden.


"Tenang Raiden kau juga mendapatkan bagiannya. Kau benar-benar membela wanitamu di depanku?? Begitu berharganya dia bukan?? Hah, ternyata selama ini aku sangat bodoh, bisa mencintai pria seperti kamu. Dasar Pengkhianat!!" ucap Ameera, tanpa memanggil Raiden dengan embel-embel "Mas" dan mencoba menahan emosinya.


Bagaimanapun dirinya sekarang sedang membawa Alyssa yang sedang tertidur dalam gendongannya.


Raiden terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa. Dia tahu dirinya telah salah mengkhianati istrinya.


"Kau Nimar!! Kamu sahabat baik yang sangat aku percayai. Aku bahkan memperlakukan kamu seperti adikku sendiri, tapi kau tega menusukku dari belakang!!" ucap Ameera


"Jika kamu tidak bisa membuat pilihan, maka aku yang akan memilihkannya untukmu, Raiden. Aku akan segera mengurus perceraian kita, dan kau bisa bersama dengan mantan sahabatku, yang kamu cintai itu" ucap Ameera


"Tidak sayang, aku mohon maafkan aku. Aku khilaf, aku berjanji akan meninggalkan Nimar setelah ini, asal kau tidak meninggalkanku" ucap Raiden berlutut dengan tubuh polosnya dan mencoba menggapai tangan Ameera.


"Jangan coba-coba menyentuhku dengan tangan kotormu itu!!! Dan berhenti memanggilku sayang, jijik aku mendengarnya" teriak Ameera


Membuat Alyssa terbangun dan menangis kencang.


"Sayang, maafkan mamah membangunkanmu" ucap Ameera dan mencoba menenangkan Alyssa.


Kemudian melangkah pergi keluar meninggalkan mereka.


"Ira, sayang maafkan aku, jangan tinggalkan aku. Ameera!!" ucap Raiden menangis, dia sangat menyesal.

__ADS_1


Dia bergegas memakai pakaiannya hendak menyusul Ameera, dan memohon padanya agar tidak menceraikannya.


__ADS_2