Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kabar bahagia


__ADS_3

"Ha-hamil???" ucap Alvin terkejut.


"Ma-maksud papah. Ica hamil? Anakku?" tanya Alvin berbinar saat memikirkan istrinya benar-benar hamil.


"Ya jelas anak kamu, masa iya anak kucing. Kamu ini ada-ada saja" ucap Raiden menggelengkan kepalanya dengan ucapan menantunya yang ambigu.


"Itu cuma sekedar tebakan papah, soalnya tingkah Alyssa berubah. Dia sebelumnya tidak pernah mau bermanjaan denganku, meskipun kita sudah berdamai dan memiliki hubungan yang baik. Dan lagi permintaan nyelenehnya, sama persis saat Ira hamil dia dulu" jelas Raiden


"Benar juga yang papah bilang. Kenapa Alvin nggak sadar ya? Pantasan saja akhir-akhir ini Ica moodnya sering berubah-ubah. Banyak permintaan yang aneh-aneh" ucap Alvin baru terpikir jika Alyssa memiliki gejala seperti orang ngidam.


"Lebih baik kamu bawa Alyssa cek ke dokter! Kalau iya benar-benar Alyssa hamil, kalian bisa antisipasi agar tidak terjadi apa-apa dengan konsultasi ke dokter. Karena ini pengalaman pertama kalian punya anak, jadi terlalu rawan" ucap Raiden memberikan masukan.


"Hmm, nanti setelah sampai ibukota, Alvin bawa Ica ke rumah sakit untuk cek up kalau begitu" ucap Alvin mengangguk mengerti


"Ya, papah doakan semoga Alyssa benar-benar hamil, dan kasih tahu papah kabarnya setelah kalian cek up, Vin" ucap Raiden


"Tentu, Pah. Terimakasih sudah kasih nasehatnya" ucap Alvin dengan tulus.


"Sama-sama boy" ucap Raiden.


Raiden meneruskan membuat pesanan putri satu-satunya itu. Setelah membersihkan tomat dan juga cabai keriting nya. Setelah jadi Raiden bergabung dengan anak dan menantunya itu.


"Ini pesanan kamu sayang" ucap Raiden menyerahkan jus itu pada Alyssa.


Alyssa berbinar dan langsung mengambilnya, mencium baunya saja Alyssa membuat senyum merekah menghiasi wajah cantik nya.


Segera setelahnya ia meminum habis jus tomat plus merica dan cabai keriting itu, tanpa ekspresi kepedasan. Justru wajahnya sangat senang, seperti meminum minuman yang sangat enak.


"Aahhh, enak sekali pah... papah pintar sekali buatnya. Al suka" ucap Alyssa mengacungkan kedua jempolnya ke arah Raiden setelah meletakan gelas kosong itu di atas meja.


"Syukurlah kalau kamu suka nak" ucap Raiden mengelus kepala Alyssa dengan sayang.


Seharian ini Alyssa sangat ingin bermanja-manja dengan papahnya, Raiden juga dengan senang hati memperlakukan putrinya itu dengan kasih sayang. Yang sebelumnya belum pernah ia berikan pada Alyssa, semenjak Alyssa dan Ameera menghilang dulu.


...••••...


Pagi ini Alyssa, Alvin dan Erick kembali ke ibukota. Setelah sebelumnya mereka berpamitan dengan Raiden kemarin, juga berpamitan dengan Juna dan ayahnya.

__ADS_1


Juna juga mengatakan jika kemungkinan akhir bulan ini ia dan ayahnya akan datang ke kota M untuk melamar Diana pada kedua orang Diana.


Hal itu di sambut baik oleh Alyssa yang ikut merasakan senang atas berita bahagia itu. Ia juga berdoa agar semuanya di lancarkan tanpa hambatan apapun.


Kini pesawat yang di tumpangi mereka bertiga sudah mendarat dengan selamat di Bandar udara Ibukota. Namun saat ingin turun, Alyssa mengatakan keinginannya pada sang suami, tiba-tiba.


"Sayang, aku mau kamu beliin aku pesawat jet pribadi" ucap Alyssa dengan mimik wajah menggemaskan


"Iya sayang, aku akan memberikan apa yang kamu mau" ucap Alvin tersenyum dan mengecup bibir istrinya gemas.


Mengingat kemungkinan ada calon anak mereka di dalam perutnya, membuat dirinya merasa bahagia. Namun meskipun Alyssa tidak hamil pun, ia akan tetap mengabulkan permintaan sang istri tercintanya itu.


"Benarkah?" ucap Alyssa berbinar.


"Tentu saja, apa aku terlihat sedang bercanda padamu" ucap Alvin terkekeh dan mencium pipi Alyssa.


"Kalau begitu, aku ingin pesawat jet bermotif keroppi dan berwarna pink" ucap Alyssa dengan antusias.


"Eh? warna pink? Apa tadi, ke apa?" ucap Alvin terkejut dan bingung.


"Apa itu keroppi?" tanya Alvin sungguh tidak tahu .


"Kau tidak tahu Keroppi?" tanya Alyssa yang di balas gelengan kepala oleh suaminya itu, membuat Alyssa tertawa terbahak-bahak.


Hingga Erick yang hendak turun, menghentikan langkahnya karena penasaran. Hal apa yang membuat menantunya itu tertawa begitu lepas?


"Apa yang sedang kalian bahas? Sepertinya sangat menarik , Kenapa tidak cepat turun?" tanya Erick


"Sedang bahas keroppi pah, masa iya Alvin keroppi aja nggak tahu" ucap Alyssa


"Ohhh.." ucap Erick


"Oh doang, emangnya papah tahu?" tantang Alvin pada papahnya itu


"Tahu dong, keroppi itu semacam karakter kartun katak berwarna hijau kan?" ucap Erick dengan tepat dan akurat.


"Tuh papah aja tahu masa kamu nggak tahu ha-ha" ucap Alyssa kembali tertawa.

__ADS_1


"Lah papah tahu dari mana?" tanya Alvin penasaran.


"Kakak mu, dulu minta di beliin boneka keroppi saat ia masih sekolah" ucap Erick yang membuat Alvin manggut-manggut.


"Emang ada apa dengan Keroppi?" tanya Erick.


"Ini pah, Ica minta di beliin pesawat jet pribadi, dengan motif keroppi tapi berwarna pink" ucap Alvin watados.


"Woaahhh???" ucap Erick terkejut melebarkan mata dan mulutnya berbentuk O.


...••••...


Alvin membawa Alyssa ke dokter kandungan yang sebelumnya sudah janjian bertemu jam lima sore ini.


Alyssa awalnya bingung mengapa dirinya di bawa ke rumah sakit, namun dirinya terkejut saat Alvin sengaja membawa nya untuk memeriksakan kandungannya.


Meskipun kesal dengan suami yang tidak membicarakan hal itu dengannya terlebih dulu, namun Alyssa tetap mengikuti prosedur pemeriksaan.


"Bagaimana Dok?" tanya Alvin antusias.


"Selamat tuan dan nyonya. Dari hasil pemeriksaan Nyonya Ardhana, memang tengah mengandung. Dan usia kehamilannya sudah memasuki tiga Minggu lebih. Tolong istrinya di jaga baik-baik ya Tuan, jangan di biarkan kecapean, terlalu stress atau kebanyakan pikiran dan melakukan aktifitas yang berat. Karena kandungannya masih muda sangat rawan, jadi harus ekstra hati-hati menjaganya" ucap Dokter


"Benarkah dok, tapi istri saya tidak mengalami mual-mual seperti ibu-ibu hamil pad umumnya" tanya Alvin dengan wajah sumringah.


"Itu tidak ada yang aneh pak, karena setiap ibu hamil, gejalanya tidak harus mual-mual. Bahkan hal itu bisa saja terjadi pada orang tua laki-laki dari jabang yang merasakannya. Ada pula yang memang tidak merasakan gejala apapun selama kehamilan." ucap Dokter menjelaskan.


Alvin mengangguk mengerti. Tentu saja kabar itu membuat Alyssa dan Alvin sangat bersuka cita menyambut calon buah hati mereka yang pertama.


Setelahnya dokter menyarankan untuk kontrol rutin setiap bulannya dan meresepkan vitamin dan obat lainnya. Dan menyarankan jika Alvin tidak boleh melakukan hubungan badan setidaknya sampai janin berusia 12 Minggu.


Meskipun kabar itu sedikit kurang di sukunya, namun Alvin tetap mengikuti saran dari dokter. Alyssa dan Alvin langsung pergi dari sana dengan peradangan yang bahagia.


"Terimakasih Tuhan, terimakasih sayang. Tolong jaga anak kita yang sehat-sehat karena aku menyayangi kalian berdua" ucap Alvin mencium kening istrinya dengan sayang.


Kabar bahagia ini belum ada yang mengetahuinya, kecuali mereka berdua dan Raiden yang di beri kabar terlebih dulu oleh Alvin sesuai janjinya. Keduanya sepakat akan mengadakan syukuran kecil-kecilan, dan akan mengumumkan kabar bahagia pada yang lain saat itu.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2