
ayu justru merasa kaget karena Alyssa dengan mudahnya mengiyakan permintaannya yang meminta gaji di muka.
"Oh... Eh... I-ini no-nomer rekeningnya" ucap Ayu memperlihatkan Layar HP yang tertera sebuah nomer di sana.
Alyssa mulai menggerakan ibu jarinya di layar HP nya. Selang beberapa saat HP ayu berbunyi mendapat notifikasi dari bank.
[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 556*** pada pukul 13.15 WIB menerima uang Rp 50.000.000 ]
Tangan Ayu bergetar melihat sederetan angka nol yang tertera di layar HP nya. Dia membaca nya berulang kali, takut dirinya salah membaca.
Dia memastikan penglihatan nya itu benar, Ayu menghela nafasnya. Dia memikirkan jika Alyssa kelebihan memasukan angka nol di belakangnya.
Jujur saja memikirkan dia akan menerima gaji 4-5 juta jika dirinya menjadi sekretaris di bulan awal.
Karena ada salah seorang saudaranya yang menjadi sekretaris direktur perusahaan menengah, dia mengetahui jika gaji pokoknya rata-rata 4,6 - 5 juta/bulan.
"Nona, kenapa yang masuk 50 juta di rekening saya?" tanya Ayu
"Ya 50 juta itu gaji kamu sebagai sekretarisku per bulan? Apa itu kurang?" ucap Alyssa
"Ah tidak-tidak, justru sebaliknya. Apa ini tidak kebanyakan Nona?" ucap Ayu terkejut mendengar ucapan Bosnya sekarang.
"Itu tidak banyak, kamu akan bekerja menjadi sekretarisku pasti akan sangat sulit, karena banyaknya pekerjaan yang harus kau tangani. Mengatur pekerjaanku mungkin akan cukup merepotkanmu di masa depan. Selain gaji nanti akan ada uang intensif, tunjangan dan lain-lain. Untuk bonus tahunan akan aku pikirkan setelah melihat kinerja kamu ke depannya nanti" ucap Alyssa
Kabut putih memenuhi mata Ayu, dia sangat terharu. Baginya pun kini, Alyssa terlihat seperti seorang bidadari, persis seperti yang di katakan orang-orang tentang Bosnya itu.
Dia tidak menyangka Alyssa selain cantik, adalah orang yang sangat baik dan mudah di ajak bicara.
Alyssa sudah seperti penyelamat di hidupnya, dan Ayu berjanji untuk setia dan rajin bekerja untuknya di masa depan.
"Terimakasih nona" ucap Ayu tersenyum dan meneteskan air mata haru.
"Jangan panggil Nona di luar pekerjaan, panggil saja Alyssa atau Al, terutama di area kampus. Dan tidak ada bantahan" ucap Alyssa ketika melihat Ayu akan memprotes ucapannya
"Baik Al" ucap Ayu hanya pasrah
"Kamu tinggal di mana?" tanya Alyssa
"Di daerah Blok 8" ucap Ayu
Alyssa kemudian mengantar Ayu pulang ke kontrakannya. Sesampainya di sana ayu mengajak Alyssa untuk mampir ke rumahnya.
Alyssa turun dari mobilnya dan ikut melangkah menuju kontrakan 3 pintu yang cukup bersih itu.
"Ini minumnya Al, maaf hanya ada air putih" ucap Ayu
__ADS_1
"Tidak apa-apa" jawab Alyssa tersenyum
"Ayu, kontrakanmu sangat jauh dari rumahku, aku harap kamu bisa datang tepat waktu setiap harinya" ucap Alyssa lagi
"Saya akan berusaha" ucap Ayu.
Tiba-tiba ada seorang gadis remaja yang mungkin hanya terpaut 1 atau 2 tahun dari dirinya.
"Kak Ayu, badan ibu panas banget. Ibu sedang merintih menahan sakitnya lagi" ucap gadis itu menangis
Ayu bergegas menuju kamar ibunya, Alyssa pun mengikuti Ayu dari belakang, masuk ke dalam kamar.
Ibu nya terbaring di atas dipan kayu yang beralaskan kasur kapuk yang keras. Di samping nya ada seorang remaja pria duduk di samping ibu Ayu.
Kondisinya terlihat sangat parah, karena kaki kanannya yang terluka itu sudah mulai membusuk.
Jalan satu-satunya hanya amputasi dalam dunia medis kedokteran. Namun lain halnya jika di hadapan Alyssa yang memiliki sistem di dalam dirinya.
"Ayu, kamu bisa memberikan ibumu obat ini" ucap Alyssa menyodorkan satu botol Magic Liquid.
Ayu memandangi obat cair di dalam botol, yang di berikan padanya.
"Obat itu tidak membahayakan sama sekali, itu obat yang sangat manjur. Percaya padaku, berikan obat itu pada ibumu!" ucap Alyssa lagi
Ayu kemudian membantu sang ibu meminum obat yang di berikan Alyssa.
Bukan hanya itu saja, luka di kaki Ibu Ayu perlahan berubah dari berwarna ungu kehitaman perlahan kembali ke warna kulit aslinya.
Ayu dan kedua adiknya membelakkan mata mereka melihat perubahan yang sangat signifikan itu, tepat di depan kedua mata kepala mereka.
Perlahan Ibu Ayu membuka matanya dan melihat sekelilingnya, Dia merasakan badan yang awalnya terasa sakit yang sungguh menyiksa dalam 2 bulan ini.
Tiba-tiba hilang begitu saja dan malah sekarang ia merasakan perasaan segar mengalir di sekujur tubuhnya.
"Al, I-ini... I-ibuku benar-benar sudah pu-pulih?" ucap Ayu
"Iya, ibumu sudah pulih, aku harap kalian bisa merahasiakan ini. Aku hanya punya 1 obat yang tersisa dan itu sudah aku berikan pada ibumu" ucap Alyssa
"Obat itu sungguh berharga bukan? Kenapa kau memberikannya pada ibuku?" ucap Ayu merasa tidak enak hati.
"Karena nyawa ibumu lebih penting" ucap Alyssa tersenyum
"Ini siapa yu?" ucap ibu Ayu ketika melihat Alyssa yang sangat cantik berdiri di depannya.
"Ini Nona Alyssa Bu, bos Ayu di tempat kerja yang baru. Dia juga yang menyembuhkan ibu dengan satu-satunya obat ajaib yang dia miliki" ucap Ayu berkaca-kaca
__ADS_1
"Terimakasih Nona sudah menyelamatkanku. Entah bagaimana aku bisa membalas semua kebaikanmu" ucap Ibu Ayu
"Sama-sama" ucap Alyssa tersenyum
Ring! Ring! Ring!
Telepon Alyssa berbunyi terlihat dari layar, Azka menelepon nya.
"Halo kak" ucap Alyssa
"Al, kamu ada dimana? Bisa ke kantor sekarang? Pengacara yang di panggil Om Yoga sudah datang di kantor ku" ucap Azka
"Aku di rumah teman, baiklah aku akan kesana sekarang. Apa mamah sudah ada di sana juga?" tanya Alyssa
"Mamah sedang dalam perjalanan kesini dengan Rara" ucap Azka
"Kalau begitu aku akan ke kantor sekarang, mungkin cukup lama karena jaraknya cukup jauh" ucap Alyssa
"Baiklah, hati-hati di jalan dek" ucap Azka kemudian menutup teleponnya.
[Selamat host anda menyelesaikan misi tersembunyi menyelamatkan ibu dari sekretaris baru. Mendapatkan hadiah Pertambangan Berlian Tjahja di kota K, dan 2x undian ]
Alyssa terkejut melihat panel tersebut, bukannya pertambangan itu yang sedang di perebutkan oleh perusahaan Alvin dan Noah?
Yang sempat ingin menjadikannya pertukaran seperti sebuah barang? Lalu sekarang sistem memberikan Tambang itu padaku?
Takdir yang sungguh mengejutkan!
Alyssa kemudian melirik 4 orang yang sedang memandangnya dengan tatapan aneh itu, lebih ke tatapan terkejut dan bahagia.
"Aku baru sadar kakak bukannya model terkenal itu ya?" ucap adik perempuan Ayu
"Gina.." ucap Ayu merasa tidak enak
"Iya benar" ucap Alyssa tersenyum
"Ayu, aku harus kembali ke kantor sekarang karena ada keperluan, maaf aku tidak bisa berlama-lama. Aku permisi dulu" ucap Alyssa dan pamit dengan semuanya
Mereka berempat kemudian mengantar Alyssa menuju ke tepat domba Mobilnya terparkir.
"Lamborgini wooahhh kereennn!!" ucap Gina
"Benar Kak Alyssa sangat keren sekali, Mobilnya juga kereeen" ucap Anjar, adik laki-laki Ayu.
Mobil Alyssa melaju menuju perusahaan miliknya, dengan kecepatan cukup tinggi.
__ADS_1
Mobil yang berada di dekatnya menjauh dengan sendirinya, mereka takut menggores mobil milik Alyssa, yang mereka yakin tak mampu untuk menggantinya.