
Mahasiswa yang tadi minta photo bareng dan tanda tangan Alyssa saling memandang.
Mereka berbisik-bisik, menanyakan kenapa Alyssa terlihat sangat dekat dengan kating mereka.
"Habis ketemu Pak Haikal urus berkas kuliah Al, Kak" ucap Alyssa
"Jadi kuliah disini?" tanya Denis, Alyssa hanya mengangguk.
Udah urus berkas berarti jadi kuliah disini atuh Kak Denis, masa kuliahnya di Korea. Pikir Alyssa menghela nafasnya.
"Kamu sudah makan?" tanya Denis, Alyssa tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya Udah Yuk ikut kakak makan di kantin" ucap Denis, menarik tangan Alyssa untuk mengikutinya.
Alyssa hanya menurut saja, ikut dengan Denis berjalan menuju ke kantin.
Baru 2 langkah berjalan Denis berhenti dan menoleh ke belakang. Ia melihat mahasiswa yang sedang berbisik-bisik.
"Jangan bergosip yang tidak-tidak! Alyssa adalah Adikku, jadi wajar jika aku dekat dengannya" ucap Denis kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
"Astaga, kalian dengar tidak?? Berita teranyar niihh, ternyata model Alyssa adalah adik dari Kating Denis salah satu dari 3 cowok populer di kampus.
Mereka lebih heboh bergosip ria.
¤
"Kamu mau pesan apa Al?" tanya Denis
"Traktir ya!" ucap Alyssa
"Kamu yang seorang pebisnis, malah minta di traktir sama mahasiswa pengangguran? Serius? Yang ada kamu yang traktir kakak Al" ucap Denis dengan wajah yang di buat-buat terkejut
"Oke, Kali ini Al yang traktir deh. Tapi cuma traktir es teh manis doang ya" ucap Alyssa terkekeh
"Ha-ha-ha, masa es teh manis doang, Al" seru Denis tertawa
"Traktir es teh manis juga sama-sama di sebut traktir kan?" ucap Alyssa mengangkat kedua bahunya
"Boleh deh, tapi sama mbak-mbak penjualnya juga ya" ucap Denis terkekeh
"Kak Denis serius mau? yang itu kan? Selera kakak sungguh unik" ucap Alyssa sambil menunjuk mbak-mbak yang berbadan aduhai, mungkin sekitar 100kg.
"Uhuukkk.." Denis tersedak ***** nya sendiri
"Ha-ha-ha... " Alyssa tertawa sambil memegangi perutnya, melihat ekspresi lucu Denis.
"Aseeemm bener dah, senjata makan tuan ini mah" ucap Denis menutup wajahnya malu
Interaksi mereka mengundang orang di sekitar menatap mereka.
Semua orang terkejut dan terpesona melihat kecantikan Alyssa. Jangankan laki-laki, perempuan saja merasa minder sendiri melihatnya.
Mereka penasaran tentang hubungan keduanya yang terlihat sangat dekat itu.
Mereka kemudian memesan 2 porsi bakso dan 2 es teh manis.
"Kapan balik ke kota M, Al? Kamu nginap di hotel mana?" tanya Denis
"Aku sudah lama tinggal di Ibukota, Kak. Aku punya rumah disini" ucap Alyssa
__ADS_1
"Oh ya? Rumah kamu di daerah mana?" tanya Denis lagi
"King's Village" ucap Alyssa
"Uhuuukk" Denis tersedak lagi
"Hobi kok tersedak sih Kak, minum dulu nih" ucap Alyssa memberikan Es teh manis pada Denis.
"Bukan hobi Al, tapi kaget gara-gara ucapan kamu" ucap Denis
"Kok Al yang di salahin? Apa salah dan dosaku sayang?" ucap Alyssa
"Etdaahh malah nyanyi. Ya kali kamu ngagetin bilang tinggal di King's Village, bercanda aja kamu" ucap Denis
"Al serius, Al memang punya rumah dan tinggal di sana kok" ucap Alyssa
"Beneran? Emang rumah nomer berapa, Al?" tanya Denis
" Mansion King's Village No.1" ucap Alyssa ringan
"Uhuuukk..Uhuukk.." Denis tersedak lagi dan malah pingsan karena syok.
Skip...
¤
Alyssa berjalan menuju ke area parkiran, di melihat seorang wanita murung, duduk di sebuah kursi di bawah pohon rindang.
Saat Alyssa melangkah, wanita itu melihat Alyssa. Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk saat melihat wanita yang sedang melihatnya itu.
Alyssa melanjutkan langkahnya menuju Mobilnya yang terparkir, dan bergerak ingin membuka pintu mobil.
"Nona, tunggu sebentar!" seru Wanita itu
Di lihatnya wanita yang duduk di bawah pohon itu datang menghampiri nya.
"Ya" ucap Alyssa
"Hmm... Boleh kita bicara sebentar?" ucap Wanita itu melihat Alyssa dengan penuh harapan.
Alyssa melihat wanita itu melalui Skill pemindai nya, untuk mengetahui tentang wanita tersebut.
"Kita bicara di dalam mobil saja, naik lah" ucap Alyssa kemudian membuka pintunya.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil.
Wanita itu dengan sangat gugup memasuki mobil mewah yang di depannya.
Seumur hidup dia, baru kali ini menaiki mobil super mewah seperti ini, bahkan lewat mimpi pun dirinya tidak berani.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku" tanya Alyssa
"Apa anda benar-benar Model terkenal Alyssa seperti yang mereka bicarakan? Meskipun wajah anda sama dengan yang sering aku lihat di instagram" tanyanya meskipun dia tahu jika benar mereka orang yang sama.
"Benar itu aku, tapi kamu siapa? Apa aku mengenalmu?" tanya Alyssa, yang sebenarnya dia sudah mengetahui data wanita yang duduk di sampingnya itu.
"Nama saya Ayu Ningtyas. Kita baru saja bertemu hari ini. Sebelumnya kita belum pernah bertemu. Tapi aku pernah mendengar dan melihatmu lewat instagram dan berita di internet" ucap Ayu
"Lalu apa yang ingin kamu bicarakan denganku, bukan hanya membicarakan ini saja, bukan?" tanya Alyssa
__ADS_1
"Mmm, tentu saja bukan, saya ingin menanyakan apa anda membutuhkan asisten, nona?" tanya Ayu
"Asisten? Kenapa kau menanyakan itu? Apa kau butuh pekerjaan?" tanya Alyssa lagi
"Benar, aku membutuhkan pekerjaan. Jika anda membutuhkan asisten, bolehkah aku bekerja untuk anda? Saya akan berusaha cepat belajar dan bekerja dengan rajin" ucap Ayu
"Tapi aku sudah memiliki asisten pribadi" ucap Alyssa
"Jadi ART pun tidak apa-apa kok. Saya cukup pandai memasak dan membersihkan rumah" ucap Ayu tidak menyerah
"Sayangnya, ART di rumahku juga sudah cukup banyak" ucap Alyssa, terlihat wajah sedih ayu sangat jelas saat mendengar ucapan Alyssa. "Tapi jika kau serius ingin bekerja, aku bisa mencoba menempatkan kamu menjadi Sekretarisku sementara. Jika nanti kinerja kamu bagus akan saya angkat menjadi karyawan tetap. Bagaimana?" ucap Alyssa
Mata Ayu berkaca-kaca mendengar Alyssa bersedia memberikan pekerjaan untuknya.
Bahkan tidak sungkan-sungkan. Dia akan di jadikan seorang sekretaris.
Ayu sangat tahu, melamar menjadi seorang sekretaris itu tidaklah mudah, banyak persaingan dalam mencari pekerjaan. Namun dirinya dengan mudah di tawari sebagai sekretaris Oleh seorang model terkenal.
Meskipun Ayu sedikit bingung, kenapa Alyssa membutuhkan sekretaris? Kan bekerja di Entertaiment setahu dia tidak ada merekrut seorang sekretaris.
"Saya mau nona, saya mau. Saya akan belajar dan bekerja keras untuk anda dan tidak akan mengecewakan anda. Ta-tapi nona hmm..." ucap Ayu sedikit ragu
"Tapi apa?" tanya Alyssa
"Bo-bolehkah sa-saya meminta u-uang gaji di bayar di muka? Ma-maaf jika saya tidak bersikap sopan, dan tidak tahu malu. Bahkan belum ada setengah jam kita berbicara, namun sudah meminta banyak hal pada anda" ucap Ayu menindik dan memilih bajunya
"Mana nomer rekeningmu, aku transfer sekarang" ucap Alyssa
"Ap-apa?" ucap Ayu tercengang
"Bukannya kamu minta gaji di bayar di muka? Aku akan mentransfer gaji mu" ucap Alyssa
Menurut data yang di lihat melalui skill pemindai yang Alyssa miliki,
Nama : Ayu Ningtyas
Umur : 21 tahun
Nilai penampilan : 8/10
Nilai kesukaan : 20/100 (Saat Awal Alyssa melihat data) 95/100 (Setelah menjadi resmi menjadi Sekretaris)
profesi : Mahasiswi Jurusan Ekonomi tingkat Akhir
Status : Lajang
Pendeteksi niat buruk : Tidak ada
Karakter : Baik, Ramah, Cerdas, Jenius Ekonomi, Rajin.
Rahasia : Sangat membutuhkan uang saat ini, untuk membayar uang kuliah, uang SPP kedua adiknya dan membayar tunggakan kontrakan 3 bulan. Ibunya sedang sakit Diabetes tahap sedang, memiliki luka di kaki kanannya yang harus segera di amputasi (± 2 bulan yang lalu), Karena tidak ada uang, ibu Ayu sekarang hanya terbaring lemah di kontrakan. Ayahnya sudah meninggal 1 tahun lalu karena sakit.
Alyssa saat membaca panel data pertama kali, dia sudah merasa iba pada Ayu dan merasakan kesedihan saat inim
Bisa saja dia memberikan uang secara langsung, namun Alyssa tidak melakukannya.
Tidak semua orang senang di beri uang secara cuma-cuma, mereka yang memiliki harga diri yang tinggi akan merasa di rendahkan dan itu akan melukai perasaan mereka.
Maka dari itu Alyssa lebih memilih membantu dengan memberikan pekerjaan yang layak pada ayu.
__ADS_1
Dia yakin jika Ayu menjadi sekretarisnya yang bisa di andalkan suatu hari nanti, karena terlihat jika Ayu merupakan salah satu Jenius di bidang ekonomi.
Hanya butuh sedikit waktu dan pengalaman. Itu akan membuat Ayu bersinar di masa depannya nanti.