Sistem Dewi

Sistem Dewi
kampus


__ADS_3

Alyssa baru saja istirahat di sela Ospeknya. Kehadirannya di kampus menjadi magnet tersendiri untuk menarik semua orang.


Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berdiri di pinggir lapangan menyaksikan Ospek mahasiswa mahasiswi baru.


Padahal tahun sebelumnya tidak pernah terjadi.


Ayu berjalan mendekati Alyssa yang baru saja kelompoknya itu bubar untuk istirahat.


"Minumannya, non eh Al" ucap Ayu sedikit kikuk memanggil Bosnya, hanya dengan nama saja, setelah sudah ia terbiasa memanggil dengan sebutan nona


"Terimakasih" ucap Alyssa mengambil minuman yang di berikan Ayu dengan tersenyum.


"Hai, Al" sapa Denis saat itu, tiba-tiba sudah ada di dekat Alyssa


"Hai Kak Denis, Apa kabar? Maaf waktu itu Alyssa pulang setelah teman kakak datang ke uks" ucap Alyssa merasa tidak enak


"Tidak apa-apa Al. Eh kok ada Kak Ayu di sini?" ucap Denis saat melihat Ayu. Ayu hanya tersenyum menanggapi, dia tidak tahu harus mengatakan apa.


Denis tentu saja tahu tentang Ayu, Mahasiswi yang cukup pendiam, namun cukup populer karena kecantikan dan prestasinya yang sangat bagus di fakultasnya.


Bahkan dia sempat di gadang-gadang yang nantinya akan jadi asisten dosen. Namun Minggu lalu Ayu menolak itu, karena sudah memiliki pekerjaan di salah satu perusahaan besar.


Pihak universitas tidak marah saat Ayu menolak, justru mereka bangga jika Ayu saat ini bisa bekerja di perusahaan besar seperti AL Group, bahkan saat ia masih belum lulus.


"Kak Denis kenal Kak Ayu?" tanya Alyssa


"Kenal sih tidak, cuma siapa yang tidak tahu dengan senior Ayu, mahasiswi berprestasi di kampus. Eh tapi kok, kamu kenal Kak Ayu juga?" ucap Denis


"Hmm aku adalah.." ucapan Ayu terpotong oleh ucapan Alyssa yang membuatnya terkejut.


"Oh iya Kak kenalin ini Kak Ayu, calon kakak ipar aku, Kak" ucap Alyssa tersenyum


Ayu sangat terkejut mendengar Alyssa menyambutnya calon kakak iparnya.


"Kakak ipar? Memangnya kamu punya kakak Al?" tanya Denis kaget dan penasaran.


"Aku sudah bertemu keluarga kandungku Kak, dan aku sekarang tinggal dengan kakak dan juga mamah di rumahku saat ini" ucap Alyssa


"Ah seperti itu rupanya, kakak ikut senang mendengarnya. Oh iya, Salam kenal Kak Ayu aku Denis, sudah seperti kakak untuk Alyssa" ucap Denis menyodorkan tangannya dan di balas oleh Ayu.


"Ayu..." ucap Ayu memperkenakan diri

__ADS_1


"Ikut kakak maka di kantin Yuk Al, kali ini kakak yang traktir. Kak Ayu juga ikut Yuk bareng rameh!" Ajak Denis dan tersenyum.


"Wah bisa-bisa makan besar nih he-he" ucap Alyssa terkekeh


"Ya kamu bisa sepuasnya makan, sampai jadi bulat ha-ha" ucap Denis.


Mereka bertiga kemudian berjalan menuju kantin. Hampir setiap orang yang ada di kampus menatap mereka.


Gosip susah beredar di kampus, jika Alyssa model terkenal adalah adik dari Denis, salah satu mahasiswa populer Di kampus.


Denis jadi sedikit kualahan saat kejadian firings baru siuman dari pingsannya.


Bagaimana tidak? Hampir semua mahasiswa dan mahasiswi menghampirinya, hanya untuk menanyakan Tentang Alyssa.


Balkan Ada yang mengiriminya marksman Dan bunga, namun Denis menolak dengan alasan kurang Bertemu Alyssa.


Dan Hari ini Alyssa sudah resmi menjadi mahasiswi di kampus di mana mereka berada. Dan mereka Sangat antusias.


Denis mendekati meja makan yang sudah ada 3 orang yang duduk di sana. Salah satunya adalah Bryan.


"Yan, lihat siapa yang gue bawa" ucap Denis


"Alyssa!!" ucap Bryan terkejut dan senang, saking senangnya dia hendak memeluk Alyssa, namun Alyssa menghindar ke samping.


Ayu sebenarnya terkejut melihat Bryan, ia tahu jika Bryan adalah mahasiswa paling populer di antara mahasiswa yang lain.


Selain tampan, Bryan juga anak orang terkaya di kota B, dan saat ini perusahaan ayahnya menduduki peringkat ke 6 perusahaan terbesar di negara ini.


Bryan juga terkenal sebagai playboy yang suka gonta ganti pacar setiap bulannya.


Meskipun beberapa bulan ini sudah tidak terdengar berita dirinya gonta ganti pacar lagi, mungkin sudah khilaf. Pikir Ayu


"Alyssa, sejak kapan kamu datang ke ibu kota?" tanya Bryan demean wash sumringah


"mungkin sekitar 2 bulan" ucap Alyssa


"Kok tidak mengabari aku jika kamu ada di ibukota?" ucap Bryan terkejut


"Aku sibuk" ucap Alyssa cuek


"Astaga, panjangan dikit napa jawabnya. Gemes aku jadinya" ucap Bryan tersenyum penuh arti ke arah Alyssa.

__ADS_1


Semua orang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bryan. Sekilas saja mereka tahu jika Bryan menyukai Alyssa.


Bukan hanya Teman-temannya saja, tapi juga semua mahasiswa yang ada di sana semuanya tahu.


Hanya saja mereka mengira, Alyssa akan jadi salah satu dari sekian banyak wanita yang dekat dengan Bryan dan akan menjadi kekasihnya dalam sebulan.


Hanya Denis yang tahu, jika sahabatnya itu benar-benar Dan sangat serius tentang perasaannya terhadap Alyssa.


...¤...


Sedangkan di Salon & SPA langganan Sandra. Ameera, Sandra dan Rara sedang menikmati treatment yang sedang mereka nikmati.


Dari mulai dari massage, body mask, totok wajah, creambath, Nail art. Mereka lakukan untuk merilekskan badan dan pikiran.


Rara yang awalnya hanya mengawal saja, jadi ikut-ikutan treatment karena di paksa oleh nyonya besarnya itu.


"Ra, aku dengar dari Alvin katanya mereka akan bertunangan minggu depan?" ucap Sandra


"Iya mba, Alyssa juga sudah bicara tadi malam dengan saya. Katanya Alvin mengajaknya untuk bertunangan minggu depan" ucap Ameera


"Bagus kalau begitu, kita bisa jadi besanan" ucap Sandra sangat senang mendengarnya.


"Iya Mba, tapi Alyssa tidak mau tunangan mereka go publik. Dia ingin pertunangan mereka di dalan dengan sederhana Dan hanya di hadiri kedua keluarga saja" ucap Ameera.


"Aku sih tidak masalah Ra, mereka bertunangan saja aku Udah senang. Tapi untuk pernikahan, wajib di rayakan dengan meriah ya, Ra. Untuk semua biaya, biar Alvin nanti tanggung semuanya" ucap Sandra


"Kalau saya Sih terserah mereka saja mba" ucap Ameera.


"Kalau kamu Rara, apa kamu udah punya pacar atau belum?" tanya Sandra


"Belum Nyonya" ucap Rara malu


"Mau nggak saya jodohkan dengan Doni, Asisten Alvin" ucap Sandra


"Sa-saya tidak tahu nyonya" ucap Rara tersipu malu, Dia tidak tahun harus berkata apa.


Dia bahkan blum pernah berhubungan dengan laki-laki sebelumnya. Dan belum terpikirkan untuknya mencari pasangan.


mereka bertiga terus berbincang mengenai acara pertunangan dan juga menyiapkan segala sesuatunya.


Bahkan Sandra meminta Ameera untuk membawa Alyssa ke butik langganannya, untuk melihat kebaya untuk acara pertunangan nanti.

__ADS_1


Setelah pedicure medicure, mereka kembali ke kediaman masing-masing, dengan hati riang setelah puas menyenangkan diri.


__ADS_2