Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kekesalan Larasati


__ADS_3

Hari Jumat, Sudah lebih dari 4 hari sejak Larasati mengirimkan CV ke AL Group untuk melamar menjadi sekretaris. Namun sampai sekarang belum ada panggilan kerja.


Larasati menggigit kuku ibu jarinya, ia berjalan mondar mandir memikirkan hal ini. Tidak mungkin wanita cerdas seperti dirinya, yang memiliki pengalaman dan IQ yang tinggi, di tolak, bukan? Begitu pikirnya.


Meskipun AL Group merupakan perusahaan besar nomer 2 di negara ini setelah A.S.A Group. Tapi ia yakin dengan kemampuan yang ia miliki, ia bisa dengan mudah masuk ke perusahaan besar seperti AL Group dan A.S.A Group.


Namun kenyataannya saat ini, belum ada panggilan interview untuk posisi sebagai sekretaris, seperti yang ia inginkan.


Larasati kemudian mengambil HP yang tergeletak di meja rias kamarnya. Dia mengetik nomor AL Group, untuk menanyakan sesuatu.


"Halo selamat Siang, dengan Silvia dari AL Group. Ada yang bisa saya bantu?" ucap Resepsionis bernama Silvia di ujung telepon.


"Selamat siang, maaf saya mengganggu. Saya ingin menanyakan sesuatu, saya Larasati Yuninta, salah satu orang yang melamar menjadi sekretaris CEO. Boleh saya tahu, apa ada kabar dari perusahaan mengenai seleksi awal?" ucap Larasati sopan.


"Maaf Nona Larasati, saya kurang tahu mengenai hal tersebut. Karena untuk pemanggilan kerja atau interview, di lakukan oleh divisi Rekrutmen atau bagian khusus di Direksi. Tapi setahu saya, saat ini posisi sekretaris CEO sudah di isi oleh sekretaris yang baru" ucap Silvia dengan nada yang terdengar sopan.


"Ah, seperti itu. Terimakasih atas informasinya, nona" ucap Larasati


"Sama-sama dan selamat siang" ucap Silvia sebelum telepon terputus.


BRAK!!!


"Aaarrrrggghhh sial, bagaimana bisa??" teriak Larasati membanting HP miliknya ke lantai, hingga layar HP miliknya retak hancur.


"Bagaimana bisa, aku di tolak? Bagaimana bisa posisi aku di dapatkan oleh orang lain? Apa bagian rekrutmen perusahaan itu buta? Sehingga tidak bisa menilai dengan baik, padahal aku yang terbaik, Aarrgghh!!" teriak Larasati menghancurkan barang apa saja di atas meja rias.


(Ini definisi orang yang tidak paham, di atas langit masih ada langit)


Seharusnya setiap orang jangan pernah menganggap diri sendiri terlalu tinggi, karena sudah pasti di luar sana ada banyak orang yang lebih baik dari kita, tanpa kita ketahui.


Karena jatuh dari ketinggian itu rasanya sakit.


Dan jangan pula menganggap diri terlalu rendah, karena setiap orang punya kelebihan yang tidak di miliki oleh orang lain, yang tidak kita sadari.


Jadi kita sebagai manusia sewajarnya saja, dalam bersikap. Karena segala yang berlebihan itu tidak baik.


...


"Laras, ada apa? Kenapa kau teriak-teriak? Dan apa ini, kenapa HP mu hancur seperti ini?" ucap Ibra melihat HP Larasati tergeletak dengan layar retak parah.

__ADS_1


"Aku gagal" ucap Larasati kesal


"Apanya yang gagal, sayang?" ucap Ibra lembut, ia mendekati Larasati dan mengelus pundak kekasihnya itu.


"CV ku di tolak" ucap Larasati


"Kok bisa? Bukankah kau adalah yang terbaik di bidang ini? Apa perusahaan itu buta, menolak bakat emas seperti dirimu?" ucap Ibra sama dangkal pikirannya drngan Larasati.


"Itu dia, aku kesal karenanya" ucap Larasati kesal dan marah.


"Sudah, lebih baik kamu coba lagi melamar di divisi lainnya" ucap Ibra


"Kau benar, kalau begitu aku akan melamar di divisi keuangan. Biar aku cepat bisa menguras dana mereka" ucap Larasati mengangguk


"Nah itu baru pacarku. Sayang, kamu cantik sekali, aku ingin memakanmu" ucap Ibra memandang Larasati penuh cinta.


Ia membawa Larasati ke dalam kungkungannya, Ibra menciumnya dengan agresif dan menc**bunya dengan penuh gairah. Pasangan itu pun melakukan kegiatan rutin mereka. Olahraga balap berkeringat.


Meskipun Larasati sudah hilang rasa cintanya pada Ibra, namun ia juga tidak menolak sentuhan Ibra selama ini. Baginya, dengan adanya Ibra, selain memanfaatkannya untuk mendapatkan Alvin, Ibra juga partner ranjang yang cukup bisa memuaskannya.


..._¤_...


Namun entah mengapa, ia selalu di tolak. Bahkan di perusahaan milik Yoga dan Noah, dirinya juga gagal untuk masuk.


"Aaarrrgghhh, sial... Ada apa sih dengan perusahaan itu semua, kenapa tidak satu pun lamaranku yang di terima?" teriak Larasati frustrasi


"Apa aku coba ketemu Alvin aja ya? Aku pikir ia masih mencari keberadaanku. Karena janji yang terikat dengan Ibra dulu. Ah benar aku akan menemui cintaku besok" ucap Larasati bersemangat.


Tak di ketahui oleh Larasati, semua tindakannya sudah di rekam dan di lihat oleh Alyssa. Alyssa sebelumnya sudah meminta Tama, menyusup ke kediaman Ibra dan Larasati.


Tama menaruh di setiap sudut ruangan dengan kamera lubang jarum, yang tak terlihat. Bahkan Tama menaruh alat penyadap kecil sekali, di tas milik Larasati dan Ibra. Jadi setiap tindak tanduk Keduanya selalu di awasi oleh Alyssa.


...


Alyssa saat ini sedang duduk di pangkuan Alvin dan memainkan gawai di tangannya. sedangkan Alvin sibuk menghirup wangi tubuh Alyssa di ceruk lehernya dan memeluk pinggang Alyssa erat.


Saat ini mereka sedang berada di kantor Alvin. Setiap saat jam makan siang, Alyssa beberapa hari belakangan ini, ia selalu pergi mengunjungi Alvin ke kantornya.


Itu di sambut baik oleh Alvin, karena ia bisa terus berdekatan dengan wanita yang paling ia cintai itu.

__ADS_1


"Hmm" Gumam Alyssa cukup keras dan dan terdengar oleh Alvin


"Kenapa?" tanya Alvin lembut, tangannya masih memeluk pinggang Alyssa posesif.


"Sepertinya, cinta masa kecilmu sudah mulai bertindak" ucap Alyssa


Alvin yang mendengarnya mengerutkan keningnya, ia melepas pelukannya dan menyentuh pipi Alyssa dan dengan lembut membalik wajah cantik itu, menghadap wajahnya.


CUP!!!


Sebuah kecupan cukup lama di bibir Alyssa.


"Mulutmu harus di beri hukuman" ucap Alvin


"Kenapa? Apa salahnya?" ucap Alyssa berkedip menggemaskan tidak mengerti, yang di ucapkan Alvin.


CUP!!!


satu kecupan di bibir Alyssa sekali lagi


"Jangan menggodaku sayang" ucap Alvin


"Aku tidak menggodamu" ucap Alyssa sejujurnya


"Lalu kenapa kau bertingkah menggemaskan, hm?" ucap Alvin sedikit serak menahan godaan maha dasyat di depannya.


"Aku ti... Hmmmpphh" ucap Alyssa terpotong karena ciuman dan lum*atan Alvin, yang dengan rakus melahap bibir se*si milik Alyssa.


Alyssa memukul dada Alvin pelan, karena mulai kehabisan nafas. Alvin pun melepas tangannya, ia mengelus bibir merah Alyssa dengan ibu jarinya.


"Jangan pernah bilang jika wanita lain adalah cinta masa kecilku. Karena selama aku hidup, aku baru satu kali jatuh cinta. Dan aku hanya punya satu-satunya wanita yang aku cintai seumur hidupku. Jadi, jangan pernah meragukan cintaku yang hanya untuk satu wanita, yaitu kamu Alyssa Cecilia.


"Aku percaya, dan aku hanya bercanda saja barusan. Jangan di anggap serius" ucap Alyssa tersenyum dan menyentuh dahi Alvin dengan dahinya.


"Aku mencintaimu Alvin" ucap Alyssa tiba-tiba


Yang sukses membuat jantung Alvin berdetak dengan cepatnya, lebih cepat dari biasanya ia berdekatan dengan Alyssa. Hanya karena ungkapan Cinta dari Alyssa.


"Aku lebih mencintaimu, Ica" ucap Alvin dengan suara serak dan beratnya

__ADS_1


...


__ADS_2