Sistem Dewi

Sistem Dewi
Makan malam


__ADS_3

Alyssa bersiap pergi ke kediaman Haryo, dia memakai Dress berwarna hijau botol polos dengan tali di pinggangnya, penjang 7/8 berbahan sifon, lengan 3/4. Rambut panjang hitamnya dia biarkan terurai.


Alvin yang melihat Alyssa sampai tak berkedip di buatnya. Alvin memegang tangan Alyssa, menyematkan cincin yang dia beli siang tadi lalu mengecup mesra jemari Alyssa.


"Eh, Cincin ini..." ucap Alyssa terkejut


"Aku membelinya untukmu, apa kamu suka?" ucap Alvin


Alyssa terharu, dia yakin pasti Alvin melihat dia sempat melirik gambar cincin ini di depan toko Lily Jewelry, dia memang menyukainya.


Tapi sebenarnya dia meliriknya hanya karena dia baru ingat belum mengecek toko miliknya itu. Jika dia menginginkannya dia bisa mendapatkannya.


Namun dia juga sangat senang, melihat Alvin yang berusaha menyenangkannya. Dia yakin Alvin tulus mencintai dirinya, begitupun sebaliknya.


"Aku menyukainya, terimakasih, Cup" Alyssa mencium pipi Alvin.


Alvin menarik Alyssa dalam dekapannya, dia mulai mencium bibir Alyssa dengan penuh gairahnya.


"Lain kali, begitu caranya berterima kasih padaku, kamu harus ingat" ucap Alvin menggoda, Alyssa merona merah karena malu.


"Kamu sangat cantik, aku jadi tak ingin membiarkanmu keluar. Aku ingin mengurungmu seharian di sini" ucap Alvin


"Alvin, sekarang mulutmu semakin manis, ucapanmu bisa membuat wanita terbawa perasaan" ucap Alyssa


"Mulutku memang manis, kau ingin merasakannya lagi" ucap Alvin menyondongkan wajahnya pada Alyssa.


"Ih, bukan itu maksudku. Dasar kau mesum" Alyssa mendorong Alvin dan berjalan keluar kamar.


Alvin terkekeh melihat wajah kesal gadisnya itu, sangat menggemaskan.


¤


Alyssa dan Alvin pergi ke rumah Haryo berdua saja. Baik Enzy maupun Doni, mereka memilih keluar berjalan-jalan secara terpisah.


Alvin dan Alyssa sampai di kediaman Haryo. Kakek Haryo menyambut mereka di depan dengan Yoanita.


"Selamat datang di kediamanku, Alyssa" ucap Haryo


"Kakek Haryo terlalu sopan" ucap Alyssa tersenyum ramah


Yoanita melihat Alyssa sangat tertarik, Alyssa persis seperti yang ayahnya katakan. Sangat cantik dan punya aura misterius yang sangat anggun. Dia seperti putri keluarga bangsawan.

__ADS_1


Saat melihat Alvin, Yoanita kaget. Dia mengenalnya, dia pernah melihat Alvin di cover majalah Bisnis di kantor suaminya, swbagai pengusaha muda paling sukses. Dan Alvin adalah tipe menantu idamannya.


"Tuan Alvin" ucap Yoanita


Baik Alyssa, Alvin dan Haryo kaget, saat Yoanita mengenal Alvin.


"Apa saya mengenalmu, nyonya?" tanya Alvin


"Ah, tidak. Hanya saja aku pernah melihatmu di cover majalah bisnis terkemuka. Siapa yang tidak tahu Alvin Saga Ardhana, pengusaha muda paling sukses di negara ini, bahkan sampai Asia. Suatu kehormatan anda datang ke rumah kami" ucap Yoanita


"Kamu Pengusaha muda sukses itu? haha bagus-bagus, keluargaku mendapatkan kehormatan di kunjungi orang kaya nomer satu di negara ini" ucap Haryo


"Aku kesini hanya menemani pacarku, Alyssa" ucap Alvin


Yoanita sedikit kecewa saat Alvin sudah punya pacar, harapannya pupus mempunyai menantu seperti Alvin.


Namun dia juga sedikit terhibur dan merasa lega, karena ternyata pacar Alvin yang tak lain adalah seorang wanita hebat yang menyembuhkan ayahnya, yang juga menantu perempuan idamannya untuk anak laki-lakinya.


Mereka kemudian masuk ke dalam, di sana sudah banyak orang, selain keluarga Haryo, ada juga Pramudi dan anaknya Pandu.


Empat orang terlihat sangat kaget melihat Alvin dan Alyssa.


"Halo, Dokter pandu" ucap Alyssa ramah


Pandu kemudian menjelaskan tentang pertemuannya dengan Alyssa di kota M. Tentang status Alyssa yang merupakan Ahli pengobatan di usia yang sangat muda dan juga pemegang saham terbesar di Health Hospital, jadi Alyssa adalah bosnya sekarang.


Pramudi yang melihat Alyssa juga kaget. Dia merupakan Dokter senior spesialis jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular.


Dia juga merangkap sebagai Kepala cabang Health Hospital Kota B. Sebagai pemegang saham 5% dan juga kepala cabang, tentu dia sudah tahu biodata dan wajah Alyssa melalui photo.


Pramudi sangat terkejut karena dia bos nya sekarang ada di depan matanya.


"Halo, nona Alyssa. Perkenalkan nama saya Pramudi, saya adalah kepala cabang Health Hospital kota B" ucap Pramudi sopan mengulurkan tangannya


"Halo Kakek Pramudi salam kenal juga" ucap Alyssa menyambut uluran tangan Pramudi


"Nona, akhirnya kita ketemu lagi, bukankah artinya kita berjodoh" ucap kenan, Alvin mendengar itu sangat marah dan cemburu.


Kenan yang merasakan merinding di sekujur tubuhnya, karena tatapan semua orang padanya. Dia kemudian melanjutkan ucapannya lagi.


"Maksud saya berjodoh untuk bekerja sama menjadi brand ambasador di perusahaan saya" ucap Kenan

__ADS_1


Alvin mendengar itu merasa sedikit lega dan tak marah lagi. Dia begitu cemburu dan takut pacarnya di rebut orang lain.


Alyssa melihat sikap Alvin, merasa lucu. Ternyata pacarnya adalah lelaki pencemburu.


Satu tatapan terus menerus menatap Alvin dengan kagumnya. Ya, wanita itu adalah anak pertama Yoanita, Risma. Dan dia juga wanita yang di toko Lily Jewelry siang tadi.


Alvin melihat seseorang menatapnya, dia mengenali wanita itu. Alvin tak suka wanita lain menatapnya memuja kecuali Alyssa, dia langsung membuang muka dan menggenggam tangan Alyssa dengan erat.


Alyssa merasakan ada yang aneh dengan Alvin, dia kemudian menoleh pada Risma yang sedang menatap pacarnya.


Alyssa biasa saja melihat itu karena dia tahu pacarnya sangat sempurna, pasti banyak pengagum di luar sana. Dia tidak keberatan, malah dia bangga punya pacar sempurna seperti Alvin. Namun dia percaya pada Alvin akan menjaga cinta dan kepercayaannya. Seandainya Risma berani mengusiknya atau mencoba merebut Alvin, Alyssa pastikan tak akan melepaskannya, meskipun dia adalah cucu Haryo.


Risma melihat cincin di jari manis Alyssa, dia paham jika Alyssa adalah pacar Alvin, melihat cincin itu. Risma menang tertarik dengan Alvin, namun belum mencintainya.


Dia merasa seperti di tekan oleh aura tertentu, jadi Risma mengalihkan pandangannya dan memasang raut wajah yang normal seperti biasa.


Acara makan malamnya berjalan dengan lancar. Mereka saling mengobrol setelahnya di ruang tamu.


Alyssa lagi dan lagi menolak ajakan Kenan untuk jadi brand ambasador parfum keluaran terbarunya. Kenan akhirnya menyerah, dan meminta Alyssa untuk mempertimbangkan lagi dan menunggu jawabannya, sampai Akhir bulan depan.


Alyssa juga menjelaskan banyak hal pada Pramudi mengenai herbal untuk penyakit jantung sesuai dengan gejala dan kondisi pasien.


Sedangkan Pandu, tidak berani mengungkit masalah kelumpuhan tiba-tiba itu. Karena pasien sekarang sudah menjalani pengobatan di Singapura, entah berhasil atau tidak.


Alyssa dan Alvin pulang sekitar pukul 10 malam. Mobil melaju dengan pelan, mereka yang awalnya mengobrol di mobil, suasana berubah sunyi.


Alyssa ternyata tertidur pulas di jok mobil, Alvin mengetahui itu hanya menggelengkan kepalanya dan membenarkan posisi Alyssa agar tidak sakit kepalanya.


Mobil sampai di area parkir khusus penghuni Apartement. Alvin menggendong Alyssa menuju kamarnya.


Alvin membaringkan Alyssa di tempat tidur, dia membuka sepatu, juga meletakan tas Alyssa di meja nakas.


Alvin mengelus pipi Alyssa, dan mengecup seluruh wajahnya berkali-kali.


"Sayang, kamu begitu cantik, sejujurnya aku selalu bergairah di dekatmu. Namun aku juga tidak ingin merusakmu, Aku sangat mencintaimu. Aku akan menjagamu, karena kamu segalanya untukku. Aku hanya perlu menunggu beberapa tahun lagi untuk menikahimu" ucap Alvin


"Sepertinya aku harus mandi air dingin malam ini" ucap Alvin lagi, dia merasakan Adik kecilnya menggeliat bangun dari tidur panjangnya. Alvin bergegas menuju kamar mandi memulai solo karirnya.


"Aku juga mencintaimu Alvin. Terimakasih untuk semuanya, kau juga segalanya bagiku" Gumam Alyssa, yang sebenarnya terbangun karena terusik ciuman di wajahnya.


Alvin kembali dari kamar mandi, dia memakai baju tidur. Langsung berbaring di samping Alyssa dan membawanya kedalam pelukannya dan ikut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2