
Alyssa dan yang lainnya sedang berkeliling mall dengan gembira, mereka membeli beberapa barang yang memang mereka butuhkan.
Azka terus memepet Ayu yang berjalan di belakang, tangannya meraih tangan ayu dan di genggam dengan eratnya.
Ayu sempat ingin melepaskan pegangan tangan Azka, karena dia takut ketahuan terutama oleh bos sekaligus adik dari Azka.
Namun Azka malah mempererat genggamannya, yang membuat Ayu pasrah.
"Hon, kenapa kamu ikut tidak memilih baju atau yang lainnya?" bisik pelan Azka tepat di telinga Ayu.
Sontak wajah Ayu memerah karena wajah Azka terlihat sangat dekat. Dia mengingat kejadian di mana Azka menciumnya.
"Kenapa wajahmu merah, Hon? Ngomong-ngomong hari ini kamu terlihat cantik seperti biasanya. Aku makin jatuh cinta" ucap Azka masih dengan berbisik dan tersenyum.
Ayu diam saja tidak merespon, saat ini ia sedang berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Saya hanya mengantar Nona saja, saya tidak ada minat berbelanja" ucap Ayu.
Azka melepas tangannya karena ingin pergi ke toilet. Ayu menghela nafasnya saat melihat Azka pergi.
Setelah lama berkeliling, Alyssa mengajak yang lainnya pergi ke area food court.
Mereka berenam kemudian memesan makanan masing-masing.
Azka sengaja duduk di samping Ayu, dia membawa tangan Ayu yang di genggamnya di bawah meja.
Tak lama Ayu merasakan sesuatu di tangannya, dia kemudian menarik tangannya untuk melihat apa yang terjadi.
Ayu terlihat terkejut saat melihat cincin yang sangat indah melingkar di jari manis tangan kirinya.
Ayu lalu menatap Azka, Azka mengatakan sesuatu pada Ayu, yang membuat Ayu entah mengapa tiba-tiba merasakan hangat di hatinya dan berkaca-kaca di buatnya.
Alyssa yang melihat itu hanya tersenyum, ia senang jika Azka kini dapat membuka hatinya kembali, ia pikir Ayu adalah wanita yang baik.
Namun Alyssa melihat mereka, merasakan rindu yang besar pada kekasihnya, Alvin.
"Ayu ini buat kamu, semoga kamu menyukainya" ucap Alyssa menyodorkan satu paper bag ke arah Ayu
Ayu menerimanya dengan kedua tangannya dan melihat apa di balik paper bag itu.
Ayu terkejut mendapati pakaian yang ada di dalam paper bag, yang di berikan Alyssa padanya.
__ADS_1
Bisa di lihat dari merek yang menggantung di sana, pasti harganya sangat fantastis.
Dia ingin menolak pemberian dari bos nya itu, namun Alyssa bersikukuh memberikan itu padanya.
"Kau terima saja, itu hanyalah pemberian kecil dari Nona. Aku juga sama seperti mu, dan aku sangat bersyukur punya nona yang sangat baik pada semua orang" ucap Enzy tersenyum
"Terima kasih banyak nona" ucap Ayu yang merasa terharu dan berterimakasih pada Alyssa.
Mereka kemudian melanjutkan acara makan-makannya sebelum mereka kembali ke kediaman.
Alyssa sengaja meminta Azka untuk mengantar Ayu pulang. Sedangkan Alex mengemudi si jalu menuju mansion.
...¤...
Di perjalanan Alyssa melihat jika ada mobil yang terus mengikutinya dari belakang, ia melihatnya melalui mata tembus pandang miliknya.
Dia melihat ada 2 mobil uang mengikutinya, salah satunya adalah mata-mata Noah dan satunya Alyssa melihat yang mengendarai mobil itu tak lain adalah Jumadi, paman dari Enzy dan Dion.
"Alex, kamu percepat dan salip beberapa mobil di depan! Lalu 5 meter setelah belokan di depan sana itu ada gang, kamu masuk lewat sebelah sana!!" ucap Alyssa
"Baik nona" ucap Alex, walaupun ia tak tahu kenapa nonanya memintanya masuk ke gang sana
"Ada apa nona?" tanya Enzy penasaran
Enzy tidak lagi bertanya setelah mendengar ucapan dari nonanya itu.
Setelah Alex berhasil masuk cukup jauh ke dalam gang. Alyssa juga merasakan jika sudah tidak ada lagi yang mengikutinya dari belakang dia bernapas dengan lega.
Setelahnya mereka sampai di mansion setelah memutar jalan. Di lihat jika Azka susah sampai duluan di rumah dan sedang duduk di ruang tamu sendirian.
"Kak, kau sudah sampai? Kok duduk sendirian? mamah mana?" tanya Alyssa begitu ia masuk ke dalam.
"Mamah ada di belakang ngurus bunga-bunga. Dek, kenapa kau pulangnya telat? Bahkan kakak duluan yang sampai" ucap Azka heran
"Tadi lewat jalan memutar" ucap Alyssa
"Lah kenapa, kok bisa putar jalan? Memang ada perbaikan jalan?" tanya Azka, seingatnya jalan yang ia lewati tidak ada yang rusak.
"Tidak ada perbaikan, kami hanya menghindari sesuatu" ucap Alyssa
"Menghindari apa?" tanya Azk
__ADS_1
"Menghin...." ucapan Alyssa terputus karena salah satu ART datang.
"Maaf Nona, tuan mengganggu. Itu di luar ada yang mencari tuan muda" ucap ART
"Siapa?" tanya Azka dan Alyssa bersamaan
"Tidak tahu tuan, nona. Hanya saja dia menerobos masuk sebelum security memberi kabar ke sini. Orang itu bilang jika dia adalah ayah dari tuan muda" ucap ART lagi
Mendengar itu, wajah Azka memerah karena marah. Ia tahu siapa yang di maksud oleh ART, kalau bukan Raiden siapa lagi.
Hanya saja Azka heran, kenapa Raiden bisa tahu tempat di mana ia tinggal.
"Azka..!!" panggil Raiden yang sudah berada di ambang pintu dan masuk kedalam rumah yang sangat megah itu
"Ada apa tuan Raiden datang kemari?" tanya Alyssa yang angkat bicara. Karena saat ini ia melihat Azka yang sekuat tenaga menahan emosinya.
"Alyssa bagaimana kabarmu nak?" tanya Raiden lembut saat melihat putrinya yang sangat mirip dengan istrinya itu.
"Tidak perlu basa-basi, apa maksudmu datang ke sini, bajingan!!!" teriak Azka, saat melihat wajah yang paling ia benci saat ini.
Raiden yang mendengar putranya memanggilnya Bajingan, terasa sangat menyakitkan.
"Apa kau tidak memiliki sopan santun Azka!! Aku ini papah kamu!!" ucap Raiden menekan
"Cih,,, Kau bukan papahku, kau adalah pengkhianat!!" ucap Azka mencibir, Raiden mendengar ucapan Azka seperti di tampar wajahnya.
Dia teramat sangat menyesali perbuatannya dulu. Sayang nya waktu tidak bisa kembali dan terus bergulir ke depan.
Alyssa hanya melihat saja tidak berkomentar, dia memberi kode ART untuk segera pergi.
"Kamu... Huft, papah kemari ingin menanyakan kenapa kamu berani sekali memalsukan tanda tangan mamah kamu?" ucap Raiden teringat tujuannya datang.
"Aku tidak mengerti" ucap Azka dengan cueknya
"Kamu jangan pura-pura berlagak Bodoh Azka!!" ucap Raiden dengan nada meninggi
"Oh, apa yang aku lakukan hingga berhasil membuat seorang Raiden marah padaku?" ucap Azka dengan tatapan tahannya.
"Kau sudah keterlaluan Azka, kenapa kau memalsukan tanda tangan ibumu dan mengajukannya ke pengadilan agama. Hanya karena kau menginginkan perceraian antara papah dan mamahmu. Gugatan ini tidaklah sah!! Sekarang juga kau cabut gugatan itu!" ucap Raiden iya tak terima bercerai dengan Ameera, meskipun Ameera sudah meninggal, pikirnya.
"Kalau aku tak mau?" ucap Azka tersenyum mengejek
__ADS_1
"Jangan salahkan papah jika menuntutmu dengan pasal penipuan" ucap Raiden
"Jika kau berani macam-macam dengan putra dan putriku, aku sendiri yang akan menyeret dirimu ke neraka, Raiden!!!" Teriak Ameera yang entah sejak kapan berada di sana dan mendengar semuanya.