Sistem Dewi

Sistem Dewi
Pelaku pembunuhan Rayhan


__ADS_3

Suasana canggung di dalam Lift, apalagi Hendriko terus menatap Alyssa seperti hendak menelan**ngi Alyssa bulat-bulat.


Beruntung saat itu Lift sudah sampai di lantai ruangan kerja Hendriko, dan dia segera keluar dari lift. Sedang Alyssa tidak susah payah untuk menggubrisnya, ia mengabaikannya hingga akhir.


Tak berapa lama, Alyssa dan Rian sampai di lantai paling atas gedung perkantoran ini. Dan di sana ia keluar dari lift dan menuju ke sebuah ruangan di ujung sana.


"Silahkan masuk Nona" ucap Rian mempersilahkan Alyssa masuk.


"Terimakasih Sekretaris Rian" ucap Alyssa


Alyssa langsung melangkah masuk, dia di sambut dengan ramah oleh seorang pria tua. Mungkin umurnya sudah 60 tahunan lebih, namun tubuhnya masih tegap dan sehat.


"Silahkan duduk CEO Alyssa, suatu kehormatan untuk pria tua seperti saya. Mendapatkan kunjungan dari generasi muda yang sangat luar biasa, seperti andax" ucap Sanjaya mengatakan yang sebenarnya.


"Anda terlalu merendah Presdir, saya tidak sehebat itu" ucap Alyssa tersenyum ringan.


"Apa ada yang bisa saya bantu Nona" ucap Sanjaya dengan sopan.


Ia yakin jika kedatangan Alyssa saat ini karena suatu hal. Tapi ia tidak tahu apa itu? Apakah suatu hal yang baik atau hal buruk.


"Anda memang sangat tajam Presdir dan bisa menebak tujuan saya ke sini. Kedatangan saya kemari karena ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan anda dan tuan Alaric" ucap Alyssa


"Denganku dan putraku? Tentang hal apa itu?" tanya Sanjaya


"Mengenai cucu kandung anda Tuan" ucap Alyssa


Deg!


Jantung Sanjaya, berdetak cepat. Tidak ada angin dan tidak ada hujan, berita tentang cucunya tiba-tiba datang dengan sendirinya.


"Cucu saya? Apa nona tahu di mana keberadaannya saat ini? Apa dia masih hidup?" tanya Sanjaya dengan antusias.


Jauh di dalam hatinya, ia berharap jika cucunya saat ini masih hidup.

__ADS_1


"Ya, dia masih hidup" ucap Alyssa membuat Sanjaya senang.


"Di mana dia? Apa benar dia cucuku? Apa kau yakin dan memiliki buktinya?" ucap Sanjaya dengan mata berbinar bahagia.


"Tentu saja saya memiliki buktinya, tapi saya masih menyimpannya untuk saat ini. Ini photonya, namanya Rayhan, ia adalah adik angkatku saat di panti dulu. Kau bisa melakukan Test DNA sendiri jika kau merasa ragu." ucap Alyssa menyodorkan photo Rayhan.


Tuan tua Diningrat, meneteskan air matanya saat melihat photo Rayhan. Tanpa Test DNA juga ia sudah percaya, ia yakin karena hanya dengan wajah saja. Rayhan sangatlah mirip dengan anak sulungnya, Alaric, dan matanya sangat mirip dengan mendiang ibunya.


Ia menatap Alyssa lekat, seakan berbicara, Tolong pertemukan aku dengan cucuku.


"Saya akan memberitahu dia di mana, dan memberikan bukti lainnya jika ia adalah cucu anda. Tapi saya memiliki syarat 2 syarat khusus untuk itu" ucap Alyssa


"Katakanlah, kau ingin apa? uang? Saham? Atau perusahaan. Saya" ucap Sanjaya.


Ia lupa jika di hadapannya saat ini adalah Alyssa, CEO dan pemilik AL Group. Yang pastinya, harta milik keluarga Diningrat tidak ada 1/10 dari total kekayaan miliknya, meskipun sudah menyerahkan semuanya pada Alyssa.


"Saya tidak membutuhkan uang atau apapun. Saya sudah memiliki itu semua tuan" ucap Alyssa, bukan sombong. Melainkan kenyataannya seperti itu.


"Lalu syarat apa yang kau inginkan?" tanya Sanjaya.


Sanjaya memikirkannya, lalu ia mengangguk setuju tak keberatan. Ia akan mengatakan hal ini pada Alaric nantinya.


"Yang kedua, saya akan menuntut pelaku yang melakukan pembunuhan berencana pada Rayhan. Beberapa kali Rahyan hampir di bunuh, namun untungnya Tuhan melindunginya hingga Rayhan selalu selamat. Hingga terakhir kali, rencana pembunuh itu berhasil membuatnya masuk ke rumah sakit, selama beberapa hari karena mengalami patah tulang cukup serius. Saya harap anda tidak akan menghalangi saya karenanya" ucap Alyssa


"Apa?? Ada yang ingin membunuh cucuku?? Kurang ajar!! Tentu saja, tentu saja. Saya tidak akan menghalangi anda untuk menindak dan menuntut pelaku. Saya juga akan melakukan hal yang sama. Kalaupun anda tidak menuntutnya, saya sendiri yang akan melakukannya" ucap Sanjaya yakin dan juga emosi karena mendengar cucunya hampir di celakai.


"Aku harap anda tidak akan menyesal ataupun berubah pikiran setelah tahu siapa orangnya" ucap Alyssa.


"Siapa pelakunya? Apa saya mengenalnya" ucap Sanjaya


"Sangat mengenalnya. Anda bisa melihat sendiri bukti yang saya kumpulkan. Ini hanya salinannya, data aslinya saya simpan baik-baik. Besok aku harap anda melaporkan hal ini ke biro kepolisian. Jika tidak, aku sendiri yang akan melaporkannya" ucap Alyssa menyerahkan data berupa USB dan kartu namanya pada Sanjaya.


"Hanya itu saja yang ingin saya bicarakan. Hubungi aku saat kau ingin bertemu Rayhan. aku akan mengaturnya agar kalian bisa bertemu nantinya. Saya permisi dulu Presdir Sanjaya. Saya harap anda mengambil keputusan yang tepat" ucap Alyssa

__ADS_1


"Ah, baik. Terimakasih sebelumnya sudah merawat cucu saya, CEO Alyssa. Aku akan menghubungimu setelah membicarakan hal ini dengan Alaric" ucap Sanjaya.


"Sama-sama" ucap Alyssa


Alyssa keluar dari ruangan Sanjaya di antar oleh Rian sampai ke depan gedung. Ia melirik sebentar ke gedung itu setelah ia masuk ke dalam mobil.


Senyum di wajahnya terangkat, ia penasaran apa yang akan di putuskan Sanjaya dan Alaric. Saat mereka tahu siapa pelaku dari pembunuhan berencana pada anak dan cucunya.


Ia menyalakan Mobilnya dan melaju meninggalkan gedung perkantoran itu, menuju Wareg resto sebelum ke studio Fransiska.


...


Alyssa saat ini melihat proses pembuatan gaun rancangan miliknya, yang langsung di buat sendiri oleh Fransiska.


Tangan Fransiska yang sangat terampil memotong dan menjahit gaun pengantin berwarna putih itu.


"Makanlah dulu, aku sudah membeli makanan untuk kita semua" ucap Alyssa


Semua pegawai di sana sangat senang, karena mendapatkan rezeki makan siang gratis dan makanan itu cukup mahal. Mereka serentak mengucapkan terimakasih.


"Kau sangat kompeten dan piawai, baru juga setengah hari. Sudah sampai tahap ini" ucap Alyssa


"Ah, Nona bisa saja. Ini juga karena Design yang anda buat sangat indah dan sangat detail. Saya yakin saat hari pernikahan anda, anda pasti terlihat luar biasa menawan dan cantik bagaikan dewi" ucap Fransiska


"Ha-ha kau bisa saja" ucap Alyssa tertawa renyah


"Aku harap pernikahan anda lancar sampai nanti hari H" ucap Fransiska


"Semoga, aku harap juga seperti itu" ucap Alyssa tersenyum.


Mereka kemudian makan bersama, dan saling melempar candaan bersama. Suasana di sana sangat ceria dan penuh suka cita.


Suasana sangat berbeda dengan apa yang Sanjaya rasakan. Ia kini tengah termenung dan terkejut. Air matanya mengalir tanpa nisa di cegah. Setelah melihat Data bukti, mengenai pelaku pembunuhan Rayhan. Yang tak Lain Adalah Hendriko, putra bungsunya.

__ADS_1


...


__ADS_2