
Alyssa memakai masker, kemudian melangkah keluar dari pesawat dan menunggu Enzy yang sedang mengambil koper.
Pria yang dari menatapnya di pesawat, terus mengikutinya. Alyssa merasa risih karenanya lalu membalikan badannya, yang membuat pria itu sedikit kaget sesaat, kemudian tenang kembali.
"Mengapa kau terus mengikutiku?" ucap Alyssa dengan nada dingin
"Maaf nona, saya tidak bermaksud mengganggu anda. Aku mengikutimu hanya ingin menawarkan sesuatu padamu" ucap Pria itu
Alyssa mendengar itu mengerutkan dahinya.
"Perkenalkan nama saya Kenan, saya Direktur Eksekutif 'Angelic Parfum'. Saya melihat anda sesuai dengan kriteria yang saya cari untuk menjadi Brand Ambasador terbaru di perusahaanku, kalau anda berminat, saya bisa..." ucap Kenan terpotong
"Tidak tertarik" ucap Alyssa kemudian melangkah pergi
"Tunggu nona, saya mohon tunggu sebentar. Tolong bantu saya kali ini, saya akan membayar anda mahal untuk menjadi Brand Ambasador di perusahaan saya. Aku yakin kau akan menjadi terkenal nanti dan menghasilkan banyak uang" ucap Kenan
"Tidak, aku tidak membutuhkannya. Aku sudah punya banyak uang" ucap Alyssa
"Baiklah nona, ini kartu nama saya. Jika anda berubah pikiran, anda bisa menghubungi saya" ucap Kenan
Alyssa menerimanya merasa tak enak. Tidak lama Enzy datang dengan membawa 2 buah koper kecil, mereka hanya 3 hari di Kota B jadi mereka tidak membawa banyak pakaian.
Mereka berdua segera melangkah keluar, terlihat di pintu kedatangan ada 1 orang pria berusia sekitar 35 tahun mengenakan kacamata.
Alyssa mengenal pria itu, dia salah satu orangnya Haryo yang dia lihat saat menolongnya di parkiran Taman hiburan.
"Halo, nona Alyssa. Nama saya Sandi Sekretaris Tuan Haryo. Tuan menyuruh saya untuk menjemput Anda" ucap Sandi yang ternyata adalah sekretaris Haryo
"Halo, maaf sudah merepotkanmu untuk menjemput kami" ucap Alyssa
"Tidak masalah, Nona" ucap Sandi.
Dia membawa 2 koper dari tangan Enzy menuju ke Mobilnya.
"Tolong antar saya ke Green Tower" ucap Alyssa
Sandi terkejut mendengar nama Green Tower, pasalnya itu adalah Apartement mewah di Kota B, yang bernilai lebih dari 20 Milyar per unitnya.
"Tuan Haryo meminta saya membawa Nona ke kediamannya, tuan sudah menyiapkan 2 kamar untuk nona dan asisten nona" ucap Sandi
__ADS_1
"Ah, biar saya nanti yang telepon kakek Haryo" ucap Alyssa
Alyssa lalu menelepon Haryo untuk memberitahu, dia tidak bisa menginap di rumahnya.
"Halo Alyssa, apa kamu sudah sampai Kota B sekarang?" tanya Haryo antusias
"Sudah Kek, tapi aku tidak bisa ke kediaman kakek sekarang, aku akan tinggal di Apartementku sendiri. Besok malam nanti, aku akan menemuimu di acara makan malam" ucap Alyssa
"Kamu punya Apartement di Kota B?" tanya Haryo terkejut.
"Ya, saya punya Apartement di Green Tower" ucap Alyssa
Haryo terkejut mendengarnya. Namun iya tidak bisa melarang dan memaksa Alyssa ke rumahnya sekarang.
Akhirnya Alyssa sampai di Green Tower. Apartemennya ada di lantai 14 Nomor 14B. Mempunyai 1 kamar utama dengan kamar mandi di dalam, 2 kamar sedang, Dapur yang luas dengan meja makan, ruang tamu, Ruang keluarga, kamar mandi tamu dan Balkon yang cukup luas.
Alyssa menempati kamar utama, sedang Enzy di kamar salah satu kamar kosong.
_____________
Haryo Adji Kusumo, Seorang veteran Jendral kepolisian. Punya 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Anak kedua, Haris Adji Kusumo. Menikah dengan Riana Eka Pradja, seorang Artis popular papan atas dengan banyak penghargaan. Memiliki 1 orang putra Farel Adji Kusumo 15 tahun. Haris adalah jendral besar di kepolisian.
Anak ketiga, Kenan Aji Kusumo. Seorang pengusaha parfum terkenal di negara ini, bahkan parfumnya sudah go internasional. Kenan belum menikah di usianya yang menginjak 30 tahun.
Haryo mengadakan acara selamatan untuk kesembuhannya, maka dari itu semua anaknya berkumpul di kediaman tua.
"Ayah, kenapa penyelamatmu belum sampai?" tanya Yoanita
"Baru saja dia menelepon, dia sudah sampai di Kota B, tapi dia pulang ke Apartement nya, dan akan kesini besok malam" ucap Haryo
"Kenapa dia tidak menginap disini? Padahal aku sudah penasaran dengan dia, yang kata ayah masih sangat muda dan cantik itu. Siapa tahu dia cocok dengan Abiyasa" ucap Yoanita
"Sepertinya kamu harus kecewa, sepertinya dia sudah punya pacar. Karena saat dia menolongku dia bersama dengan seorang pria" ucap Haryo
"Belum tentu mereka sepasang kekasih bukan? Lagian putraku sangat tampan, dia pasti akan jatuh cinta saat melihatnya " ucap Yoanita lagi
Haryo hanya menggelengkan kepalanya mendengar putrinya sulungnya itu.
__ADS_1
"Ayaaaahhh, anakmu yang paling tampan pulaang!!" teriak seorang pria dari pintu depan
"Kenan, bisa tidak kamu jangan teriak-teriak, ini bukan hutan" ucap Yoanita
"Hehehe maaf kak" ucap Kenan cengengesan "Kok sepi, keponakanku dan yang lain kemana?" ucapnya lagi
"Mereka ada di halaman belakang" ucap Haryo
"Keponakaaaankuuuu, yuhuuuu.. Pamaaannn tertampan kalian dataaang!!!" teriak Kenan sambil berlari ke halaman belakang
"Kenaaaannn!! dasar kau, bocah nakal" ucap Yoanita mengejar adik bontotnya itu.
Haryo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya yang kekanakan, padahal umur mereka sudah tidak lagi muda lagi.
_____________
Supermarket Green Tower
Alyssa berbelanja di supermarket bersama Enzy di sampingnya. Dia memilih bahan makanan untuk 2-3 hari kedepan.
"Nona kenapa anda memakai masker, apa anda sakit?" tanya Enzy yang heran, melihat Nonanya memakai masker sejak turun dari pesawat.
"Tidak, hanya saja aku sedikit risih melihat orang-orang melihatku dengan tatapan kagum bahkan tatapan mesum" ucap Alyssa
Enzy menganggukkan kepalanya paham, memang kecantikan nonanya sangat berbahaya, kecantikannya bahkan mengalahkan artis terkenal, dan tidak ada tandingannya.
Mereka berbelanja dengan riang, selain bahan makanan mereka juga membeli peralatan mandi juga sandal bulu untuk di dalam apartement.
"Nona apa anda mau makan sekarang atau nanti saja di apartement" tanya Enzy
"Sepertinya kita makan di sini saja ya, perutku sudah lapar" ucap Alyssa
"Aku lihat sepertinya di depan Apartement ada tempat makan, apa nona ingin kesana?" tanya Enzy
"Ayo kesana" ucap Alyssa, kemudian melangkah di ikuti Enzy di belakangnya.
Mereka memesan 2 porsi bakso dan Es teh manis. Sangat sederhana namun sangat nikmat dan murah meriah.
Banyak jalanan yang lain di sana, dan Alyssa tak berhenti makan setelah makan bakso. Dia memesan siomay yang rasanya sangat enak.
__ADS_1
Enzy yang melihat nonanya makan dengan lahap, menggelengkan kepalanya tertawa. Sungguh Nonanya itu punya kesan unik tersendiri.