
Setelah melakukan perjalanan bulan madu di kapal pesiar selama dua hari, bulan madu mereka berlanjut di kepulauan maladewa atau maldives selama dua minggu.
Setelah puas bersenang-senang si atas kesusahan Doni yang begitu sibuk mengurus perusahaan A.S.A Group seorang diri. Kedua pengantin baru itu akhirnya menginjakan kakinya kembali ke negaranya.
"Selamat sore, tuan muda dan nyonya muda" ucap Doni dengan wajah berbinar saat menjemput bos nya itu di airport.
"Akhirnya setelah penantian sekian purnama, tuan muda kembali juga. Aku hampir mati dengan tumpukan dokumen yang berjibun, dan juga kolega yang sangat sulit untuk di hadapi. syukurlah akhirnya aku bisa sedikit lega" ucap Doni dalam hati.
Alyssa yang mendengar itu ada lucu dan juga merasa bersalah. Kalau bukan karena si mesum di sampingnya yang menunda jadwal pulang saat bulan madu. Tentu saja mereka sudah kembali ke aktivitas masing-masing di perusahaan setelah menikah.
Namun Alvin yang masih meneguk manisnya bergulat mengadu erangan dengan sang istri, sangat enggan untuk kembali ke negaranya dan menambah waktu bulan madu mereka, dan fokus bercokol tanam di dalam kamar.
"Selamat sore juga Doni" ucap Alyssa dan Alvin bersamaan.
"Tolong bawa barang kami di belakang!" ucap Alvin
"Baik, Pak tolong bantu saya" ucap Doni sigap membawa barang yang banyak di bantu supir.
Sedangkan Alvin terus menempel pada wanita yang kini sudah berlabel istrinya itu. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian sampai masuk ke dalam mobil, bagaimanapun penampilan keduanya sangat luar biasa tampan dan cantik.
"Sayang, apa kamu lapar?" tanya Alvin
"Belum, lebih baik kita langsung pulang saja dulu, aku sudah lelah di perjalanan" ucap Alyssa sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, ayo kita pulang ke rumah kita. Besok baru kita mengunjungi ke rumah orang tua kita bergantian" ucap Alvin
"Memangnya kamu tidak ingin kembali bekerja di kantor?" tanya Alyssa
"Nanti saja, biar beberapa hari ke depan Doni yang akan mengurusnya dulu" ucap Alvin.
Doni yang di belakang tentu saja kaget mendengarnya, ia menghela nafasnya. Penderitaannya akan berlangsung lama lagi ternyata.
Mengerti yang di rasakan oleh asisten pribadi suaminya itu Alyssa berbicara pada Alvin.
__ADS_1
"Baiklah, besok kita akan ke rumah orang tua kita, kecuali ke kota S. Biar aku akan mengabari papah lewat telepon jika kita sudah pulang dari berbulan madu. Jadi untuk lusa kau harus kembali mengurus pekerjaanmu di kantor" ucap Alyssa
"Sayang kok lusa? Apa nggak kecepetan, aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu. Kita kan masih pengantin baru, masih anget-anget" ucap Alvin watados
"Tidak! Lusa kau harus kembali bekerja. Kamu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perusahaan, Alvin. Bahkan kau seenaknya menambah cuti untuk bulan madu yang harusnya cuma satu minggu" ucap Alyssa
"Tapi sayang, kn ada Doni. Dia..." ucap Alvin terpotong
"Perusahaan itu milikmu bukan milik Doni. Kamu tidak kasihan apa sama Doni selama beberapa hari ini di buat sibuk olehmu?" ucap Alyssa
"Kan memang tugas dia menjadi asisten pribadi aku sayang" ucap Alvin membela diri
"Dia manusia Alvin dan dia juga sahabat kamu. Dia bukan robot yang tidak butuh waktu istirahat, robot aja dayanya bisa abis, apalagi manusia. Jika kau tidak bekerja lusa, jangan harap tidur di tempat yang sama dan mendapatkan jatah selama tiga bulan" ucap Alyssa.
"Apa? Sayang, kenapa kau tega sekali pada suamimu" ucap Alvin kaget dan memelas.
"Kerja atau apa yang aku katakan tadi menjadi kenyataan" ucap Alyssa
"Baiklah aku akan bekerja" ucap Alvin menyerah, pasrah.
"Doni, lusa kau beri tahu apa saja yang sudah di lewatkan pekerjaan tuan mu. Dan esok nya kau bisa mengambil cuti selama tiga hari untuk beristirahat" ucap Alyssa
Doni yang mendengar itu terkejut sekaligus bahagia tentunya. Sedangkan Alvin tersentak kaget mendengarnya.
"Terimakasih Nyonya" ucap Doni langsung dan bersemangat.
"Sayang tidak bisa seperti it.... Ya-ya kau boleh cuti tiga hari untuk Istirahat" ucap Alvin langsung mengubah bicaranya saat melihat tatapan tajam dari istrinya pada dirinya itu.
Ia tidak mungkin menolak ucapan istrinya yang berakibat hukuman yang membuat Alvin gelimpungan sendiri.
...
Ameera yang mendengar putrinya pulang dari bulan madu, merengek pada suaminya untuk pulang ke ibukota. Karena saat ini ia ikut bersama dengan Noah yang tengah mengurus perusahaan di kota A.
__ADS_1
"Sayang kita balik ke ibukota hari sabtu saja ya? mas masih ada pekerjaan dan meeting yang padat besok" ucap Noah
"Aku mau pulang ke ibukota, aku kangen putriku. Kalau mas sibuk, aku bisa ke sana sendiri" ucap Ameera
"Ira sayang, mas nggak mungkin biarin kamu sendirian ke sana. Kamu itu sedang hamil muda" ucap Noah
"Tapi anak kamu di dalam perut pengin elus kepala kakak perempuannya mas. Mas mau anak kita ileran?" ucap Ameera dengan wajah memelas.
"Tapi pekerjaan mas masih banyak dan tidak bisa di tinggal sayang, tunggu kelar dulu ya" ucap Noah dengan nada lembutnya.
"Kamu lebih sayang sama pekerjaanmu di banding aku. Hiks... " ucap Ameera tiba-tiba menangis.
Memang mood ibu hamil muda ini suka berubah-ubah. Noah merasakan sendiri kadang istrinya itu sangat manja padanya, marah-marah tidak jelas dan tiba-tiba nangis.
"Kau apakan menantu kesayangan mamah, Noah?? Istri lagi hamil muda malah di bikin nangis kamu ya" ucap Liana mengomel, yang tiba-tiba saja datang dan duduk di samping menantu yang juga sahabatnya itu lalu memeluknya.
"Nggak Noah apa-apakan mah, sumpah" ucap Noah
"Lalu kenapa Ira menangis seperti ini?" tanya Liana sedikit melembut
"Ira mau pulang ke ibukota mah, Ira dengar kalau Al Udah pulang dari bulan madu. Ira tiba-tiba pengen ketemu Al dan elus kepalanya, kayanya ini pengennya calon bayi yang pengen elus kepala kakak perempuannya" ucap Ameera
"Kalau begitu pergilah dan temui cucu mamah yang cantik itu" ucap Liana mengelus kepala Ameera dengan sayang.
"ta-tapi mas Noah bilang kalau dia sibuk sama kerjaannya" ucap Ameera sambil kembali menangis.
"Noaaahhh. Pesan tiket untuk ke ibu kota paling lambat besok! Kalau tidak mamah pecat kau jadi anak!!! Kau mau mamah kenalin Ameera ke pria kaya yang lain, Hah?" ucap Liana
"Mamah kok tega sih, nggak boleh!! Ira cuma punya Noah. Iya-iya Noah bakalan bilang ke Griffin buat cariin tiket dan menggantikan aku sementara di sini" ucap Noah.
"Bagus!" ucap Liana
"Enak aja pengen kasih my babby Honey ke cowok lain. Nggak bakal aku biarin!!! Lebih baik aku telepon Griffin sekarang. Juga, wanita memang selalu benar" gumam Noah dalam hati.
__ADS_1
...