Sistem Dewi

Sistem Dewi
Mengurai


__ADS_3

"Itu tugas tentang penyelidikan kasus kakak" ucap Alyssa pada Juna


"Apa kamu menemukan sesuatu hingga kau mengurus Tama menyelidikinya?" tanya Juna


"Hmmm aku curiga akan sesuatu yang mungkin akan menjadi kunci kasus kakak agar bisa terkuak kebenarannya. Kakak tidak usah khawatir karena Tama akan baik-baik saja, dia tidak akan terluka apalagi mati. Karena dia bukan manusia seperti yang kakak tahu barusan. Tama juga sangat ahli dalam persembunyian dan juga memiliki kepekaan yang sangat tinggi, jadi keberadaan nya tidak akan mungkin di ketahui atau terdeteksi" ucap Alyssa


"Ya-ya kakak percaya! Tapi kakak nggak habis pikir, bagaimana caranya kamu bisa menciptakan sosok sesempurna seperti Tama. Selain memiliki kecerdasan dan juga kekuatan super, Tama bahkan sangat sempurna dari segi fisik. Kakak merasa minder sendiri karena ia terlihat sangat tampan dari pada wajah bulukku ini" ucap Juna


"Ha-ha-ha, kakak harus mensyukuri apa adanya diri kakak, bukannya kakak lebih beruntung? Kakak memiliki pacar yang sangat cantik dan juga setia seperti Diana" ucap Alyssa


"Ah kau benar, setidaknya aku masih unggul sedikit dari mahluk ciptaan mu itu, yang tidak mungkin merasakan indahnya cinta" ucap Juna membuat Alyssa terkekeh.


"Oh iya, ini ponsel milikmu. Terimakasih sudah meminjamnya" ucap Juna menyerahkan ponsel milik Alyssa.


...


Ibukota, Kediaman Dude dan Nirmala.


Terdengar suara nyaring sirene polisi yang cukup ramai, setidaknya ada empat mobil polisi di halaman depan kediaman itu.


Beberapa tetangga juga banyak yang melihat karena penasaran, kenapa banyak sekali mobil polisi di sana dan apa yang terjadi?


Ternyata usut punya usut, putri kandung Nirmala atau putri sambung dari Dude, yaitu Arumi. Di ketahui menghilang secara mendadak, dengan tubuh yang mengurai begitu saja menyatu dengan udara.


Ada saksi mata yaitu dua pelayan yang saat itu salah satu pelayannya, yang di sebut A, hendak mengganti makanan milik Arumi, meskipun makanan itu tidak pernah di sentuh Arumi dan Arumi hanya mengandalkan cairan nutrisi yang di masukan lewat cairan infus. Namun Pelayan itu tetap menjalankan tugasnya untuk tepat waktu mengantarkan makanan.


Pelayan yang satu lagi sebut saja B bergegas datang saat mendengar teriakan pelayan A dari arah kamar Arumi.


#Flashback


Tok! Tok! Tok


pintu kamar Arumi di ketuk dari luar, Pelayan A masuk. Telinganya sudah kebal mendengar teriakan dan rintihan dari nonanya yang kini mirip seperti Zombi dan mengerang kepanasan secara terus menerus.


Namun suara Arumi kini nyaris tidak terdengar karena suara Arumi hampir habis susah untuk mengeluarkan suara. Walaupun begitu ekspresi wajah dan tubuh Arumi, terlihat jelas jika ia sangat kesakitan.

__ADS_1


"Permisi nona, saya ingin mengambil dan mengganti makanan anda" ucap pelayan A.


"Aaahhhhhhhh, toloooooonggggg!!!!!!! Nonaaaaa!!!!! Siapapun Toolooooongggg!!!" teriak pelayan A


Karena saat berbalik ia melihat tubuh anak majikannya itu perlahan melepuh dan mengurai.


Mendengar teriakan dari Pelayan A, pelayan B yang saat itu sedang menyapu dan jaraknya tidak jauh dari kamar Arumi, berlari bergegas ke kamar Arumi.


"Ada apa? Kenapa kau berteri....Aaaakkkhhhhhhhhh!!!! Toloooongggg, Nonaaaa!??" teriak Pelayan B, saat ia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri, tubuh Arumi mulai mengurai dan menghilang.


Arumi sendiri terlihat sangat kesakitan namun suaranya tidak bisa terdengar, sekeras apapun ia mencoba untuk berteriak sia-sia saja.


#Flasback Off


Polisi, mencatat keterangan saksi, memeriksa TKP, namun polisi tidak menemukan bukti yang konkret selain kesaksian kedua pelayan mengenai kejadian itu.


Apalagi, kamar itu tidak ada CCTV, Karena tubuh Arumi mengurai beserta pakaian yang melekat di tubuhnya, hingga bukti fisik pun tidak ada.


Meskipun begitu, Dude dan Nirmala tetap meminta polisi untuk terus mengusut kasus anak perempuan mereka. Dan sebab kematian dan menghilangnya Sang anak, apalagi mengingat 3 bulan ini Ari menderita penyakit aneh.


Yang tidak di ketahui Nirmala dan dude saat ini, pelakunya yang tidak mungkin bisa terkuak. Karena Alyssa sang pelaku, sudah menghapus semua buktinya.


...


Alyssa merasakan kehadiran Tama lagi, ia menoleh ke arah Juna yang duduk tak jauh dari dirinya.


"Kak Juna, Seperti nya Tama sudah sampai di sini. Kakak jangan kaget saat ia muncul tiba-tiba ya" ucap Alyssa mengingatkan.


"Oh, oke" ucap Juna menunjukan bentuk OK dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


"Tama, kau sudah datang?" tanya Alyssa


"Saya di sini Nona" ucap Tama yang benar datang secara tiba-tiba di depan Alyssa dan Juna dan mengeluarkan suara deep nya yang menggoda.


"ASTAGAAA NAGAA ANAKNYA BUAYA RAWAA..!!!!! Oh ya Tuhanku!!!" teriak Juna sambil memegangi dadanya, meskipun ia sudah menyiapkan diri agar tidak terkejut, tetap saja ia terkejut saat Tama muncul tepat di depannya dan bersuara dengan Deep voice miliknya.

__ADS_1


Hal itu sukses membuat membuat Alyssa tertawa terpingkal-pingkal melihat celoteh Juna.


"Sejak kapan Naga jadi anaknya buaya rawa ha-ha-ha aduk perutku ha-ha-ha" tawa Alyssa pelan


"Eh kau Tama dan Sinta... Kenapa kau datang tidak permisi dulu! Kaget tahu" ucap Juna sambil mengelus dadanya pelan, memarahi Tama yang hanya diam tidak merespon.


"Ha-ha-ha kalau yang itu, Rama dan Sinta kak, bukan Tama dan Sinta kak Juna ongeb. Dasar Oneng ha-ha-ha, aduduuuhhh perutku astagaaa ha-ha-ha" tawa Alyssa tidak berhenti-henti nya tertawa renyah.


"Keblibet lidahku Al... Udah an napa ketawanya, seneng bener" ucap Juna cemberut melihat betapa bahagianya Alyssa menertawakan dirinya.


"Maaf-maaf, abis kak Juna lucu, Pffttt... Ha-ha-ha" ucap Alyssa mencoba menahan tawanya namun gagal.


Setelah puas tertawa, Alyssa mengambil minum dan menenggaknya agar nafasnya kembali stabil.


"Tama, apa yang kau dapatkan dari sana?" Tanya Alyssa seketika dengan wajah serius nya.


"Buset, cepet bener ini anak merubah ekspresi wajah nya" ucap Juna dalam hati


"Dugaan nona benar, di dalam komplek di distrik 3. Ada salah satu rumah yang memiliki penjagaan yang cukup berbeda. Rumah itu memiliki setidaknya 12 orang yang berjaga yang di lakukan secara bergantian" ucap Tama


"Apa rumah itu milik Setyono?" Tanya Alyssa


"Benar, dan ada sesuatu yang saya temukan di dalam rumah itu" ucap Tama


"Apa itu?" tanya Alyssa


Tak, Tama kemudian menaruh 5 benda di atas meja yang membuat mata Juna dan Alyssa yang melihatnya terbelalak terkejut.


"Astaga Al, Ini....." ucap Juna terkejut


"Apa hanya ini saja yang kau temukan Tama?" tanya Alyssa.


"Ini hanya sebagian kecil, nona. Saya melihat masih banyak lagi seperti ini di dalam sana" ucap Tama


"Astaga...." ucap Alyssa menutup mulutnya dengan telapak tangan

__ADS_1


...•••...


__ADS_2