Sistem Dewi

Sistem Dewi
Karyawan parasit


__ADS_3

Setelah setengah jam perjalanan. Alyssa memarkirkan mobilnya diparkiran, lalu bergegas masuk ke dalam indo building.


Alyssa segera menekan tombol lift khusus yang hanya di gunakan khusus petinggi di gedung ini.


Jika untuk penyewa lantai, lift ini hanya di perbolehkan untuk pemilik perusahaan yang menyewa lantai atau kepala perusahaan di masing-masing lantai.


sedangkan khusus untuk karyawan AL Group, hanya bisa memakai lift khusus ini, karena lantai 61 dan 62 hanya bisa menggunakan lift khusus dan membutuhkan kartu akses untuk naik.


"Kamu pasti orang baru di sini ya?" ucap salah seorang perempuan berpakaian mini dengan kemeja yang bagian atasnya di biarkan terbuka menampilkan (OYO) miliknya.


"Kamu tidak bisa menggunakan lift khusus itu. Kecuali kamu petinggi perusahaan dan karyawan AL Group" ucapnya lagi dengan melihat Alyssa dengan sinis


"Aku tahu" ucap Alyssa


"Cih dasar" cibir wanita itu


Ting!


Pintu lift terbuka, Alyssa dengan santai masuk ke dalam lift tersebut. Wanita yang tadi bicara juga ikut masuk ke dalam lift.


Wanita itu mengeluarkan kartu akses miliknya dan menekan tombol lantai 61.


"Kenapa kau ikut masuk? Bukannya aku sudah bilang jika ini adalah lift khusus. Kamu tidak menggunakan kartu aksesmu? Cih, kamu pasti mengikutiku agar bisa naik ke lantai ini bukan?" ucap wanita itu sinis


"Anda karyawan AL Group?" tanya Alyssa, mengabaikan ucapan wanita itu barusan.


"Ya, aku bekerja di sana sebagai staf HRD dan saya sekaligus calon istri dari General manager AL Group, yang merupakan kakak dari pemilik perusahaan" ucap wanita itu sedikit menyombongkan dirinya


"Oh benarkah, kenapa aku blum pernah mendengar Azka mengatakan jika dia punya pacar, bahkan sudah punya calon istri" ucap Alyssa melihat dengan tatapan tak percaya


"Kamu kenal Azka? Ah aku lupa, pasti semua orang kenal Azka karena dia sangat terkenal belakangan ini" ucap Wanita itu lagi


"Aku ingatkan kamu jangan berani-beraninya menggoda priaku, Azka itu milikku" ucap nya lagi, dia merasa sangat iri melihat kecantikan Alyssa yang jauh melampaui dirinya.


"Ah, jika aku tidak mau?" ucap Alyssa


"Aku tahu kamu pasti melamar pekerjaan di sini dan mencoba menggoda petinggi di sini dengan kecantikanmu bukan? Kau tidak akan berhasil, karena apa? Karena semua seleksi awal dari pelamar yang melamar kerja di AL Group, harus melaluiku terlebih dahulu" ucapnya


"Oh, bahkan jika aku memenuhi syarat untuk bisa masuk perusahaan, apa kamu bisa menghentikanku?" ucap Alyssa mengorek informasi

__ADS_1


"Tentu saja, aku yang paling berkuasa disini. Aku bisa saja meloloskanmu. Tapi tentunya tidak gratis, Kau harus memenuhi dua syarat" ucapnya


"Apa?" tanya Alyssa mencoba terus mengorek informasi, karena sepertinya wanita di depannya adalah parasit di kantornya.


Tidak perlu menggunakan skill pemindai, sekali lihat juga semua orang bisa menilainya, jika wanita di depannya ini adalah parasit.


"Tentu saja syarat utama adalah jauh-jauh dari calon suamiku dan syarat kedua jika kau ingin di terima bekerja di sini, kau harus membayar uang muka. Tidak banyak, hanya 10 juta saja" ucap nya ringan


"Oohh, 10 juta ya? Apa kau tahu resiko jika ketahuan melakukan pungli? Bagaimana jika aku mengatakannya pada atasanmu" ucap Alyssa


"Coba saja, tidak akan ada yang mempercayaimu di sini" ucap Wanita yang setelah di ketahui bernama Rani dari tanda pengenal yang di kenakannya.


Saat sudah sampai di lantai 61, Rani berlenggang keluar. Dia sesaat menoleh dan memberikan pandangan sinis padanya. Sedangkan Alyssa tetap tak bergeming dari lift.


Saat pintu lift kembali tertutup, Alyssa menekan jempolnya di tempat khusus sidik jari.


Lalu secara otomatis Angka 62 di lift menyala tanpa harus Alyssa menekan tombol.


Karena sidik jari hanya bisa di akses oleh pemilik gedung.


Alyssa memasuki lantai 62 yang hanya terdapat 5 ruangan itu. Di antaranya ruangan khusus Pemilik gedung/Kepala perusahaan, Ruangan Wakil CEO, Ruangan Direktur Keuangan, Ruangan General Manager, Ruangan Staf Khusus.


"Selamat siang Nona Alyssa" sambut staf yang berada di lantai 62.


Alyssa hanya menanggapinya dengan menganggukan kepala.


"Selamat Pagi Nona" ucap Alex yang menyambut Bosnya itu


"Pagi Alex, tolong kamu panggil Enzy ke ruanganku dalam setengah jam lagi. Dan bawa juga data semua staf HRD" ucap Alyssa Kemudian melangkah menuju ruangan Azka.


"Kenapa tiba-tiba nona meminta semua data karyawan di bagian HRD?" bisik salah seorang staf


"Aku tak tahu, tapi sepertinya ini akan ada yang buruk terjadi" ucap staf lainnya. "Benar, aku lihat Wajah Nona seoerti tidak bersahabat" ucap lainnya lagi.


"Selamat siang nona Alyssa" ucap Linda sekretaris kakaknya


"Siang Linda, apa kakakku ada di dalam?" tanya Alyssa


"Ada nona, Nyonya Ameera dan Tuan Hotman juga sudah ada di dalam. Anda sudah di tunggu, silakan masuk nona" ucap Linda mempersilahkan Alyssa masuk

__ADS_1


"Terimakasih Linda" ucap Alyssa


"Sama-sam Nona" jawab Linda


Krieett!!


Pintu ruangan Azka di buka, Alyssa masuk dengan santainya.


"Kau sudah datang dek, kemari duduklah" ucap Azka "Pak Hotman, perkenalkan dia Adikku Alyssa" ucap Azka lagi


"Halo Nona Alyssa, senang bertemu denganmu" ucap Hotman, pria paruh baya berumur 40 tahunan itu menyodorkan tangannya.


"Halo tuan Hotman, senang bertemu denganmu juga" ucap Alyssa menyambut uluran tangan Hotman


"Jadi bagaimana jalan keluarnya Pak?" tanya Ameera


"Seperti yang saya katakan tadi Nyonya. Jika anda ingin mengajukan gugatan cerai, anda harus membawa surat-surat terkait pernikahan anda sebagai berkas terlampir. Begitupun dengan mengambil alih perusahaan dan juga rumah, anda juga membutuhkan surat-surat yang akan menjadi bukti kuat kita untuk menang di pengadilan" ucap Hotman


"Tapi surat-surat itu masih di rumah itu" ucap Ameera tertunduk lesu


"Azka akan mengambil surat-surat itu di rumah" ucap Azka


"Tapi Azka, bagaimana jika kamu kenapa-kenapa?" ucap Ameera khawatir


"Mamah tenang aja, Al akan menemani kakak kesana. Al jamin Kak Azka akan kembali dengan selamat, tidak kurang satu helai rambut pun" ucap Alyssa


"Tuh dengar Azka, bukannya terbalik? Bagaimana bisa adik perempuan yang menjaga kakak laki-lakinya?" ucap Ameera


"Siapa bilang? Azka juga akan menjaga adik kesayangan Azka yang paling cantik dan nyebelin ini" ucap Azka menjepit hidung mancung adik nya itu.


"Oh iya Pak Hotman, Ini berkas akuisisi 10% saham Bagaskara Corp yang aku baru saja saya miliki. Ini juga akan membantu proses yang di butuhkan" ucap Alyssa


"Wow, kinerja kamu sangat cepat Al. Kakak salut padamu, sepertinya kakak harus banyak belajar dari adik kakak yang super Jenius ini" ucap Azka


"Benar Al, mamah juga nggak menyangka kamu bisa dengan cepat mendapatkan saham dari para pemegang saham lain" ucap Ameera


"Tentu anak siapa dulu, mamah Ameera. Oh iya mah sepertinya aku punya rencana setelah masalah perceraian mamah dan mengambil alih perusahaan berjalan lancar. Aku ada keinginan untuk membuka perusahaan kecantikan. Dan aku akan memberikannya untuk mamah, aku juga akan membicarakannya dengan mamah Sandra untuk bekerja sama dalam mengelolanya. Bagaimana pendapat mamah?" tanya Alyssa


"Sayang, apa tidak berlebihan? Itu pasti membutuhkan dana yang besar" tanya Ameera

__ADS_1


"Tidak ada kata berlebihan untuk wanita hebat seperti mamah" ucap Alyssa


Ameera terharu mendengar penuturan Anaknya itu. Dia memeluk erat putri tercintanya itu, dan bersyukur pada tuhan. Telah berbaik hati memberikannya sepasang anak yang sangat menyayangi dan begitu menghargainya.


__ADS_2