Sistem Dewi

Sistem Dewi
Misi berhasil


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan mengganti Pakaian, Alyssa, Alvin dan Doni langsung meluncur menuju airport. Di perjalanan Alvin terus memeluk Alyssa dengan eratnya.


Meskipun sedikit canggung karena ada Doni di depan mereka, Alyssa tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Alvin saat ini terus menempel padanya, setelah kejadian kecelakaan barusan yang menimpanya.


"Jadi obat nyamuk lagi kan gue, ya Author... Kasih gue jodoh napa? Nggak kasihan gitu ma gue? Jomblo mulu dari lahir, nasib-nasib. Kapan ya, rasain manisnya punya pasangan, biar ada yang merhatiin gitu?" gumam Doni mengoceh dalam hati.


"Ica apa rencana kamu buat balas dendam ke wanita gila itu?" tanya Alvin


"Ada deh, yang pastinya sangat tak terlupakan untuk wanita itu. Dan aku akan memulainya dalam waktu dekat ini" ucap Alyssa smirk.


"Kamu janji tidak melakukan hal berbahaya yang membuat kamu terluka kan sayang?" ucap Alvin


"Aku tahu ini hal berbahaya, tapi aku janji, aku tidak akan terluka. Lagian untuk urusan kasar, biar Tama yang melakukannya untukku. Aku hanya jadi penonton saat ia membantai habis anggota Dark Moon. Aku hanya bagian penuturnya saja" ucap Alyssa


"Kenapa kau memilih Tama untuk membantumu. Padahal aku juga bisa membantumu, aku bisa mengarahkan Red Eagle untuk membunuh mereka semua" ucap Alvin cemberut


"Aku tidak ingin kau dan yang lain terluka, jadi biarkan Tama yang melakukannya hmm... Aku tidak ingin ada korban di pihak kita" ucap Alyssa


"Bagaimana jika Tama mati atau di tangkap?" tanya Alvin


"Ha-ha itu tidak mungkin Alvin. Tama tidak akan bisa mati, dia juga tidak mungkin bisa di tangkap. Kau lupa dia siapa?" ucap Alyssa


"Hah, kau benar. Aku lupa jika dia bukan manusia, jadi mana mungkin dia bisa mati" ucap Alvin


...


Ibukota, Airport


Alyssa dan Alvin menunggu Raiden di pintu kedatangan terminal domestik. Sedangkan Doni menunggu di mobil di area parkir khusus.


Karena identitas Alvin istimewa, sebagai pengusaha paling kaya dan juga perwira tinggi di kemiliteran. Mobil milik Alvin terdaftar bisa masuk area khusus dan parkir di tempat khusus pula.


Raiden yang sudah turun dari pesawat segera menghampiri putri dan calon menantunya. Ia tersenyum melihat keadaan putrinya baik-baik saja, meskipun ia sedikit terkejut melihat perubahan fisik Alyssa, yang terlihat makin imut dan cantik.


"Papah kangen kamu sayang, sudah lama menunggu?" ucap Raiden seraya memeluk Alyssa.


"Aku dan Alvin juga baru sampai" ucap Alyssa membalas pelukan Raiden singkat


"Ayo kita ke mobil, aku sudah memesan kamar di Giant Hotel. Sekalian makan malam di sana, kakak juga akan menyusul nanti" ucap Alyssa lagi


"Tentu" ucap Raiden tersenyum

__ADS_1


Baru saja melangkah, suara sistem terdengar.


[ Selamat Host anda berhasil menyelesaikan sebuah misi, membeli kapal pesiar keluaran terbaru dari Jerman dalam kurun waktu 2x24 jam. Anda mendapatkan Hadiah : Pure Water dan Pengetahuan pembuatan cairan Q ]


[ Pure Water sudah berhasil di simpan di ruangan penyimpanan ]


[ Persiapkan kondisi tubuh anda, proses transfer pengetahuan pembuatan cairan Q akan segera di lakukan dalam hitungan 10 detik. Proses ini sedikit memakan tenaga, dan terasa sedikit menyakitkan ]


Alyssa yang mendengar itu segera memeluk lengan Alvin. Alvin sedikit kaget karena tidak biasanya Alyssa akan bertindak demikian di depan umum. Namun dia hanya tersenyum tipis, dan merasa senang jika Alyssa berinisiatif terlebih dulu.


[ Pemasangan akan segera di mulai, hitung mundur 10...9...8........2...1... Mulai ]


Perlahan namun pasti Kepala Alyssa terasa sakit, meskipun rasa sakitnya tidak terlalu menyakitkan seperti sebelumnya. Namun pemasangan ini juga termasuk menengah dan juga memakan sebagian tenaganya.


Alvin merasakan tangan Alyssa sedikit gemetar, ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alyssa yang saat ini menunduk.


Di angkatnya dagu wanitanya itu, terlihat keringat dingin membasahi dahi Alyssa. Matanya juga terpejam dan Alyssa menggigit bibir bawahnya seperti menahan sakit.


Alvin yang melihat itu sangat panik.


"Ya tuhan, Ica sayang, kamu kenapa??" ucap Alvin panik


Membuat Raiden menghentikan langkahnya dan melihat ke arah putrinya. Ia juga sangat terkejut melihat putrinya seperti menahan sakit dengan keringat dingin keluar dari dahinya.


"Aku nggak tahu om. Ica sayang, kamu dengar aku?" ucap Alvin menangkup kedua pipi Alyssa.


Alyssa membuka sedikit matanya.


"A-ak-aku tid-dak apa-apa, hanya pu-pusing" ucap Alyssa sebelum ia kehilangan kesadarannya.


"Alvin, ayo cepat kita bawa Alyssa ke rumah sakit terdekat" ucap Raiden khawatir


"Iya Om" ucap Alvin langsung menggendong Alyssa ala Bridal Style, dan berlari menuju mobil yang terparkir tak jauh dari sana.


Melihat Tuannya datang dengan Alyssa di gendongannya, Doni terkejut dan langsung membuka pintu.


"Kamu temani di belakang, biar Saya di depan" ucap Raiden dan di angguki Alvin.


"Doni, ke rumah sakit sekarang!!" ucap Alvin


"Baik" jawab Doni segera memacu mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


...


Rumah Sakit Umum Daerah Ibukota, tempat saat ini Alyssa terbaring di ruangan UGD. Karena rumah sakit ini paling dekat jaraknya dengan Airport.


Setelah pemeriksaan, Dokter mengatakan jika Alyssa tidak apa-apa, hanya kelelahan saja dan memiliki banyak pikiran yang menyebabkan rasa sakit di kepala.


Alvin dan Raiden menghela nafas lega, karena Alyssa tidak mempunyai penyakit serius. Namun tetap saja mereka khawatir dan akan lebih memperhatikan kesehatan Alyssa di masa depan.


Apalagi Alvin mengetahui jika beberapa jam lalu Alyssa mengalami kecelakaan.Dan mungkin itu yang mempengaruhi Alyssa saat ini.


"Ughh... A-Alvin" ucap Alyssa perlahan membuka matanya.


"Ica, Syukurlah kamu sudah sadar" ucap Alvin tersenyum, mencium kening dan membelai rambut Alyssa lembut.


"Aku di mana?" tanya Alyssa


"Di rumah sakit, tadi kamu pingsan di airport. Apa yang kamu rasakan, apa ada yang kurang nyaman atau sakit?" tanya Alvin


"Tidak, aku baik-baik saja. Bisa kah kita pulang? Kita harus mengantarnya ke Hotel, bukan? Di mana orang itu" ucap Alyssa


"Sedang ke toilet sebentar. Baiklah, ayo kita pulang, tapi tunggu Om Raiden kembali dulu" ucap Alvin


Alvin tahu dia tidak bisa memaksa Alyssa untuk tinggal lebih lama di rumah sakit. Jadi dia hanya setuju saja saat Alyssa ingin pulang.


...


Di tempat lain, yaitu Markas Dark Moon. Arumi masih mengurung diri di kamar yang lain. Setelah kejadian peme**galan kepala Hendrawan, tepat saat mereka berhubungan badan.


Badannya masih saja bergetar, takut jika pembunuh tak terlihat itu menghabisi nyawanya tanpa ia ketahui.


Arumi mengira jika yang membunuh Hendrawan adalah seorang Assasin.


Austin mengetuk pintu kamar Arumi beberapa kali. Namun tidak di respons oleh Arumi.


Austin bukannya peduli dengan Arumi, justru dia senang saat tahu Hendrawan mati. Karena Saingan untuk menempati tempat paling tinggi di Dark Moon berkurang satu.


Ya, Austin terobsesi menjadi ketua di Dark Moon, dia hanya pura-pura menjadi penurut dan bawahan setia untuk Arumi.


Padahal di belakangnya, diam-diam dia meraup keuntungan dari pendapatan organisasi untuk dirinya sendiri.


Dia tidak buru-buru untuk membunuh Arumi saat wanita itu lengah. Karena bagaimanapun Austin adalah laki-laki yang menyukai kecantikan. Dan Arumi masih bisa ia gunakan untuk memuaskan dirinya di atas Ranjang.

__ADS_1


...


__ADS_2