Sistem Dewi

Sistem Dewi
Penasaran


__ADS_3

Seharian ini, baik Alvin ataupun Enzy. Tidak ada satupun yang ingin beranjak dari rumah sakit, keduanya kekeh ingin menjaga Alyssa.


Alyssa bahkan saat ini merasa sumpek dan bosan, karena di perlakukan seperti orang yang sedang sakit. (Lah kan situ emang pasien, maemunah!)


Tak terasa sudah hampir 24 jam Alyssa sudah menahan diri untuk tidak bicara dan berekspresi.


"Sial, lama-lama beneran nggak bisa ngomong nih, mana jadi kaku banget nih muka jadinya. Astaga, waktu lama bet dah ah. Tidur lagi aja kali ya? Tapi bosen tidur terus, Sistem sialan!!Untung masih guna. Eh... Maaf sistem mulut saya typo, saya tidak sungguh-sungguh" ucap Alyssa dalam hati, terkekeh.


Ceklek!


Saat Alyssa sibuk dengan pikirannya, Pintu di buka dari luar. Terlihat Ameera, Azka, Sandra dan Erick datang. Sontak Alyssa memejamkan matanya pura-pura tertidur, dia tidak ingin di tanyai macam-macam karena belum bisa ngomong.


Mendengar pintu terbuka, Enzy yang sedang tiduran di sofa terbangun, bergegas duduk saat tahu siapa yang datang dan menyapa.


"Sore Mamah Ira, Azka, Tuan dan nyonya Ardhana" sapa Enzy sopan dan tersenyum, meskipun nyawanya masih di awang-awang, belum terkumpul sepenuhnya.


Alvin saat ini masih tertidur di sofa satunya, dia tidak menyadari ada orang yang masuk ke ruangan. Alvin beberapa hari ini memang kurang beristirahat, namun sekarang ia bisa istirahat saat Alyssa sudah sadar.


Pekerjaan hari ini, Alvin menyuruh Doni untuk menghandle nya sementara. Doni pun mengiyakan, karena dia mengerti Tuan mudanya itu ingin menemani Alyssa di rumah sakit dan juga sekalian beristirahat.


"Enzy, bagaimana keadaan Al?" tanya Ameera


"Maaf belum sempat mengabari kalian semua, Al sudah sadar kemarin sore. Tapi kami terlalu senang sampai lupa mengabari kalian semua" ucap Enzy membuat mereka berempat terkejut sekaligus senang.


"Benarkah? Syukurlah..." ucap mereka serempak


"Benar, dan sekarang nona masih tertidur" ucap Enzy


"Biarkan saja ia istirahat kalau begitu. Oh iya, mamah bawakan makanan dan juga baju ganti untuk kamu dan Alvin" ucap Ameera menyerahkan tiga paper bag.


"Terima kasih mah" ucap Enzy tersenyum.


[ Selamat host, anda berhasil menyelesaikan misi : Tidak berbicara maupun berekspresi selama 24 jam. Hadiah : Saham 100% Haosan Group ]


[ Selamat Host, sistem sudah berhasil di upgrade ke versi yang lebih baru ]


[ Selamat mendapatkan bonus undian 1x. Saat ini anda memiliki total undian 5x, yang belum di buka. Apa anda ingin membukanya sekarang? ]


Alyssa yang saat itu berpura-pura tidur, menghela nafas lega. Akhirnya dia bisa bicara lagi seperti biasanya.


"Tidak sistem, nanti saja buka undiannya. Lagi malas!! Masih ngambek sama kamu!!" ucap Alyssa


"Haaahh, akhirnya, bisa ngomong lagi. Susah dan ribet juga nggak bisa ngomong. Hmm, harusnya aku bersyukur masih bisa bicara lagi, Apa kabar orang yang tuna wicara yang nggak bisa ngomong bertahun-tahun. Hais, Sepertinya setelah ini aku ingin membuat yayasan untuk pengobatan gratis, terutama untuk pasien kebutuhan khusus dan juga masyarakat kurang mampu" ucap Alyssa dalam hati.

__ADS_1


"Ugghh..." Alyssa berakting seperti baru bangun tidur.


"Eh sayang, kamu sudah bangun. Apa kedatangan kami berisik hingga membuat kamu terbangun. Maaf ya sayang" ucap Sandra mendekati Alyssa


"Mamah Sandra, Papah Erick, Mamah, Ka Azka. Kapan kalian datang?" ucap Alyssa, sontak membuat Enzy kaget, karena suara Alyssa sekarang sudah terdengar.


"Nona, suara anda... " ucap Enzy


"Sudah baik-baik saja" ucap Alyssa tersenyum


Yang lain saling berpandangan tidak mengerti yang di maksud Enzy.


"Memangnya suara Ica kenapa Enzy?" tanya Sandra pada Enzy


"Ah itu... " ucap Enzy bingung menjelaskannya


"Kemarin Ica nggak bisa ngomong mah. Bukan masalah besar kok, itu karena otot di sekitar wajah Ica tegang karena lama koma. Jadi butuh penyesuaian, sekarang Ica susah lebih baik, dan otot di wajah Ica sudah seperti semula" ucap Ica menjelaskan


"Syukurlah, mamah pikir kamu kenapa-napa" ucap Sandra dan yang lain menghela nafas lega


"Eh, kenapa ramai sekali" ucap Alvin yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Maaf mengganggu tidurmu Vin" ucap Azka


"Tidak apa-apa Kak, Kapan kalian datang? Apa sejak tadi?" tanya Alvin, belum menyadari Alyssa bisa bicara.


"Oh iya, apa Al sudah tahu?" bisik Azka pada Alvin pelan. Alvin yang mengerti maksud Azka hanya menggeleng pelan.


"Hais, aku bahkan tidak berani mengatakannya pada Ica" ucap Alvin dalam hati


"Bagaimana jika kamu tahu kenyataannya dek" ucap Azka dalam hati


Alyssa yang mendengar itu mengerutkan dahinya, dia bertanya-tanya, apa yang di maksud Azka dan Alvin.


"Mamah Sandra" panggil Alyssa, membuat Alvin terkejut mendengar suara Alyssa sudah pulih, namun ia tetap diam


"Suara Ica sudah pulih. Syukurlah, terimakasih Tuhan" ucap Alvin dalam hati


"Ya sayang, kenapa?" jawab Sandra lembut


"Gimana kabar Kak Aletta, Apa dia dan bayinya baik-baik saja? Anaknya Laki apa perempuan?" tanya Alyssa antusias


Sontak semua yang di sana terdiam sesaat, membuat Alyssa lagi-lagi mengerutkan dahi, heran. Ada apa sebenarnya? pikir Alyssa.

__ADS_1


"Aletta baik-baik saja, bayinya juga sama. Dia melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan. Ah, dia ingin sekali nengok kamu. Tapi karena belum 40 hari jadi dia masih belum bisa ke mana-mana" ucap Erick tersenyum Alyssa hanya mengangguk mengerti.


Meskipun begitu, Alyssa tetap penasaran. Apa sebenarnya yang mereka sembunyikan dari dirinya.


Bisa saja Alyssa menggunakan keterampilan memindai pada keduanya. Namun dia tidak mau, karena ia ingin tahu dari mulut mereka sendiri secara langsung. Jadi dia sabar menunggu kejujuran dari semua orang yang berada di sana.


...


Di sebuah rumah, di sudut barat ibukota. Seorang perempuan masih terbaring di pelukan laki-laki. Keduanya tidak tertidur, karena mata mereka masih terbuka. Namun mereka enggan untuk beranjak dari sana.


Lelah, tentu saja! Terlihat dari keringat yang membasahi keduanya, hari ini sudah berkali-kali mereka melakukan olahraga bersama. Banyak sekali balon panjang berisi mayones yang berceceran di sekitar ranjang empuk mereka.


"Kau luar biasa sangat hebat dan nikmat nona" ucap Laki-laki


"Tentu saja, milikku sangat terawat. Tentunya bisa memuaskanmu, Tongkat sakti milikmu juga kuat menggempurku berkali-kali" ucap perempuan


"Apakah itu enak?" Tanya Laki-laki


"Sangat, bahkan aku menginginkannya lagi" ucap perempuan dengan senyum menggoda dan meraba da*a si laki-laki.


"Uuggghhh,,, Nona..." De**h laki-laki itu saat wanita itu meraba area sensitifnya.


"Aku menginginkannya lagi" ucap wanita itu


"Sesuai keinginanmu, nonaku sayang" ucap Laki-laki itu


Tok! Tok! Tok!


Namun pintu kamar di ketuk dari luar, membuat keduanya menghentikan aktivitas mereka dan mengeram kesal, karena kegiatan panas mereka terganggu.


"Sial, siapa yang berani mengganggu kesenanganku" ucap Wanita, langsung menyambar kimono miliknya. Laki-laki itu pun sama menyambar kimono miliknya juga dan menghampiri sang wanita.


Ceklek!!!


pintu di buka, terlihat ada dua orang laki-laki dengan raut wajah seperti ragu-ragu dan juga takut.


"Kenapa kalian menggangguku, berani sekali" teriak wanita


"Maafkan kami nona Arumi, ka-kami hanya ingin memberikan berita penting pada Anda" ucap salah satunya sedangkan yang satunya hanya diam saja.


"Apa itu?" tanya Arumi


"Ta-target anda, su-sudah siuman Nona" ucap anak buahnya.

__ADS_1


"Apa kau bilang???" Teriak Arumi kaget


...


__ADS_2