Sistem Dewi

Sistem Dewi
kegelisahan Alvin


__ADS_3

Dengan begitu sulitnya melewati hutan saat malam hari yang penuh dengan rintangan dan perjuangan. Akhirnya Alyssa, Tama dan Juna kini ketiganya sudah berada di penthouse milik Alyssa.


Meskipun banyak CCTV yang merekam mereka di sepanjang jalan, namun dengan bantuan Aras Si jam pintar, semuanya akan menjadi lebih mudah. Tentu saja segala sesuatu tentang gambaran mereka bertiga yang terekam hilang tak berbekas dan tak terlacak.


"Awwwss" Juna mendesis merasakan sakit di kakinya, karena masa obat penghilangan rasa sakit dari pil darah sudah habis, ia kembali merasakan sakit di kakinya.


"lurusin dulu aja kakinya kak, biar aku memeriksa luka Kakak lagi" ucap Alyssa


Juna mengikuti ucapan Alyssa yang kini tengah membuka perban yang ia balut saat di dalam hutan tadi. Lalu tangan Alyssa menengadah dan Tama dengan sigap memberikan gulungan yang berisi jarum yang di ingin kan Alyssa.


Dengan lentur dan kecepatan yang tiada duanya. Alyssa menancapkan 9 jarum ke bagian betis Juna.


Entah mengapa Juna merana lebih nyaman dan juga perlahan rasa sakit itu kian berkurang di rasakan nya.


"Kakak istirahatlah di kamar, baru ceritakan padaku semua yang terjadi saat bangun nanti. Tenang saja di sini kakak aman terkendali dan tak terlacak. Aku sudah mengurus semuanya" ucap Alyssa


"Tama, antar dan bantu kakakku pergi beristirahat di kamarnya" ucap Alyssa


"Baik nona" ucap Tama


Juna mengangguk mengerti, setelah berterima kasih ia pergi di bantu oleh Tama untuk berjalan menuju kamarnya. Ia tahu jika mereka bertiga sudah dalam kondisi lelah dan membutuhkan istirahat agar tubuh dan tenaga mereka pulih saat mereka bangun nanti. Apalagi waktu saat ini sudah menunjukan jam 4 dini hari.


...


Berbeda dengan Alyssa yang sudah mulai terlelap dalam tidurnya saat jam 4 pagi. Di ibukota, tepatnya di mansion milik Alvin.


Alvin masih berguling-guling tidak tentu arah dengan gelisah. Meskipun ia mencoba menutup matanya, namun tetap saja ia tidak bisa tertidur.


Ia juga sudah berusaha menghubungi Alyssa sejak sore, namun nomor istri nya itu tidak aktif yang mana menambah rasa khawatir pada dirinya. Namun ia juga memikirkan jika saat ini istrinya sudah tertidur dan lupa menyalakan ponselnya..

__ADS_1


Hal itu terjadi hingga pagi menjelang. Dengan lingkaran hitam di mata seperti panda dan juga kepala yang sedikit pening, namun Alvin harus tetap berangkat ke kantor untuk mengurus pekerjaan nya.


💬 Sayang, apa kau baik-baik saja di sana? kenapa nggak ada kabar dan nggak bisa di hubungi? Aku merasa khawatir dan juga merindukanmu, jika kau baca pesan ini, segera hubungi aku secepatnya. -Alvin


Setelah mengirim pesan itu, Alvin menghela nafasnya. Namun kepalanya bertambah pening saat melihat tumpukan dokumen di atas meja kerjanya.


"Astaga, sepertinya pekerjaanku tidak ada selesainya. Tiap saat berkas ini selalu bertambah" ucap Alvin kesal


...


Di universitas kota B


Diana baru saja sampai di kampus, ia menghirup udara pagi yang segar, namun tidak sesegar hatinya.


Entah mengapa hatinya terasa kering kerontang, karena dia lost contact dengan sang kekasih, Juna. Jujur saja ia merasakan perasaan tidak enak dan berusaha menghubungi Juna terus-menerus. Namun tetap saja nomer Juna tidak bisa di hubungi.


Terlebih saat ia melihat berita tentang penangkapan Perwira polisi dengan pangkat tinggi yang terciduk kasus yang tak lain adalah ayah Juna. Dan nama Juna yang sebagai anak dari tersangka yang di tangkap, saat ini sedang buron.


"Na, lemes banget, masih pagi gini udah nggak bersemangat lagi. Kamu kenapa sih? Semangat dong" ucap Sari, salah satu temannya di universitas.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit lelah karena begadang membaca buku semalaman" ucap Diana berbohong.


Meskipun Sari termasuk teman yang dekat dengannya saat ini, namun Diana masih belum bisa leluasa cerita tentang hal-hal pribadinya ke sembarang orang.


"Kalau begitu, yuk kita ke kantin aja kalau gitu. Kita pesen yang seger-seger biar mata kita melek" ucap Sari menarik tangan Diana


"Hmm, ayo" ucap Diana tidak menolak, setidaknya ia butuh teman agar pikirannya tidak kemana-mana. Meskipun dalam hati ia berdo'a, semoga Tuhan melindungi kekasihnya di mana pun ia berada.


...

__ADS_1


"Ughhh... Hooaammm... Jam berapa ini?" ucap Alyssa yang baru bangun tidur, ia meraba ponsel di atas nakas yang sedang isi daya baterai dan dalam keadaan mati.


Alyssa menekan tombol power sedikit lama, setelah ponsel menyala lagi, ia melihat saat ini sudah hampir jam 11 siang.


"Astaga sudah siang, hmm. banyak sekali misscall dari Alvin kemarin dan pagi tadi. Ada apa ya?" ucap Alyssa


Ia langsung menekan panggilan video. Tidak sampai bunyi kedua, panggilannya sudah di angkat.


"Astaga sayang, kamu baru bangun tidur? Ini udah siang istriku, kamu pasti belum makan sama mandi kan?" ucap Alvin.


"Aku ada hal di urus semalam, aku baru tidur jam 4. Suamiku aku merindukanmu" ucap Alyssa


Tanpa menyadari ucapannya yang setengah serak basah khas bangun tidur terkesan sangat sexy, hingga membangunkan sesuatu yang semalaman sudah mati-matian Alvin tahan.


"Sayang, Kalau saja saat ini kamu di depanku, aku sudah makan habis kamu dan berteriak seharian" ucap Alvin


"Ha-ha-ha, kau ini. Kenapa lingkar matamu menghitam hmm?" tanya Alyssa saat melihat lingkaran mata hitam Alvin.


"Kau masih bertanya? Ini karena kamu" ucap Alvin dengan wajah cemberut.


"Aku?" tanya Alyssa polos


"Ya, karena aku tidak bisa tidur karena tidak ada kamu di sampingku saat aku tidur" ucap Alvin


"Ppfftt... Baiklah maafkan aku. Sebenarnya aku ke kota S untuk menyelamatkan Kak Juna dan juga membantu masalah yang melibatkannya. Sebaiknya kau baca berita utama yang terjadi kota S. Aku sudah menyelidikinya dan kak Juna dan ayahny di jebak. Aku sedang mencari buktinya dan menyelamatkan Kak Juna sebelum terlambat" ucap Alyssa dengan jujur.


Tentu saja hal itu membuat Alvin terkejut dan juga marah. Bukan karena ia tidak suk istrinya membantu orang lain. Tapi ia mengkhawatirkan keadaan Istrinya yang nekat pergi untuk menyelesaikannya sendirian.


Alyssa menjelaskan jika ia tidak sendiri dan bersama Tama dan meminta Alvin tidak khawatir karena Juna sudah di tempat yang aman. Dan selebihnya mungkin ia akan meminta Tama untuk mencari bukti terkait.

__ADS_1


Alvin menghela nafasnya karena sifat keras kepala sang istri. Alvin juga mengatakan jika dirinya akan menyusul ke kota S besok lusa saat Doni kembali ke perusahaan setelah cuti.


...••••...


__ADS_2