Sistem Dewi

Sistem Dewi
Nama yang sangat cantik seperti orangnya


__ADS_3

Alyssa terbangun dari tidurnya di dalam pelukan Alvin. Ia mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk.


Dengan perlahan dia melepaskan pelukan tangan Alvin, namun Alvin terbangun dan malah mengeratkan pelukannya.


"Ica, kau sudah bangun?" ucap Alvin dengan suara seraknya


"Hmm" ucap Alyssa


"Sebentar saja, biarkan aku memelukmu sebentar lagi" ucap Alvin masih memeluk Alyssa.


Alyssa hanya tersenyum dan membalas memeluk Alvin, dalam dekapan dada bidang Alvin, sangat nyaman.


"Entah aku harus menunggu berapa lama lagi bisa tidur dengan memelukmu" ucap Alvin


"Mungkin sekitar 2-4 tahun lagi, saat aku lulus kedokteran. Saat itu, aku bersedia menikah denganmu" ucap Alyssa


"Masih sangat lama" Alvin menghela nafasnya


"Alvin" panggil Alyssa pelan.


"Ya" ucap Alvin mengecup kening Alyssa lembut


"Kau benar-brnar ingin kita bertunangan terlebih dahulu?" tanya Alyssa


"Tentu saja, aku ingin mengikatmu. Apa kau bersedia?" tanya Alvin antusias


"Aku bersedia asalkan... " ucap Alyssa


"Asalkan apa?" tanya Alvin


"Asalkan mamah sudah di temukan. Setidaknya aku tahu dengan jelas, bagaimana kondisinya saat ini" ucap Alyssa


"Aku paham, aku akan berusaha semampuku untuk mencari tahu tentangnya, beri aku waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mamah mertuaku" ucap Alvin tersenyum


"Ya, terimakasih Alvin" ucap Alyssa memerah saat alvin memanggil ibunya, mamah mertua.


Setelah beberapa saat kemudian, Alyssa dan Alvin sudahembersihkan diri dan sudah rapih.


Mereka kemudian sarapan bersama, sebelum Alvin kembali ke ibukota.


Alyssa tidak ikut mengantar Alvin ke airport, karena harus ke rumah sakit. Alvin dengan enggan berpisah, namun ia harus kembali ke ibukota untuk mengurus pekerjaannya.


Sedangkan Alyssa bergegas ke Health Hospital, untuk melihat kondisi kakek dari Noah, salah satu raja bisnis selain Alvin dan pamannya Yogi.

__ADS_1


Sebelumnya Alyssa sudah mencari tahu tentang Noah, dia mengetahui jika Noah adalah salah satu pebisnis besar yang sukses.


Alyssa bergegas masuk ke dalam ruangan Direktur cabang rumah sakit, dia melihat Enzy dan Anita sudah berada di sana.


Enzy dan Anita menyambut Alyssa, setelahnya Anita menjelaskan perihal kondisi kakek Noah.


"Kondisi tuan Wijaya saat ini sangat lemah, ini karena faktor usia yang mempengaruhi, juga sel kanker yang sudah masuk stadium akhir, dan menyebar. Yang membuat kondisinya terus menurun, resiko yang harus kita ambil jika melakukan operasi sangatlah besar" ucap Anita menjelaskan dan menyerahkan data riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan pada Alyssa.


Alyssa melihat itu, dia mengerutkan keningnya saat melihat sel kanker sudah sebesar kepalan tangan di hati dan hampir menyebar di semua organ vitalnya.


"Sel kanker sudah menyebar" ucap Alyssa saat melihat hasil pemeriksaan


"Benar, Nona. Jika kita melakukan operasi, itu hanya sia-sia dan juga risikonya sangat besar, hampir 0% untuk selamat" ucap Anita


"Kalau begitu aku tidak akan melakukan operasi padanya" ucap Alyssa


"Apa Nona tidak memiliki cara atau jalan keluar untuk menyembuhkannya?" ucap Anita, dia sadar jika penyakit Kakek Noah sudah sangat parah dan kesempatan Hidup nyaris tidak ada.


"Aku mungkin bisa menyembuhkannya" ucap Alyssa


"Benarkah nona?" ucap Anita berbinar


"Ya, aku bisa mengobatinya dengan alternatif yang lain. Hanya saja, biayanya tidak murah, dan bahan obat yang harus di buat, sangat langka" Ucap Alyssa


Anita menghubungi Noah setelahnya, dan Noah bergegas datang ke ruangan Direktur cabang Health Hospital.


Setelah Noah sampai, Noah terkejut melihat Alyssa berada di dalam ruangan. Dag-Dig-Dug, Jantungnya berdetak dengan cepat.


Alyssa melihat Noah yang baru datang dan menatapnya, mengerutkan kening nya. Dia mengingat pria yang ia lihat di resepsionis hotel kemarin.


"Tuan Noah, perkenalkan ini Nona Alyssa, dokter ajaib yang anda maksud. Nona, ini Tuan Noah yang ingin meminta bantuan anda, cucu dari tuan Wijaya" ucap Anita


"Kita bertemu lagi, gadis kecil. Jadi namamu Alyssa? Nama yang sangat cantik, seperti orangnya" ucap Noah tersenyum sangat manis.


"Ya, bukankah kita sempat bertemu kemarin di Lobby hotel, tuan Noah" ucap Alyssa


"Benar, tapi apa kau lupa denganku?" ucap Noah


"Maksud anda?" tanya Alyssa


"Sepertinya kau benar-benar melupakan aku" ucap Noah dengan wajah sedih


"Apa sebelumnya aku mengenalmu?" tanya Alyssa

__ADS_1


"Bisa iya bisa tidak" ucap Noah, Alyssa mengerutkan keningnya mendengar jawaban Noah.


"3 Tahun lalu di sebuah mini market kota M, aku menemuimu hampir setiap malam selama sebulan" ucap Noah


Alyssa kaget mendengarnya, dia berusaha mengingat tentang hal itu. Lalu tiba-tiba dia terkejut dan menoleh ke arah Noah.


"Apa Anda Tuan Coca Cola?" Tanya Alyssa


"Tuan Coca Cola? Ha-ha-ha" Noah tertawa


"Maaf aku tidak tahu nama anda saat itu, karena anda sering membeli Coca cola tiap malam, jadi aku memanggilmu begitu" ucap Alyssa canggung


"Noah, kau bisa memanggilku Noah. Senang bisa berjumpa lagi denganmu" ucap Noah


Baik Enzy maupun Anita, mereka sempat bingung mendengar percakapan antara Alyssa dan Noah. Dan hanya bisa terdiam menyimak.


"Ya, aku akan langsung saja tuan Noah. Mengenai kondisi kakek anda" ucap Alyssa


"Noah, panggil aku Noah, saya merasa tua jika kau memanggilku tuan. Bisakah kita menjadi teman Alyssa?" ucap Noah


"Ah, baiklah, kita berteman sekarang" ucap Alyssa tersenyum


"Aku langsung saja kalau begitu. Mengenai penyakit kakekmu, aku tidak bisa melakukan operasi karena risikonya terlalu besar. Sel kanker sudah menyebar hampir di setiap organ vitalnya" ucap Alyssa lagi


"Apa tidak ada cara lagi, untuk penyembuhannya?" tanya Noah


"Ada. Aku bisa menyembuhkannya dengan obat yang di racik. Hanya saja itu sangat mahal, 10 Milyar. Obat itu mahal karena harga bahannya sangat langka, dan sulit di dapat" ucap Alyssa


"Aku tidak keberatan membayar, bahkan 100 milyar pun" ucap Noah


"Tapi karena kita teman, aku akan memberikannya secara gratis untuk kakek mu" ucap Alyssa lagi, dirinya merasa tidak enak jika berbisnis dengan kenalannya.


Meskipun Mereka baru mengetahui nama masing-masing. Tapi 3 tahun lalu, Noah selalu melindunginya secara diam-diam selama 1 bulan.


Alyssa mengetahui itu, karena saat itu sangat rawan berjaga malam hari. Dan Noah selalu menemaninya dengan alasan membeli coca cola.


"Tidak, aku akan tetap membayarnya, bukannya kau bilang itu obat langka. Aku juga akan menyiapkan bahan obat yang kau butuhkan" ucap Noah


"Tidak perlu, obatnya sudah ada padaku. Aku selalu membawanya, namun hanya tinggal satu dan aku belum meracik yang lainnya lagi. Jika aku butuh bahannya aku akan memberi tahu, gimana?" ucap Alyssa


"Baiklah, terimakasih sebelumnya. Tapi bolehkah sebagai gantinya aku mengajakmu makan malam, sebagai ucapan terimakasih" ucap Noah tersenyum


Alyssa tidak enak jika menolak dan akhirnya menyutujui ajakan Noah.

__ADS_1


Mereka berempat kemudian bergegas menuju ke ruang rawat kakek Noah.


__ADS_2