Sistem Dewi

Sistem Dewi
Alyssa pingsan


__ADS_3

Di Airport kota M, Alyssa dan Alvin berpisah karena tujuan mereka berbeda setelah ini. Alvin harus kembali ke Ibukota dan mengurus perusahaan sebelum ia cuti menikah dan pada menikah nanti.


Sedangkan Alyssa akan terbang ke kota S untuk menemui Raiden, dan mengundangnya secara langsung untuk datang di acara pernikahannya.


"Sayang, kenapa kau tidak mengabarinya lewat telepon saja?" ucap Alvin yang enggan berpisah dengan calon istrinya, karena setelah ini mereka di pingit dan tidak bisa ketemu.


"Tidak bisa Alvin, bagaimanapun dia adalah ayahku. Tidak sopan jika aku mengundangnya hanya lewat telepon" ucap Alyssa


"Kau benar, kalau begitu sampaikan salam dan maafku pada papah mertuaku. Aku tidak bisa mengundangnya secara langsung, karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan sebelum aku mengambil cuti" ucap Alvin


"Hmm, akan aku sampaikan nanti" ucap Alyssa tersenyum


"Hati-hati di jalan, kabari aku kalau sudah sampai di sana hm" ucap Alvin mengecup kening Alyssa dalam.


"Ya, aku akan menghubungimu nanti" ucap Alyssa memeluk Alvin sebelum keduanya berpisah.


...


Setelah satu jam setengah, pesawat Alyssa mendarat di airport kota S. Raiden sudah datang untuk menjemputnya di pintu keluar.


Raiden menyunggingkan senyumnya melihat putri tercintanya datang menghampiri dirinya.


"Selamat datang, putri papah yang cantik" ucap Raiden tersenyum


"Terimakasih" ucap Alyssa membalas tersenyum juga.


"Ayo kita pulang, papah sudah menyiapkan makanan lezat di rumah" ucap Raiden antusias.


"Hm" Alyssa mengangguk.


"Alyssa sebelumnya sudah mengirim pesan pada Alvin, jika dirinya telah sampai di Kota S dengan selamat.


Keduanya kemudian berangkat menuju kediaman tua, milik kakek Alyssa atau ayah dari Raiden.


Setelah sampai keduanya langsung duduk di ruang makan, menikmati makan lezat di sana. Kakek Alyssa masih mengalami struk dan hanya terbaring di tempat tidur.


Sudah ada perawat yang merawatnya, Alyssa pun tidak ada keinginan untuk melihat apalagi menyembuhkannya.


Raiden pun tidak memaksa Alyssa untuk menemui ayahnya, dia mengerti Alyssa butuh banyak waktu.

__ADS_1


Sudah beruntung Alyssa tidak membalaskan dendam karena dulu ayah dari Raiden itu memperlakukan Ameera, ibunya. Dengan kurang baik selama menjadi istri Raiden.


Alyssa tidak lama berada di sana, setelah memberi tahu tujuannya yaitu tentang pernikahannya sabtu ini dan memberi undangan serta makan bersama.


Alyssa langsung pamit untuk bertemu dengan Juna dan memberinya kabar juga, sedangkan untuk Diana ia sudah mengirim Via chat, ia juga sudah memberi tahukannya pada orang tua Diana saat di kota M.


Sore harinya, Alyssa tidak bermalam di kota S, dia langsung terbang lagi menuju ke Ibukota saat malam hari.


..._¤_...


Sejak H-3 pernikahan, yang berarti sehari setelah ia pulang dari kota S. Alyssa sudah berada di mansionnya untuk di pingit. Ia tidak di izinkan ke mana-mana, bahkan fitting gaun pengantin juga, Fransiska yang datang ke mansion.


Alyssa saat ini berada di dalam kamarnya, ia menatap video yang Aras dapatkan dari lapas yang menahan Hendriko saat ini.


Sidang untuk kasus Hendriko sudah di lakukan hari ini. Dan semua keluarga Diningrat datang pada sidang tersebut, kecuali Rayhan.


Dengan banyaknya tindakan kejahatan yang di lakukan Hendriko, ia di hukum seumur hidup dan denda pengembalian dana perusahaan dan pajak sebesar 490 Milyar.


"Tama" panggil Alyssa


"Saya nona" ucap Tama yang baru saja muncul di hadapannya.


"apa yang harus saya lakukan?" ucap Tama berdiri dengan tenang.


"Ambillah ini, kau harus membuat hendriko meminum Pil pelepuh ini. Aku tidak ingin membunuhnya, aku ingin dia merasakan kehilangan segala hal yang ia banggakan. Termasuk wajahnya yang menjijikkan itu. Dan biarkan dia membusuk di penjara seumur hidup dan menikmati masa indahnya di penjara selama dia sanggup" ucap Alyssa terkekeh.


"Sesuai dengan arahan anda Nona" ucap Tama kemudian menghilang.


Hanya butuh waktu sekitar 10 menit, suara sistem terdengar. Untung saja Alyssa sudah siap-siap sebelumnya, jadi ia tidak kaget.


[ Selamat Host, anda berhasil menyelesaikan sebuah misi. Memberikan pelajaran dan sangsi hukuman pada orang-orang yang berniat jahat pada Rayhan. Hadiah : kepemilikan kebun teh terbesar di kota B dengan luas 100 hektar. Dan pengetahuan dan pembuatan obat dan racun tingkat tinggi ]


[ Sertifikat sudah di simpan di ruangan penyimpanan ]


[ Pemasangan pengetahuan dan pembuatan obat dan racun akan di lakukan. Persiapkan diri anda host, dan usahakan tetap dalam kondisi sadar sampai pemasangan selesai. Pemasangan akan segera di lakukan setelah hitungan ke sepuluh ]


[ 1....2....3....4.....9....10....Mulai ]


"Aaaarrrrrggghhhhh sakiiitttttttt " Teriak Alyssa memegang kepalanya.

__ADS_1


Pemasangan kali ini benar-benar menyakitkan, kepalanya serasa di tusuk, di pukul dan di kuliti. Alyssa menggigit bibirnya menahan rasa sakit agar dia tetap sadar.


Darah menetes di bibirnya, Alyssa bertahan hingga pemasangan 100% Berhasil. Namun tubuhnya yang lemas, hingga ia tak sadarkan diri setelahnya.


"Astaga Al!!! Mamaaahhhh, Ka Enzyyy!!!" Teriak Ayu saat ia membuka pintu kamar Alyssa dan terkejut mendapati adik iparnya itu jatuh pingsan dengan bibir penuh darah.


...


Di ruangan keluarga, Ameera, Enzy, Rara tengah mengobrol dan mengecek gaun untuk para pengiring pengantin. Mereka terkejut karena teriakan Ayu, takut ada sesuatu yang buruk terjadi.


Mereka bergegas naik ke lantai atas di mana kamar Alyssa berada. Setelah sampai, ketiganya melihat Ayu dengan perut yang sudah mulai kelihatan itu, sedang menangis memangku kepala Alyssa yang tengah tak sadarkan diri.


"Ya Tuhan, Al... " teriak Ameera terkejut dan bergegas menghampiri anak dan menantunya.


"Al kenapa Yu?" tanya Ameera panik


"Nggak tahu mah, Al sudah pingsan saat ayu masuk ke kamar hiks" ucap Ayu menangis.


Melihat darah yang cukup banyak di bibir Alyssa, Enzy bergegas mengambil Pil darah dan meminumkannya ke Alyssa.


Tak lama, Alyssa sadar, ia terkejut melihat semua orang mengelilinginya.


"Kalian sedang apa?" tanya Alyssa dengan suara lemahnya.


"Syukurlah kamu sudah sadar Al. Mamah khawatir kamu kenapa-kenapa? Apa yang kamu rasakan sekarang? Di mana yang sakit?" ucap Ameera


"Al nggak apa-apa mah. Hanya saja tadi kepala Al sakit jadi Al gigit bibir Al" ucap Alyssa tersenyum


"Kenapa nggak panggil kita jika kamu merasakansakit kepala?" ucap Enzy


"Aku nggak apa-apa kak, beneran. Tadi malam aku kebanyakan baca buku sampai larut malam, jadi kepalaku sakit" ucap Alyssa


"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat saja dulu. Nanti saat waktu makan, mamah bangunin. Jaga kesehatan sayang, kan sebentar lagi jadi manten jadi harus sehat terus" ucap Ameera


"Iya mah" ucap Alyssa malu.


Ketiganya pun keluar dari kamar dan membiarkan Alyssa istirahat.


...

__ADS_1


__ADS_2