Sistem Dewi

Sistem Dewi
pertengkaran


__ADS_3

"Jika kau berani macam-macam dengan putra dan putriku, aku sendiri yang akan menyeret dirimu ke neraka, Raiden!!!" Teriak Ameera yang entah sejak kapan berada di sana dan mendengar semuanya.


Sontak Raiden menoleh saat mendengar suara dari orang yang selama ini ia rindukan itu.


Ia melihat sosok Ameera yang terlihat masih sangat muda, persis saat pertama kali ia jatuh cinta dengan istrinya itu.


"Ira..." ucap Raiden lirih, dia ragu apa yang di depannya saat ini adalah Ameera istrinya atau bukan.


Karena meskipun wajah dan suaranya sama persis, namun ia ragu melihat Ameera di depannya masih sangat muda.


"Apa kau sudah lupa denganku, Rai-Den? Ahh, tentu saja kau sudah lupa dengan wanita yang sudah kau khianati ini. Karena sekarang kau sedang menikmati masa bahagiamu dengan mantan sahabatku itu, bukan? Suami dan sahabat yang diam-diam berhubungan di belakangku, Cih" cibir Ameera jijik


"Apa salah nya jika aku menggugat cerai dirimu, Raiden? Bukankah sudah aku bilang, di saat aku memergokimu bergumul dengan ****** mu di vila itu, aku sudah mengatakannya dengan jelas. Jika aku akan segera menceraikan kamu!!!" ucap Ameera dengan emosinya


"I-Ira sa-sayang, ini beneran kamu?? Kamu masih hidup??" ucap Raiden masih terkejut melihat istrinya masih hidup saat mendengar ucapan Ameera, dia yakin di depannya adalah istrinya.


"Tentu saja, kau pikir aku akan mati semudah itu, setelah wanita tercintamu itu menyiksaku?? Aku berjanji akan membalas kalian semua yang memperlakukanku dengan sama kejamnya!!!" ucap Ameera dengan emosi yang meledak.


"Mah, mamah tolong kontrol emosi mamah" ucap Alyssa menenangkan Ameera, ia takut tekanan darah mamahnya naik, karena terlalu emosi.


"Bagaimana mamah bisa tenang Al, pengkhianat yang sudah menyakiti mamah saat ini ada di depan mata. Mamah ingin sekali membunuh dia dan wanita ****** itu yang sudah menyiksa dan membuat mamah cacat bahkan gila selama lebih dari belasan tahun. Kalau bukan kamu yang menyembuhkan mamah sampai pulih total, mana mungkin mamah bisa berdiri di sini betkumpul bersama denganmu sekarang, hiks..." ucap Ameera rasa sakit itu menyeruak dalam dadanya, mengingat apa yang mereka lakukan padanya.


Alyssa memeluk Ameera mencoba menenangkannya. Ia tahu jika kehadiran Raiden di sini membuat luka Ameera kembali terbuka.


Raiden terkejut mendengar ucapan Ameera jika dia di siksa, menjadi cacat dan gila. Meskipun saat ini yang ia lihat Ameera tidaklah cacat, justru terlihat awet muda dari usianya.


"Ira, maafkan aku sayang, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku salah, aku minta maaf!!" ucap Raiden berlutut dan menangis melihat istrinya terlihat sangat terluka, dan ingin sekali membawanya ke dalam pelukan.


"Selama nafas masih di badan, aku tidak akan pernah memaafkan kamu!!! Pergi kau dari hadapanku, aku tak sudi melihat pengkhianat seperti dirimu!!!" teriak Ameera yang membuat hati Raiden terluka melihat Ameera membencinya.

__ADS_1


"Kau dengar apa yang di ucapkan mamah Hah?? Pergi kau dari sini!!!" teriak Azka


Alyssa mengkode Alex, untuk membawa Raiden pergi, Alex dengan sigap membawa Raiden keluar.


Meskipun Raiden menolak untuk pergi, namun kekuatan yang di miliki Alex, memaksanya pasrah untuk keluar.


"Alex, pastikan bajingan tua itu tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di sini lagi!!" perintah Azka


"Baik, Tuan muda" ucap Alex


Alyssa dan Alvin kemudian membawa Ameera ke kamarnya untuk menenangkan emosi mamah mereka yang sedang meluap-luap.


Enzy yang mengikuti Alex keluar dari mansion yang sedang membawa paksa Raiden keluar.


Plak!!!


Sebuah tamparan keras Enzy layangkan di pipi Raiden, sesaat setelah mereka sudah berada di gerbang, tamparan itu membuat Raiden jatuh tersungkur ke tanah.


Enzy berlutut dan mencengkeram kerah baju Raiden.


"Saya tidak peduli anda adalah ayah kandung, nona dan tuan muda. Saya peringatkan jangan pernah lagi anda mencoba mendekati Nona, tuan muda, apalagi Nyonya besar. Kalau tidak, tidak akan sekedar tamparan yang mendarat di pipi anda" ancam Enzy


"Jika saya tidak mau" ucap Raiden


"Saya akan pastikan anda lenyap dari dunia ini, sudah cukup kau memberikan luka pada mereka. Anda tidak tahu seberapa kerasnya perjuangan nona Alyssa, untuk bisa sukses dalam karirnya di usianya yang masih sangat muda. Bagaimana perjuangan Nona dan tuan muda mencari nyonya besar, sampai akhirnya nyonya di temukan dalam keadaan cacat dan mentalnya terganggu di rumah sakit jiwa. untung saja nonaku punya bakat luar biasa dalam pengobatan dan bisa menyembuhkan nyonya besar, dan kalau saja nona tidak memerintahkan saya untuk jangan bertindak. Aku sendiri yang akan menyiksa anda dan ular kadut simpananmu itu seperti di neraka, sampai kalian memilih untuk mati dari pada hidup." ucap Enzy


"Enyahlah!!" teriak Enzy sambil menendang sekuat tenaga Raiden yang tergeletak di tanah, dengan tatapan mata yang sangat tajam penuh emosi.


Raiden mendengar semua itu tubuhnya bergetar, bukan karena ia takut ancaman Enzy. Atau sakit karena tamparan dan tendangan Enzy.

__ADS_1


Tapi lebih tepatnya ia terkejut dengan apa yang selama ini di alami oleh istri dan putrinya.


Apakah masih ada secercah harapan untuk dirinya, mendapatkan maaf dari istri dan anak-anaknya.


Apalagi melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika istri tercinta nya masih hidup. Ia tak ingin kehilangan orang yang paling di cintainya itu.


"Dengar kalian semua, jika orang ini datang lagi, usir dan jangan biarkan dia masuk walau selangkah kaki pun. Jika tidak, kalian yang akan aku pecat!!!" teriak Enzy kemudian berbalik pergi.


"Baik nona" ucap Security, kemudian ia menyeret paksa Raiden yang masih menangis sambil terduduk di tanah.


"Enzy.." panggil Alyssa begitu Enzy melangkahkan kaki ke dalam mansion.


"Nona.." ucap Enzy merasa tidak enak pada nonanya itu, karena melanggar perintah Alyssa untuk jangan bertindak sembarangan.


Namun ia tak rela jika Nona yang paling ia hormati, di sakiti oleh seseorang, meskipun itu adalah ayah kandung nonanya sendiri.


"Maaf nona" ucap Enzy menundukkan kepalanya


"Kemarilah!" ucap Alyssa


Enzy melangkah mendekati Alyssa, ia pikir Alyssa akan memarahinya, namun ia tidak menyangka Alyssa memeluk nya dengan erat


"Terimakasih, sudah menyayangiku, Kak" ucap Alyssa menangis sambil memanggil Enzy dengan sebutan kakak.


Karena selama ini Alyssa sudah menganggap Enzy lebih dari sekedar asisten atau tangan kanannya.


"Nona..." ucap Enzy yang juga ikut menangis melihat nonanya menangis.


Enzy sangat tahu Nonanya, ia terlihat seperti gadis yang kuat di luar, namun ia juga manusia biasa dan juga dirinya hanya seorang gadis yang lemah dan rapuh hatinya.

__ADS_1


Enzy juga tahu sekarang ini pasti Nonanya merasa sangat sedih, bagaimanapun Raiden adalah ayah kandungnya.


Namun ia terlanjur terluka oleh laki-laki yang harusnya menjadi cinta pertamanya dalam hidup itu.


__ADS_2