
Mendengar suara sistem di benaknya, Alyssa sedikit mengernyit. Apakah pemasangan metode jam tangan pintar pada dirinya akan menyebabkan rasa sakit seperti yang sudah-sudah?
Ingin saat itu juga Alyssa berlari ke kamar mandi atau ke ruangan yang tidak ada orang, namun saat ini ia ada di aula markas besar militer.
Dia berdoa semoga saja pemasangan ini tidak menyakitkan seperti biasanya.
[ Pemasangan Metode jam tangan pintar akan segera di pasang dalam waktu 10 detik dari sekarang ]
[ Host tidak perlu khawatir, pemasangan ini tidak menyakitkan, hanya saja sedikit membuat pusing ]
[ Proses pemasangan akan di hitung mundur 10...9...8...7....6.........2....1... Pemasangan di mulai ]
[ 1%...2%.....10%....30%.... ]
Alyssa merasakan pengetahuan tentang perakitan jam tangan pintar memenuhi memori otaknya. Pandangan Alyssa mulai mengabur dan kepalanya sedikit pusing.
Alyssa bingung, padahal sistem mengatakan jika ini akan terasa sedikit pusing. Namun Alyssa merasakan itu benar-benar pusing, bahkan pandangannya kini gelap.
Melihat Istrinya yang tengah berdiri sedikit oleng, Alvin dengan sigap menangkap Alyssa sebelum istrinya itu terjatuh. Erick dan semua yang ada di sana juga terkejut dan panik saat melihat Tubuh Alyssa limbung.
"Sayang kamu kenapa?" ucap Alvin panik melihat wajah istrinya pucat dan lemas.
"Kep-palaku pu-sing" ucap Alyssa sebelum ia tidak sadarkan diri.
"Ya Tuhan, Ica... Alvin, cepat bawa Ica ke ruangan sebelah, cepat!" ucap Erick sama khawatirnya
Alvin langsung menggendong tubuh Alyssa keluar dari Aula, dan membawanya ke kantor di sebelah Aula lalu membaringkan Alyssa di sofa panjang di sana.
"Permisi Pak, ini teh manis hangat dan minyak kayu putihnya, Pak" ucap Salah satu anggota militer.
"Terimakasih" ucap Alvin menerima segelas teh hangat dan sebotol minyak kayu putih itu.
Alvin segera menerapkan minyak kayu putih di kening, bawah telinga, telapak tangan Alyssa yang sangat lembab dan dingin. Juga Alvin menuangkan di tangannya lalu membantu Alyssa agar menghirup aroma dari minyak kayu putih itu.
"Sayang, bangun sayang, jangan buat aku takut" Ucap Alvin, tangannya bergetar dan hampir menangis.
__ADS_1
[ Pemasangan Selesai, Selamat untuk host. Pergunakan kemampuan dan keterampilan untuk hal yang bermanfaat ]
Akhirnya rasa pusing kian mereda, Alyssa perlahan membuka matanya, ia tersenyum menatap Alvin dan menyentuh wajah tampan itu.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit pusing saja" ucap Alyssa tersenyum
"Kamu yakin tidak apa-apa? Apa kita ke rumah sakit saja, kita cek ke dokter takut terjadi apa-apa. Apalagi tadi telapak tangan kamu dingin banget" ucap Alvin masih khawatir.
"Aku sungguh tidak apa-apa, apa kamu lupa aku ahli dalam pengobatan. Tidak perlu khawatir, aku hanya pusing karena sepertinya aku belum makan dan perutku lapar" ucap Alyssa tersenyum.
"Astaga sayang, maafkan aku. Aku lupa kalau kita belum sempat makan, aku akan menyuruh orang membeli makanan sekarang untuk kita. Kamu mau makan apa hm?" ucap Alvin mengelus wajah istrinya dengan sayang yang tulus.
"Sepertinya aku ingin sesuatu, aku ingin makan mie ayam. Tapi nggak pakai mie dan nggak pake ayam. Aku ingin yang super pedas" ucap Alyssa dengan mata berbinar saat membayangkannya.
"Hah? Tadi kamu bilang apa sayang?" tanya Alvin, karena ia takut salah dengar apa yang ingin di makan sang istri.
"Aku ingin mie ayam, tapi nggak pakai mie dan nggak pake ayam. Yang super pedas ya, sambalnya 5 sendok makan penuh" ucap Alyssa dengan wajah berbinar.
Membayangkannya saja, perutnya sudah tidak tahan ingin menyantap makanan itu, air liurnya seakan mau menetes.
"Sayang, apa tidak salah? Kamu mau makan itu?" ucap Alvin terkejut dengan permintaan sang istri.
"Jangan nangis sayang, iya-iya aku akan nyuruh orang beli yang kamu mau" ucap Alvin, dia tidak tega melihat istrinya hampir menangis.
"Makasih sayang, Cup!" ucap Alyssa sembari mencium bibir suaminya dengan senyum sumringah dan menggelayut manja di lengannya.
Pipi Alvin merona, ini moment langka. Jarang-jarang istrinya bermanja-manja an dengannya.
....
Alvin dan Erick menatap melongo saat menyaksikan Alyssa dengan lahap memakan makanan di depannya. Seakan itu makan terlezat di dunia.
Ia teringat saat meminta salah satu anggota militer membelikan makanan seperti apa yang di pesankan istrinya itu.
Anggota militer sampai menanyakan beberapa kali takut salah dengar dan menggaruk kepalanya karena permintaan aneh dari kapten tim Red Eagle itu.
__ADS_1
Namun ia tetap pergi mencari tukang jualan Mie ayam dan memesan seperti pesanan yang di inginkan. Tukang jualan mie ayam, sampe melongo di buatnya. Awalnya ia menolak, namun anggota militer itu menyodorkan selembar uang berwarna merah muda. Dan permintaan itu di sanggupi oleh kang mie ayam. Siapa yang menolak semangkok. mie di bayar 100 ribu.
"Kenapa kalian lihatinnya begitu?" tanya Alyssa saat melihat suami dan papah mertuanya menatap ia makan.
"Kamu mau? Papah mau?" ucap Alyssa menyodorkan mangkok itu pada keduanya.
"Tidak usah sayang, buat kamu saja. Seperti nya kamu sangat menyukai makanan itu" ucap Alvin menggeleng dan tersenyum
"Iya Ica, buat kamu saja, papah udah makan tadi dan masih kenyang" ucap Erick, dan di balas anggukan Alyssa yang kini kembali menyantap makanannya.
Mangkok itu hanya ada potongan sawi dengan kuah berwarna merah kecoklatan. Mungkin harusnya menyebut makanan itu kuah sawi hijau.
"Ini cobain, Aaaa....." ucap Alyssa menyodorkan satu sendok ke arah Alvin.
Melihat bagaimana istrinya itu makan dengan nikmat dan lahap. Alvin penasaran dan memakan mie ayam tanpa mie dan ayam itu. Dan membuka mulutnya menerima suapan dari sang istri.
"Uhuuukkkk... Uhuuuuukkk...." Alvin tersedak saat makan itu masuk ke dalam mulutnya, hingga hidungnya terasa perih.
"Minum sayang. Kamu nggak apa-apa?" tanya Alyssa khawatir, sambil menyodorkan air putih pada Alvin dan menepuk punggungnya.
"Huaahhh, ter...haaah terimakasih, sayang hhuuuffff" ucap Alvin susah payah dan membuka mulutnya yang terasa terbakar karena rasa pedas yang luar biasa.
"Kamu nggak apa-apa Vin?" tanya Erick yang cuma di jawab gelengan dan senyuman yang di paksa dari Alvin.
"Maaf, pasti karena aku nggak bener nyuapinnya ya...hiks... huuuu...huuu..." kini Alyssa tiba-tiba menangis.
Alvin dan Erick terkejut dan bingung. Kenapa tiba-tiba Alyssa jadi sensitif bahkan kali ini menangis tersedu-sedu secara tiba-tiba.
"Sayang, haaahhhh, aku nggak apa-apa beneran" ucap Alvin membujuk sang istri meskipun mulutnya masih terasa terbakar, hidungnya sangat perih dan matanya memerah.
Namun Tangis Alyssa tidak berhenti meskipun Alvin sudah memeluk dan menenangkannya. Sampai akhirnya Alyssa lelah dan tertidur di pelukan Alvin.
"Dia tidur pah" ucap Alvin pelan melirik ke arah Erick.
"Iya, mungkin Ica kecapean, Vin. Sana kamu bawa pulang ke penthouse. Di sini kurang nyaman untuk beristirahat" ucap Erick
__ADS_1
"Iya pah, kalau gitu aku dan Ica pulang duluan ke penthouse" ucap Alvin yang sekarang sedang menggendong istrinya keluar dari ruangan dan masuk ke dalam mobil.
...••••...