
Setelah perasaan kacau yang di landa Alvin saat ini, ia masuk ke mobilnya dengan tidak bertenaga. Doni yang sudah berada di kursi kemudi mengernyit heran melihat Alvin.
Biasanya Alvin akan lama berada di ruangan Alyssa, tapi sekarang Bosnya mengatakan jika ia ingin pulang ke kediaman tua. Apalagi dengan ekspresi wajah yang sangat tidak bisa terbaca itu.
"Dia kembali" ucap Alvin tiba-tiba
"Siapa?" Doni mengeryit heran dan bingung.
"Larasati..." ucap Alvin
Doni yang mendengarnya hanya biasa saja meski sedikit terkejut, karena ia pikir Bos dan juga sahabatnya itu, sudah melupakan janjinya pada Ibra, mengenai menjaga Larasati.
"Dan Ibra... dia juga kembali" ucap Alvin, yang membuat Doni menginjak rem mendadak, karena terkejut.
Cekit!!!
Untung saja jalanan sepi dan tidak ada motor atau mobil lain di belakang. Namun Alvin mendadak terhuyung kedepan karenanya.
PLAK!
Spontan kepala Doni jadi sasaran geplakan maut tangan Alvin.
"Aaawwsss" ringis Doni
"Bisa nggak jangan rem mendadak. Aku tidak ingin mati cepat, aku belum menikah dengan Ica, Doniiii" ucap Alvin kesal.
"Habisnya kau mengejutkanku, mengatakan jika Ibra kembali. Bukannya dia sudah meninggal? Apa jangan-jangan arwahnya gentayangan ya? Hiiihhhh" ucap Doni merinding disko.
Doni kemudian melajukan mobilnya kembali.
"Arwah jendil mu... Aku ngomong manusia bukan setan" ucap Alvin
"Lah situ yang di ngomongin orang yang udah meninggal" ucap Doni
"Ibra belum mati, dia masih hidup" ucap Alvin ringan
Cekit!!!
"Doniiiiiiii...." geram Alvin, karena lagi-lagi Doni menginjak Rem secara mendadak.
"Apa kau bilang tadi?" ucap Doni, menjalankan Mobilnya lalu meminggirkannya dan berhenti.
"Kau benar-benar mau buat aku mati muda ya??" ucap Alvin kesal
"Aku bilang apa yang kamu ucapkan tadi Vin, Ibra masih hidup? Bagaimana bisa?" ucap Doni mengabaikan ucapan Alvin
"Hmm" ucap Alvin karena kesal karena di buat jantungan dua kali oleh Doni
"He-he, maaf aku tadi terkejut Vin. Sekarang jelaskan apa maksudmu, Ibra masih hidup" ucap Alvin
"Jadi begini... " ucap Alvin menceritakan yang di bicarakan dengan Alyssa di kantor wanitanya itu.
__ADS_1
Sontak Doni terkejut, dia tidak menyangka sosok Ibra yang juga cukup dekat dengannya, ternyata memiliki ide buruk untuk menyakiti dan merebut semua milik Alvin, sahabatnya sendiri.
Entah mengapa, setelah Alvin ceritakan masalahnya ke Doni, beban di hatinya sangat ringan.
Ia tahu jika Doni adalah sahabat dan orang yang sangat ia percayai. Sama halnya dengan arti seorang Enzy bagi Alyssa.
"Ak-aku tidak menyangka. Ibra... Ya, Tuhan..." ucap Doni sama bingung, kecewa, sakit hati, marah, campur aduk setelah mendengarnya.
"Nanti sore, ikutlah bersamaku ke mansion. Ica akan ke mansion membahas masalah ini. Aku yakin kau pasti ingin tahu lebih jelasnya kan? Aku akan cerita dan kita akan lihat buktinya bersama-sama.
Doni hanya mengangguk, lemas. Setelah meminum air kemasan di botol, dan merasa cukup tenang. Doni mengemudikan mobilnya menuju Kediaman tua Ardhana.
...
Sepeninggal Alvin yang pulang untuk menemui Sandra di kediaman tua. Alyssa menghela nafas meregangkan ototnya sejenak. Ia kemudian melangkah keluar menuju kantin para karyawan.
Entah dorongan dari mana, Alyssa yang biasanya makan di luar, baik di resto,cafe atau makanan pinggir jalan. Atau makan siang bersama Alvin di kantor tunangannya itu.
Hari ini Alyssa ingin sekali makan bakso di kantin, saat waktu masuk jam makan siang. Dan tepat saat ia ingin menekan tombol lift, suara Sistem kembali terdengar.
[ Selamat Host anda memicu sebuah misi, menemukan sekretaris baru dalam waktu kurang dari 6 jam. Kemampuannya harus di atas rata-rata dan juga memiliki IQ dan EQ yang tinggi. Hadiah : Mendapatkan saham SIC, dan undian 1x ]
"Gila, sistem gila! Bagaimana bisa, dalam waktu 6 jam??" ujar Alyssa terkejut
Untung di sana sepi, kalau tidak, Alyssa mungkin di sangka gila karena bicara sendiri.
"Hais, bodolah. Makan dulu, baru mikir" ucap Alyssa masuk ke dalam lift.
Mereka tidak menyangka, jika bos besar akan masuk ke dalam kantin yang notabene nya untuk kalangan bawah.
Namun mereka juga menatap kagum Alyssa, karena bisa melihat bosnya yang melegenda itu dari dekat. Terutama bagi karyawan yang tidak bekerja di lantai yang sama dengan kantor CEO dan direksi.
Alyssa segera memesan bakso dan juga es teh manis pada ibu kantin.
"Makan di mana Nona, bi-biar saya antar" ucap Ibu kantin gugup, dan memandang Alyssa kagum.
"Tidak perlu bu, biar saya bawa sendiri" ucap Alyssa lembut dan tersenyum tipis.
"Ah, baik. Hati-hati kuahnya panas" ucap ibu kantin memandang Alyssa terpesona
"Terimakasih" ucap Alyssa kemudian berjalan menuju meja di mana karyawan makan.
"Boleh saya duduk di sini?" ucap Alyssa sopan
"Bo-boleh Nona, silahkan" ucap karyawan yang lain
"Astaga bu bos... Nggak nyangka bisa lihat dari deket, cantik banget"
"Ya Tuhan, kok ada ya wanita sesempurna ini?"
"Cantik, sopan, dan merakyat... Kau idolaku"
__ADS_1
"Bahkan wanita sekelas Nona Alyssa, tidak sungkan duduk bersama dengan kami"
Banyak batinan yang memuji Alyssa, namun Alyssa dengan santainya memakan bakso di hadapannya.
Tidak pakai acara jaim-jaim'an atau gengsi-gengsian. Karena kalau ngandelin jaim atau gengsi, nggak bisa bikin perut kenyang. pikir Alyssa.
Alyssa memakan habis bakso yang enak di depannya, ia makan dengan lahap. Dan saat ini ia sedang menikmati segarnya es teh manis buatan Ibu kantin.
Emang ya, buatan sendiri sama di bikinin itu rasanya beda. Padahal bahan dan takarannya sama, tapi tetap saja beda. Sama seperti makan Mie ikatan di warkop 😂
Tak sengaja mata Alyssa menangkap seseorang gadis berparas manis, berpakaian seragam OB. Sedang makan nasi rames dengan khusyu di pojokan kantin. Karena tempat duduk di sana memang sudah penuh.
Entah mengapa, Alyssa sedikit tertarik dengan gadis itu. Tak ingin penasaran lebih lama, Alyssa memindai data gadis itu dan membacanya.
Entah mengapa, sudut bibir Alyssa sedikit terangkat karenanya.
"Gotcha..." ucapnya dalam hati
Tak perlu waktu lama, ia menghampiri meja gadis itu, membuat karyawan yang lain terkejut di hampiri sang bos besar.
"Namamu, Keira?" ucap Alyssa tanpa basa basi
Gadis yang di panggil Keira itu mendongak terkejut, mendengar bos nya memanggil namanya. Dia sedikit takut, dia pikir apa dia tidak sengaja melakukan kesalahan? Yang tidak ia ketahui kesalahan apa itu. Hingga membuat bos menghampiri dirinya di sana.
Pasalnya, selama menjadi OG sekitar 6 bulan, ia tidak pernah naik ke lantai 62. Dan hanya bertugas di lantai 61 saja, tapi meskipun begitu, ia tahu jika wanita yang sedang berdiri di depannya adalah CEO dan pemilik AL Group, yang sangat terkenal sebagai wanita karir termuda dan tersukses sepanjang sejarah.
"I-iya, No-nona. Ada yang bisa saya bantu?" ucap Keira sopan dan langsung berdiri.
Melihat sikap Keira, Alyssa tersenyum dalam hati, ia tidak salah orang.
"Setelah kamu selesai jam makan siang, datanglah ke kantorku" ucap Alyssa
"Hah?" ucap Keira terkejut dan bingung.
Bahkan karyawan juga sama terkejutnya, mendengar ucapan Alyssa.
"Saya tidak akan mengulangi perkataan saya. Jadi saya tunggu di kantor setelah ini" ucap Alyssa
"Ba-baik" ucap Keira di tengah keterkejutannya.
Alyssa kemudian berjalan ke arah ibu kantin dan memberikan 20 lembar uang ratusan ribu. Dia mengatakan jika makan siang hari ini dia yang bayar. Jika kurang, Ibu kantin bisa memintanya lewat Ayu.
Bak mendapat rezeki nomplok, Ibu kantin merasa senang dan berterima kasih.
Setelah Alyssa meninggalkan kantin, Suara Ibu kantin menggema, jika makan siang hari ini gratis karena di traktir Alyssa. Sontak semua orang merasa senang dapat menghemat uang makan mereka.
Sedangkan di sisi lain Keira merasa gugup, dia menerka-nerka. Ada apa gerangan dirinya di panggil ke kantor CEO.
Dan teman Keira di sampingnya, yang juga seorang OG menenangkan dirinya. Dan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa, meskipun dirinya juga ragu.
...
__ADS_1