Sistem Dewi

Sistem Dewi
Ketemu


__ADS_3

Alvin masih berusaha untuk memecahkan kaca mobil, dengan tubuh yang terus gemetar dan isakan tangis yang masih terdengar. Ia terus memukul pekakas itu hingga kaca mobil pun sedikit demi sedikit, mulai retak karenanya.


Dari kejauhan sorot lampu mobil yang silau semakin mendekat. Mobil itu kian mendekat dan berhenti dekat dengan mobil Alyssa, di tepi jurang.


Tak lama mobil lainnya berhenti juga, dari kedua mobil itu turun Erick, Sandra dan juga Doni.


"Alviiinn...!!!!" teriak Sandra berlari ke arah Alvin


"Tuan muda!!" teriak Doni ikut lari ke arah tuan mudanya


"Ya Tuhan, son..." ucap Erick mendekati mobil Alyssa yang di bawa putranya itu.


Mendengar suara yang ia kenal, Alvin terkejut juga senang. Akhirnya ada harapan menyelamatkan Alyssa.


"Pah, mah... hiks... tolong... " ucap Alvin terisak


"Ya Tuhan, Alvin... Kamu tidak apa-apa nak?" ucap Sandra khawatir.


"Pah, tolongin Ica dulu Hiks" ucap Alvin


"Ica? Memangnya Ica di mana, son?" tanya Erick heran, karena ia tidak melihat Alyssa.


Erick hanya memperhatikan sebuah motor gede di samping jalan, tak jauh dari lokasi mobil yang di kendarai Alvin saat ini.


"I-ica jatuh ke jurang... Ta-di I-ca coba hentikan mobil ini, dengan tangan kosong, karena rem mobil blong... Hiks... tolong selamatkan Ica, Pah" ucap Alvin terisak


"Ya Tuhan... Ica... " ucap Sandra lemas


"Pah, cepat selamatkan calon menantu kita, hiks" lanjut Sandra meminta pada suaminya.


"Iya mah, Doni kamu telepon Ambulans sekarang dan juga panggil Red Eagle untuk membantu evakuasi. Bilang pada mereka dalam lima menit harus sampai di sini" ucap Erick


"Baik Tuan" ucap Doni,


Ia langsung melaksanakan tugas ayah dari tuan mudanya dan juga sahabatnya itu. Setelahnya Dia membantu Alvin untuk memecahkan kaca mobil.

__ADS_1


Alvin berhasil keluar dari mobil, setelah kaca berhasil di pecahkan. Erick sudah turun duluan mencari keberadaan Alyssa di dasar jurang, ia menggunakan tali yang ia ambil di mobil dan mengikatnya ke badannya saat ia turun.


Jurang itu tidak dalam, hanya sekitar 5 atau 6 meter, namun kondisi yang sangat gelap sulit untuk menemukannya.


Berbekal senter dari HP, Erick terus mencari keberadaan calon menantunya itu.


Tak lama terdengar suara sirene ambulans, di susul beberapa mobil lain yang berhenti di sana.


"Kapten" ucap salah seorang, dengan posisi hormat pada Alvin.


"Hmm, Keluarkan peralatan kita turun ke bawah sekarang" perintah Alvin


"Mah, lebih baik mamah ke rumah Ka Aletta dengan Doni" ucap Alvin lagi


"Tapi... " ucap Sandra


"Kak Aletta juga sedang membutuhkan mamah, Doni, antarkan mamah ke rumah Kakakku!" ucap Alvin


Mau tak mau, Sandra meninggalkan lokasi. Situasi malam ini membuat Sandra di landa kebingungan. Di sisi lain putrinya ingin melahirkan dan membutuhkan dirinya, sisi yang lain calon menantunya, celaka karena menyelamatkan putranya. Belum di temukan dan di ketahui kondisinya saat ini.


Alvin yang mendengar itu langsung lari di ikuti anggota Red Eagle, menuju lokasi Erick.


Bruk!!!


Tubuh Alvin lemas dan ambruk di samping Alyssa.


"Sa-sayang... Banguuuunn... Aku mohon jangan tinggalkan aku. Sayang.... " ucap Alvin memeluk Alyssa yang saat ini bersimbah darah.


Alyssa jatuh mengenai akar pohon yang menjulur keluar dan menusuk perutnya hingga tertembus.


"Ica masih bernafas Vin, Ayo angkat dan cepat bawa ke rumah sakit!!" ucap Erick


Alvin mengangguk, dia menguatkan dirinya untuk berdiri, lalu mengikatkan tali kembali ke tubuhnya dan membawa Alyssa naik ke atas di bantu anggota Red Eagle.


Setelah kesulitan membawa Alyssa naik. Tim medis membawa Alyssa masuk ke mobil ambulans. Alvin ikut masuk ke dalam ambulans, Ia tidak melepaskan tangannya dari tangan Alyssa yang terus ia genggam dan menangis.

__ADS_1


"Sayang, ku mohon bertahanlah Hiks... Kamu wanita kuat sayang, jangan tinggalkan aku aku tidak bisa hidup tanpa kamu hiks..." ucap Alvin terus mengecup tangan Alyssa.


...¤...


Saat ini Sandra dan Doni memasuki kediaman Aletta, di lihatnya Aletta sedang berjongkok merasakan nyeri di perutnya, di temani Bu Inem.


"Letta..." panggil Sandra


"Mamah... Mamah datang sama Doni? Alvin sama papah mana, sshhh?" tanya Aletta masih dengan menahan sakit di perutnya.


"Papah dan Alvin ada urusan mendadak, Apa kamu tidak apa-apa? Ayo mamah anterin kamu ke rumah sakit sekarang" ucap Sandra dengan senyum yang masih di liputi kekhawatiran.


"Doni, kamu bawa tas dan perlengkapan lainnya ke mobil. Ayo kita ke Health Hospital sekarang" ucap Sandra lagi


Aletta yang melihat ibunya tampak gelisah dan khawatir, ingin menanyakannya. Namun ia urungkan karena sakit di perutnya makin terasa.


Saat Sandra dan Doni dalam perjalanan menuju kediaman Aletta, mereka sepakat untuk tidak menceritakan apa yang terjadi pada Aletta. bagaimana pun Aletta ingin melahirkan, jadi tidak boleh kepikiran hal lain. Yang bisa mempengaruhi proses persalinan.


Mereka berempat sudah berada di dalam mobil dan melaju ke Health Hospital. Aletta langsung di tangani dokter, Karena sudah masuk pembukaan 9.


Sandra menemani proses persalinan Aletta. Meskipun pikirannya bercabang, ingin rasanya ia menelepon Erick menanyakan kondisi terkini calon menantunya.


Namun ia urungkan, karena harus menemani Aletta yang juga sedang memperjuangkan nyawa demi melahirkan sang buah hati pertama tercintanya dengan Xavier.


"Uhhhh, sakitnya makin terasa mah Huh... Hah... " ucap Aletta menarik nafas dan menghembuskannya, begitu seterusnya.


"Sabar sayang, kamu kuat. Hanya sebentar sakitnya, setelah buah hatimu lahir, rasa sakit itu akan menghilang begitu saja. Di gantikan oleh kebahagiaan yang tiada tara" ucap Sandra mengelus kepala putri tercintanya yang di balas senyum manis dari Aletta.


"Nona Aletta, ini sudah saatnya. Tidak usah gugup, berdoa saja. Saya yakin anda bisa, anda adalah wanita kuat dan sehat" ucap Dokter sambil tersenyum


"Ikuti aba-aba dari saya ya bu" ucap Dokter lagi


Saat ini Aletta berjuang untuk kehadiran sang buah hati, dia terus menggenggam tangan mamahnya, agar memberikannya kekuatan.


Sandra berdo'a dalam hati, baik putrinya, cucunya dan juga calon menantunya selamat.

__ADS_1


...


__ADS_2