Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kemarahan Doni


__ADS_3

Mobil Alvin kembali melaju meninggalkan Alyssa dan Ayu di pinggir jalan.


Alvin saat ini sangat geram pada Noah, jika bukan karena rencana licik Noah. Dirinya tidak akan berpisah sementara waktu dengan wanita yang paling dia cintai.


Bagaimana pun, tidak bisa di pungkiri saat Alyssa mengatakan Putus, Alvin merasa sangat takut Alyssa benar-benar akan meninggalkannya saat itu.


Namun dirinya sangat lega, saat mengetahui ucapan kekasihnya itu hanya akting semata.


Doni saat ini merasa sangat heran, melihat Tuan mudanya membiarkan Alyssa yang notabene calon tunangan yang sangat Alvin cintai itu, turun di pinggir jalan.


Dan sekarang dia melihat tuan mudanya itu hanya diam dan sangat murung.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Doni khawatir


"Aku sedang tidak baik-baik saja Doni. Alyssa mengatakan dia ingin putus denganku" ucap Alvin dengan nada sedihnya, bagaimana pun mereka masih di dalam mobil yang terdapat alat penyadap suara itu.


"Dan itu hanya pura-pura" lanjut Alvin dalam hati.


"Apa??? Tuan muda sedang tidak bercanda, bukan?" ucap Doni terkejut mendengar ucapan tuannya itu.


"Apa aku terlihat sedang bercanda? Hubunganku dengannya sekarang berakhir Doni" ucap Alvin di buat lemah tak berdaya


"Tapi nanti aku pastikan membawanya ke pelaminan" lanjut Alvin dalam hati


"Tuan, sebenarnya ada apa? Ada masalah apa hingga nona Alyssa memutuskan hubungan?" tanya Doni lagi


Dia sungguh tidak menyangka jika hubungan keduanya yang baru saja akan mengambil cincin pertunangan itu, yang beberapa waktu lalu sangat hangat dan bahagia. Harus berakhir hanya dalam beberapa jam saja setelah mengambil cincin pertunangan.


"Noah mengancamku menggunakan Larasati, dan aku harus memilih di antara keduanya" ucap Alvin


"Lalu anda memilih Wanita gila itu? Dan membiarkan Nona Alyssa yang mengalah begitu?" ucap Doni dengan nada yang sedikit meninggi karena menahan emosi.


Dia harap jawaban dari bos yang dia hormati itu, bukan seperti yang dia katakan barusan.


"Ya" ucap Alvin


Jawaban Alvin membuat Doni sangat kecewa dan sekaligus marah.


"Tentu saja aku memilih Alyssa Bodoh!!! Dia adalah segala bagiku! Namun sekarang aku harus mendramatisir tentang hal ini, haiss. karena masih ada alat penyadap suara sialan ini di mobil. Sial!! Noah awas saja kau!" ucap Alvin dalam hati


Cekiittt!!!


Doni mendadak menginjak remnya, beruntung tidak ada mobil di belakangnya, hingga keduanya tidak mengalami kejadian yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Doni apa kau gila, rem mendadak Hah??" ucap Alvin teriak dan mengelus dada


"Tuan muda yang gila!!! Apa begitu berharganya Larasati, hingga kau rela meninggalkan Berlian langka seperti nona Alyssa. Kau sungguh Bodoh Tuan!!! Sungguh aku kecewa padamu!!!" teriak Doni, melepaskan emosinya.


Alvin kaget melihat Respons Doni dengan emosi yang meledak-ledak.


Selama ini dia mengenal Doni yang selalu mengikutinya dari Alvin berumur 8 tahun.


Selisih usia mereka 3 tahun, tidak membatasi mereka bersahabat hampir 15 tahun ini. Awal mereka dekat, saat itu Alvin dan keluarga pindah rumah dan mereka bertetangga. Kedua orang tua mereka juga ternyata adalah kerabat jauh.


Doni juga bersahabat dengan Ibra karena sering bertemu dengannya saat menemani Alvin. Mereka bertiga dulu sangat dekat, Doni juga mengenal adik Ibra yaitu Larasati.


Dan dalam kurun waktu hampir 4 tahun ini, Doni memutuskan untuk menjadi Asistennya, saat Alvin merintis karirnya dalam dunia bisnis.


Bagi Doni, Alvin adalah sahabat dan saudara yang sangat baik dan sangat dia hormati, di luar usia mereka yang terpaut 3 tahun itu.


Namun baru kali ini sejak Alvin mengenalnya, Doni yang sebelumnya tidak pernah melawan, tidak membantah, hanya diam dan menurut perkataan Alvin.


Meluapkan emosi dan rasa kecewanya pada Alvin secara langsung, seperti saat ini.


"Kau meneriakiku Doni!" ucap Alvin tajam


"Ya, aku meneriakimu Alvin!! Dengar, Kau sungguh Bodoh melepaskan Alyssa, amat teramat Bodoh dan buta. Kau pikir Larasati si wanita gila itu layak menggantikan posisi Alyssa?? Tidak layak sama sekali!! Sejuta persen tidak layak jika di banding Alyssa. Bagaimana respons Nyonya Sandra saat tahu kejadian ini, hah??" ucap Doni masih dengan suara meninggi


"Hah, sudahlah. Sekarang antarkan aku pulang ke mansion, aku sangat lelah! Aku ingin istirahat, pikiranku kacau sekarang. Kosongkan jadwalnya hari ini dan atur lagi jadwalku" ucap Alvin menghela nafasnya dan mengabaikan ucapan Doni.


Tidak ada yang layak mendampinginya kecuali wanita yang paling di cintainya itu, Alyssa.


Alvin akan menceritakan pada Doni semua kebenarannya nanti. Alvin sungguh lelah dengan pikirannya kali ini.


Karena harus berakting dan harus menelan kenyataan harus berpisah sementara waktu dengan kekasihnya, dia membutuhkan istirahat sekarang untuk menenangkan diri.


"Kau bawa sendiri mobilnya, aku akan turun di sini dan kembali ke perusahaan" ucap Doni langsung keluar dari mobil. Tanpa menunggu jawaban Alvin.


Membuat Alvin melongo tidak percaya.


¤


Kota S


Noah mendengarkan apa yang di bicarakan Alvin dan Alyssa, begitupun dengan percakapan antara Alvin dan Doni.


"Benar kata asistenmu itu Alvin, kau sungguh sangat Bodoh Ha-ha-ha" ucap Noah tertawa senang

__ADS_1


"Tuan, mendengar percakapan mereka, sepertinya nona Alyssa tahu jika anda mengirim pesan yang mengancam pada Alvin" ucap Griffin


"Benar! Sayang sekali Alyssa mengetahui jika aku yang berada di balik layar, tentang putusnya dia dengan kekasih bajingannya itu. Ah, tapi tidak masalah, karena mereka sekarang sudah putus, ku bisa mendekati Alyssa secara perlahan dan merebut hatinya kembali" ucap Noah


"Bagaimana jika Nona Alyssa membenci anda karena mengetahui hal ini?" tanya Griffin


"Mungkin akan sulit, namun aku akan terus mendekatinya dan mengatakan padanya jika aku melakukan itu, karena aku ingin menguji seberapa besar cinta Alvin padanya. So, Alvin tidak lulus pada ujian cintanya kali ini Ha-ha-ha" ucap Noah


"Anda benar tuan" jawab Griffin


"Aku ingin sekali menemui Alyssa dan memberikan pundakku untuk sandaran dia saat dia patah hati sekarang" ucap Noah


"Tuan sebaiknya tidak sekarang, pasti nona Alyssa masih sangat membencimu" ucap Griffin


"Kau benar, hais... Padahal aku sangat ingin memeluknya saat ini" ucap Noah menghela nafasnya.


¤


Alyssa dan ayu sudah berada di kantor sekarang ini. Setelah turun di pinggir jalan, mereka menyetop taxi dan kembali ke perusahaan.


"Ayu, tolong buatkan kopi untukku" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap Ayu


Meskipun Ayu sangat penasaran tentang apa yang terjadi, namun dia mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Mungkin Bosnya saat ini memerlukan waktu sendiri, pikir Ayu dan bergegas membuat kopi untuk Bosnya itu.


"Ini kopi nya, Nona" ucap Ayu meletakan kopi di atas meja kerja Alyssa


"Terimakasih Ayu, tolong periksa kembali dokumen ini" ucap Alyssa


"Baik nona" ucap Ayu, keluar dan membawa beberapa dokumen yang harus dia periksa.


Alyssa menyenderkan bahunya di kursi kebesarannya. Dia melihat pesan dari kekasihnya.


Dia tertawa ringan saat Alvin mengatakan jika dirinya di marahi Doni, karena dia menyangka hubungan mereka benar-benar berakhir.


Alyssa bersyukur masih banyak orang yang peduli pada dirinya.


Dia juga tidak menyangka respons Doni akan se luar biasa itu.


Alyssa kemudian mengetik pesan penyemangat untuk kekasihnya itu. Kemudian dia meneruskan pekerjaannya.

__ADS_1


Banyak yang harus dia pikirkan saat ini, tidak melulu tentang percintaannya.


Setidaknya saat ini dia akan fokus pada masalah kedua orang tuanya dan juga membantu membalaskan dendam kesayangannya, Enzy.


__ADS_2