
"Pak Alvin, Tidak, Tuan Alvin saya mohon jangan lakukan itu! Sa-saya salah, saya min-minta maaf sudah lancang pada Anda" Ucap Sentosa ketakutan, dia tidak menyangka jika respon Alvin semengerikan ini.
Meskipun dirinya adalah salah satu pengusaha besar di negeri ini, namun di bandingkan dengan A.S.A Group, perusahaannya hanya seperti semut di mata Alvin.
Dan A.S.A Group dapat dengan mudah menekan dan menghancurkan bisnis, yang dia rintis sejak muda itu.
"Tuan Alvin, saya mohon maafkan saya dan ayah saya. Tolong berbaik hatilah, tolong lepaskan perusahaan ayah juga. Saya berjanji tidak akan mendekati anda lagi, hiks" ucap Andin menangis.
"Nino, panggil keamanan sekarang dan seret kedua orang ini keluar! Melihat mereka membuatku muak" teriak Alvin dan tak menggubris permohonan Sentosa dan Andin.
"Baik Pak" ucap Nino
Tak lama security berdatangan dan menyeret Kedua orang itu keluar dari ruangan meeting perusahaan.
"Lepaskan!!! Tuan Alvin, tolong lepaskan saya, saya salah, tuan Alvin" teriak Sentosa
"Ahh, lepaskan aku, kalian berani menyentuhku. Alvin tolong, tidak tuan Alvin tolong berbelas kasihanlah padaku" ucap Andin
Security dengan sigap menyeret mereka segera keluar dari ruangan.
"Cih, dua tikus Beraninya merendahkan Alyssaku, dan menginginkan aku untuk mengambil Alyssa sebagai kekasih gelap dan menjadikannya kedua. Siapa mereka, berani sekali. Apa mereka ingin segera mati?" geram Alvin
"Kedua orang itu berani membuat tuan muda semarah ini. Dasar orang-orang berotak dangkal" ucap Doni dalam hati
Alvin pun segera beranjak keluar dari ruang meeting, menuju ke kantor pribadinya.
Sedangkan Doni dan Niko, membereskan berkas sebelum ikut keluar.
"Pak Doni" panggil Niko
"Ya, ada apa Niko?" jawab Doni
"Kenapa Pak Alvin menolak kerja sama bernilai triliunan ini? Bahkan ingin Perusahaan Sentosa Corp bangkrut? Bukannya itu merugikan perusahaan kita?" tanya Niko
"Niko, kamu harus belajar banyak hal jika masih ingin bekerja di sini. Kamu tahu pasal utama bekerja menjadi sekretaris Tuan Alvin?" ucap Doni, Nino pun mengangguk dan menjawab.
"Bekerja dengan profesional, dan yang lebih utama, ucapan pak Alvin adalah perintah mutlak yang tidak boleh di sanggah dan wajib di laksanakan" ucap Doni
"Nah itu kamu tahu. Begini Nino, saya kasih tahu kamu, Aset A.S.A Group itu ratusan kali lebih berharga di banding kerja sama itu. Tentu saja Tuan muda Alvin menolak syarat yang di ajukan. Bukannya kamu sudah bertemu dengan Nona Alyssa? Menurut kamu Nona Alyssa itu seperti apa?" tanya Doni
"Nona Alyssa itu gadis tercantik yang pernah saya lihat. Dia juga memiliki sikap yang lembut dan baik, dia sudah seperti bidadari yang turun dari langit, seperti cerita di novel" ucap Nino antusias dengan mata berbinar saat menggambarkan Alyssa.
__ADS_1
"Itu kamu tahu. Sekarang kamu coba pikir, haruskah Tuan Muda Alvin melepaskan sosok sempurna seperti nona Alyssa, hanya untuk proyek senilai triliunan itu dan menikah dengan anak dari si tua Sentosa itu? Oh saya lupa menjelaskan, kamu harus sopan dan menjaga etika kamu terhadap Nona Alyssa, bukan hanya karena dia wanita tuan muda. Tapi karena dia juga sosok wanita yang tidak bisa di singgung. Dan kekayaan yang dia miliki di usianya yang sangat muda itu, lebih dari ratusan triliun" ucap Doni
"Ra-ratusan tri-triliun? Ya-yang benar pak?" ucap Nino terkejut
"Ya, kamu tahu AL Group yang di dirikan baru-baru ini? dan langsung menduduki 5 besar perusahaan terbesar di negara ini? Itu adalah milik Nona Alyssa" ucap Doni bangga
"Astaga" ucap Nino menutup mulutnya, dan hampir pingsan karena terlalu banyak terkejut saat ini.
¤
Alyssa sudah rapih dan menunggu Enzy untuk menjemputnya. Dirinya tak memakai pakaian yang mewah, dia hanya memakai kemeja dan celana keabu panjang tanpa makeup.
Karena menurutnya, ini hanya makan malam biasa dengan teman. Bukan untuk pergi berkencan.
Alyssa mengirim pesan ke Alvin, jika dirinya akan makan malam dengan Noah. Dia juga memberi tahu jika dia pergi bersama dengan Enzy.
Ring! Ring! Ring!
Telepon Alyssa berbunyi, namun itu adalah nomor asing yang tidak dia kenali.
Alyssa kemudian mengangkat telepon itu.
"Halo nona, ini saya Alex yang beberapa hari lalu anda tolong. Apa anda masih ingat?" ucap Alex
"Oh itu kau? Bagaimana kabarmu, apa kau sudah lebih baik sekarang?" tanya Alyssa
"Berkat anda saya sudah pulih Nona, terimakasih banyak sudah menolong saya" ucap Alex
"Sama-sama" ucap Alyssa
"Nona sedang ada di mana sekarang? Saya akan memenuhi janji saya dengan anda, untuk menjadi bawahan anda yang setia" ucap Alex
"Saya ada di kota A sekarang. Kau tidak perlu kemari, datanglah ke King's mansion No.1 di Ibukota, akhir pekan ini" ucap Alyssa
"Baik Nona" jawab Alex lalu mematikan teleponnya.
Setelah telepon di akhiri, tak lama kemudian Enzy mengabari jika dirinya sudah ada di Lobby hotel.
Alyssa kemudian mengambil tas kecil miliknya dan segera keluar dari kamarnya, menemui Enzy di bawah.
"Selamat malam, Nona" ucap Enzy
__ADS_1
"Malam. Kau sudah lama enzy?" tanya Alyssa begitu dia sampai di Lobby.
"Tidak nona, saya juga baru saja sampai" ucap Enzy bergegas berdiri melihat Alyssa datang.
"Kalau begitu ayo kita berangkat" ucap Alyssa
Alyssa dan Enzy berangkat menuju Mercure Hotel, dengan jarak 7-8KM dari Giant hotel.
Alyssa cukup terkejut mendengar Hotel Mercure adalah milik keluarga Noah. Karena baik itu Giant hotel maupun Mercure Hotel sama-sama Hotel berbintang 5, dan memiliki banyak cabang.
Setelah sampai di Mercure Hotel, Alyssa dan Enzy langsung menanyakan pada resepsionis, dan di antar menuju ruangan khusus VVIP Hotel.
Mereka kemudian masuk setelah mendapat izin Noah dari dalam ruangan.
Noah tersenyum cerah melihat Alyssa sudah datang, namun keningnya sedikit berkerut melihat Enzy ikut datang bersama dengan Alyssa.
Itu tak luput dari penglihatan Alyssa. Dia kemudian berkata,
"Aku membawa asisten ku kesini, apa kau tidak keberatan?" ucap Alyssa
"Sama sekali tidak, Silahkan duduk!" ucap Noah masih dengan senyum di wajahnya
"Terimakasih" ucap Alyssa
"Aku sudah memesan menu spesial dari Hotel ini, aku harap kau menyukainya" ucap Noah
"Tidak masalah" ucap Alyssa
Meskipun Alyssa merasa tidak suka. Karena Noah sudah memesannya terlebih dahulu, tanpa menanyakan pendapatnya.
Namun Alyssa tak ambil pusing, toh hanya sekali ini saja dia makan bersama Noah.
Berbeda dengan yang Noah pikirkan. Meskipun dia tidak suka jika Enzy ada di antara dirinya dan Alyssa. Namun dia masih merasa senang bisa lebih dekat dengan wanita yang selalu menghiasi pikirannya selama 3 tahun itu.
Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa troli berisi berbagai makanan lezat di atasnya.
Pelayan itu kemudian menata makanan itu di atas meja. Ada juga satu botol anggur Lafite 1982 di letakan di meja.
"Silahkan di nikmati" ucap Noah
"Terimakasih" ucap Enzy, karena Alyssa hanya menjawabnya dengan menganggukan kepalanya.
__ADS_1