
Alyssa, Alvin dan Doni sudah ada di dalam pesawat, menuju Kota A. Alyssa sudah menceritakan semuanya pada Alvin, dan bergegas berangkat.
Enzy juga sudah mengabarkan, jika dirinya akan naik pesawat 1 jam lagi dari ibukota.
Setelah melakukan penerbangan selama 1 jam, mereka sampai di Kota A.
Kota A, adalah salah satu kota besar dengan perekonomian yang besar pula, sebagai salah satu kota kawasan industri.
Mereka semua berencana menginap Di Giant Hotel, milik Alyssa.
Setelah sampai di Hotel, Alyssa melihat seorang laki-laki berdiri di meja resepsionis. Yang entah mengapa, terlihat tidak asing.
Namun Alyssa mengangkat bahu mengabaikannya, mungkin dirinya pernah berpapasan dengannya di jalan. Pikirnya
Alyssa kemudian memesan 2 kamar presiden suite untuknya dan Alvin, dan juga 1 suite untuk Doni.
Meskipun Hotel ini miliknya, dirinya sengaja tidak mempublish identitasnya. Dirinya ingin mengetahui kinerja karyawannya. Dan dirinya cukup puas dengan pelayanan dari karyawannya.
¤
Seorang pria tampan baru saja masuk ke dalam salah satu kamar Hotel. Dia menghempaskan tubuhnya di kasur Hotel yang empuk.
"Ah, tidak disangka kita bertemu lagi, gadis kecil. Sudah hampir 3 tahun, aku baru melihatmu lagi" ucapnya tersenyum
Dia mengingat seorang gadis, yang sering ia temui 3 tahun lalu di sebuah mini market, di kota M.
Hanya untuk melihat pegawai mini maret itu, dia selalu membeli 1 buah minuman kemasan hampir setiap hari selama 1 bulan. Sebelum dirinya kembali ke kota A.
"Siapa pria di sampingmu, gadis kecil? Apa dia kekasihmu?" Gumamnya lagi
"Apa kau masih mengingatkan?" ucapnya lagi
Pria itu kemudian beranjak ke kamar mandi membersihkan diri. Sebelum melanjutkan istirahatnya.
¤
Setelah istirahat di hotel selama 2 jam. Alyssa, Alvin dan Doni menuju ke Health Hospital.
Enzy mengirim pesan jika dia sudah sampai di sana.
Alyssa mengetuk pintu ruangan direktur.
"Nona, tuan Alvin" sapa Enzy sopan, setelah melihat Alyssa dan Alvin datang.
"Halo nona Alyssa, Perkenalkan nama saya Anita, Dokter dan juga Direktur cabang Kota A" ucap seorang wanita paruh baya berusia sekitar 30 an akhir, mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Halo, Bibi Anita salam kenal" ucap Alyssa menyambut uluran tangan Anita.
"Nona Enzy sudah mengabari saya, Jika Nona Alyssa ingin melihat pasien. Mari saya antar ke ruang rawat Pasien" ucap Anita sopan.
"Alvin, bisakah kau menunggu di sini dulu atau kau mau ke kantin dulu? Atau mungkin kau ingin pergi keluar bersama Doni? Aku ingin mengecek keadaan sepupu Enzy dulu" ucap Alyssa
"Aku akan menunggu di sini saja" ucap Alvin tersenyum dan mengelus kepala Alyssa lembut.
"Baiklah" ucap Alyssa
Alyssa dan Enzy mengikuti Anita menuju ruang perawatan Sepupu Enzy.
Dion, Sepupu Enzy. Remaja usia 17 tahun terbaring lemah di brankar rumah sakit, dengan kepala di balut perban, memakai alat bantu pernapasan dan juga alat lain yang menempel di tubuhnya.
"Karena benturan yang cukup keras di kepala, saat kecelakaan terjadi, pasien mengalami pendarahan di otaknya. Mengakibatkan pasien mengalami koma. Jika kita memaksa untuk melakukan operasi, tingkat keberhasilan tidak lebih dari 5%" ucap Anita.
"Aku akan mengecek kondisinya" ucap Alyssa
Melalui mata tembus pandangnya, Alyssa melihat dengan jelas luka dan juga titik pendarahan di otak, Dion.
"Siapkan ruang operasi! Aku yang akan melakukan operasi padanya" ucap Alyssa
"Tap-tapi Nona" ucap Anita kaget mendengarnya
"Turuti semua perintah nona, Anda tidak perlu khawatir. Nona Alyssa adalah seorang ahli pengobatan, saya percaya padanya" ucap Enzy
"Baiklah, saya akan mempersiapkan operasinya, kalau begitu" ucap Anita, setidaknya Bosnya itu, siap menanggung konsekuensi atas tindakannya.
Anita sebelumnya pernah mendengar, jika Alyssa adalah jenius kedokteran, namun dia masih ragu, karena belum pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri.
¤
Saat ini operasi sedang berjalan, Alyssa melakukannya sesuai dengan prosedur kedokteran, walaupun dia belum punya gelar dokter.
Namun Skill yang di berikan oleh sistem padanya, bukan sesuatu yang bisa di jelaskan secara logika. Tentunya sangat luar biasa.
Kemampuan Kedokteran modern dan tabib kuno pada dirinya, membuat kemampuannya melebihi pengalaman dokter yang sudah berpuluh-puluh tahun, menggeluti bidang kedokteran.
2 dokter bedah, termasuk Anita dan 1 perawat, mendampingi dan melihat proses Alyssa mengoperasi Dion. Semuanya menatap Alyssa penuh dengan kekaguman dan takjub.
Keterampilan, kecepatan tangan, dan konsentrasi Bos besar mereka, sangat mengagumkan. Dan itu memberikan perasaan hormat dari para dokter yang lain untuk Alyssa.
Operasi berjalan hampir 2 jam dan tentu saja berhasil. Ya, Alyssa memilih menggunakan keterampilannya, di bandingkan memilih menggunakan Magic Liquid.
Bagaimanapun, akan sulit menjelaskan pada orang lain jika dia menggunakan Magic Liquid.
__ADS_1
"Nona, bagaimana?" tanya Enzy, setelah Alyssa keluar dari ruang operasi.
"Lancar, tidak ada masalah. Setelah sepupumu sadar, berikan obat ini padanya. Itu akan membuatnya cepat pulih" ucap Alyssa
"Baik, terimakasih nona" ucap Enzy bersyukur
"Sama-sama, kau bisa mengajukan cuti untuk mengurus sepupumu. Biarkan Kak Azka yang mengawasi perusahaan untuk sementara waktu" ucap Alyssa
"Baik, terimakasih nona" ucap Enzy
"Apa, paman dan bibimu akan kesini?" tanya Alyssa
"Dion sama denganku, dia kehilangan orangtuanya bersamaan dengan kematian orang tuaku, selama ini Dion tinggal di asrama Sekolah" ucap Enzy
"Aku mengerti, bawa keponakanmu ke ibukota setelah dia sembuh, dia bisa tinggal bersama kita nantinya" ucap Alyssa
"Terimakasih banyak nona, anda sungguh baik" ucap Enzy terharu.
¤
Alyssa mendekati Alvin yang tertidur di sofa ruangan Anita. Tidak ada yang mengganggunya.
Jelas Anita tahu, jika Alvin adalah pacar bosnya. Karena sebelumnya Enzy sudah menceritakan semuanya.
"Ica, kamu sudah selesai?" ucap Alvin setelah dia terbangun
"Ya, maaf membuatnya menunggu lama" ucap Alyssa
"Tidak masalah, apa kamu lapar?" tanya Alvin memeluk manja kekasihnya itu
"Iya, perutku sedang teriak minta di isi" ucap Alyssa terkekeh
"Baiklah, ayo kita cari makanan enak" ucap Alvin menggenggam tangan Alyssa, keluar dari ruangan.
¤
Seorang pria tampan berjalan masuk ke Health Hospital.
Saat melihat Alyssa dan Alvin keluar dari Rumah sakit, dengan bergandengan tangan. Entah mengapa dirinya merasa gelisah dan ada perasaan tak rela melihatnya.
"Gadis kecil, kenapa kamu ada di sini? Apa kamu sakit? Siapa pria di sampingmu? Kenapa kau dekat sekali dengannya?" ucap nya
"Tuan Noah, anda sudah datang" ucap seorang pria paruh baya, menyapa pria tampan itu.
"Ya Griffin, Apa kau tahu siapa pasangan yang baru saja keluar dari rumah sakit, itu" tunjuk Noah pada Alyssa dan Alvin.
__ADS_1
"Akan segera saya cari tahu, tuan" ucap Griffin
"Baiklah, ayo kita lihat kondisi kakek" ucap Noah, melangkah masuk ke rumah sakit.