
Azka yang masih bingung dengan ucapan Adiknya, mencoba mengabaikannya. Hingga ia lupa dan kini sudah berada di rumah baru miliknya bersama ayu, dan juga keluarga ayu yang juga tinggal di sana.
Namun setelah ia membersihkan diri dan mengobrol bersama dengan ibu mertua dan adik iparnya. Dia tiba-tiba saja kepikiran dan penasaran dengan yang di ucapkan Alyssa.
Tak menunggu lama dia menanyakan itu pada ibu mertuanya.
"Apa?? Maksud ibu, kemungkinan besar Ayu saat ini hamil??" ucap Azka terkejut.
Ibu Ayu hanya mengangguk dan menyarankan Azka untuk membawa Ayu ke dokter untuk memastikan. Apalagi beliau pernah mendengar dari putrinya, jika Alyssa adalah seorang dokter handal dan seorang peracik obat yang terkenal di Health hospital. Selain identitasnya yang menjadi CEO wanita termuda dalam sejarah negara .
Tak menunggu lama, Azka segera mengambil kunci Mobilnya, ia ingin menyusul sang istri. Yang saat ini berada di Mall bersama dengan sekretaris baru sang adik, Keira.
...
Alyssa saat ini sedang makan malam bersama dengan Alvin dan Doni. Karena pembantu di mansion Alvin saat ini sudah pulang. Alyssa turun ke dapur, memasak untuk mereka bertiga. Tentu saja saat memasak, Alvin dengan antusias membantu sang calon istri, dengan memotong sayuran.
"Masakanmu memang terbaik Nona, sering-sering masak. Biar aku juga ikut makan, makanan enak he-he" ucap Doni mengacungkan kedua jempolnya dan tersenyum
"Enak aja, nggak ada lain kali. Di masa depan, Alyssa hanya masak untukku. Makanya Kamu sana cari pacar! Biar ada yang perhatiin, ada yang masakin. Udah tua juga masih betah aja ngejomblo" ucap Alvin ngejlep
"Aku jomblo gara-gara apa?" ucap Doni menatap Alvin kesal
"Gara-gara kamu jelek ha-ha" ucap Alvin membuat Alyssa mau tak mau ikut tertawa
"Sialan, segini aku gantengnya. Hanya kurang 1 nilai di banding kamu Vin. Aku jomblo terus itu gara-gara kamu tahu" ucap Doni amat kesal
"Kok, aku?" ucap Alvin terkejut dan heran
"Ya iyalah, sebagai asisten pribadi kamu, kamu kasih aku pekerjaan yang menggunung tiap hari. Gimana mau cari pacar? Orang tiap saat yang di adepin berkas mulu" ucap Doni dengan nada lemah tidak berdaya.
Alvin dan Alyssa tertawa karenanya, namun segera mereka menenangkan Doni.
"Alvin, Doni aku memiliki rencana" ucap Alyssa tiba-tiba
"Rencana apa?" tanya Alvin dan Doni bersamaan.
"Begini... " ucap Alyssa pada keduanya.
Alvin dan Doni terlihat manggut-manggut mengerti, mendengar rencana Alyssa, dan memberikan jempol mereka pada Alyssa.
"Anda hebat, saya kagum" ucap Doni
"Sayang, idemu brilian. Aku bangga padamu" ucap Alvin menimpali
__ADS_1
"Tentu, jadi kita sepakat ya" ucap Alyssa
"Oke" ucap keduanya setuju.
......_¤_......
Pagi harinya, Azka meminta izin pada Alyssa akan telat masuk ke kantor, karena ia akan membawa Ayu ke dokter.
Alyssa paham dan tentu saja mengizinkannya. Di kantor hampir setiap karyawan terkejut, mengenai perekrutan Keira sebagai sekretaris CEO yang baru.
Namun mereka juga tidak bisa menolak atau membantah keputusan bos besar. Di tambah mereka yakin dengan pilihan Alyssa tepat. Saat mereka melihat penampilan Keira hari ini.
Dari segi penampilan, aura, atittude, Keira sangat menonjol. Bahkan saat ia masih menjadi OG, sifatnya yang humble membuat ia cepat dekat dengan Teman-temannya di lantai 61.
Keira yang notabene nya memiliki pendidikan etiket keluarga di saat keluarganya jaya dulu, tidak terlalu sulit berbaur dengan orang berpangkat tinggi. Otomatis, dirinya bisa menempatkan diri, dan melakukan semua yang terbaik untuk Alyssa.
Yang sudah mempercayakan dirinya, bahkan memperjuangkan hak pendidikannya, yang sempat terhenti.
Rasa terimakasih saja tidak akan cukup mengungkapkan rasa hormat di hatinya untuk Alyssa. Jadi dia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk bos cantiknya itu. Dengan membuktikan ia bisa bekerja dengan memuaskan.
"Keira, kamu kerjakan yang ini terlebih dahulu, sementara tanpa bimbingan Ayu. Ayu akan kembali ke kantor sedikit agak siangan. Jadi aku yang akan memeriksa pekerjaanmu secara langsung" ucap Alyssa
"Baik Nona" ucap Keira
"Oh iya, tolong kamu juga cek pemberitahuan ke semua kantor cabang yang di kirim Ayu, kemarin! Apakah sudah di kirim atau belum. Lihat juga bagaimana respon cabang?" ucap Alyssa
"Baik" ucap Keira, mulai menjalankan pekerjaannya secara profesional sebagai sekretaris .
...
Ring! Ring! Ring!
Telepon dari ruangan Enzy masuk.
Ya, di tengah kondisinya yang hamil muda, Enzy masih tetap bekerja. Meskipun tidak sebanyak pekerjaannya yang dulu.
Selain beberapa pekerjaannya dulu di kerjakan oleh sekretarisnya dan Alex juga yang ikut membantu istrinya. Sebagian besar pekerjaan juga, saat ini Alyssa yang memegangnya.
"Halo Enzy, ada apa?" tanya Alyssa
"Maaf mengganggu nona, saya baru saja mendapat telepon dari Tuan Robert, Ketua Star International Center. Beliau telepon untuk mengkofirmasi tentang anda, yang sudah berhasil mengakuisisi SIC di bawah perusahaan AL Group saat ini." ucap Enzy
"Itu benar, Bisakah kau mengurus janji pertemuan dengan Tuan Robert? Katakan juga pada Azka nanti? Biar dia yang mengurus surat-surat penting pengalihan properti dan hak bangunan SIC. Ke dalam salah satu anak perusahaan milik AL Group" ucap Alyssa
__ADS_1
"Baik Nona" ucap Enzy
"Ah, satu hal lagi. Aku akan mengirim via Email kamu. Data seseorang yang sudah di blacklist secara pribadi olehku." ucap Alyssa
"Baik Nona" ucap Enzy paham.
Meskipun ia tidak tahu, siapa yang di data tersebut. Namun Enzy paham, pastinya orang di data tersebut, sudah berani bermain dengan nona mudanya.
"Orang Bodoh mana yang akan mati setelah ini? Berani mengusik Singa betina yang galak dan kejam" ucap Enzy terkekeh setelah menutup teleponnya dan menggelengkan kepalanya
...
Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan memasuki waktu makan siang. Alyssa keluar menemui Alvin di kantornya.
Dia menyadari, jika sesaat ia keluar dari kantor. Seseorang yang menggunakan mobil sedan berwarna putih di belakang, terus mengikutinya.
Ia tahu jika siapa orang yang mengikutinya di belakang, yang pasti ia bertujuan tidak baik.
"Tama" Panggil Alyssa.
"Saya nona" ucap Tama yang langsung duduk di sebelah kemudi.
"berikan mobil belakang sedikit pelajaran. Tapi ingat, jangan sampai mati. Buat seolah kecelakaan kecil biasa saja" ucap Alyssa tersenyum miring.
"Baik Nona" ucap Tama
Tak lama Tama menghilang lagi dari samping Alyssa, tak lama kemudian terdengar suara cukup keras dari arah belakang.
DUAR!!!
"Cekiiiitttt!!!
BRAK!
Suara itu dari mobil sedan di belakang mobil Alyssa, yang mengalami pecah ban di sisi kanan nya. Hingga sang pengemudi yang saat itu menjalankan mobilnya di atas rata-rata, sedikit oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan.
Beruntung saat itu sepi, hingga tidak terjadi kecelakaan beruntun.
"Ssshhh, Awww sakit sekali" Gumam laki-laki yang tak lain adalah Ibra, memegang keningnya yang terluka karena benturan, ia merasa sedikit pusing karenanya.
"Sial!!! Kenapa ban milikku tiba-tiba pecah? Aku jadi kehilangan jejak wanita itu. Benar-benar sial" maki Ibra
...
__ADS_1