
Saat ini Enzy, Alvin dan Dr. Fadilah ada di dalam ruangan ICU. Ya, Dr. Fadilah ikut masuk karena khawatir terjadi sesuatu dengan pasiennya yang juga bos besarnya itu.
"N-nona... Hiks..." Enzy tak kuasa menahan tangisnya saat melihat kondisi mengenaskan Alyssa di depannya.
Meskipun Alyssa sudah mengatakan oada Enzy, untuk memanggilnya dengan sebutan AL saja. Tapi lidah Enzy sedikit kurang terbiasa. Jadi dia random memanggil Alyssa dengan sebutan Nona atau Al.
"Ba-bagaimana bisa anda seperti ini, hiks.. Maaf, maafkan saya tidak bisa melindungi anda" ucap Enzy menangis
Hatinya merasakan sakit yang sangat hebat. Baginya, Alyssa adalah cahaya kehidupan di hatinya. Sosok Alyssa lebih berharga di bandingkan dengan harta paling berharga sekalipun di dunia.
Alvin yang mendengar itu, hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Ia sebagai laki-laki, tidak becus menjaga wanita yang ia cintai. Bahkan membuatnya terbaring lemah dan tak berdaya seperti sekarang ini.
Enzy kemudian mengambil kotak Pil Darah, ia lalu memasukan Pil itu ke dalam mulut Alyssa. Dr. Fadilah ingin menghentikannya, namun ia terlalu takut untuk mengatakannya.
Jadi dia hanya berdiri saja mengawasi dan bersiap siaga, dengan segala kemungkinan terjadi. Dia tidak mau mengambil resiko karena lalai mengawasi keselamatan bos besarnya itu.
Ajaibnya, Setelah Pil masuk ke dalam mulut. Itu langsung melebur seketika dan tertelan. Darah sudah tidak lagi keluar, bahkan memulihkan kondisi Alyssa yang kekurangan darah, wajah Alyssa juga tidak sepucat beberapa saat lalu.
Hal itu membuat Dr. Fadilah terkejut, namun ia hanya diam dan melihat saja.
Setelah selang waktu berapa lama, Enzy menuangkan Magic Liquid ke mulut Alyssa. Dan dalam waktu kurang dari satu menit, perubahan mengenai luka yang di alami Alyssa. Menutup kembali. Bahkan kondisi kaki dan perut Alyssa yang sangat parah, mengatup kembali. Mulus seperti tidak pernah terjadi sesuatu.
Dr. Fadilah lagi-lagi terkejut, ia tidak menyangka jika obat yang di bawa Enzy, benar-benar luar biasa ajaib. Dia mengucek matanya berkali kali.
"Luar biasa" Gumam Dr. Fadilah kagum
Enzy dan Alvin melihat perubahan Alyssa lebih baik, merasa sangat senang. Mereka berharap, Alyssa bisa pulih seperti sedia kala, berbicara, bercanda dan melakukan hal lainnya.
Namun, setelah di tunggu lebih dari 5 menit, Alyssa tidak juga membuka matanya. Alvin dan Enzy saling berpandangan heran.
Biasanya Obat dari Alyssa itu sangat cepat bereaksi. Apalagi secara fisik, Alyssa sudah tidak ada lagi luka yang terlihat.
"Tuan Alvin, kenapa Nona belum juga sadar? Apa ada yang salah?" tanya Enzy heran
"Aku nggak tahu, biasanya obat itu hanya bereaksi kurang dari 1 menit" ucap Alvin sama herannya.
"Dokter, coba anda periksa keadaan nona sekarang!" ucap Enzy
Alvin yang mendengar itu kaget, ia menatap sang Dokter dengan tajam. Membuat Dr. Fadilah meneguk salivanya sendiri.
"Apa salahku Tuhan?" Gumam Dr. Fadilah dalam hati.
__ADS_1
"Biarkan Dokter wanita yang periksa!!" ucap Alvin
"Ehh..???" ucap Dr. Fadilah
"Aku bilang, Biarkan Dokter wanita saja yang memeriksanya!!" ucap Alvin tegas
Enzy mengerti yang di maksud Alvin, ia menggelengkan kepalanya dan terkekeh.
"Turuti apa yang dia inginkan, panggil dokter wanita. Biarkan Dokter wanita yang memeriksanya" ucap Enzy
"Ba-baik" ucap Dr. Fadilah kemudian melangkah keluar ruangan, dalam keadaan bingung.
Apa dia melakukan kesalahan?
Jika di tanya, jawabannya tentu saja Tidak. Salahkan saja Alvin yang tidak mau miliknya di sentuh laki-laki lain.
Kenapa saat Awal dia tidak marah?
Ya tentu saja karena dia dalam keadaan panik, mengingat kondisi Alyssa saat itu sedang darurat dan nyawa taruhannya. Hingga ia tidak memikirkan tentang yang lainnya.
Setelah beberapa saat, Dr. Fadilah datang dengan seorang dokter wanita. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Alyssa.
"Tolong lakukan yang terbaik Dokter. Dan tolong siapkan ruangan VVIP untuk nona Alyssa" ucap Enzy
"Baik, saya akan menyiapkan ruang rawat inap secepat mungkin" ucap Dr. Fadilah menimpali
Dokter meminta perawat untuk membawa Alyssa ke ruangan lain, untuk pemeriksaan secara mendalam di seluruh bagian tubuh dan organ dalam Alyssa.
...
"Bagaimana?" tanya Azka pada keduanya
"Al sudah melewati masa kritisnya, luka di sekujur tubuhnya sudah di sembuhkan. Namun saat ini Alyssa masih belum sadarkan diri. Dokter bilang, Al masih Koma dan sedang di lakukan pemeriksaan lanjutan secara menyeluruh" ucap Enzy menjelaskan
"Syukurlah Al sudah melewati masa kritisnya. Kita berdoa saja, semoga Al tidak kenapa-kenapa" ucap Azka, merasa sedikit lega adiknya sudah tidak berada di ambang kematian.
Yang lain juga merasa lega, saat mendengar Alyssa sudah melewati masa kritisnya. Namun mereka tetap merasa khawatir, karena Alyssa masih belum bangun.
...
Setelah menunggu lebih dari dua jam, dan Alyssa juga sudah di tempatkan di ruangan VVIP khusus.
__ADS_1
Anggap ruangannya seperti ini.
Dr. Nisa dan Dr. Fadilah datang, semuanya berharap-harap cemas.
"Hasil pemeriksaan sudah keluar, kita sampaikan di sini atau ruangan saya?" ucap Dr. Fadilah lembut
"Di sini saja Dok, kita semua adalah keluarga Alyssa" ucap Ameera.
Alvin, Enzy, Alex, Ameera, Noah, Yoga, Erick, Azka dan Ayu. Sembilan orang itu berharap semoga tidak terjadi hal-hal buruk pada Alyssa.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan, jika secara fisik. Nona Alyssa sudah dinyatakan sembuh, luka berat seperti di tangan, kaki dan luka di perutnya sudah menutup kembali bahkan bekasnya pun sudah tidak ada" ucap Dr. Nisa
"Hanya saja karena benturan di kepalanya, meskipun itu benturan yang terjadi ringan, dan tidak ada pendarahan atau darah yang menggumpal di otak. Namun saat ini Nona Alyssa masih dalam keadaan koma karenanya" ucap Dr. Nisa lagi
"Berapa lama, Alyssa akan bangun Dok" tanya Noah
"Bisa hari ini, besok, minggu depan, bulan depan. Tidak bisa di tentukan kapan pasien bisa sadar. Saya harap keluarga senantiasa memberikan motivasi untuk Nona Alyssa, ajak bicara sesering mungkin, agar merangsang kesadarannya kembali" ucap Dr. Nisa
"Baik Dok" ucap yang lainnya.
"Dan..." ucap Dr. Fadilah berhenti tangannya sedikit bergetar.
"Dan apa Dok?" tanya Yoga
"Maaf, sepertinya nona Alyssa tidak bisa memiliki anak kedepannya" ucap Dr. Fadilah
JEDER!!!
Semua orang di sana sangat terkejut mendengar ucapan Dr. Fadilah.
GREP!!
"Apa yang kau katakan??" ucap Alvin mencengkeram kerah kemeja Dr. Fadilah dengan emosi yang meluap.
"Maaf tuan, da-dari hasil pemeriksaan. Rahim nona Alyssa tidak bisa di selamatkan lagi. Rahim nona tidak terdeteksi ada di sana, bahkan menghilang seperti sudah di operasi. Luka nona sangat dalam di bagian perut, meskipun luka yang lain sudah kembali normal setelah meminum obat ajaib itu. Namun Rahim Nona tidak. Terakhir saya periksa, rahim nona Alyssa memang sudah terkoyak" ucap Dr. Fadilah
Semua orang di sana menangis, apalagi Alvin yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
Bagi seorang wanita, tidak bisa memiliki anak adalah penderitaan seumur hidup. Dan akan merasa terbebani hidupnya, karena hidup terasa tidak sempurna tanpa seorang anak.
__ADS_1