Sistem Dewi

Sistem Dewi
Menolong seorang pria


__ADS_3

Alyssa berangkat ke kota M sendirian, dia sudah membeli tiket kelas satu untuk itu.


butuh waktu setidaknya 1 jam untuk sampai ke Kota M.


Hanin izin dari sekolahnya untuk menjemput Alyssa dan Kenan juga ikut menemani menjemput Alyssa.


"Al" ucap Hanin melambaikan tangannya saat melihat Alyssa.


"Kenapa tante repot-repot jemput Al?" ucap Alyssa


"Hehe, tante cuma ingin menghabiskan waktu sama keponakan tante yang cantik ini. Karena pasti nanti kamu akan balik ke Ibukota, dan lama lagi balik ke kota M" ucap Hanin


"Al, di sini ampe akhir pekan kok tante" ucap Alyssa


"Benarkah?" ucap Hanin berbinar


Alyssa melihat Kenan datang bersama Hanin, mengerutkan keningnya, dan menyapanya sopan. Sejak kapan mereka terlihat dekat? Pikir Alyssa


"Paman Kenan, kau juga datang?" ucap Alyssa


"Ya, aku menemani tante kamu" ucap Kenan


Alyssa hanya mengangguk, mereka kemudian pergi. Mereka mampir untuk makan di sebuah kedai ceria yang menarik perhatian saat mereka di perjalanan.


Meskipun kedai itu kecil, tapi sangat ramai. Alyssa dan yang lain duduk dan memesan makanan.


Mata Alyssa tak sengaja melihat seorang pria, sembunyi di balik gerobak kosong di gang sepi, tak jauh dari kedai. Pria itu sedang memegang perutnya yang bersimbah darah.


[ Selamat Host, memicu sebuah misi. Menyelamatkan seorang Pria yang sedang terluka. Hadiah : PT. Aman Jaya dan pil memulihan tubuh ]


Alyssa bertanya-tanya apa itu pil pemulihan tubuh, namun dia mengabaikannya, dia lalu bilang pada Hanin, dia ingin pergi ke toilet.


Alyssa kemudian mendekati pria yang sedang terluka itu. Melihat ada orang mendekat, pria itu waspada, dan mengambil belati yang di sembunyikan di belakangnya.


"Tenanglah, aku hanya ingin menyelamatkanmu" ucap Alyssa pelan


"Siapa kamu?" ucap pria itu dengan nada melemah


"Aku hanya orang lewat, dan melihat ada orang yang terluka, sebagai sesama manusia, aku hanya ingin menolongmu" ucap Alyssa


Pria itu ragu-ragu dan menatap Alyssa.


"Benarkah?" tanyanya lagi


"Tentu saja, jangan banyak bicara, atau lukamu semakin melebar dan kau akan kehilangan begitu banyak darah" ucap Alyssa


Alyssa mengeluarkan peralatan medis dari tas ransel milik nya.

__ADS_1


Dia dengan sigap membersihkan luka di perut pria itu, dia sempat kaget karena mengetahui luka itu terkena racun.


Alyssa mengeluarkan jarum apukuntur, dia mulai menancapkan ke titik tertentu untuk menghambat racun menjalar. Beruntung itu belum menjalar ke bagian vitalnya.


"Bagaimana kau bisa terkena racun? Untung saja racun itu belum menjalar ke bagian vitalmu, telan ini! Aku akan mulai mengobatinya" ucap Alyssa menyerahkan Pil darah.


Pria itu tidak menjawab, namun dia tetap menurut menelan Pil dari Alyssa.


Baginya, mati sekarang atau nanti tidak ada bedanya. Jadi dia mengambil resiko untuk percaya dengan wanita di depannya itu.


Alyssa mulai menekan titik apukuntur dengan jarum untuk mengeluarkan racun itu, sebelum ia mengobati perutnya.


"Hueekk" pria itu memuntahkan darah hitam pekat dari mulutnya.


Melihat racun sudah ia keluarkan, Alyssa mulai mengobati dan menjahit luka itu.


Alyssa sengaja tidak memberikan Magic Liquid. Bukan karena pelit, tapi dia juga sekalian ingin mengasah keahlian kedokteran dan teknik apukunturnya.


"Racun sudah di keluarkan, dan lukamu juga sudah selesai aku obati. Kamu cukup istirahat sebentar, selama 3 hari luka di perutmu akan membaik" ucap Alyssa


"Terimakasih, boleh saya tahu nama anda?" tanya pria itu


"Sama-sama, bukankah kau lebih baik memperkenalkan dirimu terlebih dulu, sebelum kau ingin mengetahui namaku?" ucap Alyssa


"Maaf saya lupa sopan santun. Nama saya Alex dari Kota G" ucap Alex


"Namaku Alyssa" ucap Alyssa


"Aku akan pikirkan itu nanti, kau pulihkan saja dulu lukamu. Hubungi aku jika kau sudah sembuh. Aku harus kembali sekarang" pamit Alyssa dan menyerahkan kartu namanya pada Alex.


"Baik Nona, Hati-hati di jalan" ucap Alex sopan.


Alyssa melangkah kembali menuju kedai, suara dari sistem terdengar di benaknya.


[ Selamat Host, berhasil menyelesaikan misi, Menyelamatkan seorang pria yang sedang terluka. Mendapatkan Hadiah : PT. Aman Jaya dan pil memulihan tubuh ]


[ Surat-surat terkait Perusahaan sudah di letakkan di ruang penyimpanan ]


[ Pil pemulihan tubuh sudah di letakan di ruang penyimpanan ]


[ Pil pemulihan tubuh adalah Pil yang meregenerasi seluruh tubuh pemakainya. Baik itu keadaan fisik maupun mental pemakainya. Pil ini tidak ada di dalam toko sistem, dan hanya bisa di dapatkan setelah menyelesaikan misi secara acak dan juga bisa di dapatkan dari membuka undian ]


Alyssa mendengar itu itu mengangguk, berarti mengkonsumsi Pil ini, sama saja dengan pemakai dilahirkan kembali, baik secara fisik maupun mentalnya.


Ini hadiah yang sungguh tidak terduga. Alyssa akan menyimpannya dan akan menggunakannya saat memang sedang di perlukan.


Mengenai PT. Aman Jaya, dia mengetahui jika perusahaan yang bergerak di bidang keamanan itu sangatlah terkenal.

__ADS_1


Di perusahaan itu, banyak yang merekrut pensiunan militer, bahkan tentara bayaranpun ada.


"Al, kenapa lama sekali?" ucap Hanin


"Perut Al, kayanya sedikit bermasalah tante" ucap Alyssa


"Kamu kan ahli pengobatan, masa sembuhin sakit perut nggak bisa" ucap Hanin


"Hehe, iya tante, Al lupa bawa peralatan medis dan obat-obatan" kilah Al


"Ya sudah, selesaikan makan kamu, terus kita pulang" ucap Hanin


Kenan hanya terkekeh melihat hubungan antara tante dan keponakannya itu.


Setelah selesai makan, mereka bertiga kembali ke Luxury Residence. Namun Alyssa hanya datang dan berganti baju, hendak pergi ke butik.


"Loh Al, mau kemana?" tanya Hanin


"Iya, kok kamu Udah rapih gitu" lanjut Kenan


"Maaf tante, paman, Alyssa sudah ada janji di butik" ucap Alyssa


"Yasudah kamu hati-hati" ucap Hanin


Alyssa mengangguk dan beranjak keluar dari Apartementnya menuju tempat parkir khusus. Dia membawa Bugatti veyronnya, melaju dengan pelan ke Butik milik Fransiska.


Sedangkan Hanin, sedikit canggung hanya berdua saja di apartement dengan Kenan.


"Apa kau, ingin kopi lagi, sepertinya punyamu sudah habis?" tanya Hanin


"Boleh aku meminta air putih saja" ucap Kenan tersenyum


Hanin mengangguk dan mengambilkan air putih untuk Kenan.


"Minumlah" ucap Hanin


"Terimakasih" ucap Kenan, meminum air putih sampai tandas.


"Apa kedatanganku kesini membuatmu canggung?" ucap Kenan


"Tidak, hanya saja aku tidak terbiasa berdua dengan laki-laki, kecuali dulu saat berumah tangga" ucap Hanin


"Apa kau sudah memikirkannya?" tanya Kenan


"Aku belum menemukan jawabannya" ucap Hanin, ragu.


"Baiklah, jangan terburu-buru. Aku juga dengan sabar menunggu jawabanmu. Oh iya, sepertinya aku harus kembali ke kota B besok, hanya 3 hari saja" ucap Kenan

__ADS_1


"Benarkah? Oh, baiklah hati-hati di jalan" ucap Hanin, entah mengapa dia merasa kehilangan.


Mereka lalu mengobrol sebentar sebelum Kenan pamit untuk pulang.


__ADS_2