
Memandangi setumpuk dokumen yang tidak ada habisnya di atas meja kerjanya, membuat Alvin terus menerus menghela nafasnya.
"Kapan ini kelarnya sih? Astaga!!" gumam Alvin sedikit kesal.
Tangannya kemudian berhenti membuka lembar demi lembar dokumen. Kepalanya terasa pening karena ia belum tidur seharian.
"Astaga aku melupakan sesuatu, bukankah Ica pernah memberiku obat jika aku merasa lelah dalam bekerja agar bisa kembali segar dalam waktu singkat" ucap Alvin kemudian membuka tas jinjing yang ia sering bawa untuk memasukan dokumen pribadi.
"Ini dia" ucap Alvin sat melihat kotak kecil yang berisi 3 butir pil di dalamnya.
Tak butuh waktu lama untuk berpikir, Alvin langsung mengambil satu butir dan menelannya. Seketika tubuhnya kembali segar, tidak terasa pening ataupun kepala yang terasa berat karena kurang tidur. (Andai author punya ini pil, mungkin author bisa cepet enakan nih badan😂).
"Ayo semangat, Alvin!! Biar bisa cepat nyusul istri tercinta ke kota" ucap Alvin penuh semangat yang membara, menyemangati dirinya sendiri
...
Alyssa yang saat ini tengah bersantai di ruang tamu sambil menonton TV dan satu toples makanan ringan di tangan kiri nya. Tak terasa jika waktu sudah berlalu cepat dan sekarang hampir setengah jam setelah ia meminta Aras menyelidiki tentang kegiatan Setyono.
Tak lama Alyssa merasakan kehadiran Tama, ia lalu memanggil Tama yang langsung menunjukan wujudnya dan berdiri di depan Alyssa.
"Jangan berdiri di situ Tama!! kau menghalangiku menonton" ucap Alyssa watados, sambil menggerakkan tangannya. Tama pun menuruti nya bergeser tanpa berkomentar.
"Bagaimana? Kau sudah selesai menyelesaikan tugasmu?" tanya Alyssa
"Sudah nona, ke tujuh orang itu sudah saya buat lumpuh kedua kakinya seumur hidup. Mereka tidak akan bisa berjalan lagi meskipun melakukan pengobatan di manapun kecuali anda sendiri yang mengobatinya" jawab Tama
"Kerja bagus Tama, itulah akibat dari orang yang sudah berani menganggu orang-orang terdekat ku" ucap Alyssa tersenyum jahat.
Ting!
Terdengar Ada dentingan lembut dari jam tangan pintar Alyssa.
"Aras, apa kau juga sudah selesai mencari bukti Seyono?" tanya Alyssa
"Ya Nona" ucap Aras.
__ADS_1
"Tunjukan padaku hasilnya!" perintah Alyssa.
Aras segera memutar video yang di tayangkan di layar hologram. Di sana terlihat beberapa video pendek ke mana saja Setyono sering bepergian dalam kurun waktu sebulan ini.
Alyssa mengerutkan keningnya saat melihat Setyono sering pergi ke arah Utara kota S, dan membawa tas besar yang sama pulang pergi. Video itu selalu terhenti jejaknya saat Setyono berada di salah satu kawasan di bagian utara.
Alyssa memperhatikan Setyono selalu membawa tas itu hanya untuk mengunjungi kawasan tersebut, dan tidak untuk tempat lainnya. Namun Aras gagal melacak di bagian mana tepatnya yang di kunjungi Setyono. Karena di sana tidak ada CCTV satu pun, kecuali di bagian gerbang kawasan.
Namun Alyssa cukup yakin jika tak jauh dari sana, Setyono memiliki suatu rahasia di dalamnya yang ia sembunyikan secara rapat-rapat.
"Tama" panggil Alyssa lagi
"Saya nona" ucap Tama
"Pergilah ke kawasan Utara distrik 3, cari tahu apa yang ada di sana secara Detail" ucap Alyssa
"Baik" ucap Tama kemudian menghilang lagi.
BRUGH!!!
Alyssa terkejut dan menoleh ke belakang, Alyssa terkejut saat melihat Juna jatuh terduduk dengan keringat dingin di wajahnya.
Alyssa menepuk keningnya karena kebodohannya, saat menyadari keberadaan Juna yang mengetahui Tama bisa menghilang. Tak seperti manusia pada umumnya yang pasti akan mustahil melakukan itu.
Alyssa berdiri dari duduknya dan melangkah menghampiri Juna yang masih terduduk di lantai.
"Kak" ucap Alyssa
"A-Al... Tadi itu cuma halusinasi kakak aja bukan?" ucap Juna dengan raut wajah masih syok.
"Huft..." Alyssa menghela nafas
"Ayo berdiri dulu kak! Lalu duduk di sofa. Al akan ceritakan semuanya" ucap Alyssa lagi dan membantu Juna berdiri.
"Tama manusia kan, Al?" tanya Juna lagi saat ia baru saja duduk di sofa dan menatap Alyssa dengan penuh tanya.
__ADS_1
"Hmm, lebih tepatnya ia adalah manusia buatan dengan kecerdasan super yang aku ciptakan" ucap Alyssa
"Haaaahhh?? Apa tadi kamu bilang?" tanya Juna, takut dirinya salah dengar.
"Tama adalah manusia buatan yang aku buat dengan kecerdasan super. Bukan hanya itu, aku membuatnya sangat kuat dan ia bisa bergerak dengan sangat cepat. Maka dari itu ia terlihat seperti menghilang barusan" ucap Alyssa menjelaskan tentang Tama
"Astaga ini pasti mimpi! Kalaupun ini adalah kenyataan, aku sangat takjub dengan isi otakmu itu Al. Bagaimana bisa kau menciptakan manusia buatan super yang mengagumkan seperti di film-film. woaaahhhh. Apalagi kau membuatnya yang sangat terlihat seperti manusia" ucap Juna takjub.
"Kak Juna salah memuji orang, bukan aku yang luar biasa. Tapi sistem yang sangat luar biasa menciptakan hal-hal mustahil yang ada di dunia ini, dan aku bersyukur memiliki nya bersama ku" ucap Alyssa dalam hati
[ Terimakasih Host sudah memuji Sistem dengan tulus, sistem merespon dan memberikan hadiah untuk Host, yaitu magic Fingers ]
[ Magic fingers adalah kemampuan supranatural yang berfokus pada ke sepuluh jari tangan Host. Kegunaannya bisa di gunakan sebagai penyerang jarak jauh dan dekat, dengan senjata yang tidak memiliki bentuk dan jari sebagai medianya ]
Alyssa yang mendengar bunyi dari sistem terkejut, terlabih dirinya mendapatkan hadiah hanya karena memuji sistem.
"Woah,,, Sistem kau baik sekali. Lalu bagaimana cara penggunaannya? tanya Alyssa dalam hati
[ Host hanya perlu memikirkan senjata apa yang di ingink Host, dan jari Host akan memiliki Fungsi seperti yang di pikirkan oleh host tanpa mengubah bentuk jari host. Magic Fingers hanya bisa di manipulasi sebagai bentuk senjata, tidak untuk bentuk lain ]
"Hmm, aku mengerti, terimakasih sistem" ucap Alyssa
[ Sama-sama Host ]
"Aaallllll, woooyyy Allll.... Astaga ini anak, Alysaaaaaaaa!!!!" panggil Juna sambil mengguncang tubuh Alysa yang di lihatnya tengah melamun itu.
"Oh, eh, i-iya kak Juna, kenapa-kenapa?" tanya Alyssa yang sudah kembali sadar dari lamunannya dan menatap Juna dengan bingung.
"Kamu yang kenapa? Kamu ngelamun apa? Kakak panggilin dari tadi, sampai teriak-teriak nggak ada respon sama sekali. Kakak kira kamu kesambet dan kerasukan jin penghuni penthouse" ucap Juna mengomel.
"Ha-ha-ha maaf kak, tadi Al lagi mikirin tugas yang Al kasih Tama sebelum kakak melihat Tama menghilang" kilah Alyssa berbohong
"Tugas? Tugas apaan? Ceritakan ke kakak tugas yang kamu maksud!" ucap Juna penasaran dan meminta Alyssa mengatakan nya.
"Itu tugas tentang..."ucap Alyssa
__ADS_1
to be continued...
...•••...