
"Siapa hmm?" tanya Alvin mencolek hidung Alyssa
"Tidak ada yang memberitahuku tentang itu" ucap Alyssa
"Apa kamu mencoba melindungi orang yang memberitahumu tentangnya?" ucap Alvin sedikit kesal
"Aku mengatakan apa adanya, sulit di percaya memang. Namun aku punya kelebihan yang orang lain tidak miliki. Aku punya intuisi yang sangat kuat dan biasanya sangat Akurat. Begitu pun saat aku mengetahui nama Larasati. Nama itu terlintas begitu saja muncul di pikiranku, sesaat setelah kau menciumku" ucap Alyssa
Dia tidak mungkin memberitahu Alvin, jika dia punya skill pemindai, bukan? Atau mungkin dia bilang punya sistem di dalam dirinya? Yang ada dia akan di sebut gila karenanya.
"Aku percaya yang kamu katakan. Tapi kenapa kamu bisa yakin, jika nama itu berhubungan denganku?" tanya Alvin penasaran
Alvin tidak meragukan intuisi yang miliki Alyssa, karena beberapa kali itu terbukti sangat akurat. Bahkan Alvin tidak ragu untuk percaya pada intuisi Alyssa yang jarang meleset itu.
"Aku belum yakin, tapi aku berubah menjadi sangat yakin saat melihat ekspresi dan respons jawaban kamu saat aku menanyakan tentangnya" ucap Alyssa
"Kau sangat menakutkan sayang, kau seperti cenayang. Aku tidak akan bisa berbohong padamu tentang hal apapun di masa depan" ucap Alvin
"Coba saja kau berbohong dan macam-macam. Akan ku cincang Juniormu menjadi beberapa bagian, ku masak dan ku paksa kau memakannya" ucap Alyssa
Alvin langsung memegangi juniornya yang terasa nyilu tiba-tiba dan juga mual mendengar kata sadis wanitanya itu.
"Aku tidak berani sayang. Sungguh" ucap Alvin menggelengkan kepalanya cepat.
"Kau harus jujur dan terbuka tentang apapun padaku mulai sekarang. Kalau tidak..." ucap Alyssa smirk melirik junior dan memperagakan meremas tangannya.
"Tentu saja sayang, aku akan selalu terbuka denganmu" ucap Alvin keringat dingin
Alyssa terkekeh melihat ekspresi kekasihnya itu. Sangat lucu, bahkan dia lupa beberapa jam lalu dia menangisinya.
..._____...
Alyssa memarkirkan lembu irengnya di area parkir universitas unggulan ibukota.
Lembu ireng, si putih, dan kedua motornya sudah di pindahkan ke ibukota dari kota M, bersamaan dengan mobil milik Enzy.
Karena di sana tidak ada yang merawat, Alyssa tidak ingin kerepotkan Hanin di tengah kesibukan Hanin yang mengajar dan sedang hangat-hangatnya hubungan dengan Kenan.
Maka dari itu ia meminta Enzy untuk membawa kendaraannya ke Ibukota, melalui perusahaan ekspedisi terbaik dengan pengiriman yang cepat dan aman.
Sedari mobil Alyssa baru memasuki area kampus, ia sudah menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang tak jauh dari sana.
Mekipun ada di antara mereka generasi kedua orang kaya, tetap saja mereka jarang melihat mobil bernilai puluhan milyaran rupiah itu masuk area kampus mereka.
__ADS_1
Saat Alyssa turun dari mobil, semua mata terpaku melihatnya. Tidak ada yang bersuara sama sekali, mereka terbengong berjama'ah.
Alyssa melihat orang-orang melihatnya tanpa satu katapun terucap. Dia menggelengkan kepalanya tersenyum, lalu beranjak meninggalkan mereka yang masih terpaku dan melangkah menuju ke salah satu gedung.
Alyssa sudah di beri tahu pak Haikal jika Gedung Dekan Universitas ini berwarna Merah bata dan terletak di area tengah.
Saat Alyssa sudah menghilang dari pandangan mereka, semua orang baru tersadar.
"Sepertinya aku mengalami halusinasi, melihat bidadari turun dari Lamborgini. Mungkin saja tingkat kehaluanku sekarang naik level" ucap salah satu mahasiswa
"Sepertinya aku juga" ucap yang lainnya
Kemudian mereka saling berpandangan, dan menoleh ke arah Lembu ireng, yang dengan gagahnya terparkir di depan mereka.
Mereka baru saja menyadari jika yang mereka lihat ternyata bukan halusinasi.
"Astaga aku melihat bidadari sungguhan" teriak salah satu mahasiswa
"Sepertinya aku pernah melihat wanita cantik itu, deh" ucap Mahasiwi
"Benar, sepertinya aku juga pernah melihatnya di suatu tempat" ucap mahasiswi lain di sampingnya
"Astaga!!!" teriak mahasiswi lainnya lagi
"Sorry He-he, aku baru ingat dia siapa. Dia itu Alyssa, model Angelic parfum yang terkenal itu" ucapnya
"Ya tuhan, benar aku ingat itu dia. Astaga kenapa aku nggak sadar, kan bisa minta photo bareng"
"Kita semua bengong, saking terpesona karena kecantikannya. Dan lihat mobilnya, ya tuhan kenapa dia begitu sempurna. Udah cantik kaya lagi" ucapnya merasa iri
¤
Alyssa berjalan ke arah gedung yang dia yakini Gedung kantor dekan.
Tok! Tok! Tok!
Alyssa mengetuk pintu ruangan kantor dekan
Ceklek!
Terlihat seorang wanita paruh baya memakai kacamata, membuka pintu dari dalam.
"Selamat siang Bu" ucap Alyssa tersenyum sopan
__ADS_1
"Siang, silahkan masuk! Ada perlu apa ya dek, ada yang bisa ibu bantu?" tanya ibu itu sopan dengan senyum yang mengembang
"Perkenalkan nama saya Alyssa dari kota M, saya cari Pak Haikal dan Pak Jamal, apa beliau ada bu?" ucap Alyssa
"Alyssa ya, Aahhh, ibu tahu. Kamu siswi berprestasi yang mendapat nilai penuh di ujian nasional itu, bukan?" ucap Ibu itu antusias, Alyssa hanya merespon dengan tersenyum.
"Kamu tunggu sebentar disini, Pak Haikal akan datang sebentar lagi. Kalau Pak Jamal hari ini tidak masuk" ucap Ibu itu.
Selang beberapa menit Haikal datang, Alyssa kemudian menyapa hormat.
Mereka kemudian berbicara tentang jadwal kuliah Alyssa yang sangat padat itu, karena dia mengambil 2 jurusan sekaligus.
Haikal kemudian membawa Alyssa berkeliling kampus, menunjukkan dimana saja kelas yang nanti dia ikuti nanti.
Lalu memperkenalkan Alyssa pada dosen dari Fakultas kedokteran dan Manajemen.
3 minggu kedepan Alyssa sudah bisa memulai kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi, yang biasa di orang kenal dengan sebutan OSPEK.
Sebelum pulang Alyssa beristirahat sebentar di bawah pohon rindang di pojokan kampus yang terlihat sangat sejuk itu.
"Alyssa bukan ya?" ucap salah seorang mahasiswi, diantara 3 mahasiswi dan 1 mahasiswa yang ada di depan Alyssa. Alyssa merespon hanya menganggukan kepalanya .
"Boleh minta tanda tangan dan photo bareng?" ucap nya
"Tentu" ucap Alyssa tersenyum
Keempat orang itu terlihat sangat senang sekali, dan segera mengeluarkan spidol dari dalam tasnya dan meminta Alyssa tanda tangan di buku dan baju yang mereka kenakan.
Mereka juga berphoto dengan wajah yang bahagia karena bisa bertemu dengan selebriti yang sedang naik daun itu.
"lagi ada pemotretan di sini ya?" ucap salah satu dari mereka
"Tidak, Aku baru selesai mengurus berkas untuk kuliah di sini" ucap Alyssa tersenyum
"Daebaaakk, kamu akan kuliah di sini? Gila aku sekampus dengan seleb Ha-ha" ucapnya lagi, Alyssa hanya mengangguk.
Mereka tiba-tiba saja heboh, mereka tidak menyangka jika Alyssa model yang sedang populer saat ini akan satu kampus dengan mereka.
"Al, ini kamu? kamu sedang apa di sini?" ucap Denis yang tiba-tiba menghampiri karena penasaran ada yang berkumpul di bawah pohon.
"Kak Denis" ucap Alyssa terkejut melihat Denis.
Dia tahu jika Denis dan Bryan kuliah di universitas unggulan, tapi dia tidak menyangka di area kampus yang sangat luas ini, mereka bertemu.
__ADS_1