
Alyssa mengajak Azka menikmati senja, dan duduk bersama di tepi pantai, memandang luasnya Lautan.
"Apa kau ingin bercerita padaku? Jika kau tak ingin, maka lupakan saja" ucap Alyssa
"Aku bertengkar dengan ayahku, aku pergi dari rumah karena marah padanya. Masalahku tak hanya di situ, dalam hari yang sama, aku mendapati pacarku sedang bercumbu dengan sahabat yang paling aku percayai" ucap Azka menghela nafasnya saat mengingat itu.
"Wanita masih banyak, kau bisa mendapatkan yang lebih baik darinya. Dan pria bajingan itu, dia bukanlah orang yang pantas kamu sebut sahabat. Seorang sahabat tidak akan mengkhianati sahabatnya hanya karena masalah perempuan. Ada kalanya, kau bisa belajar dari sebuah pengalaman. Aku yakin kau akan menjadi pria yang kuat dan juga menghargai yang menjadi milikmu di masa depan karenanya" ucap Alyssa.
"Kau benar" ucap Azka
"Lalu, kau bertengkar tentang apa dengan ayahmu?" tanya Alyssa
"Aku akan menceritakan semuanya tentang itu, jika kau benar-benar adalah adik kandungku" ucap Azka
"Baiklah" ucap Alyssa
Enzy yang menatap keduanya dari kejauhan, dia tak mendengar apa yang di bicarakan mereka berdua.
Namun dirinya berharap, jika nonanya bisa menemukan keluarganya dan benar jika Azka adalah salah satu keluarganya. Hingga nonanya bisa merasakan hangatnya keluarga.
____________
Pagi harinya, Alyssa sudah selesai membersihkan diri. Dia sudah rapih dan terlihat sangat cantik, seperti biasanya.
Tanpa makeup, dia sudah terlihat mempesona.
(Baju yang di pakai Alyssa)
"Masuk" ucap Alyssa pada sistem.
[ Selamat Host anda mendapatkan Koenigsegg CCXR ]
[ Surat-surat kendaraan dan Kunci mobil sudah di letakkan di ruang penyimpanan, Mobil sudah terparkir di area Parkir Airport Ibukota ]
Alyssa menghela nafasnya mendengar itu, dia tahu sistemnya selalu menempatkan barang sesuai dengan yang di perlukan.
Hanya saja dia sedikit mengeluh mendengar tentang Hadiahnya.
"Kenapa sistem selalu memberiku mobil yang sedikit tidak berguna? Mobil seperti itu hanya mahalnya saja, tapi hanya bisa membawa dua orang, nggak bisa ngajak orang rameh-rameh naikinnya, kan berasa jadi orang pelit saja. Tapi setidaknya ini lebih baik dari pada terus nenerus mendapatkan uang" gumam Alyssa
__ADS_1
Kalau ada orang yang mendengarkan itu, pasti mereka akan muntah darah. Mobil mewah yang ia dapatkan, adalah impian semua kalangan baik pria maupun wanita dan dia bilang, itu tidak berguna?
Alyssa keluar dari kamarnya dan bergegas bergabung untuk sarapan di meja makan.
Disana sudah ada Azka dan Enzy yang sudah menunggu.
"Selamat pagi Nona, apa semalam tidurmu nyenyak?" ucap Enzy menganggukkan kepalanya
"Selamat pagi Alyssa" ucap Azka tersenyum
"Selamat pagi Enzy, Azka. Tidurku sangat nyenyak" balas Alyssa tersenyum.
Mereka Sarapan dengan di selingi obrolan. Azka pun sudah merasa lebih baik perasaannya sekarang. Namun ia masih perlu waktu untuk menenangkan dirinya, agar bisa mengontrol emosinya di kemudian hari.
Alyssa dan Enzy pamit berangkat menuju airport, Alyssa sudah berpesan pada Andi, manager Hill's Villa, agar melayani Azka di Villa No.1 dengan baik.
Jam 09.00 Alyssa dan Enzy sampai di Airport Kota G, pesawat akan landing jam 09.30.
Mereka berdua menunggu di ruangan VIP sambil menikmati segelas kopi Latte dan duduk santai.
Mereka masuk setelah mendengar Airport Announcement. Mereka berdua bergegas masuk ke dalam kabin kelas satu.
Di kabin kelas satu saat itu hanya sedikit, hanya ada 4 orang termasuk mereka berdua.
Sejak saat Alyssa duduk, anak itu terus menatap Alyssa dengan mata berbinar.
"Waahh, ada kakak peri!" teriak anak kecil itu, setelah pesawat landing dan sudah mengudara.
"Apakah kamu kakak peri, seperti yang seing mamah ceritain ke Nadia saat mau tidur?" ucap Anak kecil yang bernama Nadia itu.
"Nadia" ucap lembut wanita itu "Maafkan tingkah anak saya, Nona" ucapnya lagi
Alyssa yang melihatnya hanya tersenyum, namun setelah dirinya melihat wanita yang berkata lembut dan sopan itu.
Alyssa sedikit terkejut namun tidak ia perlihatkan di wajahnya.
Alyssa melihat dengan mata tembus pandangnya, di balik masker yang ia pakai.
Wanita itu menderita kelainan kulit yang menyebabkan kulit sedikit mengelupas, merah, bahkan ada luka yang kemungkinan karena di garuk, di area bibir dan sebagian pipi.
"Tidak apa-apa, Nyonya. Halo gadis cantik" ucap Alyssa tersenyum
__ADS_1
"kamu benar kakak peri, bukan? Kakak sangat cantik, pasti kakak itu kakak peri yang baik hati" ucap Nadia mengulanginya lagi
"Mungkin" Alyssa sedikit terkekeh mendengarnya
"Benarkah?" ucap Nadia dengan semangat "Kakak peri, bukankah kakak peri bisa sihir? bisakah kau sembuhkan mamahku? Mamah sangat menderita, mamah selalu menangis setiap hari. Papah selalu memarahi mamah, papah Nadia juga mengusir Nadia dan mamah dari rumah. Bisakah kakak peri menyembuhkan mamah? agar mamah tidak menangis lagi?" ucap Nadia
Ibu Nadia terkejut mendengar ucapan anaknya. Dia tidak menyangka anaknya sekecil itu sudah bisa mengerti keadaannya dan sangat menyayanginya.
"Sistem, apa ada obat selain Pil kecantikan dan Magic Liquid yang bisa menyembuhkan penyakit kulit ini?" ucap Alyssa dalam hati
[ Menjawab Host, Ada. Water Skin, Cairan yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit kulit, 1 botol berukuran 100ml harga (50 juta) ]
"Beli" ucap Alyssa
[ Pembelian berhasil, barang di letakkan di ruangan penyimpanan ]
"Tentu saja, Kakak bisa mengobati penyakit kulit ibumu" ucap Alyssa tersenyum
"Benarkah?" ucap Nadia sangat senang
Ibu Nadia terkejut mendengarnya, Dia sangat terkejut, jika Alyssa mengetahui penyakitnya.
Padahal saat ini dia menutupinya dengan masker. Apakah wanita yang sangat cantik di depannya ini benar-benar seorang Peri atau Dewi? pikir Ibu Nadia
"Nona, bagaimana anda tahu penyakitku?" tanya Ibu nadia
"Tidak perlu anda tahu, dari mana saya mengetahuinya.. Jika anda percaya dengan saya, anda bisa langsung mencobanya. Tuangkan cairan ini pada kapas, lalu tap-tap dengan lembut pada lukamu sampai merata" ucap Alyssa sembari menyodorkan cairan itu pada Ibu Nadia.
Ibu Nadia sedikit ragu, lalu permisi ke kamar mandi, dan mencoba menggunakan water skin yang di berikan Alyssa.
Hasilnya membuatnya sangat terkejut, hanya dalam hitungan detik, semua luka, kulit yang memerah dan kulit mengelupasnya Perlahan menghilang, dan kembali bersih tanpa berbekas.
Ibu Nadia sangat senang melihat wajah dan kulitnya mulus dan sehat kembali. Dia lalu bergegas menemui Alyssa.
"Nona peri, Terimakasih banyak. Karena obat ajaib anda, penyakit saya sekarang sembuh. Berapa banyak yang harus saya bayar?" ucap Ibu Nadia.
Dia menyerahkan kembali sisa Water Skin pada Alyssa, dia hanya menggunakannya 1x dan itu pun hanya sedikit, namun hasilnya sungguh menakjubkan.
"Woooww mamah sembuh, kakak Peri anda sungguh hebat" ucap Nadia
"Jangan panggil aku Peri, namaku Alyssa. Aku tidak meminta kau membayarnya, anggap saja ini salam perkenalanku untuk kalian berdua" ucap Alyssa
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih nona Alyssa, perkenalkan nama saya Vera, Ini kartu namaku, jika kau membutuhkan bantuanku di Ibukota, aku sebisa mungkin akan membantu anda, karena keluarga saya cukup berpengaruh di sana" ucap Vera
"Baiklah terimakasih" ucap Alyssa menerima kartu nama Vera.