Sistem Dewi

Sistem Dewi
Mengambil Dokumen


__ADS_3

Mobil sewaan Azka masuk ke kompleks perumahan elite Kota S. Terlihat salah seorang pria paruh baya mendekati mobil yang di kendarai Azka.


"Selamat pagi Pak Ujang" ucap Azka menyapanya


"Selamat pagi. Eh, tuan muda Azka, bapak kira tadi siapa" ucap Pria paruh baya itu tersenyum


Pria paruh baya yang bernama Ujang itu merupakan security di kompleks perumahan elite di mana Raiden tinggal.


Ujang bekerja sebagai security sejak Azka masih kecil, jadi dia sudah akrab dengannya.


"Saya masuk dulu, Pak Ujang" pamit Azka


"Silahkan Tuan Muda" ucap Ujang


Azka langsung mengemudikan mobilnya, dan memarkirkannya.


Alyssa dan Azka langsung masuk ke dalam rumah. Meskipun rumah itu terkunci, namun Azka memiliki kunci cadangan yang dia bawa.


Mereka berdua langsung beranjak ke kamar utama yang berada di lantai dasar.


Azka langsung membuka lemari milik ibunya dan membuka laci di dalam lemari itu.


Dia menemukan dokumen kepemilikan rumah, saham dan properti perusahaan atas nama ibunya.


Kemudian dia menyerahkan dokumen itu kepada adiknya untuk di simpan.


Lalu melanjutkan mencari dokumen pernikahan ibunya, namun tidak ia temukan di mana pun Azka mencarinya.


"Aku tidak menemukan dokumen pernikahan mamah Al" ucap Azka bingung mencarinya di mana lagi.


Azka sudah mencarinya di seluruh lemari, laci, nakas dan kolong tempat tidur, namun tetap tidak di temukan.


Alyssa melihat melalui mata tembus pandangnya, dia melihat di setiap sudut kamar itu.


Lalu matanya tanpa sengaja melihat ke sebuah lukisan keluarga yang tergantung di dinding.


Sekilas tidak ada apa-apa disana, tidak juga ada lemari rahasia di baliknya.


Tapi sesuatu di dalam lukisannya, di dalam bingkai lukisan tepatnya.


"Kak turunkan lukisan itu!" ucap Alyssa menunjuk lukisan keluarga.


lukisan itu persis dengan photo yang di simpan Azka di dompetnya, hanya saja ada gambar Raiden di samping Azka di dalam lukisan itu.


"Kenapa kau minta turunkan lukisan itu? kita sedang buru-buru cari dokumen ini tuh, Ya Tuhan" ucap Azka gemas pada adiknya.


"Sudah tinggal turunin apa susahnya sih" ucap Alyssa

__ADS_1


"Ya-ya-ya" ucap Azka menurut dari pada adiknya ngambek, terus nangis. Akan susah nantinya karena dia nggak bawa permen untuk menenangkannya.


Azka kemudian menurunkan lukisan itu, Alyssa langsung membuka bingkai lukisan itu dengan hati-hati.


Alyssa menemukan berkas di balik lukisan itu, dan benar saja itu adalah surat-surat pernikahan orang tuanya.


Melihat itu, mata Azka terbelalak tidak percaya. Ternyata dokumen pernikahan Raiden simpan di dalam bingkai lukisan keluarga.


"Astaga, bagaimana bisa kau tahu dokumen itu ada di sini?" ucap Azka takjub


"Intuisi aku selalu akurat kak" ucap Alyssa


"Ya-ya, kakak percaya. Kau memang sungguh anak ajaib, Al. Tapi kenapa bajingan tua itu menyimpan nih dokumen di sini?" ucap Azka heran


"Aku nggak tahu! Sudah jangan banyak bicara, cepat bereskan seperti semula waktu kita sudah tidak banyak" ucap Alyssa


Mereka kemudian membereskan semuanya persis sama seperti sebelum mereka masuki.


"Cepat kita keluar Kak, kita ke kamar kakak sekarang!" ucap Alyssa tiba-tiba


"Kenapa?" tanya Azka


"Orang itu sudah datang" ucap Alyssa yang selalu mengawasi sekitar rumah melalui mata tembus pandangnya.


Azka lalu bergegas membawa Alyssa ke kamarnya, sesuai rencana mereka. Yang pura-pura pulang untuk mengambil barang milik Azka.


Raiden tidak peduli lagi dengan rapat dengan klien satu jam lagi.


Baginya sangat luar biasa senang mendengar putranya kini pulang ke rumah. Raiden berharap jika ini bukanlah mimpi.


Dia sangat senang luar biasa saat ini.


Saat sampai di kediamannya, Raiden melihat satu buah mobil Mitsubishi Xpander berwarna putih parkir di halaman rumahnya.


Raiden bergegas masuk ke rumah, namun tidak ia dapati seseorang di sana. Sayup-sayup ia mendengar suara dari kamar putranya di lantai 2.


"Kak Azka, ini bukan yang kakak cari?" sayup-sayup Raiden mendengar suara perempuan memanggil seseorang dengan panggilan kakak


"Wah iya bener Al, makasih sudah bantu kakak" ucap Azka


Raiden yang mendengar suara Azka, perlahan membuka pintu kamar Azka. Matanya berkaca-kaca melihat putra yang selama ini dia rindukan itu benar-benar pulang.


"Azka, kau sudah pulang nak?" ucap Raiden berjalan mendekat


"Cih, kenapa kau mesti datang? Bukankah ini jam kerja? Jangan coba-coba menyentuhku!!!" ucap Azka saat tangan Raiden hendak menyentuhnya.


"Azka.." ucap lirih Raiden sedih

__ADS_1


Seketika mata Raiden melihat Alyssa berdiri tak jauh dari Azka, mata Raiden membelalak kaget.


Dari jauh dia mendengar seorang gadis memanggil Azka kakak, dan wanita itu adalah Alyssa.


Berarti gadis yang berdiri di depannya ini adalah putri kandungnya yang selama ini menghilang, Alyssa.


"Alyssa, itu benar kamu nak? Kau masih hidup?" ucap Raiden


"Tentu saja masih hidup, kau pikir adikku sudah mati, Hah???" teriak Azka


"Bu-bukan seperti itu Azka. Papah sangat senang mengetahui adikmu selamat dan baik-baik saja" ucap Raiden


"Cih, munafik" ucap Azka mencibir


"Alyssa kau tidak ingin memeluk papah, nak?" ucap Raiden pada putrinya itu


"Jangan pernah bermimpi menyentuhku dan adikku bajingan tua, kami sangat membencimu" ucap Azka emosi


Raiden yang mendengar perkataan Azka sangat sedih, rasa sakit menyelusup dalam dadanya. Ketika ia mendengar kata-kata kebencian dari anaknya sendiri.


"Tolong maafkan kesalahan papah nak!! Papah tahu jika papah salah, papah minta maaf" ucap Raiden berlutut di depan kedua anaknya memohon.


Alyssa melihat Raiden tidak bergeming, meskipun hatinya ikut sakit melihat ayah kandungnya berlutut di hadapan dirinya.


Sebenci apapun dirinya terhadap laki-laki di depannya, dia tetaplah ayah kandungnya. Tidak bisa di pungkiri, darah laki-laki itu mengalir di dalam tubuhnya.


Karena Alasan itulah Alyssa menyerahkan Raiden pada Pamannya untuk balas dendam pada pria itu. Karena takut dirinya tidak akan sanggup menyakiti Ayahnya sendiri.


Namun untuk Nimar dan orang lain yang menyakiti dia dan Ameera. Alyssa akan membalasnya 100x lebih kejam dari apa yang mereka lakukan padanya dan Ameera.


Alyssa memindai data Raiden, dia hanya tersenyum kecut melihat data ayahnya.


Ternyata benar semua yang di ucapkan ibunya, Raiden adalah seorang pengkhianat, yang mengkhianati ibunya selama lebih dari 2 tahun dari sebelum Ameera menghilang.


Dan kebenaran jika ternyata niat awal Raiden mendekati Ameera, karena atas desakan para tetua, untuk mendapatkan kekayaan ibunya.


Meskipun pada akhirnya Raiden benar-benar mencintai ibunya, namun dirinya malah tergoda oleh perempuan ular dan berakhir mengkhianati ibunya.


Dan masih banyak hal yang Alyssa ketahui mengenai rahasia ayahnya, termasuk Alasan mengapa ia menyembunyikan dokumen pernikahan di bingkai lukisan.


Apa yang di lakukan Raiden, membuat dirinya sangat marah. Namun ia hanya bisa menahannya sebisa mungkin.


Walau sekarang Raiden sangat menyesali perbuatannya. Tapi sekali lagi, sebuah pengkhianatan adalah hal yang sangat Alyssa benci dan tidak termaafkan.


Termasuk pada Ayahnya!!


Sejauh apapun penyesalan yang di miliki Ayahnya, tak mampu mendapatkan kata maaf dari dirinya.

__ADS_1


__ADS_2