
#Flashback
Yogi datang ke pesta peresmian sedikit terlambat, dia datang bersama istrinya, Risa.
Setelah masuk ke dalam aula, Yogi langsung mencari keberadaan Alyssa.
Dia melihat Alyssa dengan seorang laki-laki di stand makanan. Terlihat Alyssa sedang berbicara di telepon, saat itu.
Ketika dia ingin menghampiri Alyssa, Alyssa seperti terburu-buru keluar dari aula.
Yoga memutuskan untuk menunggu Alyssa kembali ke aula, di saat yang bersamaan dia melihat Azka, lalu menghampirinya.
"Azka" panggil Yoga
"Om Yoga, tante Risa. Kalian di sini?" ucap Azka terkejut sekaligus senang.
"Bagaimana kabarmu, Azka" ucap Risa tersenyum lembut.
"Kenapa kamu ada di Ibukota, Azka?" tanya Yoga pura-pura tidak tahu
"Kabar Azka baik, bagaimana kabar kalian?" tanya Azka "Ah, Azka sekarang bekerja di sini Om" lanjut Azka
"Kabar om dan tante juga baik. Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan ibumu? Atau kau bisa bekerja di perusahaan Om, jika kau mau" ucap Yoga
"Tidak perlu Om. Sebenarnya ini perusahaan Alyssa. Dia meminta Azka bekerja di sini" ucap Azka
"Alyssa? Nama itu sedikit familiar" ucap Yoga pura-pura mengingat
"Tentu saja, Alyssa itu adikku, Om. Apa Om lupa? Aku sudah menemukan keberadaan adikku" ucap Azka jujur, baginya tidak ada yang harus dia tutup di depan pamannya ini.
"Kamu menemukannya? Di mana dia? Apa ibumu juga di sini?" tanya Yoga antusias
"Aku akan membawa Alyssa bertemu Om nanti. Dia sedang keluar, asisten pribadinya bilang, ada masalah urgent" ucap Azka
Mereka berbincang-bincang santai, dan Azka menceritakan tentang Alyssa dan ibu nya dengan pamannya itu.
#Flashback off
¤
Siang ini Bryan menjemput Ayunda di asramanya, kebetulan jam segini, sedang tidak ada kelas mata kuliah.
Bryan sudah memiliki janji dengan dokter kandungan di Health Hospital, sebelumnya.
Ayunda yang di jemput Bryan merasa sangat senang. Dia pikir, Bryan berubah pikiran dan akhirnya menerima dia kembali.
Setelah melihat mobil Pajero Sport berwarna putih di depan gerbang kampus, Ayunda menghampiri dan langsung masuk.
"Sayang, kau sudah menunggu lama?" ucap Ayunda tersenyum manis
"Tidak juga, aku baru sampai" ucap Bryan tersenyum
Bryan sedikit muak dan jijik melihat Ayunda, namun dia tahan dan berakting seperti dia senang bertemu dengannya.
"Kita mau kemana?" tanya Ayunda
"Kita makan siang dulu, kamu tidak keberatan kan?" ucap Bryan
"Tentu saja tidak" ucap Ayunda senang.
__ADS_1
Bryan dan Ayunda makan siang di restoran tradisional, dekat dengan Health Hospital.
Setelah selesai makan, Bryan memegang kepalanya, kesakitan.
"Sayang, kamu kenapa?" ucap Ayunda khawatir
"Kepalaku sakit, tolong kamu cari obat di tasku!" ucap Bryan
Ayunda bergegas mencari obat di tas Bryan, namun ia tak menemukan obat di dalam Tas nya.
"Tidak ada obat di sini" ucap Ayunda mulai panik
"Tolong kamu bawa mobilku, antar aku ke rumah sakit, sekarang" ucap Bryan
"Kenapa kita tidak ke apotek dulu membeli obatnya, biar sakitnya sedikit mereda" ucap Ayunda khawatir.
"Obatnya harus ada resep Dokter, aku tidak punya resepnya. Tolong antar aku ke Health Hospital" ucap Bryan
Ayunda kemudian membantu Bryan masuk ke dalam mobil. Dan melaju menuju Health Hospital.
"Di ruangan sana, Dokter pribadi aku" tunjuk Bryan ke satu ruangan.
Tanpa curiga dan melihat ruangan apa itu, Ayunda masuk bersama Bryan. Mereka berdua kemudian duduk di depan meja dokter.
"Nona, mari saya periksa dulu" ucap Dokter
"Bukan saya yang sakit, Dok. Tapi pacar saya" ucap Ayunda bingung, masih tidak mengerti.
"Bukan aku yang di periksa, tapi kamu Ayunda" ucap Bryan tersenyum.
"Bryan, apa maksudnya ini? Kamu pura-pura sakit?" ucap Ayunda marah
"Tidak, aku tidak mau" ucap Ayunda panik
"Kenapa tidak mau? Aku hanya ingin tahu, apakah kondisi anakku dalam perutmu itu dalam kondisi baik-baik saja" ucap Bryan
"An-anak kita baik-baik saja kok, tak perlu periksa, ak-aku sudah periksa ke dokter kemarin" ucap Ayunda gugup
"Dokter tolong periksa!" ucap Bryan mengabaikan ucapan Ayunda
Ayunda berkeringat dingin, dia tidak tahu harus bagaimana.
Dokter mulai memeriksa Ayunda, dan segera melakukan USG. Namun kening dokter mengernyit, heran.
"Maaf, nona Ayunda sedang tidak hamil. Lihat di sini, ini adalah Rahim, dan itu tidak terlihat adanya janin yang sedang berkembang di sini" ucap Dokter, menunjuk ke layar.
Setelah meletakan alat USG, dan membersihkan bekas gel di perut Ayunda. Dokter duduk di kursinya.
"Jadi Ayunda tidak hamil, Dok?" ucap Bryan senang
"Tidak mungkin, Dokter pasti salah!" ucap Ayunda panik
"Nona Ayunda benar-benar tidak hamil, anda bisa memeriksakannya ke dokter lain jika tidak percaya, atau kita melakukan Test urine" ucap Dokter
"Tolong Test urine, Dok. Agar kita yakin" ucap Bryan
Setelah Test urine, hasilnya garis 1 yang berarti negatif. Bryan dalam hati bersorak gembira.
Mereka berdua kemudian keluar setelah Bryan membayar tagihan pemeriksaan di kasir. Dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Sayang.." ucap Ayunda
"Berhenti memanggilku seperti itu, aku muak mendengarnya. Beraninya kau mencoba menipuku" ucap Bryan
"Maafkan aku, aku melakukan ini karena aku masih sangat mencintai kamu. Walau bagaimana pun, kamu orang yang merenggut hal pertama dariku" ucap Ayunda
"Aku tidak meminta atau memaksanya, kau sendiri yang datang dan menyerahkannya padaku" ucap Bryan
Ayunda menangis memohon maaf pada Bryan, namun Bryan secara tegas melarang Ayunda untuk mendekatinya lagi.
Jika tidak, dia akan melaporkan Ayunda atas dasar penipuan dan pencemaran nama baik.
¤
Alyssa dan Alvin masuk ke dalam sebuah ruangan. Doni dan Enzy sedang duduk di sana.
Terlihat Natasha tergeletak di lantai beralaskan tikar. Natasha saat ini lumpuh karena Pil Pelumpuh Saraf. Dia tidak bisa bergerak, hanya matanya yang perlahan membuka.
Seharian ini Natasha di siksa secara seksual oleh orang suruhan Doni. Dia di gilir lebih dari 10 orang dari semalam.
"Bagaimana rasanya bercinta dengan banyak laki-laki? Bukankah itu yang kamu inginkan? Beraninya ****** sepertimu menyentuh priaku" ucap Alyssa marah
"Enzy, kau sudah urus semuanya?" tanya Alyssa
"Sudah nona, Perusahaan ayahnya Natasha sudah kami tekan dan akan segera bangkrut. Jadi kita tak perlu membayar penalti pembatalan kontrak sewa gedung. Dan juga saya menemukan fakta yang mengejutkan saat penyelidikan" ucap Enzy
"Apa itu?" tanya Alyssa tertarik
"Kami menemukan sebuah rekaman berupa Video, di file pribadi milik Utomo. Di video itu Natasha dan ayahnya melakukan hubungan terlarang antara ayah dan anak" ucap Enzy
Jangankan Alyssa dan Alvin, bahkan Natasha bereaksi dengan membulatkan matanya lebar, saat mendengar yang di ucapkan Enzy.
Alyssa dan Alvin merasa jijik karenanya. Bagaimana bisa, sepasang ayah dan anak melakukan tindakan amoral. Bahkan, itu di larang di agama manapun.
"Ternyata kamu omnivora, pemakan segala. Segalanya kamu embat, termasuk ayah kandungmu sendiri, Cih!!" ucap Alyssa jijik melihat Natasha
"Kamu benar, sayang. Mengingat saat itu dia menarikku dengan tubuh ********* nya, aku merasa sangat mual" ucap Alvin
"Bukankah kamu menikmatinya saat menciumnya, Alvin" ucap Alyssa
"Sayang, itu tidak sengaja, aku berani sumpah. Itu karena ****** itu menarikku hingga aku jatuh di atasnya" ucap Alvin
"Masa?" goda Alyssa
"Aku berani sumpah, Sayang" ucap Alvin
"Bagaimana kalau aku di posisi yang sama, aku tak sengaja mencium pria lain?" ucap Alyssa
"Ica, jangan berani! Aku tidak akan melepaskan pria itu" ucap Alvin emosi dan panik
"Hahahaha, aku tak akan melakukannya, kau tenang saja" ucap Alyssa tertawa
"Kau nakal sayang" ucap Alvin
"Enzy, kau urus wanita ini, buang dia di jalan. Sebelumnya, kau sebarkan video itu di internet. Biarkan publik yang menghukumnya" ucap Alyssa
"Baik nona" ucap Enzy
Alyssa dan Alvin meninggalkan markas, menuju mansionnya.
__ADS_1