Sistem Dewi

Sistem Dewi
Monster Psikopat


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, Alyssa pergi ke kampus untuk menghadiri kelas. Ia juga memberikan baju seragam sekolah Tiara yang baru, kepada Prasetyo.


Alyssa menjelaskan sedikit tentang sekolah di sana, dan memberitahu jika besok Tiara sudah bisa mulai sekolah. Sore harinya, Alyssa pergi ke markas milik Alvin bersama Enzy dan Azka yang menemaninya.


Ruangan bawah tanah itu, menyeruak bau yang tidak mengenakan. Dapat di lihat di sana, kondisi menyedihkan, dari dua orang yang paling di benci Alyssa tergolek lemah dengan luka di sekujur tubuhnya.


Dari mulutnya, terdengar rintihan dan ucapan maaf dan penyesalan yang terus mereka berdua ucapkan.


Azka yang melihat kondisi mereka berdua yang menggenaskan tersebut, menelan salivanya susah payah. Dia melirik ke arah adik yang paling ia sayangi itu.


"Adikku ternyata monster psikopat" Gumam Azka dalam hati,


"Jangan menggumam yang tidak-tidak dalam hatimu kak" ucap Alyssa melirik tajam ke arah kakak laki-lakinya itu.


Membuat bulu kuduk Azka merinding seketika, seperti sedang melihat hantu dan monster saja.


"Ma-mana ada" ucap Azka gugup, mengelak


"Wajahmu mengatakan itu semua, atau Kakak juga mau merasakan bagaimana adikmu ini menyiksa orang?" ucap Alyssa menggoda kakaknya.


"Ti-tidak ter-terimakasih, kakak tidak berminat dek" ucap Azka langsung dan ketakutan.


"Ha-ha-ha wajah kakak lucu sekali, kak" ucap Alyssa tertawa terbahak-bahak.


Enzy yang melihatnya pun ikut tertawa, saat melihat ekspresi ketakutan tuan mudanya, yang terlihat sangat lucu.


"Kau jahil sekali dek" ucap Azka kesal terus di jahili adiknya.


"Ha-ha, Lagian kenapa kakak takut sama adik sendiri sih?" ucap Alyssa masih dengan tawanya.


"Kamu pake nanya, Kakak lihat kondisi mereka berdua jantung kakak kaya mau loncat tahu nggak. Nggak kebayang apa yang mereka rasakan, saat di siksa oleh monster psikopat sepertimu dek" ucap Azka keceplosan


"Oh, jadi adikmu yang sangat cantik ini di bilang monster psikopat, Huh?" ucap Alyssa


"Haduh main keceplosan lagi" Gumam Azka pelan namun masih terdengar oleh Alyssa


"Kayanya kakak mau coba rasanya di sayat bibir sexynya, atau pusaka kakak mau aku jadiin pisang krispy olehku hmm?" ucap Alyssa lagi


"Am-ampun dek, kakak cuma bercanda, sumpah!!! Kamu mah adik kakak yang paling baik hati dan tidak sombong, cantik lagi, paling cantik di jagat raya. Jangan macam-macam sama Pusaka kakak sangat berharga ini dek, ada masa depan My Honey Ayu. Jangan ya dek, ampun" ucap Azka memelas, ia beneran ketakutan saat ini.


"Huh dasar penakut" ucap Alyssa


"Tuan muda, Nona Alyssa bukan monster Psikopat seperti yang di katakan, tuan muda. Nona hanya akan kejam pada musuhnya saja. Lagian, bukankah Nona sedang balas dendam dengan orang yang sudah menyakiti Nyonya Ameera. Penderitaan mereka saat ini, masih belum ada apa-apanya di bandingkan apa yang di rasakan nyonya saat itu" ucap Enzy menjelaskan


Azka tersadar atas ucapan Enzy, yang di bilang orang kepercayaan adiknya itu benar adanya. Penderitaan mamahnya memang harus di balas berlipat ganda.


"Ini, berikan mereka berdua Pil. Paksa mereka untuk menelan Pil ini" ucap Alyssa memberikan dia butir Pil pelepuh pada Azka.


"Aku?" tanya Azka menunjuk dirinya


"Lalu siapa lagi? Bukannya kakak mau ikut ke sini, bilang mau ikut menyiksanya" ucap Alyssa


"Kau benar, tapi Pil apa ini?" ucap Azka penasaran dengan Pil di tangannya.


"jangan banyak tanya, cepat kasih obat itu! Nanti juga kakak tahu, obat apa itu" perintah Alyssa


Azka mau tak mau mengikuti keinginan adiknya, dia memasukan pil itu ke Nimar dan Miko. Setelah beberapa detik, keduanya tiba-tiba berteriak sangat keras dan mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Aaaaarrrgghhhh, panaaaaassss, aaaaarrgghh periiiiihhhhhh!!! Ampuunnnni akuuuuu" teriak Nimar


"Aaarrrggghhhhh saaakkiiiittttt, bangsaaaattt lepaskaaaannn aku jahaanaaammm" teriak Miko.


Teriakan keduanya beradu yang memeriahkan suasana di ruangan bawah tanah itu.


Kulit keduanya berubah menjadi merah, beberapa detik kemudian melepuh, menggelembung besar, lalu tiba-tiba pecah. Seluruh tubuh mereka berdua penuh dengan darah dan nanah saat ini.


Kulit keduanya mengelupas secara bertahap namun sangat cepat dan menyebarkan bau yang tidak sedap.


"Hueeekkkk!!!" Azka yang melihat itu sontak merasa sangat mual, dia lari keluar ruangan. Pemandangan di depannya sungguh sangat mengerikan dan membuat perutnya seperti di obok-obok.


Sedangkan Alyssa dan Enzy menikmati teriakan demi teriakan kesakitan keduanya.


"Bunuuuhhh sajaaa akuuuuu.... Arrrggghhhhh sakiiittttt, ampuuunn" Teriak Miko


"Saaakiiiittttt aaahhhhh tolooongg, bunuuuhh aku saja, aku mooohon!!" teriak Nimar


"Kematian terlalu mudah untuk kalian, Nikmatilah kehidupan kalian. Ini balasan, atas perbuatan buruk yang sudah kalian lakukan di masa lalu" ucap Alyssa


Alyssa kemudian melangkah keluar dan di ikuti oleh Enzy di belakangnya. Dia melihat Azka yang sedang memuntahkan isi perutnya di sudut lorong.


"Kakak tidak apa-apa?" tanya Alyssa setelah menghampiri kakaknya.


"Hmm, hanya mual saja. Ya Tuhan, dek. Kamu sangat sadis, Pil apa tadi? Sampai membuat orang melepuh seperti itu?" ucap Azka terengah-engah.


"Pil buatanku, namanya Pil pelepuh" ucap Alyssa


Setelah itu mereka bertiga kembali ke mansion milik Alyssa. Mereka beristirahat sebelum besok memulai kegiatan mereka seperti biasa.


..._____...


Yoga saat ini sedang berada di kota S, Ia sengaja menyuruh anak buahnya menangkap Raiden dan membawanya ke gudang kosong di pinggir kota.


Raiden dalam posisi terikat meronta dan berteriak meminta untuk di lepaskan.


Sampai beberapa saat Raiden melihat Pintu gudang itu terbuka, dan ia melihat Yoga berdiri di sana dan berjalan menghampirinya.


"Halo Raiden, apa kau bahagia dengan kehidupanmu sekarang?" cibir Yoga saat melihat Raiden yang terikat kuat


"Kak Yoga, Tolong lepaskan aku kak" ucap Raiden


"Lepaskan kamu bilang???" ucap Yoga


Buugghh!!!


Buugghh!!!


Buugghh!!!


Yoga menendang Raiden dengan sangat keras berkali-kali. Ia juga melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah mantan adik iparnya itu.


"Kau tahu apa salahmu, Hah?" tanya Yoga


"Ma-maaf Kak, aku mengaku salah. Aku menyesal sudah mengkhianati dan melukai hati Ira. Aku laki-laki Bodoh yang menyia-nyiakan wanita sebaik dan selembut dia" ucap Raiden


"Kau memang Bodoh, kau memang bajingan Raiden!!!" teriak Yoga, sambil melayangkan tinjunya dengan keras ke pipi kiri Raiden.

__ADS_1


"Lihat ini bajingan!!!" teriak Yoga sambil memperlihatkan sebuah video di layar HP nya pada Raiden.


Raiden yang melihat video itu terbelalak kaget, ia menangis sejadi-jadinya. Hatinya sangat sakit melihat video yang di putar oleh mantan kakak iparnya itu.


...¤...


Visual karakter



Alyssa






Alvin





Ameera





Noah





Enzy





Dion



__ADS_1


__ADS_2