
Alyssa mengantar Alvin sampai di area parkir. Namun ia terkejut saat Alvin menariknya masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Doni di luar membalik badannya. Alyssa mengerutkan kening dan menatap Alvin dengan curiga.
"Kenapa kau menarikku masuk ke mobil?" tanya Alyssa
"Tenang saja aku tidak berbuat macam-macam padamu sayang" ucap Alvin terkekeh geli
"Aku hanya ingin memperlihatkanmu ini" ucap Alvin menyodorkan tabnya
"Apa ini?" tanya Alyssa
"Cincin" jawab Alvin
"Iihh, aku tahu. Maksud aku ini cincin untuk apa?" tanya Alyssa
"Buat di makan sayang" ucap Alvin kesal
"Ha-ha-ha" Alyssa tertawa karena senang melihat Alvin kesal.
"Senang kamu?" ucap Alvin menjepit hidung Alyssa
"Aahhh... Sakit Alvin" teriak Alyssa, yang membuat Doni pikirannya bertraveling di luar sana.
"Kamu sangat nakal sayang, sekarang kamu pilih yang mana kamu suka" ucap Alvin
"Kenapa kamu tidak memilih cincin mana yang kamu sukai saja?" tanya Alyssa
"Aku harus menanyakan pendapatmu, aku akan menyukai apapun yang kamu pilih" Jawab Alvin
Hati Alyssa terasa menghangat, perlakuan Alvin padanya sangat tulus dan menyentuh. Dia sungguh beruntung memiliki Alvin dalam hidup ini.
"Kenapa hemm?" tanya Alvin, melihat Alyssa yang menatapnya berkaca-kaca
"Terimakasih sudah menghargaiku begitu besar" ucap Alyssa
"Tak perlu ada ucapan terimakasih, cukup selamanya berdiri di sampingku, menjalani hidup bersama dan menua bersama sampai nyawa sudah tak ada di raga" ucap Alvin mengelus lembut pipi Alyssa dengan ibu jarinya.
"Kalau begitu aku mau yang ini, sangat sederhana namun terlihat istimewa" ucap Alyssa menunjuk ke salah satu design.
"Kalau begitu kita ambil yang kamu pilih. Setelah cincinnya jadi, kita akan melihatnya bersama untuk mencocokannya" ucap Alvin
Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk.
Alyssa ingin beranjak keluar, namun Alvin menarik pinggang Alyssa dan mendudukan dirinya di pangkuannya.
"Aku merindukan sayang" ucap Alvin kemudian menarik tengkuk Alyssa, dan ******* lembut bibir seksi Alyssa.
Alyssa membalas dan mengalungkan tangannya ke leher Alvin.
Ciuman Alvin turun ke leher Alyssa dan menghisapnya kuat, menyisakan tanda merah di lehernya.
__ADS_1
Alvin lalu mencium seluruh wajah Alyssa, dan berakhir dengan ciuman di bibir.
Alvin menempelkan dahinya di dahi Alyssa. Dia berkata dengan sangat pelan namun masih terdengar oleh Alyssa.
"Aku sangat mencintaimu Ica, Selamanya hanya kamu di hati ini. Apa kamu percaya?" ucap Alvin
"Aku mempercayaimu, aku ingin kau menjaga kepercayaanku dan tak mengecewakanku kelak" ucap Alyssa
"Aku tidak akan berjanji, tapi aku akan membuktikannya" ucap Alvin kemudian memeluk erat Calon tunangannya itu.
"Aku harus kembali, pasti Ka Azka sedang ngoceh di dalam" ucap Alyssa terkekeh
"Baiklah, kabari aku jika kamu pulang, biar aku menjemputmu" ucap Alyssa
"Ya" ucap Alyssa singkat dan tersenyum
Kemudian dia beranjak keluar dari mobil, dan kembali menuju ruang rawat inap neneknya.
...______...
Alvin pagi ini sudah berada di Kantornya, dia memeriksa berkas kerja sama dengan Bumi Wijaya Group dengan setengah hati.
Bukannya dia malas, tapi karena dia yakin kedatangan Noah ada maksud lain, entah apa itu.
Dia memang tidak akrab dengan Noah dalam lingkaran pertemanan generasi kedua.
Namun Alvin mengenal beberapa karakter CEO muda Bumi Wijaya Group itu.
Namun dirinya pula yang mengembangkan perusahaan kakeknya itu menjadi lebih besar, bahkan menduduki posisi No.3 perusahaan besar berpotensial di negara ini.
Total asetnya sekarang hampir sebanding dengan perusahaan milik Sastro Wardoyo yang sekarang di pegang kendali oleh Yoga.
Selama Noah menjabat CEO, tidak pernah sekalipun ia mengajukan kerja sama dengan perusahaan lain.
Harga dirinya sangat tinggi, dan kebanyakan perusahaan lain yang mengajukan kerja sama padanya. Bukan sebaliknya.
"Tuan muda, Tuan Noah dan sekretaris nya sudah sampai di depan" ucap Doni
"Suruh mereka masuk!" ucap Alvin
"Baik Tuan" ucap Doni, lalu dia keluar.
Tak berselang lama Doni kembali masuk dengan dua orang lainnya di belakangnya.
Salah satunya pria tinggi, tampan dan memancarkan kharismanya. Yang tak lain adalah Noah, CEO Bumi Wijaya Group.
"Selamat datang tuan Noah dan tuan Griffin, silahkan duduk!" ucap Alvin menyambutnya dengan ramah
"Terimakasih tuan Alvin" ucap Noah
"Sebuah kehormatan untuk kami, mendapatkan kerja sama dengan perusahaan anda. Kami tidak menyangka perusahaan anda mengajukan kerja sama dengan perusahaan kami" ucap Alvin
__ADS_1
"Kehormatan untuk perusahaan kami juga bisa bekerja sama dengan perusahaan besar seperti A.S.A Group" jawab Noah
"Pasti ada hal lain yang ingin anda inginkan bukan, tuan Noah?" ucap Alvin to the poin
"Ha-ha-ha, memang benar-benar seorang Jenius dan raja bisnis negara ini. Kau bisa melihat kedatanganku untuk hal lain" ucap Noah
"Katakan apa tujuanmu? Bukan gayamu berinisiatif mengajukan kerja sama terlebih dahulu" ucap Alvin
"Ha-ha-ha, tenang saja, aku memang benar-benar ingin mengajakmu bekerja sama. Selain bisnis saling menguntungkan yang tertera dalam pengajuan, aku juga ingin mengajukan kesepakatan dalam hal lain" ucap Noah.
"Kesepakatan dalam hal apa?" tanya Alvin memicingkan matanya penuh tanya
"Aku tahu kau akhir-akhir ini, kau ingin mengakuisisi pertambangan berlian di Kota K, dan mengalami kesulitan. Bagaimana jika aku membantumu untuk mendapatkannya?" ucap Noah
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Tidak mungkin kamu berbaik hati menyerahkan pertambangan yang perusahaanmu juga ingin mengakuisisinya" ucap Alvin
"Aku memang menginginkannya, namun aku memilih menyerahkannya padamu" ucap Noah
"Ku yakin kau tak sebaik itu, Noah. Tak usah basa-basi, katakan apa yang kamu inginkan!" ucap Alvin
"Aku ingin kau memberikan kekasihmu padaku" ucap Noah tersenyum
BRAKK!!!
"Apa maksudmu menginginkan kekasihku, Noah?? Jangan pernah kau mendekatinya!! Memintaku memberikannya padamu? Mimpi!! Kau pikir dia barang yang bisa di berikan pada siapapun, Hah???" teriak Alvin, emosinya tersulut jika mengenai Alyssa, kekasihnya. Dia menggebrak meja di depannya.
"Wow santai kawan. Aku hanya menginginkan Alyssa untuk aku jadikan istriku, aku akan memperlakukannya dengan sangat baik dan penuh cinta. Kamu juga akan mendapatkan tambang berlian itu. Saling menguntungkan bukan?" ucap Noah tersenyum
"Apa kau pikir Alyssa hanya seharga sebuah tambang? Dia adalah segalanya bagiku, aku tak butuh tambang itu, ambillah jika kau menginginkannya. Tapi jangan pernah menyentuh wanitaku!!!" Teriak Alvin mencengkeram kerah Noah
"Oh, aku tersentuh sekali. Bagaimana jika tawaranku aku tambah bukan hanya tambang?" ucap Noah masih dengan senyum di wajahnya, meskipun Alvin masih mencengkeram kerahnya
"Aku tak butuh tawaranmu" ucap Alvin
"Kau tak ingin mendengar tambahan yang ku berikan?" ucap Noah
"Tambahannya Informasi mengenai Larasati, aku mengetahui di mana dia keberadaan dia" ucap Noah lagi dengan smirk di wajahnya.
Bugh!!
Alvin memukul wajah Noah dengan sangat keras.
"Katakan padaku!!! Di mana Larasati berada???" Teriak Alvin
"Wow wow wow, pukulan yang lumayan keras. Sepertinya dia sangat berharga untukmu, Alvin. Bagaimana dengan ucapanmu yang mengatakan jika Alyssa adalah segalanya bagimu? Apa itu hanya omong kosong?" ucap Noah sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
"Keduanya memiliki tempatnya sendiri, kau tak perlu ikut campur urusanku, kau tak tahu apa-apa. Sekarang katakan dimana Larasati berada!!" ucap Alvin
"Aku akan memberitahumu keberadaannya, asalkan kau berjanji untuk melepaskan Alyssa" ucap Noah
Alvin hanya diam tidak menjawab
__ADS_1
"Berikan aku jawaban atas keputusanmu jika kau sudah memilih. Griffin kita pergi!!" ucap Noah, lalu pergi meninggalkan kantor Alvin.