
Ameera melangkah keluar, dengan menahan tangis dan rasa sesak di dadanya. Dia tidak mau terlihat lemah di depan Raiden.
"Bagaimana cantik, apa ucapanku benar?" ucap salah seorang pria, dengan ada 5 orang pria lain di belakangnya
"Kau yang mengabariku lewat telepon?" tanya Ameera
"Kau pintar sekali, sekarang ayo ikut denganku manis" ucap nya
"Tidak! Kau pasti bukan orang baik. Jangan berani kalian macam-macam, aku bisa teriak" ucap Nimar panik
"Teriak saja, di sini tidak ada orang lain. Sedangkan suami tercintamu masih bermesraan dengan selir kesayangannya di dalam" ucapnya lagi
Ameera kemudian lari sekuat tenaga menuju Mobilnya, dan berhasil masuk.
"****!! Kejar dia!!!" ucapnya pada orang di belakangnya.
Ameera berusaha untuk membawa Mobilnya dengan sangat cepat.
Terlihat dari spion. Orang-orang itu masih berusaha mengejar Mobilnya.
Ameera melajukan Mobilnya tak tahu arah, yang terpenting sekarang dia berusaha mencari keramaian, namun sayangnya nihil.
Di saat kritis itu, telepon Ameera berbunyi. Panggilan dari Kakaknya Yoga, Alyssa langsung menekan tombol jawab dan loudspeaker
"Halo Ira, kamu di mana? Kakak ingin bertemu, ada yang ingin kakak bicarakan denganmu" ucap Yoga
"Kakak, tolong aku!!!" ucap Ameera segera
"Kamu kenapa dek?? Kamu di mana sekarang?" tanya Yoga panik
"Ira ada di perbatasan kota C dan Kota M, Kak. ceritanya panjang Kak, sekarang Ira sedang menyetir mobil. Dan ada 6 orang yang sedang mengejar Ameera, tolong aku Kak!!" ucap Ameera
"Kakak akan segera kesana, dan meminta bantuan. Kamu tenang dan jangan matikan HP kamu" ucap Yogi
Setelah terus berjalan sampai di jalan yang sempit, dan akhirnya Ameera terjebak di jalan yang buntu.
Mau tak mau, Alyssa turun dari mobil dan berlari sekuat tenaga dan menggendong Alyssa. Setelah berlari begitu lama, terlihat sebuah panti asuhan tak jauh di depannya.
Ameera mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak ada sahutan dari dalam. Mencoba membuka pintu namun terkunci.
Akhirnya dia meletakan Alyssa bayi di depan pintu panti itu. Ameera yakin panti itu berpenghuni, karena keadaannya sangat bersih dan terawat.
"Maafin mamah nak, mamah akan segera kembali untuk menjemput kamu. Sangat bahaya jika kamu ikut dengan mamah, karena mamah tidak tahu tujuan mereka. Mamah akan mengalihkan perhatian orang-orang itu dulu, agar kamu selamat" ucap Ameera kemudian mencium putrinya itu, lalu beranjak meninggalkannya.
Setelah beberapa saat berlari, orang-orang itu mulai terlihat dan mengejarnya kembali.
__ADS_1
Sampai akhirnya, Ameera tersudut di tepi sebuah jurang.
"Ha-ha-ha Kau sekarang tidak bisa lari ke mana-mana lagi manis" ucap pria itu tertawa
"Tinggalkan aku! Kenapa kalian mengejarku? Apa salahku? Tolooonggg!!! Tolooong!!!" teriak Ameera
"Percuma kamu berteriak, tidak akan ada yang mendengarkanmu di tempat yang selepi ini. kemari menurutlah manis" ucap pria itu lagi
"Iraaa!!!" teriak Erick yang ternyata sudah datang dengan beberapa bawahannya. Berkat melacak nomer telepon Ameera.
"Mas Erick, tolong aku" ucap Ameera melihat harapan di depannya.
"Sial, kenapa ada Erick di sini? Kalian berempat alihkan perhatiannya. Jika sampai tertangkap, kalian tahu apa yang harus kalian ucapkan, bukan?" ucap Pria itu, mereka semua mengangguk paham mendengar itu.
Pria itu kemudian melangkah mendekati Ameera, Ameera yang ketakutan melangkah mundur untuk menghindar. Namun kakinya terperosok dan jatuh ke jurang.
"Aaahhhh" teriak Ameera
"Tidak, Iraaaa!!" teriak Erick melihat Adik dari sahabat istrinya terjatuh ke jurang.
¤
Entah sudah berapa lama Ameera tidak sadarkan diri. Setelah dia sadar, dia merasakan sekujur tubuhnya sangat sakit.
Luka memar terlihat di mana-mana, bahkan ia merasa tulang iganya beberapa ada yang patah atau retak.
"Ka-kau... Ahh sakit" ucap Ameera merintih kesakitan
"Kau sendiri yang mencari penyakit, jika kau menyerah tidak mungkin kau bisa terluka separah ini" ucap Pria itu mencibir
"Siapa kamu? Sebenarnya apa tujuanmu, kenapa kau melakukan ini?" tanya Ameera
"Aku? Kau tak berhak tahu siapa aku. Tapi aku sungguh merasa kasihan padamu, karena kau tidak tahu apa-apa. Tunggu beberapa saat lagi kamu pasti tahu jawabannya" ucap nya
Ceklek!
Tak lama pintu terbuka, terlihat di sana seorang wanita berdiri dan melangkah masuk ke kamar sempit dan pengap itu.
"Ni-Nimar, itu kau?" ucap Ameera terkejut
"Kenapa, kau terkejut melihatku?" ucap Nimar melangkah mendekati Ameera
"Akkhh" teriak Ameera karena rambutnya di tarik dengan kuatnya
"Apa sakit, Hah???" ucap Nimar
__ADS_1
"Kenapa ka-kau lakukan ini padaku, Nimar?" ucap Ameera
"Kenapa kau bilang? Ha-ha-ha. Ira sayang, kau sungguh wanita yang sangat bodoh. Tentu saja aku melakukan ini karena aku tak ingin kamu menceraikan Raiden" ucap Nimar
"Bukannya kamu ingin bersama Raiden?" ucap Ameera
"Tentu saja, aku tak ingin kalian bercerai. Bukan berarti aku bersimpati dan menyerah padamu. Tapi karena jika kau menceraikannya, Raiden tidak akan memiliki apa-apa lagi. Tapi jika kamu mati, semua hartamu akan jatuh ke tangan Raiden, dan itu pasti akan jadi milikku juga" ucap Nimar tersenyum mengejek
"Ha-ha-ha" Ameera tertawa
"Apa kau tertawai ******" ucap Nimar kesal dan menarik rambut Ameera lebih kencang.
"Kau pikir jika aku mati, Raiden bisa mendapatkan semuanya?" ucap Ameera pelan menahan sakit
"Dasar kau ******, apa maksudmu?" ucap Nimar emosi
"Jika Aku mati, harta itu pasti jatuh ke tangan anak-anakku, tidak ada 1 sen pun untuk Raiden. Seperti yang kamu inginkan" ucap Nimar
"Kurang ajar!!!" Geram Nimar menampar Alyssa dan mengambil benda di sampingnya.
"Arrggghhhh panaaaas, sakiiiitt. Lepaskan akuu, bedebah kau Nimaaarrrr!!!!" teriak Ameera
Nimar menekankan besi panas ke wajah Ameera. Tak hanya sekali tapi 3-4 kali. Membuat Wajah Ameera melepuh karena panas.
"Ini balasannya karena kau sudah berani menamparku tadi Ha-ha-ha" ucap Nimar.
Tak cukup sampai di situ, Nimar mencambuk Ameera dengan brutal, menyebabkan sekujur tubuh Ameera penuh luka dan bau darah tercium sangat menusuk.
"Miko, lanjutkan siksa dia! Jangan sampai dia mati!! Aku ingin dia merasakan penderitaan selama hidupnya" ucap Nimar
"Sesuai keinginanmu tuan putri" ucap Miko
Setelah Nimar keluar, Miko mendekati Ameera yang masih mengerang dalam kesakitan.
"Sayang sekali manis, wajah cantik dan tubuhmu sekarang sudah cacat. Kalau tidak, aku dengan senang hati menikmati tubuhmu indahmu ini" ucap Miko.
Setiap Hari selama sebulan, Ameera terus menerus di siksa. Di cambuk, di jambak, di tendang di tampar. Dan masih banyak siksaan lainnya.
Sampai Akhirnya mental Ameera rusak dan menjadi gila.
Miko kemudian membawa Ameera ke rumah sakit jiwa di Ibukota, melalui perjalanan darat menggunakan mobil.
Dan beberapa bulan sekali dia mengecek keadaan Ameera di rumah sakit itu.
Bisa saja Jika meninggalkan Ameera di jalanan, namun itu punya resiko Ameera di temukan oleh orang yang mengenalinya.
__ADS_1
#Flashback Off