
Alyssa mengklik tombol Enter dan di sana menampilkan sebuah data dan juga beberapa video.
"Ini... " ucap Alvin terkejut.
"Ya inilah kenyataan dan juga berita yang pastinya mengejutkanmu" ucap Alyssa
Di lihatnya video di mana Ibra, sahabatnya dulu di kemiliteran. Sedang berada di suatu tempat yang mana lokasinya di perumahan tingkat tiga di ibukota, bersama dengan sang adik, Larasati.
Di Video terlihat jika mereka berdua sedang berbicara, dan menyebut namanya.
"Kau sudah menjalankan tugasmu Laras?" tanya Ibra
"Sudah, aku sudah mengirim CV menjadi sekretaris dari wanitanya, aku yakin dengan kemampuanku. Aku bisa di terima dengan mudah di perusahaannya. Kau baik-baiklah di sini dan jangan keluar rumah, ini Ibukota bukan Kota Y. Di mana kamu bisa aman pergi kemanapun sesukamu. Bagaimana jika orang lain tahu, jika Ibra Hermawan masih hidup, rencana kita akan berantakan" ucap Larasati.
Alvin yang mendengar itu obrolan kedua orang yang di kenalnya di video itu, mengepalkan tangannya dan menggeram marah.
Alyssa mematikan video itu, ia kemudian memutar kursinya menghadap Alvin. Tangannya terulur menggenggam tangan Alvin yang mengepalkan erat.
"Ba-bagaimana bisa? Bagaimana bisa Ibra masih hidup?" ucap Alvin dengan mata berkaca-kaca dan bergetar
Dia tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu, kenapa ia harus berpura-pura meninggal dan menutup diri selama bertahun-tahun. Sebenarnya apa yang terjadi?
"Tentu bisa, karena dia bukanlah sahabat yang baik untukmu" ucap Alyssa
"Ica, dari mana kau tahu jika Ibra masih hidup dan mereka berdua ada di ibukota sekarang? Sejak kapan kau tahu tentang ini? Bukankah Noah pernah mengatakan jika Larasati berada di kota Y, kenapa dia sekarang ada di ibukota bersama Ibra?" tanya Alvin
"Aku juga baru mengetahui itu beberapa saat sebelum kamu datang" ucap Alyssa
__ADS_1
Kemudian ia menyodorkan map merah berisi CV pelamar kerja, yang akan melamar menjadi sekretarisnya.
Alvin mengerutkan keningnya heran, kenapa Alyssa justru menyodorkan map berisi CV. Tapi ia tetap membukanya dan terkejut. Melihat nama siapa yang tertera di sana, yaitu Larasati Yuninta.
Ia mengerti maksud dari obrolan Larasati dan Ibra, tentang mengirim CV. Ternyata Larasati berniat masuk ke dalam perusahaan tunangannya, dan berniat menjadi sekretaris Alyssa.
"Seperti yang kamu lihat, dia mengirim CV untuk melamar menjadi sekretarisku. Tapi aku sangat penasaran dengan nama Larasati, meskipun aku tidak tahu nama lengkap Larasati yang kau kenal. Tapi tidak ada salahnya aku mengecek semuanya, karena intuisi ku mengatan mereka berkaitan. Jika aku Bodoh dan tidak peka, mungkin dengan mudahnya aku menerimanya. Karena dari pendidikan dan kemampuan yang tertera di CV sangat bagus dan menunjang keterampilan, kemampuan dan kepiawaannya. Tentu dia sangat mungkin menjadi seorang sekretaris luar biasa" ucap Alyssa menatap Alvin.
"Kau mengenalku lebih dalam dari semua orang terdekatku, Alvin. Aku tidak akan sembarangan menerima orang lain masuk ke kehidupanku dengan mudahnya, apalagi orang itu memiliki niat yang tidak baik. Aku adalah orang yang sangat peka dengan sekitarku. Jadi mudah bagiku mengetahui, menyelidiki dan memberikan pelajaran pada orang yang menyakiti orang yang ku sayang" ucap Alyssa lagi
"Tentu saja Aras yang meretas semua informasi mengenai Dia. Aku pun terkejut saat mengetahui jika ternyata mereka orang yang sama, dan sahabat yang kau tahu sudah meninggal. Ternyata masih hidup dan sangat sehat" ucap Alyssa
Alvin terdiam dan terus mendengarkan ucapan calon istrinya itu. Alyssa benar, jika dirinya sangat memahami kemampuan hebat Alyssa.
Bahkan ia juga tahu jika Alyssa menyimpan banyak rahasia darinya, namun ia tidak bisa bertanya maupun menggali informasi dari orang lain yang bahkan lebih mustahil untuk mendapatkan sedikit petunjuk.
Terlebih kenyataan yang ia terima membuat nya, merasa sangat bingung dan pusing.
"Aku akan memberitahumu sesuatu" ucap Alyssa
Alvin menatap Alyssa, seakan dirinya mengatakan. Beri tahu aku!
"Ibra dan Larasati bukanlah kakak beradik. Tapi mereka adalah pasangan kekasih" ucap Alyssa
Jelas hal itu membuat Alvin terkejut, bagaimana tidak, selama ini yang ia tahu mereka berdua adalah kakak beradik.
"Tujuan Awal Ibra adalah membuatmu menderita, mendepakmu dari kemiliteran. Setelah berjalannya waktu, setelah kematian palsunya. Ia terus memantau mu dari jauh, dan mengetahui kau beralih ke dunia bisnis. Ibra pun ingin menguasai semua yang kau miliki, termasuk perusahaan yang kau bangun dari Nol" ucap Alyssa
__ADS_1
"Kenapa dia melakukan ini? Padahal kita adalah sahabat" ucap Alvin memijat pangkal hidungnya.
"Hanya 2 kata, iri dan cemburu. Dengan kesuksesan yang kau dapatkan yang melebihi dirinya di kemiliteran dan mendapat jabatan tinggi. Kepintaranmu, kemampuanmu, kepiawaian dan bahkan ketampanan yang kau miliki, membuatnya merasa dirinya selalu berada di bawahmu. Kau tidak tahu saja, bagaimana ekspresi wajahnya saat ia tahu kamu diangkat menjadi Letnan Mayor paling muda dalam sejarah. Itu sangat buruk, namun sayang kau tidak melihatnya" ucap Alyssa
"Bagaimana kau tahu itu semua?" ucap Alvin
"Aku punya Aras, dan apapun yang aku ingin ketahui, itu semudah membalikkan telapak tangan. Aku punya teknologi dan kemampuan yang tidak di miliki orang lain. Salahkan mereka yang teledor, karena tidak sengaja tertangkap kamera. meskipun kamera itu sudah di rusak tetap aku bisa mendapatkannya dengan mudah, selama adanya alat perekam itu" ucap Alyssa
"Lalu bagaimana dengan Larasati, kenapa ia tetap mengejarku saat ia sudah menjadi kekasih Ibra, bahkan saat Ibra berada di sana saat itu dan terlihat seperti kakak beradik sungguhan" ucap Alvin
"Awalnya Ibra yang meminta Larasati mendekatimu demi rencananya. Tapi siapa sangka, tanpa sepengetahuan Ibra. Wanita itu justru memiliki perasaan cinta terhadapmu" ucap Alyssa
"Aku akan menyalin semua data informasi mengenai keduanya. Lalu aku akan mengirimnya via Email. Dan sebaiknya kau tanya pada mamah Sandra, beliau juga mengetahui sesuatu. Meskipun itu sudah termasuk informasi dalam data yang akan aku kirim padamu. Tapi alangkah lebih baik jika kau menanyakan masa lalu terkait mamah Sandra dan Larasati, secara langsung. Hingga membuat Larasati keluar dari rumah saat itu" ucap Alyssa
Alvin tersentak, ia sendiri bahkan tidak menyadari masalah hal ini. Memang benar jika dulu Larasati bertengkar dengan mamahnya. Sejak itu ia kehilangan jejak Larasati.
Alvin sempat bertanya pada mamah nya, namun saat itu dirinya di liputi rasa khawatir terhadap Larasati, karena ia sudah berjanji pada Ibra untuk menjaga adiknya itu.
Hingga ia menanyakannya dengan nada yang sedikit tinggi, membuat Sandra sedih dan kecewa pada putranya. Sandra hanya mengatakan, jika wanita itu tidak pantas berada di lingkungan keluarga Ardhana dengan nada jijik dan penuh amarah.
"Kalau begitu aku pulang dulu Ica, terimakasih untuk informasi yang kau berikan. Tapi aku harap kau mempertimbangkan untuk menikah denganku secepatnya. Aku tidak ingin sampai kehilangan dirimu" ucap Alvin menunduk, banyak sekali beban pikiran di hatinya.
CUP!!!
Alyssa mengecup bibir Alvin singkat.
"Jangan terlalu banyak berpikir, jalani saja seperti air mengalir. Aku berjanji selalu di sampingmu, selama hatimu masih memilihku. Aku akan ke mansion mu setelah pulang bekerja, kita akan membicarakannya lagi di sana" ucap Alyssa tersenyum dan mengelus pipi Alvin.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Ica" ucap Alvin mencium mesra bibir Alyssa dengan lembut dan penuh cinta.
...