Sistem Dewi

Sistem Dewi
Perasaan apa ini?


__ADS_3

Alyssa dan Ayu kini sudah berada di kantor, karena hari ini sedang tidak ada kelas. Jadi Alyssa datang ke kantor untuk mengecek pekerjaan. Sekalian ia ingin minta tolong Ayu untuk mengurus pembelian kapal pesiar dengan Kenzo.


Alyssa sengaja meminta tolong pada Ayu, karena ia ingin menjaga perasaan Alvin. Untuk tidak berhubungan dekat dengan laki-laki, apa lagi Alvin sedang cemburu dengan Kenzo.


Selain mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk, Alyssa juga mengecek pekerjaan tiap-tiap divisi.


Ia wajib melihat sendiri pekerjaan bawahannya, minimal 1 bulan sekali. Agar dia bisa mengevaluasi setiap detail pekerjaan, karena Alyssa adalah orang yang sangat teliti dan tidak menerima kesalahan meskipun itu hanya kesalahan kecil.


"Bagaimana? Kapan kapalnya datang?" tanya Alyssa pada Ayu menggunakan bahasa formal jika sedang bekerja.


"Paling lambat sore ini kapal sudah mendarat di pelabuhan Nona" ucap Ayu sopan.


"Baiklah, terimakasih" ucap Alyssa tersenyum


"Sama-sama nona" ucap Ayu kemudian beranjak menuju mejanya sendiri.


...


Di sisi lain Alvin dengan gelisah membolak-balikan berkas di depannya. Doni dan Nino yang melihat itu saling berpandangan heran.


"Tuan muda, apa anda baik-baik saja?" tanya Doni


"...." Hening


"Tuan muda" panggil Doni lagi


"...." Alvin hanya diam, terus membolak-balikan kertas.


"Astaga.... Ekhmm test-test satu dua tiga di coba" ucap Doni cek sound


Nino yang paham langsung tutup telinganya.


"TUAN MUDA ALVIN, JANGAN BENGONG MULU!!! NANTI NONA ALYSSA DI AMBIL ORANG LAIN, BARU TAHU RASA LOH" teriak Doni menggelegar, membuat Alvin terkantuk meja karena kaget.


"DONI!!! Apa-apa an kau ini. Memangnya ini hutan? Teriak-teriak sembarangan, kau pikir aku Budeg Hah? Telingaku masih normal tahu, nggak perlu teriak-teriak aku dengar" ucap Alvin kesal


"Tuan muda Alvin yang terhormat, saya sudah memanggil anda dengan suara selembut mungkin. Tapi anda tidak dengar, malah terus terusan bolak-balik tuh berkas. Kapan tanda tangannya? Saya dan Nino harus urus pekerjaan yang lain Tuan. Tapi butuh berkas yang sudah anda tanda tangani" ucap Doni menjelaskan.


"Sial, kalau kamu bukan sahabatku, sudah aku pecat kamu" ucap Alvin


"Jangan pecat saya, susah loh cari asisten paling kompeten dan penyabar seperti saya tuan muda" ucap Doni tidak ambil hati, karena dia paham betul sifat Alvin. Dan dia tidak benar-benar memecatnya hanya karena masalah sepele. Lagian mereka berdua adalah sahabat.


"Hais, ini sudah aku tanda tangani. Kamu dan Nino keluar sana!" ucap Alvin


Doni dan Nino bergegas keluar dari ruangan setelah mengambil berkas dari tangan Alvin. Namun langkah keduanya terhenti karena seruan Alvin.

__ADS_1


"Eh tunggu, kalian berdua kembali ke sini!!" panggil Alvin lagi


"Sabar aku tuh" ucap Dion dan Nino bersamaan dalam hati.


Dengan terpaksa keduanya masuk lagi ke dalam ruangan bos nya itu.


"Ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu?" kali ini Nino yang mewakili berbicara


"Kalian tahu sesuatu mengenai kesepakatan pembelian kapal, apa itu sudah selesai?" tanya Alvin


"Saya dengar sudah Pak, kapal pesiar milik nona muda akan sampai sore ini di pelabuhan" jawab Nino


"Kenapa aku tidak tahu?" ucap Alvin bingung, bahkan Alyssa tidak meminta uang untuk pembelian kapal itu padanya.


"Saya juga baru mengetahuinya, karena bukan nona Alyssa yang nego langsung. Tapi melalui sekretarisnya, Nona Ayu" ucap Nino lagi


Entah mengapa perasaan gelisah di hati Alvin lenyap seketika. Ketika mendengar Alyssa menyuruh Ayu untuk mewakilinya negosiasi masalah harga dengan Kenzo.


Alvin tersenyum tipis, ia paham jika wanitanya sudah menjaga perasaannya. Dan Alvin sangat senang karena Alyssa mengerti dirinya.


"Apa Alyssa sempat mengabarimu, tentang uang pembelian Doni? Apa ada pengeluaran dari Alyssa" tanya Alvin


"Tidak ada, Tuan Muda. Kemungkinan Nona menggunakan uang pribadinya untuk membeli kapal pesiar itu" ucap Doni


Setelah sendirian di ruang kerjanya, Alvin menebak-nebak. Kenapa Alyssa tidak memakai uangnya, kenapa ia harus menggunakan uang pribadinya sendiri.


Padahal Alvin lebih dari ikhlas jika Alyssa menggunakan, atau bahkan menguras habis uangnya.


...


Matahari sudah bertengger di atas kepala. Setelah pulang dari kantor Alyssa memutuskan untuk kembali ke mansion, sebelum ia menjemput Raiden di airport.


Entah kenapa, merasa saat ini ia seperti di ikuti dari belakang oleh seseorang. Ia kemudian menyeringai, menyadari dirinya di ikuti oleh seseorang sejak ia keluar dari gedung perusahaan miliknya.


"Aras Periksa siapa yang berani mengikuti ku, dan periksa kendaraanku, apa ada yang mencurigakan" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap Aras


Tak menunggu waktu lama, setengah menit kemudian Aras memberitahu jika ia sudah mendapatkan data yang Alyssa minta.


Alyssa masuk ke dalam Mobilnya, ia saat ini duduk tenang di mobil Mercedes benz miliknya. Ia sengaja tidak langsung mengendarainya. Ia membuka data dari Aras terlebih dahulu.


Keluarlah layar hologram, di sana Alyssa mengetahui siapa orang yang mengikutinya dan apa motif dari orang tersebut.


Nama Hendrawan Sutiono, usia 38 tahun, wakil kedua Dark Moon. Mempunyai kesepakatan dengan Arumi untuk membunuh atau membawa Alyssa ke markas Dark Moon. Dan bla.. bla.. bla..

__ADS_1


Alyssa terkekeh melihat data itu.


"Kau pikir semudah itu menyingkirkanku? Oh, Tidak semudah itu ferguso" ucap Alyssa pelan dan menyeringai


Alyssa juga melihat data pengecekan kendaraan miliknya yang baik-baik saja. Tidak ada sabotase seperti halnya dulu, jadi Alyssa nyaman menggunakannya.


"Sayang sekali, aku masih belum ingin menyentuh mainanku. Jadi kita bermain-main saja dulu, dan buat mereka senang sementara waktu" ucap Alyssa smirk.


Dia kemudian melajukan mobilnya, ia mengamati semua yang ada di sekelilingnya. Benar saja, orang bernama Hendrawan yang mengikutinya barusan. Kini mengikutinya dengan mengendarai truk kontainer.


Alyssa melaju dengan kecepatan rata-rata, saat memasuki kawasan dengan dataran tinggi. Truk kontainer itu melaju kencang ke arahnya.


Alyssa tentu saja menyadari, namun ia tidak menghindar. Ia pura-pura tidak tahu dan membiarkan truk itu menabrak mobil yang sedang ia kendarai.


BRAKK!!!


Tabrakan kencang tak bisa di hindari, mobil Alyssa terdorong hingga masuk ke dalam jurang.


DUAR!!!


Setelah jatuh ke jurang, mobil meledak dengan suara yang sangat menggema kencang. Membuat orang yang berada di sekitaran sana terkejut, dan berlarian ke arah asal suara tersebut.


Sedangkan Hendrawan, diam-diam ia kabur dan meninggalkan mobil Truk di sana, setelah berhasil menabrak mobil Alyssa.


...


Prang!!!


Cangkir berisi kopi yang hendak Alvin minum, tiba-tiba jatuh berserakan di lantai. Alvin memegang dadanya yang berdetak sangat cepat.


Hatinya merasa tidak nyaman.


Doni dan Nino yang mendengar suara benda pecah, langsung masuk ke ruangan atasan mereka.


Di lihatnya Alvin yang terduduk lemas memegang dada di kursi kebesarannya. Sementara cangkir kopi pecah berserakan di lantai.


"Tuan muda/Pak, anda baik-baik saja??" tanya Doni dan Nino bersamaan


"En-tahlah, perasaan aku tidak enak, Doni. Jantungku berdebar kencang" ucap Alvin menghela nafasnya pelan.


Dia memandang langit-langit ruangan kerjanya.


"Perasaan apa ini? Semoga tidak ada sesuatu yang buruk terjadi" Gumam Alvin.


...

__ADS_1


__ADS_2