Sistem Dewi

Sistem Dewi
Ternyata bukan hanya urat malu mu yang tertinggal


__ADS_3

Rio mengendarai mobil milik sepupunya itu, ke sebuah restoran mewah yang berada di pusat kota.


"Kak, kenapa kita kesini?" tanya Alyssa heran


"Makan dulu ya Al, ini Udah mau masuk jam makan siang, Lagian sidangnya masih lama di mulainya" ucap Rio


"Oke" ucap Alyssa hanya mengangguk mengerti


Setelah mencari tempat parkir kosong cukup lama karena jam makan siang sudah pasti padat.


Rio memarkirkan lembu ireng setelah menemukan area yang kosong, yang cukup sulit di temukan itu.


Mereka kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran mewah dengan nama unik, yaitu 'Wareg Resto'.


Ya, restoran itu adalah usaha resto yang di kembangkan Ridho, ayah Noval. Teman sekelas Alyssa saat SMA.


Alyssa awalnya hanya menanam investasi sebanyak 20% di resto milik ayah dari temannya itu.


Namun sekarang Wareg Restoran, kini sudah membuka cabang baru di berbagai kota, bahkan omset naik hingga lebih dari ratusan milyar/tahun.


Ridho dengan suka rela menyerahkan 60% saham untuk Alyssa, namun Alyssa menolak ide itu.


Ridho tetap memaksa untuk Alyssa menerimanya, bahkan nyaris memohon. Karena berkat Alyssa lah usahanya maju sampai sebesar ini.


Alyssa pun menerimanya dengan syarat saham di bagi dua dengan adil yaitu 50:50. Karena saat ia meminta syarat dirinya hanya memiliki saham 20 atau 30% masih di tolak oleh Ridho. Akhirnya dia mengajukan saham di bagi rata yaitu 50:50, dan akhirnya di setujui.


"Rio..." Suara seorang wanita memanggil Rio begitu Rio menginjakkan kaki di restoran, yang membuat Rio mau tak mau menoleh ke belakang.


"Itu beneran kamu Rio" ucap wanita yang memanggil Rio dengan raut wajah cerah senang.


Berbeda dengan Rio yang jelas tidak menyukai kehadiran wanita itu, bahkan terkesan jijik. Alyssa sudah paham jika sepupunya itu merasa tidak nyaman.


"Kak, ayo aku sudah lapar" ucap Alyssa menggamit mesra sepupunya itu, agar menjauh dari wanita itu.


"Yuk, kakak juga lapar" ucap Rio tersenyum melihat Alyssa, kemudian mengacak gemas rambut sepupunya itu, dan mengabaikan wanita yang tadi memanggilnya.


"Rio...!! " panggil wanita tadi, berteriak memanggil Rio, sedangkan Rio mengabaikan dan melenggang masuk ke restoran.


Alyssa dan Rio kemudian memesan makanan dan minuman, yang harga satu porsinya itu bisa untuk beli kebutuhan pokok satu keluarga dalam beberapa hari.


"Rio kenapa kau mengabaikan aku? Apa jangan-jangan kau memutuskanku karena wanita ini, iya!!!" teriak wanita tadi yang ikut masuk

__ADS_1


Dia menghampiri meja di mana Alyssa dan Rio duduk, lalu dengan seenaknya menuding Alyssa.


Semua pelanggan menatap ketiganya penuh tanda tanya. Bahkan ada beberapa orng yang menyimpulkan yang terjadi, mencibir Alyssa sebagai pelakor.


"Nona Olive, benar? Kau memfitnahku di depan umum, apa mau mu sebenarnya?" tanya Alyssa dengan nada yang dingin.


Alyssa mengabaikan tatapan tajam dari semua pelanggan yang ada di sana padanya. dia hanya menghela nafas melihat netizen yang tidak tahu duduk persoalan sebenarnya, malah ikut menghujat seakan maha tahu.


"Fitnah? Hei Ja*ang,kau yang merebut pacarku Rio, hingga dia memutuskan hubungan drnganku hanya karena kehadiranmu" ucap Olive dengan emosi meluap namun ia tersenyum dalam hati karena semua orang memandang jijik dan mencaci wanita di depannya sebagai pelakor.


"Kau... " ucap Rio ingin sekali merobek mulut mantan kekasihnya itu, namun di tahan oleh Alyssa.


"Apa aku tidak salah dengar? Kau memanggil dengan sebutanmu sendiri? Seorang ja*ang memanggil wanita lain dengan sebutan yang seharusnya di sematkan pada dirinya sendiri? Cih bermuka tebal sekali... Apa kau tak punya malu mengatakan itu, atau urat malu mu ketinggalan di tempat lokal*sasi?" ucap Alyssa menatap tajam Olive yang gemetar karena tatapan Alyssa


"Kau.. kau memfitnahku ja*ang, kau yang merebut pacarku tentu saja kau yang pantas di sebut Ja*ang, dasar pelakor, dasar wanita mu*ahan" teriak Olive tidak terima


"Ooohh, maksudmu aku merebut pacarmu yang merupakan kakak sepupuku sendiri untuk aku jadikan pacar begitu? Astaga ternyata bukan hanya urat malu mu yang tertinggal, namun otakmu juga" Cibir Alyssa


Olive terbelalak kaget mendengar jika wanita di depannya adalah sepupu Rio.


"Maaf Levelku tak serendah dirimu, yang dengan tak tahu malu menyebut orang lain dengan pelakor dan wanita mu*ahan. Padahal kamu sendiri yang mengobral sela**kangan milikmu untuk di celap-celup oleh ba**ng ke**luan pria lain, saat masih berstatus pacar kakakku" ucap tajam Alyssa yang membuat tubuh Olive gemetar hebat.


"Apa perlu aku sebar luaskan video me*um mu ke media sosial, agar kau mudah membuka lebar sela**kangan mu di masa depan?" ucap Alyssa


Olive terduduk lemas, di lantai lemas, di liatnya tatapan mata semua orang, berbalik merendahkan dirinya dan menghujat hina dirinya.


Rio hanya terpaku melihat adik sepupunya itu, dan berpikir dengan keras, dari mana Alyssa tahu nama mantan kekasihnya itu, bahkan rahasia yang ia simpan sendiri tanpa ia beritahu pada siapa pun.


"Panggil keamanan! Seret wanita itu keluar dari restoranku, jangan lupa backlist dia dari semua cabang. Baik restoran maupun yang lainnya" ucap Alyssa pada manager itu.


"Baik Nona" ucap manager memanggil security


Rio dan semua pelanggan masih memandang Alyssa dengan tak percaya, jika Alyssa ternyata pemilik restoran mewah itu.


Alyssa mengabaikan tatapan orang-orang dan menyantap makanannya yang baru saja di sajikan oleh pelayan.


Terserah orang berkata apa tentang dirinya, yang begitu blak-blakan di depan semua orang. Yang penting saat ini adalah perutnya kenyang.


...ยค...


"Dari mana kamu tahu tentang itu Al?" tanya Rio saat mengendarai mobil menuju ke pengadilan, sesekali melirik ke arah sepupunya itu.

__ADS_1


"Aku mengetahui banyak hal, mata-mataku banyak. Jadi aku mengetahui tiap masalah orang-orang di sekitarku. Aku melakukan ini hanya untuk mencegah hal buruk yang akan terjadi di kemudian hari" ucap Alyssa cuek


"Seperti itu rupanya. Tapi, aku mohon jangan beritahu orang lain, Oke" ucap Rio


"Tentu" ucap Alyssa


"Terimakasih" ucap Rio menghela nafasnya


Mereka berdua kemudian menemui Ameera dan Yoga di depan pengadilan, tak ketinggalan Rara yang selalu setia menemani Ameera.


Kebetulan mereka juga baru saja sampai, dan sidang akan di mulai 10 menit lagi.


Alyssa menemani sang mamah, beruntungnya sidang itu berjalan dengan lancar. Karena bukti yang di hadirkan sangat kuat, hingga proses sidang berjalan sesuai dengan keinginan.


setelah ketuk palu, hakim memutuskan Hak pengelolaan perusahaan Bagaskara Corp di bawah pimpinan Ameera sebagai pemegang saham terbesar dan juga Alyssa sebagai pemegang saham kedua di perusahaan itu.


"Syukurlah prosesnya sangat lancar mah" ucap Alyssa


"Iya sayang, dan sepertinya sudah saatnya mamah akan muncul ke publik lagi. Sebenarnya mamah ingin kalian yang mengurus" ucap Ameera


"Semangat mah, Al akan mendukung mamah. Biar nanti Kak Azka aja yang pimpin" ucap Alyssa


"Iya nanti mamah pikirkan soal itu. Mamah akan ke Kota S besok lusa, Al. Oh iya, Rara tolong pesankan saya tiket pesawat untuk besok lusa" ucap Ameera


"Tidak perlu mah, urusan pesawat biar Al yang urus. Al dan Kak Azka akan ikut mamah ke sana nanti" ucap Alyssa


"Apa kamu nggak kuliah?" tanya Ameera


"Nanti Al telepon pak Haikal, minta izin beberapa hari tidak masuk" ucap Alyssa


"Baiklah, terimakasih sudah menjadi kekuatan terbesar yang mamah miliki sayang" ucap Ameera


"Sama halnya mamah yang selalu di dalam hati Alyssa" ucap Alyssa memeluk mamahnya.


......***......


Maaf akhir-akhir ini author sibuk, sampai susah bagi waktu buat nulis.


Author usahain update seperti biasa mulai besok.


Terimakasih sudah terus mendukung karya Author, Sayang kalian banyak-banyak ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2