
Jam makan siang hampir berakhir, mau tidak mau Alyssa harus kembali ke kantor, karena ia memiliki pekerjaan yang cukup banyak di perusahaan.
Sama halnya dengan Alvin yang memiliki banyak pekerjaan yang menantinya. Sebelum Alyssa kembali ke perusahaan, Alyssa memberitahu perihal kemungkinan Larasati yang akan datang besok.
Alvin yang mendengar terkejut, ada rasa tidak suka, jijik dan benci di matanya. Alyssa memahami itu.
"Ingat, kamu harus mengontrol emosimu. Berperanlah seperti kamu belum mengetahui segalanya tentang kejadian 5 tahun lalu dan rencana mereka saat ini" ucap Alyssa
"Akan aku usahakan, jujur sangat berat mengontrol emosi agar tidak meluap. Apalagi mengingat dia adalah orang yang hampir membunuh mamah dan juga berencana menyakitimu" ucap Alvin.
"Aku paham, dan aku yakin kau bisa melakukannya. Kamu ingin kita segera menikah bukan?" ucap Alyssa
"Lebih dari yang kau tahu, bahkan aku siap jika harus menikahimu detik ini juga" ucap Alvin
"Ha-ha, aku percaya Alvin. Baiklah, kamu harus ingat untuk tidak terpancing emosi. Biar rencana yang lainnya, itu biar jadi urusan ku dan Tama. Setelah itu kita hanya tinggal menjadi penonton saja" ucap Alyssa
"Ya, aku akan mencobanya sebaik mungkin. Aku hanya takut kamu cemburu, saat aku di dekati wanita lain" ucap Alvin
"Aku cemburu? Tentu tidak. Tapi jujur saja, aku memang tidak rela milikku di sentuh wanita lain. Jadi aku harap kau tahu batasannya, jangan buat aku marah. Kalau tidak, aku akan memberikan hukuman yang tak sanggup kau hadapi nantinya" ucap Alyssa.
"Tentu, kau tenang saja Ica sayang. Aku tidak akan membiarkan wanita jahat itu menyentuhku" ucap Alvin
"Ya, aku tidak masalah jika hanya sentuhan normal, aku memakluminya saat kau sedang berperan. Tapi ingat ini, ini, dan ini. Itu adalah milikku! Jangan berani membiarkan orang lain menyentuhnya!" ucap Alyssa menunjuk, wajah terutama bibir, dada dan juga burung perkutut peliharaan Alvin.
"Ha-ha tentu saja sayangku. Itu semua hanya milikmu sayang, aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhnya" ucap Alvin
"Bagus, kalau begitu aku kembali ke perusahaan dulu" ucap Alyssa
"Baiklah, hati-hati di jalan. Maaf, aku tidak bisa mengantarmu" ucap Alvin.
"Tidak apa-apa" ucap Alyssa.
Alyssa kemudian keluar dari kantor Alvin, dan melaju ke Indo Building untuk melanjutkan pekerjaannya.
Di tengah perjalanan, ada telepon masuk dari Bu Titik, Ibu asuh di panti. Mengabarkan jika Rayhan, mengalami kecelakaan dan sekarang berada di bangsal Melati Health Hospital.
Tentu saja Alyssa yang mendengarnya terkejut, bagaimanapun Rayhan adalah anak panti yang paling dekat dengannya, dan sudah di anggap adik sendiri oleh Alyssa.
"Aku akan segera ke sana Bu, tolong jaga Rayhan dulu. Ica akan telepon pihak rumah sakit dulu untuk memindahkan Rayhan ke bangsal VIP agar nyaman" ucap Alyssa
Alyssa segera melajukan Mobilnya ke Indo building. Bagaimana pun ia harus menandatangani berkas penting terlebih dahulu untuk keperluan kelengkapan dokumen meeting besok pagi. Setelahnya ia berangkat menuju Airport.
__ADS_1
...
Alyssa saat ini sudah berada di Kota M. Waktu sudah menunjukkan jam makan malam saat ia sampai di sana.
Alyssa sudah memberitahu, Enzy, Keira, Alvin dan juga mamahnya. Jika ia sekarang berada di kota M untuk beberapa hari ke depan.
Meskipun ia berada di Kota M, Alyssa akan memantau semuanya dari jauh, melalui Aras.
"Selamat malam Nona" sapa Siswanto Kepala Cabang Health Hospital.
"Selamat malam juga paman. Di ruangan mana adik saya di rawat?" ucap Alyssa
"Tuan muda Rayhan di rawat di VIP 2 lantai 7, mari saya antar Nona" ucap Siswanto sopan.
Alyssa siang tadi langsung menghubungi Siswanto, memintanya untuk mengurus Rayhan adiknya yang mengalami kecelakaan.
Siswanto yang mendapatkan kabar dan perintah dari bos besar. Tentu saja langsung bergegas menjalankan tugasnya.
Saat sampai di ruangan di mana Rayhan di rawat, Alyssa mengetuk pintu kemudian masuk setelah ada sahutan dari dalam.
Bu Titik terlihat duduk di sana sedang menyuapi bubur pada Rayhan. Melihat Alyssa datang, keduanya tersenyum.
"Kak ica, shhh" sapa Rayhan menahan sakit di kepala, tangan dan kaki sebelah kanan yang terluka dan mengalami patah tulang di bagian tulang kering.
Namun Alyssa juga bersyukur, luka Rayhan tidak terlalu parah dan masih bisa di sembuhkan.
"Habiskan makananmu, setelah ini kakak obati" ucap Alyssa
"Mm" ucap Rayhan mengangguk pelan
"Kamu pasti capek, kamu istirahat dulu" ucap Bu Titik lembut pada Alyssa
"Iya bu" ucap Alyssa
"Nona, saya keluar dulu sebentar untuk menyiapkan makanan untuk anda" ucap Siswanto
"Tidak perlu repot Paman, aku bisa memesan makanan online atau ke kantin ruamh sakit nanti" ucap Alyssa merasa tidak enak.
"Tidak, tidak merepotkan sama sekali. Kalau begitu saya permisi menyiapkannya dulu" ucap siswanto, langsung keluar untuk menyiapkan makan malam Alyssa.
Alyssa hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas. Bu Titik tidak terkejut, bagaimana pun dia tahu jika Alyssa adalah pemilik Rumah sakit.
__ADS_1
Itu juga salah satu alasan mengapa ia membawa Rayhan ke rumah sakit ini, karena ia yakin pelayanan di sini sangat bagus dan cepat tanggap. Hingga Rayhan di tangani lebih cepat dan tidak membahayakan nyawanya karena telat penanganan.
Setelah Rayhan selesai makan, Alyssa menghampirinya. Ia melihat jika luka Rayhan tidak parah dan tidak ada luka dalam yang serius kecuali patah tulang di tulang kering kanannya.
Meskipun begitu, Rayhan harus segera di pasang pan. Namun Alyssa menolak, karena ia sendiri yang akan mengobati Rayhan.
Meskipun setelah operasi pemasangan Pan aman. Namun pemulihannya cukup lama, di tambah setelah 1 tahun, harus melakukan operasi lagi untuk pengambilan Pan.
Jadi Alyssa memutuskan untuk menggunakan Magic Liquid saja.
"Minumlah" ucap Alyssa menyodorkan Magic Liquid
Tanpa ragu Rayhan meminumnya. Iya yakin jika kakak perempuannya tidak akan memberikan makanan atau minuman berbahaya untuknya.
Setelah beberapa saat Rayhan merasakan perasaan hangat mengalir ke seluruh tubuhnya, luka gores di pipi dan sekujur tubuhnya perlahan menghilang.
Melihat itu Ibu Titik dan Rayhan tercengang, tidak percaya. Namun sedetik kemudian Rayhan berseru.
"Woooowww, luar biasa ajaib. Lukaku menghilang, kaki ku juga bisa di gerakan. Obat kak Ica luar biasa hebat" ucap Rayhan berbinar.
"Obat apa itu nak?" tanya Bu Titik pada Alyssa.
"Itu obat buatanku, Bu. Tolong rahasiakan dari orang lain, karena ini bisa jadi membahayakan kalian juga, jika ada yang berniat tidak baik. Saat ini, Ica tidak memiliki banyak stok obat itu. Karena kelangkaan bahan untuk pembuatannya" ucap Alyssa
"Tentu, ibu akan merahasiakannya" ucap Bu Titik mengangguk
"Rayhan juga akan tutup mulut dan menjaga rahasia ini" ucap Rayhan menimpali
Alyssa tersenyum, sesaat kemudian Alyssa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Aras" panggil Alyssa
"Ya, Nona" ucap Aras
"Selidiki siapa di balik kecelakaan Rayhan" ucap Alyssa
"Baik Nona" ucap Aras
Saat Bu Titik memberitahu jika Rayhan kecelakaan, Bu Titik juga memberitahu jika Rayhan di tabrak lari oleh mobil.
"Siapapun itu yang berani menyentuh orang yang ku sayang, akan aku buat orang itu mengenal artinya Neraka dan penderitaan" ucap Alyssa
__ADS_1
..._¤_...