Sistem Dewi

Sistem Dewi
Mengambil Dua Jurusan


__ADS_3

[ Selamat Host, menyelesaikan sebuah misi. Bernyanyi dengan bagus, dan membuat semua orang terpukau dengan suaramu. Hadiah : 3x undian ]


Alyssa tersenyum saat mendengar pemberitahuan sistem. Namun ia tak langsung membuka undian.


Masih ada waktu lain untuk melihatnya.


Acara masih berlanjut. Ibu Sinen, menghampiri Alyssa dan memintanya untuk pergi ke kantor kepala sekolah.


Alyssa kemudian beranjak menuju ruang kepala sekolah, disana ada kepala sekolah dan juga dua orang pria paruh baya.


"Alyssa, kamu sudah datang, Silahkan duduk!" ucap Kepala sekolah, Alyssa menurut dan duduk di sofa dengan Bu Sinen di sampingnya.


"Perkenalkan, ini Pak Jamal dan Pak Haikal. Beliau adalah Rektor dari Universitas Unggulan Ibukota" ucap Kepala sekolah memperkenalkan


Alyssa dengan sopan, menyapa dan berjabat tangan kedua Rektor itu.


"Kedatangan Kami kemari, ingin memberikan undangan khusus untuk Alyssa, agar bisa melanjutkan pendidikan di universitas unggulan Ibukota. Setelah mengetahui dari pihak sekolah, jika kamu berkeinginan untuk masuk ke universitas kami, kami sangat menyambutnya" ucap Haikal langsung


"Bukankah untuk masuk, perlu test masuk perguruan tinggi?" Tanya Alyssa


"Tentu saja itu perlu. Hanya saja, kamu tidak perlu melalui test itu, karena hasil ujian nasional kamu sangat bagus. Dan pihak Universitas sepakat untuk merekrut kamu secara langsung" ucap Jamal


"Baik, Aku akan terima. Tapi aku punya permintaan khusus" ucap Alyssa


"Apa itu?" Tanya Jamal dan Haikal serempak


"Aku tidak akan tinggal di asrama, dan akan mengambil 2 jurusan sekaligus, yaitu Kedokteran dan manajemen Bisnis" ucap Alyssa


"Apa kamu yakin? Untuk tinggal di luar, kami bisa mempertimbangkannya. Tapi untuk mengambil dua jurusan sekaligus. Akan sangat sulit untuk menyelesaikan keduanya di saat bersamaan" ucap Haikal terkejut


"Aku yakin, dan aku akan berusaha sebaik mungkin untuk lulus lebih cepat" ucap Alyssa


Semua orang di ruangan itu tercengang, meskipun mereka tahu Alyssa adalah anak yang cerdas, tapi mereka juga sedikit ragu akan hal itu.


Bukan hanya mengambil dua jurusan, namun Alyssa juga ingin lulus lebih cepat. Mustahil bukan? Apakah Alyssa sanggup?


"Aku akan membuktikannya, jika salah satu nilai mata kuliahku turun. Saat itu anda bisa memintaku, untuk memilih salah satunya saja" ucap Alyssa percaya diri


"Baiklah, aku setuju. Seperti perkataanmu, jika salah satu nilaimu turun, kamu harus melepas salah satunya" ucap Jamal


"Baik, saya mengerti" ucap Alyssa


"Baiklah, tanggal 10 bulan depan nanti, datanglah ke universitas untuk melapor" ucap Haikal

__ADS_1


"Baik" ucap Alyssa


Kedua rektor pun, pamit kembali ke Ibukota. Di ruangan hanya ada Kepala sekolah, wali kelas, dan juga Alyssa


"Boleh saya tahu alasan kamu, ingin mengambil 2 jurusan sekaligus?" tanya Kepala sekolah


"Karena saya punya 2 tanggung jawab. Aku tidak akan menutupinya dari kalian. Aku punya beberapa aset perusahaan besar atas namaku, Mungkin kalian pernah mendengar AL Group, itu adalah perusahaan milikku. Dan alasan aku memilih Kedokteran, karena aku sudah berjanji dengan orangtuaku sebelumnya, mereka menginginkanku akan menjadi seorang dokter dan menyelamatkan banyak orang. Juga aku adalah pemegang saham terbesar di Health Hospital" ucap Alyssa


Baik Kepala sekolah maupun Wali kelas sangat terkejut, saat mendengar yang di ucapkan Alyssa.


"Kamu sedang mengigau?" ucap Bu Sinen, tak percaya


"Tidak, saya serius. Dan saya juga akan menyumbang 10 Milyar untuk perbaikan sekolah dan juga, beasiswa untuk murid yang berprestasi dan tidak mampu" ucap Alyssa


"Apalah ini benar?" tanya kepala sekolah, terkejut lagi dan lagi.


"Tentu saja, berikan nomor rekening sekolah padaku. Aku akan mentransfer sekarang juga. Untuk yang aku katakan, kalian bisa memeriksanya sendiri kebenarannya. Tapi saat kalian tahu kebenarannya, saya mohon tidak menyebar luaskannya. Dan biarkan itu menjadi rahasia kita bertiga" ucap Alyssa


Kepala sekolah kemudian memberikan nomor Rekening sekolah pada Alyssa. Hanya butuh beberapa saat, Uang berhasil masuk.


Kepala sekolah dan wali kelas, memandang Alyssa penuh takjub, dan mereka sangat berterima kasih.


Mereka berjanji untuk merahasiakannya, bagaimana pun Alyssa adalah donatur terbesar di sekolahnya sekarang.


Namun ia terkejut melihat Alvin ada di sana, dia berpakaian sangat casual, dan terlihat sangat tampan. Di tangannya dia membawa seikat bunga mawar merah.


"Ica, selamat atas kelulusannya" ucap Alvin tersenyum manis dan menyerahkannya pada Alyssa


"Terimakasih" ucap Alyssa membalasnya dan tersenyum manis


Alvin Memeluk dan mencium kening Alyssa singkat, tentu saja itu membuat orang di sekitarnya heboh, termasuk Diana


Mereka semua berbisik dan penasaran tentang identitas Alvin.


"Astaga, Alvin. Ini tempat umum" ucap Alyssa


"Maaf, sayang. Aku kelepasan. Habis kamu terlihat sangat cantik" ucap Alvin terkekeh


"Al, Ini... Siapa?" tanya Diana, dia terpesona melihat Alvin yang sangat tampan. Dia tidak berkedip sama sekali.


"Oh aku sampai lupa, maaf. Na, kenalin ini Alvin, Pacarku. Dan Alvin kenalin ini sahabat baikku, Diana" ucap Alyssa


Mereka kemudian berjabat tangan, Diana masih syok saat mengetahui sahabatnya sudah memiliki pacar.

__ADS_1


Sejak kapan? pikirnya


"Kenapa kau tak pernah cerita, jika punya pacar setampan ini, hah? Kamu terlalu banyak membunyikan sesuatu dariku" bisik Diana cemberut


"Maafkan aku, aku lupa" ucap Alyssa cengengesan.


"Pantas saja, kamu ketemu Gilang, kamu bilang dia biasa aja. Ternyata Pacarmu jauh lebih tampan darinya" ucap Diana.


Alvin yang mendengar itu mengerutkan dahinya. Gilang? Siapa? Apa dia salah satu saingan lainnya? pikirnya gelisah.


Mereka berempat kemudian berkeliling kota M dan berganti pakaian saat akan memasuki Mall.


Mereka ksmudian shopping di salah satu Mall tetdekat, tentu saja Alvin dan Alyssa berbeda mobil.


Dan Alvin hanya pasrah ketika harus di pisahkan dengan wanitanya.


Namun dia dengan senantiasa setia menemani dua wanita itu berbelanja. Dia dan Doni membawa barang belanjaan keduanya.


Setelah selesai berbelanja, dan mengantar Diana pulang. Alvin dengan sigap mengambil kemudi mobil Alyssa, dia melempar kunci mobilnya kepada Doni.


Alyssa hanya menggeleng dan duduk manis di kursi samping kemudi.


"Alvin, kapan kamu datang ke Kota M?" tanya Alyssa


"Setelah kamu kirim photo cantik kamu pakai kebaya" ucap Alvin, Alyssa hanya mengangguk


"Sayang, kamu sangat cantik memakai kebaya, acara pertunangan kita, aku akan mengundang perancang terkenal untuk membuat satu kebaya untukmu" ucap Alvin tersenyum


"Pertunangan?" tanya Alyssa kaget


"Ya, kapan pun kamu siap, kita akan melakukan acara pertunangan" ucap Alvin


"Ya, ya, tapi kau tahu jika aku tidak bisa dalam waktu dekat ini. Apalagi, jujur aku masih ragu, apa kamu benar-benar mencintaiku seperti yang sering kamu katakan itu, setelah aku melihat wanita itu di kantormu" ucap Alyssa


"Ya Tuhan, Ica. Lihat aku! Aku sungguh-sungguh mencintai kamu. Dalam hidupku selama 23 tahun ini, aku belum pernah jatuh cinta selain denganmu, dan mengenai wanita itu, aku sungguh tidak mengenalnya" ucap Alvin serius


"Ya mungkin itu benar, tapi aku butuh waktu untuk bisa melangkah serius denganmu, aku masih terlalu muda dan labil. Entah apa kau masih mau menungguku atau tidak?" ucap Alyssa


"Tentu saja, aku menunggu sampai kamu siap. Akan aku buktikan jika kau wanita satu-satunya di sini" ucap Alvin memegang dadanya


Alyssa tersenyum ringan.


"Baiklah, aku akan melihat perjuanganmu" ucap Alyssa

__ADS_1


"Tentu saja, aku tidak akan mengecewakanmu lagi" ucap Alvin menggenggam erat tangan Alyssa.


__ADS_2