
Ayu masih terdiam saat ia di gandeng Azka masuk ke dalam lift. Untung saja di dalam lift tidak ada orang lain selain mereka berdua.
Jika tidak, maka akan ada gosip besar di antara para staf perusahaan.
"Ma-maaf Pak Azka, ta-tangannya" ucap Ayu gugup saat Azka tidak juga melepas genggaman pada tangannya.
"Ah, maaf. Habis pegang tangan kamu rasanya nyaman banget sih" ucap Azka seraya tersenyum manis ke arah Ayu.
Ayu hanya diam tidak menanggapi, menurutnya kakak dari Bosnya itu hanya bercanda saja, dan tidak mungkin serius dengan ucapannya.
Meskipun sebenarnya Ayu merasa terkejut saat mendengarnya dan juga sedikit terpesona melihat Azka tersenyum manis padanya.
Namun ia segera menepis segala kemungkinan yang mustahil baginya.
"No-nona Alyssa kemana, Pak?" tanya Ayu untuk menutupi kecanggungannya.
"Dia ke kota C ada sedikit urusan, jadi dalam 2 hari ini dia akan absen sementara. Dia akan kembali ke sini besok lusa, kalau kau butuh apa-apa atau ada yang tidak di mengerti, kamu bisa tanyakan padaku" ucap Azka masih dengan senyum yang menghias wajah tampannya itu.
"Begitu rupanya..." ucap Ayu mengalihkan pandangannya, dia takut terpesona pada kakak bos nya itu.
Ting! Pintu lift terbuka di lantai 62
"Ka-kalau begitu, saya duluan pak Azka" ucap Ayu dan langsung keluar dari lift.
Azka hanya menatap Ayu yang terburu-buru keluar seperti menghindarinya, yang membuat Azka tersenyum kecut melihat itu.
"Sepertinya dia menghindariku, apa cara aku mendekatinya ada yang salah? Atau apa aku terlalu terburu-buru?" ucap Azka dalam hati, lalu melangkah keluar lift menuju ruangannya sendiri.
...¤...
Ameera saat ini sedang berbincang dan bercanda ria dengan Sandra di mansion King's Village, milik putri kesayangannya itu.
Setelah sebelumnya, Sandra secara khusus membuat janji bertemu di restoran untuk menemui Ameera, sekalian makan siang bersama.
Setelahnya mereka menuju ke kediaman milik Alyssa yang mewah itu. Mereka disana menata tanaman hias dan bercerita mengenang masa lalu saat mereka masih muda.
__ADS_1
"Mbak Sandra masih aja terlihat sangat cantik, terlihat sama seperti sebelum menikah. Tetap awet muda, padahal Udah punya buntut sepasang" ucap Ameera terkekeh
"Hais, bukannya kamu juga sama Ira, lihat Kamu juga masih terlihat seperti gadis yang belum menikah" ucap Sandra ikut terkekeh
"He-he bisa saja, tapi ini karena obat yang Alyssa kasih, makanya Ira jadi awet muda mbak" ucap Ameera
"Lah sama dong? Mba juga jadi muda lagi gini, karena obat yang Ica kasih. Memang ya anak kamu itu plus calon menantuku itu benar-benar menakjubkan" ucap Sandra terkejut dan bangga pada calon menantu kesayangannya itu.
"Oh ya?" ucap Ameera juga terkejut mendengar Sandra juga mengkonsumsi obat dari putrinya.
"Ha-ha-ha" kemudian mereka tertawa bersamaan.
Mereka juga membahas perusahaan kecantikan yang ingin Alyssa bangun untuk dirinya itu. Dan tentu saja berniat mengajak Sandra sebagai mitra bisnisnya.
Sandra dengan senang hati menyetujui usulan itu, selain memang peluang bisnis di bidang kecantikan itu memiliki keuntungan yang sangat besar.
Itu juga bisa mempererat tali persaudaraan di antara mereka berdua. Di tambah jika kedua anak mereka bisa terikat dalam satu pernikahan.
"Ira, mba boleh tanya sesuatu?" ucap Sandra setelah pembahasan perusahaan yang akan di bangun itu.
"Tanya apa mba?" ucap Ameera menaruh pot bunga yang ada di tangannya, kemudian fokus ke Sandra yang sepertinya ingin bertanya serius.
"Ceritanya panjang mba, aku juga sudah mendengarnya dari Alyssa, jika ada kesalah pahaman antara Kak Yoga dan Mas Erick. Sebelumnya Aku minta maaf karena aku, kalian jadi salah paham dan hubungan persahabatan kalian jadi renggang" ucap Ameera menunduk merasa bersalah
"Ini bukan salah kamu Ra, lagian Yoga sudah minta maaf. Mba hanya penasaran saja, kenapa kamu bisa hilang saat itu? Ini sudah 18 tahun lebih dan kamu baru muncul" ucap Sandra menepuk pelan kepala Ameera dengan sayang.
Dulu Sandra sangat dekat dengan Ameera. Mereka bertiga, Sandra, Ameera dan Yoga adalah teman masa kecil.
Rumah mereka dulu beriringan dan selalu bermain bersama.
Bahkan dulu Yoga sempat menyatakan perasaannya pada Sandra saat dia lulus kuliah. Namun sayangnya dia telat selangkah dari Erick. Sandra menolaknya karena sudah bersama dengan Erick saat itu.
Namun hubungan pertemanan mereka tidak terpengaruh, pertemanan mereka berlanjut sampai masing-masing dari mereka sudah berumah tangga.
Dan kejadian hilangnya Ameera dan kesalah pahaman itu terjadi, bahkan membuat mereka menjadi menjauh dan saling bermusuhan.
__ADS_1
Untung saja kini hubungan kedua keluarga itu sudah membaik setelah Ameera kembali di temukan.
"Aku bukan hilang mba, memang benar saat itu aku jatuh dari jurang, tapi setelah itu aku di bawa seseorang dan di siksa sampai aku menjadi gila. Namun tuhan masih memberikanku kesempatan, untuk bisa bertemu kembali dengan kedua anakku. Aku juga sangat berterimakasih dengan anakmu, Alvin. Karena berkat dia aku bisa segera di temukan dan berkumpul dengan anak-anakku dan keluargaku" ucap Ameera berusaha untuk tersenyum
"Tapi kenapa aku nggak melihat Raiden di sini? Dia ke mana?" tanya Sandra lagi
"Hmm... Aku akan mengajukan gugatan cerai dalam waktu dekat ini mba" ucap Ameera menghela nafasnya
"Cerai?? Kenapa? Kok bisa?" ucap Sandra kaget mendengar kabar itu.
"Karena Raiden sudah mengkhianati aku mba dengan Nimar, bahkan mereka sudah punya anak yang usianya 1 tahun lebih tua dari Alyssa. Dia mengkhianati aku lebih dari 2 tahun sebelum kejadian aku memergoki mereka tidur bersama dan sesaat sebelum kejadian naas itu menimpaku. Dan yang menyiksaku saat itu tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatku sendiri yang mengkhianatiku dengan suami yang aku percaya" ucap Ameera bercerita dengan mata yang berkaca-kaca.
"Astaga Ira, maaf mba nggak tahu kamu mengalami semua kejadian ini. Kamu yang sabar, aku tahu kamu wanita yang sangat kuat. Ada mba dan anak-anak kamu di sini yang selalu mendukungmu, oke" ucap Sandra memeluk Ameera.
"Terimakasih mba. Aku sudah tidak apa-apa mba, aku sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap nya lagi, rasa yang ku miliki padanya sudah mati sejak saat itu. Hanya saja rasa sakit itu senantiasa selalu ada dan terus membayangi" ucap Ameera tersenyum pahit
"Sudah kamu jangan mengingat itu lagi, bagaimana kalau kita pergi saja keluar Yuk, kita shoping dan pergi ke salon bersama seperti dulu, biar pikiran fresh. Tenang saja mba yang bayar semuanya hari ini" ucap Sandra mengalihkan pembicaraan yang membuat Ameera teringat masa lalunya itu.
"Tidak usah mba, Alyssa belum lama ini sudah mentransfer uang untukku lebih dari 1 triliun. Jadi kali ini biar aku yang membayarnya" ucap Ameera
"Wah, ternyata calon menantu kesayanganku sangat pengertian pada ibunya, aku sangat iri sekali" ucap Sandra yang di tanggapi Ameera dengan senyumnya.
...¤...
Alyssa saat ini sudah sampai di negara J. Dia langsung menuju ke hotel tempat Alvin menginap.
Alyssa sudah melacak keberadaan kekasihnya itu, dan langsung ingin menemuinya untuk memberikannya kejutan.
Meskipun Alyssa baru pertama kali ke luar negeri, namun dirinya cepat belajar dan fasih dalam berbahasa asing.
Setelah hampir setengah jam, taksi yang di tumpangi Alyssa sudah sampai di Mitsui Garden Hotel, tempat Alvin menginap.
Saat ini sudah pukul 18.30 waktu kota T, negara J. Alyssa sempat mengirim pesan pada Alvin dan menanyakan sedang apa dan Alvin bilang dia baru selesai meeting dan akan mandi sebelum ia dan Doni makan malam.
Maka dari itu, Alyssa menekan bell di kamar Alvin. Setelah menunggu beberapa saat, Alvin membuka pintunya dan terkejut mendapati kekasihnya ada di depan pintu kamar hotel.
__ADS_1
"Ica sayang, Ini beneran kamu?" ucap Alvin terkejut, dia menggosok kedua matanya saat melihat Kekasihnya ada di depan matanya.
Takutnya ini hanya hayalannya semata, karena terlalu merindukan wanita yang sangat ia cintai itu.