
Begitu Alyssa keluar dari kamar mandi, ia di kejutkan dengan Alvin yang menatapnya dengan intens.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Alyssa
"Oh Tuhan, cobaanmu berat sekali. Ica tetlihat sangat sexy. Sial, juniorku jadi bangun" Gumam Alvin dalam hati.
Setelah mendengar gumaman Alvin, Alyssa mengalihkan pandangannya dan tersentak kaget. Saat tak sengaja melihat benda menonjol yang tercetak di celana boxer yang di kenakan Alvin.
"Aahhhh" teriak Alyssa, setelah menyadari dirinya yang hanya terlilit handuk, sungguh terlihat sangat seksi dan menggoda iman.
"****!! Aku lupa kalau ada hewan buas di kamarku. Astaga... Kenapa aku bisa melupakan alarm berbahaya ini" ucap Alyssa dalam hati
"Alvin kau mesum!!" teriak Alyssa lagi dan berbalik hendak masuk ke dalam kamar mandi lagi, namun di tahan oleh lengan kekar yang kini melingkar di pinggangnya.
"Bukannya kamu yang mesum, pagi-pagi sudah menggodaku, Hmm" ucap Alvin dengan suara berat dan sedikit serak, menahan panas yang seketika meruak masuk ke tubuh.
"Si-siapa yang menggodamu?" ucap Alyssa gugup dan jantung yang berdegub kencang.
"Kamu keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk. Apa namanya kalau bukan menggoda" ucap Alvin mengendus di ceruk leher Alyssa.
"K-kau yang berpikir berlebihan. A-aku hanya lupa, ka-kalau ada kamu di sini" ucap Alyssa tergagap
"Hmm, aku percaya. Tapi kau harus bertanggung jawab, sayang" ucap Alvin yang semakin serak tepat di telinganya, membuat Alyssa meremang seketika.
Mau tidak mau Alyssa hanya pasrah, dan membantu Alvin menuntaskan ha**at nya dengan jemari lentik miliknya. Sampai tangannya merasa pegal dan ngilu, karena terlalu lama berolahraga.
...¤...
Di perjalanan Alyssa hanya diam, sedangkan Alvin yang tersenyum puas. Karena ia tidak perlu senam lima jari sendiri, dan di gantikan 10 jari lentik milik calon istrinya.
Tapi ia juga merasa kasihan pada calon istrinya itu, karena sudah menyiksa tangan mungilnya untuk memuaskannya.
"Sayang" panggil Alvin dengan lembut
"Hmmm" jawab Alyssa malas
"Kamu masih marah? Maaf ya sayang" ucap Alvin
"Hmmm" jawab Alyssa lagi-lagi hanya Hmmm saja.
"Sekarang kita mau kemana? Aku janji akan menuruti mau mu hari ini. Mau jalan-jalan, shopping, atau apa pun itu. Aku akan melakukannya untukmu" ucap Alvin mencoba membuat Alyssa tidak lagi marah padanya.
__ADS_1
"Aku keterlaluan padanya, maaf sayang aku tidak bermaksud menyiksamu. Hanya saja juniorku tidak bisa di ajak kompromi" Gumam Alvin dalam hati merasa bersalah.
"Aku tidak marah, aku mau ke B.I Mall. Tolong antar aku ke sana" ucap Alyssa setelah teringat misi dari sistem pagi tadi.
"Baik tuan putri, sesuai keinginanmu" ucap Alvin tersenyum, akhirnya Alyssa mau berbicara tanpa kata Hmm andalannya itu lagi.
Meskipun sedang kesal, namun Alyssa tidak menolak saat Alvin dengan posesifnya menggandeng tangannya erat.
Alyssa melihat jam yang melingkar cantik di pergelangan tangannya. Terlihat sudah jam 11.10
Alyssa melemparkan pandangannya ke seluruh penjuru Mall dengan mata tembus pandangnya. Dirinya tidak menemukan hal aneh apapun di sana.
"Apa aku terlambat? Tapi tidak ada pemberitahuan dari sistem jika misi itu gagal" Gumam Alyssa dalam hati
Namun tak berselang lama, ia terkejut saat matanya melihat 3 orang yang terlihat sedang bertengkar. 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Salah seorang perempuan yang sedang bertengkar itu, ia sangat mengenalnya.
Diana! Ya itu adalah sahabat dekat Alyssa, tentu saja Alyssa terkejut melihat sahabatnya itu, terlihat sedang bertengkar hebat dengan wanita di depannya.
Alyssa merasakan perasaan tidak enak yang menyelimuti dirinya. Ia takut, misi ini berhubungan dengan sahabatnya, Diana. Alyssa tidak ingin sahabatnya itu kenapa-napa, jadi dia memutuskan untuk menghampiri sahabatnya itu.
"Ica, sayang kamu mau kemana?" panggil Alvin saat melihat kekasihnya itu berjalan begitu cepat menuju eskalator.
Alvin mengejar calon istrinya itu dengan panik. Ia sempat melihat raut wajah khawatir Alyssa, sebelum Alyssa bergegas menuju tepat ke arah eskalator berada.
"Diana aku bisa jelaskan" ucap seorang laki-laki di depan Diana
"Jelaskan apa lagi? Baru seminggu yang lalu kamu nyatain perasaan kamu, lalu kita jadian, Reno!! Tapi apa yang aku lihat sekarang, Hah??? Kau berselingkuh dariku, brengsek!" teriak Diana penuh emosi, yang membuat orang-orang mau tidak mau melihat ke arah mereka
"Sayang, aku bisa jelasin. Ini hanya salah paham. Aku dan Tina hanya kebetulan ketemu saja di sini, kita hanya berteman. Aku tidak mungkin mengkhianati kamu" ucap Reno mencoba meyakinkan pacarnya itu.
"Salah paham kamu bilang? Coba jelaskan, sejak kapan rumah sakit berubah jadi Mall? Sejak kapan Ibumu berubah menjadi Wanita ja**ng itu? Sejak kapan, bilangnya kebetulan ketemu tapi bergandengan tangan mesra, bahkan berciuman di pojok lorong sana. Emangnga aku buta, nggak bisa lihat kalian dan menyadari hubungan kalian?" teriak Diana marah
Reno terdiam tidak bisa membantah ucapan yang lontarkan oleh pacarnya, karena yang di ucapkan Diana memang benar adanya.
"Tidak bisa jawab kan?? Sudahlah, aku nggak mau ribet! Mulai saat ini hubungan kita selesai" ucap Diana tegas
Mendengar itu Reno membelakan matanya terkejut, dia tidak mau putus dari Diana. Dia benar-benar mencintai Diana, yang sudah ia kejar sejak beberapa bulan yang lalu. Banyak perjuangan untuk mendapatkan hati wanita yang ia dambakan itu.
Namun karena kecerobohan yang ia lakukan, karena tergoda oleh Tina yang terus mendekatinya dengan iming-iming olahraga ranjang. Ia pun tergoda dan mencoba berhubungan dengan Tina, meskipun hanya untuk main-main.
__ADS_1
Akibat dari kebodohannya itu, wanita yang ia sukai tahu kebenarannya dan bahkan ingin memutuskan hubungan dengannya.
"Tidak! Aku tidak mau!! Maafkan aku Di, aku menyesal. Aku tidak mau kehilangan kamu Di, aku cinta sama kamu" ucap Reno sambil memegang erat tangan Diana
"Lepaskan!!! Jangan mendekati aku lagi, aku tidak sudi melihat wajah menjijikkan kamu lagi!!!" teriak Diana lagi
"Sayang, aku mohon maafkan aku. Tolong kasih aku kesempatan kedua" ucap Reno memohon
"Tidak! Lepaskan aku!!" teriak Diana
Terjadi tarik menarik antara Reno dan Diana, sampai akhirnya Tina yang awalnya diam. Ikut mencoba melepaskan pegangan tangan Reno pada Diana, karena cemburu. Reno yang notabene nya laki-laki yang ia cintai, sedang memohon pada Diana, di bandingkan memilih bersama dengan dirinya.
Reno yang marah karena Tina, yang malah mencoba melepas tangannya yang memegang erat Diana. Hendak mendorongnya dengan sepenuh tenaga, namun sayang yang justru ia dorong adalah tubuh Diana yang terhuyung kebelakang.
Sialnya, Diana tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dan terjatuh dari pagar pembatas Mall, karena dorongan kuat dari Reno.
"Diana!!!!" teriak Reno kaget saat melihat Wanita yang ia cintai itu terjatuh dari lantai 3 Mall tersebut.
"Nana...!!!!!" teriak Alyssa yang saat itu berlari menghampiri Diana dan ikut terjun dari sana dan menggapai Diana yang berhasil ia pegangi.
Keduanya bergantung dengan tangan kiri Alyssa memegang kuat pagar, sedang tangan kanannya ia pegang tangan Diana.
"Icaaaaa!!!" Seru Alvin terkejut melihat calon istrinya ikut terjun dari sana.
"Al??? Lepaskan aku, biarkan aku jatuh! Aku nggak mau kamu ikut terjatuh bersamaku" ucap Diana dengan tubuh gemetar dan ketakutan.
"Tenang aja kita berdua pasti selamat" ucap Alyssa masih sempat tersenyum
"Ica!! Aku bantu kamu naik" ucap Alvin panik dan sangat khawatir.
"Alvin, tolong tarik Diana dulu!" ucap Alyssa
"Ta-tapi..." ucap Alvin ragu.
"Aku tidak akan kenapa-kenapa, Cepatlah!!!" ucap Alyssa tersenyum sambil menahan berat badan Diana. Alvin hanya mengangguk mendengar permintaan wanitanya.
Alyssa dengan sekuat tenaga menarik tangan Diana agar dia terangkat. Alvin dengan sigap menarik Diana untuk naik dan akhirnya Diana berhasil di tarik ke atas.
Alvin kembali untuk menarik Alyssa namun tangan Alyssa terlepas dari pegangan di pagar, karena licin oleh keringat.
"Icaaaaaa!!!!" teriak Alvin saat melihat wanitanya terjatuh
__ADS_1