
Waktu cepat sekali berlalu, tidak terasa kini kandungan Alysaa sudah memasuki trimester ketiga. Sama halnya dengan Ameera, sang ibu yang kini tengah hamil tua yang usia kandungannya hanya selisih 5 Minggu saja.
Sedangkan kini Alyssa sudah memiliki dua keponakan cantik dan juga tampan. Keponakan yang cantik dari sang kakak, yang baru saja lahir yaitu Azkia Sastro Wardoyo, putri dari Azka dan Ayu.
Keponakan yang tampan sudah berumur 1 bulan lebih, yang bernama Keanu Adji Kusumo anak dari Hanin dan Kenan.
Pagi itu Alyssa baru saja bangun tidur dan duduk di tepi ranjang. Ia menoleh ke samping, namun ia tidak mendapati suaminya di sana.
Setelah melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 pagi, Alyssa menghela nafas pelan. Tentu saja sang suami tidak ada di mansion saat ini, karena pastinya sudah berangkat ke kantor.
"Sistem, masuk!" ucap Alyssa saat nyawanya sudah terkumpul semua.
[ Selamat Host Anda mendapatkan Kalung air Mata kehidupan ]
[ Hadiah sudah di simpan di ruangan penyimpanan, silahkan Host mengeceknya ]
"Kalung Air mata Kehidupan?" gumam Alyssa lirih.
Tentu saja Alyssa senang karena sistem sudah jarang sekali memberikannya misi, dan hanya memberikannya hadiah yang masuk setiap harinya berupa uang.
Namun Kalung air mata Kehidupan ini sebenarnya gunanya itu untuk apa? begitu pikir Alyssa. Ia kemudian mengambilnya di ruang penyimpanan.
Alyssa takjub melihat kalung itu, kalung itu terlihat unik dan dalam pandangan pertama saja Alyssa sudah menyukai kalung itu.
"Sistem kalung apa ini? Sangat indah, aku suka. Tapi apa liontin ini terbuat dari salah satu batu Giok?" ucap Alyssa lagi penasaran.
[ Menjawab host, kalung itu terutama bagian liontin nya terbuat dari batu khusus yang di di dapat dari sistem di ruang angkasa, tidak di perjual belikan di belahan dunia manapun ]
[ Kalung itu berfungsi untuk menenangkan dan menjernihkan mental seseorang bahkan jika kondisi orang itu terkena penyakit mental yang berat. Kalung itu juga berguna untuk jimat perlindungan dan keberuntungan bagi siapapun pemakainya ]
"Woah, ada yang seperti itu juga?" ucap Alyssa terkejut namun dengan wajah berseri mendengarnya.
"Kalau begitu sistem, sekarang cek status!" ucap Alyssa lagi.
Tak lama muncul layar hologram yang hanya bisa di lihat olehnya saja.
STATUS
Nama : Alyssa Cecilia Ardhana (Marga mengikuti marga atau nama keluarga suami)
Umur : 20 Tahun (H-1)
Kekuatan : 10
Kecerdasan : 10
Penampilan : 10
Keterampilan :
- Mengemudi tingkat Profesional
- Memasak tingkat Profesional
__ADS_1
- Kedokteran tingkat Ahli
- Akademis tingkat Profesor
- Designer tingkat Master
- Ahli Beladiri Kuno
- Ahli Bisnis
- Ahli Menembak
- Tabib Kuno
- Hacker Pro
- Scaning
- Menyanyi tingkat Diva
- Mata Tembus Pandang
- Modeling kelas internasional
- Ahli memanah
- Tubuh anti racun dan Ahli meracik racun
- Peracik obat kuno (termasuk obat yang di jual sistem)
- Pembaca pikiran
- Gold Ginger
- dll
Undian : 0
Level : 10 [ 27.567.784.000/ 1.000.000.000.000 Kenaikan Level berdasarkan uang yang di belanjakan, tidak termasuk berjudi/hadiah ]
Kekayaan : 10.999.086.856.900.000
Toko : tersedia
Misi : tidak ada
"Woah, sebanyak itu ternyata uangku" ucap Alyssa menganga sambil manggut-manggut.
Ia tidak menyangka jika keuangannya saat ini berbanding terbalik dengan keuangannya dulu saat belum memiliki sistem.
Dan entah mengapa ia memiliki perasaan takut, tentang apa yang akan datang esok hari. Ia berharap itu hanya perasaannya saja.
Drrrrtttt...!!!
Telepon milik Alyssa bergetar, nama sang suami terlihat di sana. Membuat lamunan Alyssa memudar.
__ADS_1
"Halo" ucap Alyssa sambil melihat layar telepon karena Alvin saat ini melakukan Video call.
"Halo sayang, kamu udah bangun?" tanya Alvin.
"Kalau aku belum bangun, nggak akan angkat telepon kamu, ayah" ucap Alyssa cemberut kesal.
Semenjak hamil, memang Alyssa sudah membiasakan diri memanggil Alvin dengan sebutan Ayah.
Hal itu untuk membiasakan anaknya kelak memanggil Alvin dengan sebutan Ayah juga. Karena anak kecil akan selalu mengikuti apa yang di ucapkan orang dewasa terutama sang ibu.
"Ha-ha-ha iya sayang, maaf. Jangan cebikan bibir kamu, kamu terlihat sangat menggemaskan saat memajukan bibirmu. Ingin rasanya aku kecup sekarang juga" ucap Alvin
"Kecup-kecup, semalam bilangnya kecup juga tapi malah celub" ucap Alyssa menggembungkan pipinya yang kini terlihat Chabi karena hamil.
"Itu karena aku tidak tahan karena kamu terlalu se*si sayang" ucap Alvin terkekeh
"Sudah bercandanya, Ayah kenapa menelepon? Nggak mungkin menanyakan bunda sudah bangun atau belum saja, kan?" ucap Alyssa
"Oh, aku hampir lupa. Aku memang menelepon karena memang sangat kangen sama bundanya twins. Aku juga ingin memberi tahu, kalau persidangan di pengadilan akan di putuskan siang ini" ucap Alvin
"Benarkah, wow aku ingin lihat berapa lama ia mendekam di penjara" ucap Alyssa antusias.
"Tentunya ia akan di hukum sangat berat karena sudah menargetkan kamu dan ingin membunuhmu sayang. Aku pastikan keparat itu akan mendekam di penjara selama mungkin atau perlu hukum mati" ucap Alvin
"Kalau begitu aku akan hadir di persidangan" ucap Alyssa semangat.
"Aku tidak mengizinkan mu pergi. Aku hanya memberitahu kamu tentang ini, tapi aku tidak mengizinkan kamu hadir di persidangan. Kamu sedang hamil sayang, kalau ada apa-apa bagaimana? Terlebih aku saat ini masih sibuk bekerja karena ada meeting penting dan tidak bisa menemanimu. Jadi biarkan tim pengacara saja yang mengurusnya" ucap Alvin tak ingin di bantah.
Alyssa menghela nafasnya, ia tidak mungkin membantah ucapan suaminya, terlebih ia juga melihat perutnya sudah makin membesar. Dan kemungkinan Dua bulan kurang ia akan segera launching.
Ia harus memikirkan kedua anaknya di dalam perut sebelum mengambil tindakan, dia tidak boleh egois.
"Baiklah" ucap Alyssa pasrah.
"Nah, begitu bukannya lebih baik. Kamu jangan lupa makan dan minum vitamin juga susu ibu hamilnya. Aku akan pulang cukup larut, jadi jangan menungguku pulang. Biarkan Mina yang akan menemanimu jika ingin melakukan sesuatu yang berat" ucap Alvin
"Ya" ucap Alyssa hanya mengiyakan saja
"Aku lanjut kerja lagi sayang, aku mencintaimu" ucap Alvin kemudian menutup teleponnya.
Alyssa menghela nafasnya pelan, meskipun ia tidak bisa hadir di persidangan. Bukan tidak mungkin ia bisa melihat perjalanan sidang dari mansionnya.
Kasus itu kasus sidang percobaan pembunuhan dengan racun. Yang di dalangi oleh Rudi Cristian, awalnya Rudi terus berkilah dan tidak ingin mengakui kejahatannya meskipun bukti sudah ada di depan mata.
Dengan kekuatan uang yang ia miliki, ia menyuap anggota polisi hingga bisa pulang kembali ke rumah dan hidup santai. Namun setelah Alyssa mengetahui hal itu, tentu saja ia tidak tinggal diam.
Berhubung kondisinya sedang hamil, ia menceritakan hal itu pada Alvin. Tentu saja Alvin sangat marah saat mendengarnya dan melaporkannya segera, hingga kasus itu di buka kembali.
Bukannya Alyssa tidak ingin turun tangan, namun karena ia sedang hamil dan banyak pantangan ini dan itu, jadi ia hanya diam menurut.
Namun, bukan tidak bisa Alyssa melihat jalannya persidangan, banyak cara yang bisa ia lakukan untuk menyaksikannya di rumah.
Juga tentu saja Alyssa tidak akan melepas begitu saja orang yang sudah berani menggertaknya. Dan tentunya ia akan memberikan hadiah spesial ke orang itu karena sudah berani mengusik dan membangunkan singa betina yang sedang tidur.
...••••...
__ADS_1