
"Selamat sore Iraaa, aku bawakan Roti Maryam kesukaanmu... Eh, ada tamu??" teriak Noah kaget dan malu, saat melihat ada orang lain di sana, yang ia pikir hanya ada Ameera seperti biasanya.
Wajah Noah memerah malu, dia menenteng plastik. Di dalamnya ada box makanan berisi Roti maryam isi daging pedas, kesukaan Ameera. sedangkan Alyssa dan Ameera, saat ini terkekeh melihat Noah malu.
"Sore Noah, duduklah!" ucap Alyssa
Noah dengan menahan rasa malunya, duduk di sofa bergabung dengan yang lain.
Hanin diam karena tidak mengenal Noah, sedangkan Kenan terkejut saat melihat Noah ada di depannya. Dia kemudian menyapa Noah dengan sopan.
"Halo tuan Noah, senang bertemu dengan anda lagi" ucap Kenan tersenyum ringan
"Oh, halo tuan Kenan. Senang juga bertemu denganmu juga. Ngomong-ngomong, kalian saling kenal?" tanya Noah bingung.
"Paman kenan adalah calon suami dari tante Hanin. Mereka kesini untuk mengabari kami, bulan depan mereka menikah" jelas Alyssa
"Waahh, selamat kalau begitu tuan Kenan, aku ikut berbahagia mendengar kabar baik ini. Mudah-mudahan saja aku bisa cepat menyusul kalian Ha-ha" ucap Noah tertawa
"Terimakasih tuan Noah, saya doakan agar tuan Noah cepat menyusul, dengan wanita yang anda cintai tentunya" ucap Kenan tulus
"Aku harap seperti itu, tapi aku harus ekstra sabar dalam menunggu" ucap Noah
"Memangnya kenapa tuan?" tanya Kenan penasaran
"Karena calonku sangat istimewa, jadi aku butuh waktu untuk bisa meluluhkan hatinya" ucap Noah melirik Ameera yang sedang duduk tak jauh darinya.
"Uhuuukk" Ameera tersedak saat mendengar ucapan Noah.
"Ira kamu tidak apa-apa?? Minumlah ini pelan-pelan" ucap Noah dengan lembut menepuk punggung Ameera, yang sedang minum.
Alyssa terkekeh melihatnya, sedangkan Hanin dan Kenan saling melirik. Seketika mereka paham dengan situasi yang terjadi.
"Aku harap, usaha anda berhasil meluluhkan hati wanita yang anda cintai tuan, Noah. Dan semoga wanita itu secepatnya sadar, jika ada laki-laki hebat yang sangat mencintainya, berada di sisinya" ucap Kenan
"Aamiin, terimakasih atas do'anya Tuan Kenan. Mudah-mudahan sesuai dengan apa yang di ucapkan anda, dan dapat terwujud suatu hari nanti" ucap Noah dengan senyum di wajahnya. Sementara wajah Ameera kini memerah karenanya.
...¤...
Di depan gerbang sekolah, Dion berjalan dengan Tiara menuju bus khusus untuk siswa. Karena jarak antara sekolah dengan jalan umum cukup jauh. Dan bisa di akses dengan bus khusus.
Sekolah elit itu memang luar bisa mewah dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. Pengajar dan staf kesiswaan semuanya dari kelulusan terbaik.
__ADS_1
Bahkan Koki di kantin merupakan koki bintang 5 dengan gaji super tinggi. makanan pun terjamin higienis dan juga harga yang cukup tinggi dan beragam.
Makanan siswa terbagi menjadi 2 tipe, Gold dan Diamond. Siswa mendapat jatah makanan 2x, dan dapat memilih makanan yang mereka mau sesuai dengan jenis kartu yang mereka miliki.
Kartu Gold, siswa wajib membayar uang makan 2,25 juta/bulan. Sedangkan Kartu Diamond, siswa wajib membayar uang makan 4 juta/bulan.
Dion dan Tiara mendapatkan kartu Diamond yang sudah di atur oleh Alyssa, sebagai walinya.
Sedangkan untuk siswa berprestasi yang mendapat beasiswa, mereka memiliki kartu gold tanpa membayarnya.
"Tuan muda, terimakasih sudah membantuku berkeliling untuk mengenal sekolah ini. Dan tolong sampaikan terimakasihku juga untuk kakakmu, Nona Alyssa. Saya akan berusaha belajar lebih giat lagi, agar kelak bisa membantu beliau di masa depan" ucap Tiara tulus
Tidak pernah terbayangkan oleh Tiara, dirinya bisa sekolah di Sekolah elit paling bergengsi di negara ini. Yang bahkan, sebelumnya bermimpi saja dia tidak berani.
Namun kini ia benar-benar sekolah, di tempat yang di inginkan oleh seluruh remaja negara ini. Ia bersyukur dan sangat berterimakasih dengan Bos dari kakaknya itu.
"Tolong panggil Dion saja, aku merasa risih di panggil dengan sebutan tuan muda. Aku juga sama seperti yang lainnya. Nanti ucapan terimakasihmu akan aku sampaikan ke Kak Alyssa" ucap Dion berbicara dengan ramah
"Baik Dion" ucap Tiara tersenyum senang
Keduanya kemudian pulang, dan berpisah di jalan utama, karena arah rumah mereka yang berbeda.
...¤...
Dion sampai di rumah sebelum mereka bertiga datang, dan sudah bergabung dengan Alyssa dan lainnya di ruang tamu.
"Kenapa kau ada di sini?" ucap Azka kesal saat melihat Noah di sana, malah ikut makan malam bersama.
"Tentu saja untuk makan malam bersama" ucap Noah tersenyum tipis
"Azka, kamu tidak sopan!" ucap Ameera menegur Azka
"Maaf mah" ucap Azka, kemudian dia melirik Noah dengan tatapan bermusuhan. Sedangkan Noah hanya terkekeh melihatnya.
Mereka ber sepuluh makan malam dengan di selingi obrolan ringan. Alyssa menatap Alex dan Enzy sedikit memicingkan mata.
Ia melihat mereka berdua sedikit agak gelisah, Alyssa kemudian memindai data mereka berdua, kemudian ia tersenyum mengerti.
"Alex, Enzy. Kalian berdua setelah ini pergi ke ruangan kerjaku. Aku ingin bicara dengan kalian berdua" ucap Alyssa, sambil menyiapkan nasi ke mulutnya.
"Baik nona!" ucap mereka berdua serempak.
__ADS_1
Setelah makan malam, Enzy dan Alex menuju ke ruangan kerja milik Alyssa yang berada di dalam mansion.
Ruangan kerja di sana, sama besar dan mewahnya dengan ruangan kerja di kantor.
"Apa ada yang kalian berdua ingin katakan padaku?" tanya Alyssa pada keduanya
keduanya saling berpandangan mendengar pertanyaan dari nonanya itu.
"Biar aku yang katakan" ucap Alex pelan sembari menggandeng tangan Enzy. Dan menghela napasnya sebelumnya melanjutkan ucapannya.
"Nona, saya ingin meminta izin kepada anda. Tolong berikan saya izin dan restumu! Aku ingin menikahi Stela" ucap Alex mantap
"Apa kalian saling mencintai?" tanya Alyssa, keduanya mengangguk
"Aku butuh kepastian, ucapkan dengan benar! Aku tidak butuh bahasa isyarat" ucap Alyssa lagi dengan datar
"Iya Nona, kami saling mencintai" ucap Alex dengan gugup, saat melihat Alyssa menatapnya tajam ke arahnya.
"Benar Nona, saya mencintai Alex, namun saya butuh restu dan izin anda untuk menikah" ucap Enzy
Alyssa menghela napas dan kemudian berjalan ke arah keduanya.
"Jika kalian saling mencintai, kenapa butuh izin dariku untuk menikah? Yang akan menikah itu kalian. Bukan aku" ucap Alyssa
"Tapi izin dari anda sangat penting bagiku, Nona. Bagiku pendapat anda lebih utama di banding perasaanku sendiri" ucap Enzy
Alyssa kemudian memeluk Enzy dan berkata.
"Aku sudah mengatakan berkali-kali padamu, Kak. Aku juga ingin kakak bahagia dengan pilihan kakak. Tentu saja aku memberikan izin, dan memberikan kalian berdua restuku. Aku harap kalian bisa bahagia selamanya" ucap Alyssa tulus
"Terimakasih, Nona" ucap Enzy terharu dan membalas memeluk Alyssa.
"Kapan rencana kalian akan menikah?" tanya Alyssa lagi
"Aku ingin secepatnya, Nona" ucap Alex bersemangat, sedangkan Enzy tersipu malu.
"Baiklah, kalian akan menikah setelah acara pernikahan Tante Hanin dan paman Kenan. Aku akan minta Rara dan Doni untuk mengurus persiapan pernikahan kalian. Aku akan memberikan pernikahan yang mewah untuk kalian berdua" ucap Alyssa
"Tidak usah Nona. Kita sudah sepakat untuk menikah secara sederhana saja" ucap Enzy
"Tidak ada penolakan Enzy!! Ini adalah hadiah pernikahan dariku untuk kalian berdua. Kau adalah kesayanganku, mana mungkin aku membiarkan kamu menikah, tanpa membuat pesta mewah. Aku ingin membuat pernikahanmu menjadi hal yang paling berkesan untuk kalian berdua" ucap Alyssa, membuat keduanya terharu atas kebaikan nona mereka.
__ADS_1
"Hal paling berkesan dan tidak terlupakan bagiku, adalah bisa bertemu dan kenal dengan anda Nona. Aku sangat bersyukur, tuhan mempertemukan kita" ucap Enzy dalam hati.