Sistem Dewi

Sistem Dewi
Hukuman untuk Seorang Jumadi


__ADS_3

Enzy mau tidak mau, kembali ke kamarnya bersama Jumadi. Sebelum jumadi keluar dari Kamar mandi, dan mendapatinya tidak berada di kamar.


Sebenarnya, itu adalah rencana Enzy, yang sudah menaruh obat pencuci perut ke dalam makanan milik Jumadi, dengan dosis tinggi.


"Anggap saja, aku membantumu kali ini. Agar berat badanmu turun. Meskipun tidak membuat Perutmu yang one bold itu menjadi sixpack" ucap Enzy terkekeh.


Jumadi keluar dari kamar mandi setelah belasan kali ia bolak balik, sudah 1 jam sejak ia pertama kali masuk ke dalam toilet. Kini tubuhnya lemas tidak bertenaga, ia kehabisan cairan.


"Sayang, apa kamu tidak apa-apa?" ucap Enzy pura-pura peduli, dan mendekati Jumadi.


"Aku lemas, perutku sakit" ucap Jumadi dengan lemah.


"Aku ada obat, tadi aku pesan sama staf hotel, karena melihat kamu tidak berhenti bolak balik kamar mandi. Tunggu sebentar aku ambil obatnya dulu" ucap Enzy, bergegas membuka tasnya, dan membawa Pil dan air mineral di tangannya.


"Terimakasih sayang" ucap Jumadi tersenyum dan meminum Pil yang di berikan Enzy.


Beberapa detik kemudian, Jumadi merasa kepanasan dan lalu tiba-tiba ia menjerit kesakitan.


"Aaarrrggghhhh...!!!" teriak Jumadi.


Seluruh tubuhnya sudah memerah, lalu tiba-tiba melepuh, menggelembung dan pecah. Kulitnya mengelupas dengan sendirinya karena melepuh dan mengeluarkan darah dan nanah dari sekujur tubuhnya.


Alvin dan Alex, yang melihat di layar di depan mereka. Membelak kaget. Kondisi Jumadi terlihat sangat mengerikan.


"Apa itu obat racikan kamu?" tanya Alvin


Alyssa mengangguk dan menjawab.


"Iya, itu Pil buatanku. Namanya Pil pelepuh. Orang yang meminumnya, akan menderita panas di sekujur tubuhnya, lalu melepuh, pecah dan mengelupas" ucap Alyssa ringan


"Astaga, nona sangat menyeramkan. Di masa depan aku tidak akan berani membuat masalah dengannya" ucap Alex


"Calon istriku memang sangat hebat. Dia bisa menjadi Dewi penyelamat bagi orang-orang yang membutuhkan. Namun ia juga bisa berubah menjadi malaikat pencabut nyawa bagi musuh-musuhnya" gumam Alvin.

__ADS_1


"Aaakkkhhh.... K-kau... Kau y-yang mela-kukan ini kan??? Dasar wanita Ja**ng!! Aaarrggghhh sakiiitttt,,, periiihhhhh!!! Tolooonggg!!!" teriak Jumadi


"Ha-ha, ternyata kau tidak sebodoh yang aku kira, bisa dengan cepat menyadarinya" ucap Enzy tertawa mendengar ucapan Jumadi.


"S-si-apa kamuuuu?? Aaarrgghh.... sakiiittt... Kenapa kau lakukan ini??" ucap Jumadi


"Aku? Coba tebak!!!" ucap Enzy terkekeh


Enzy kemudian membuka pintu lemari lalu membuka lacinya, ia mengambil sebungkus kantong plastik dari sana.


"Ap-apa yang ingin kau lakukan sshhh??" ucap Jumadi merintih


"Aku ingin mengobatimu, Paman" ucap Enzy menggunakan suara aslinya. Membuat Jumadi terbelalak kaget mendengarnya, Ia kemudian melihat Enzy dengan lekat.


"K-kauuu..." ucap Jumadi menggigil ketakutan


"Yaps binggo!!! Kau benar, aku adalah keponakanmu yang paling cantik, dan yang selalu ingin kau bunuh, STELLA!!!" ucap Enzy dengan wajah penuh emosi.


"Ba-bagaimana mungkin?? Stella sudah mati. Bahkan kalau dia selamat, ssshhh dia akan menjadi orang cacat" ucap Jumadi tidak percaya


"Ya, Stella yang itu sudah mati, dan kamu yang membunuhku, Jumadiiiii!!!" teriak Enzy lalu menuangkan cairan cuka ke seluruh tubuh Jumadi, seketika jeritan dan bau asam menyeruak dari sana.


"Aaaaarrggghhhh, Am-ampuuunn stellaaaaa" teriak Jumadi


Enzy menginjak dan mematahkan tangan dan kaki Pamannya itu. Terdengar teriakan meminta maaf dan tangisan Jumadi.


"Stella Ampuuuunnnn!!!" teriak Jumadi


Enzy kemudian mencambuki tubuh Jumadi, yang terus menerus menjerit kesakitan.


Setelah satu jam di siksa, Enzy memaksa Jumadi meminum Magic Liquid.


"Aaahhh, aku akan memberikanmu hadiah, Paman. Kau harus berterima kasih padaku. Karena obat ini sangat mahal" ucap Enzy.

__ADS_1


Seketika, Kondisi Jumadi pulih. Bahkan kini sangat mulus, tanpa ada luka di wajah dan tubuhnya.


"Ter-terima kasih" ucap Jumadi saat dirinya selamat, dia menghela nafas lega, namun masih ada ketakutan di matanya.


Enzy memang memberikan Magic Liquid agar menghilangkan bukti, jika dia di siksa olehnya. Karena Enzy tidak berniat membunuh pamannya itu.


"Terlalu dini merasa senang, pamanku tersayang" ucap Enzy kemudian bertepuk tangan.


Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dari luar.Ada sekitar 8 orang laki-laki kekar dan tinggi masuk.


"Ap-apa yang ka-kalian ingin lakukan padaku?? Aku mohon lepaskan aku!! Jangan siksa aku lagi!! Stella ampuni paman, paman menyesal!!!" ucap Jumadi menangis, ia masih sangat ketakutan. Ia teringat tentang apa saja yang baru dia alami, itu hal yang paling menyakitkan yang pernah ia rasakan.


"Aku tidak akan menyakitimu, Paman. Aku hanya membantumu, menikmati indahnya dunia" Ucap Enzy, Kemudian delapan pria itu mendekati Jumadi dan memberikan service spesial untuknya.


Kedelapan orang itu menyentuh dan menghujami, pusaka miliknya di lu**ng A**s Jumadi. Mereka meny***mi dengan sangat brutal dan kasar. Mereka juga menyuntikkan Narkoba dengan dosis tinggi ke tubuh Jumadi.


Enzy bergegas keluar dari kamar menuju, ke kamar nonanya. Karena ia risih mendengar suara menjijikan itu.


"Apa kau sudah lega sekarang?" tanya Alyssa berjalan menghampiri Enzy


"Belum nona. Karena pertunjukan belum berakhir. Sebentar lagi polisi akan datang" ucap Enzy menyeringai


Setelah beberapa saat, ada sekitar sepuluh orang kepolisian datang ke kamar 307. Mereka datang, karena perintah langsung dari Jendral kepolisian.


Polisi yang datang, mereka di perintahkan untuk menangkap Jumadi. Karena kasus penggelapan dana perusahaan Mentari Corp, pemalsuan dokumen, penyuapan pejabat daerah tentang pajak, Kasus pem****saan 12 wanita di bawah umur, Penyelundupan dan pemakai narkoba, dan dalang dari pembunuhan CEO Mentari Corp terdahulu, orang tua Enzy dan juga kasus pembunuhan orang tua Dion.


Karena Rumah Jumadi kosong, mereka bergegas kembali. Namun di tengah jalan, mereka mendapatkan pesan anonim, yang mengatakan jika Jumadi berada di Giant Hotel kamar 307. Dan di ketahui sedang mengadakan pesta se*s sesama je**s.


Polisi langsung menggrebek kamar itu, dan membawa Jumadi ke kantor polisi.


Karena perbuatannya itu, ia terancam dengan hukuman mati.


Keluarga Jumadi, yaitu istrinya di asingkan, bahkan putri kandungnya ikut terseret kasus penggelapan dana, pemakai narkoba, dan terlibat dalam pembunuhan berencana. Dia juga di jauhi hukuman mati.

__ADS_1


Perusahan Mentari Corp, sudah di ambil alih oleh Enzy/Stella, yang merupakan pewaris sebenarnya.


Enzy juga memutuskan untuk menggabungkan Mentari Corp, ke dalam perusahaan dalam naungan AL Group.


__ADS_2