Sistem Dewi

Sistem Dewi
Uang nyasar?


__ADS_3

Ujian praktek selesai pada jam 11 siang. Alyssa memacu mobilnya keluar dari sekolah. Awalnya Alyssa berencana berkunjung ke Apartement Hesti.


Namun dia urungkan, dia bergerak menuju AKM Mall, di ingin membeli Tas LV untuk Hesti dan Desti.


Karena pengalamannya di kelas tadi, Alyssa tak ingin Hesti cemburu karena hanya membelikan oleh-oleh untuk Hanin.


Sesampainya di parkiran, HP Alyssa berbunyi, Alyssa langsung mengambil HP dari dalam Tasnya.


TING!!!


[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 10.30 WIB menerima uang


Rp.868.000.000.000 ]


Alyssa terkejut melihat SMS uang masuk dari Bank, lebih dari 800 Milyar.


"Uang nyasar dari mana ini?" Gumam Alyssa bingung


Saat Alyssa bingung asal uang itu dari mana, Enzy menelepon nya.


Ring! Ring! Ring!


"Halo Nona, apa saya mengganggu?" ucap Enzy sangat sopan.


"Halo Enzy, tidak. Ada apa?" ucap Alyssa


"Apa uang sudah masuk Nona?" tanya Enzy


"Ya, memang ada uang masuk barusan, lebih dari 800 milyar" ucap Alyssa


"Syukurlah jika sudah masuk, itu adalah hasil keuntungan dari berbagai perusahaan bulan ini. Total keuntungan sudah di potong penggajian karyawan dan membayar pajak. Juga sudah di potong 300 juta untuk Gaji dan intensif saya. Untuk Rincian Detailnya sudah saya kirim Via Email anda, Nona" ucap Enzy menjelaskan uang tersebut.


"Oh baiklah, akan aku cek setelah sampai di rumah nanti. Enzy tolong kamu sampaikan pada Bibi Retno, siapkan ruangan VIP untuk makan malam, malam ini. Orang yang akan datang ada 20 orang" ucap Alyssa


"Baik Nona, segera saya sampaikan ke Bu Retno" ucap Enzy


"Dan juga karena kau sudah bekerja lebih keras sekarang, kirimkan nomer rekening mi, aku akan mengirim 200 juta lagi sebagai bonusmu" ucap Alyssa


"Terimakasih banyak, Nona" ucap Enzy


Setelah telepon terputus, Enzy sudah memberikan nomor rekening lewat pesan whatsapp, Alyssa langsung mentransfer 200 juta untuk Enzy.


Alyssa keluar dari Mobilnya, dia melangkah ke lantai 3 AKM Mall, dimana Toko LV berada.

__ADS_1


"Selamat Siang Nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan sopan.


Meskipun Alyssa sekarang memakai seragam olahraga sekolahnya, namun pelayan melihat dengan jelas, selain seragam sekolah, semua yang di pakai Alyssa adalah barang brander yang totalnya ratusan juta atau mungkin Milyaran.


"Saya mencari Tas untuk wanita usia 40 tahunan dan remaja berusia 17 tahun" ucap Alyssa


"Mari saya tunjukkan, sebelah sini Nona" ucap pelayan


Alyssa mengikutinya masuk ke bagian dalam toko.


"Ini Model terbaru untuk remaja di bawah 20 tahun, sedang yang ini tas keluaran terbaru untuk wanita karir atau kelompok sosialita" ucap pelayan memperlihatkan 2 tas.


"Aku ingin Tas itu!" ucap gadis gemuk seusia Alyssa, tiba-tiba.


Dia menunjuk Tas berwarna putih gading yang di tawarkan pada Alyssa terlebih dahulu yang akan di berikan untuk Desti.


"Maaf Nona, tapi nona yang ini terlebih dahulu datang dan melihat Tas ini" ucap pelayan itu


"Beraninya kamu, kamu tak tahu siapa aku, Hah?? Aku adalah putri keaayangan Direktur AKM Mall" ucap Gadis gemuk itu sombong.


Alyssa sebenarnya malas berurusan dengan anak kecil manja seperti gadis ini. Tapi dirinya merasa tidak suka dengan sikap gadis itu yang membawa nama AKM Mall.


Meskipun dia bukan pemilik saham mayoritas Abraham Group, namun dirinya juga memiliki andil besar di dalamnya.


Pelayan bingung, satu sisi dia takut pada Gadis yang mengaku anak Direktur Mall ini. Satu sisi yang lain, dia juga harus menghormati customer yang datang terlebih dahulu, sesuai dengan aturan toko.


"Beraninya kamu tak mendengar ucapan Nona besar ini!!! Aku bilang aku menginginkannya, Letakkan Tas itu, dan keluar dari sini!!!" Teriak gadis gemuk itu lagi


"Apa Hak mu melarangku membeli Tas ini? dan siapa kamu berani mengusirku dari sini??" ucap Alyssa menatap dingin dan tajam pada gadis gemuk itu.


Gadis gemuk itu merasa ketakutan melihat tatapan Alyssa, namun dia masih tetap congkak pada sikap sombongnya.


"Aku adalah putri dari Direktur Mall ini, kamu berani padaku?" ucap gadis itu lagi.


"Aku tidak takut padanya, suruh ayahmu kemari menemuiku jika dia berani" ucap Alyssa


"Kamu..." ucap Gadis itu merasa kesal, kemudian dia menelepon ayahnya dan memintanya datang ke toko LV.


"Ayahku akan segera datang, kamu akan merasakan akibatnya nanti!!" ucapnya lagi


"Kita bisa lihat nanti siapa yang akan menerima akibatnya" ucap Alyssa tenang, Alyssa menelepon Rangga setelahnya.


Rangga yang mendengar yang terjadi pada Alyssa di anak perusahaannya sendiri, tentu saja sangat marah dan segera meninggalkan kantornya menuju AKM Mall.

__ADS_1


Setelah 15 menit, seorang pria paruh baya pendek, berkecamata dengan perut buncit masuk ke dalam toko LV.


"Ayaaahh, akhirnya kamu datang. Tolong aku ayah, ada orang yang menindasku, aku hanya ingin beli tas yang aku mau, tapi orang itu tidak mau mengalah padaku, malah berani menatapku dengan tahannya dan menantang ayah" Adu gadis gemuk itu pada ayahnya.


"Siapa yang berani dengan putri kecilku dan menantangku" ucap pria buncit itu, mungkin yang dia sebut kecil itu jari kelingking putrinya.


"Aku!! Apa kau ayah dari gadis ini?" ucap Alyssa tenang.


"Ternyata kamu, mengalahlah pada Melly, dia putriku. Aku tidak ingin keinginannya tidak terpenuhi, aku akan memberikan kamu voucher belanja senilai 5 juta nanti sebagai gantinya" ucap pria buncit itu lagi


"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?" ucap Alyssa tersenyum mengejek.


"Kurang ajar, beraninya kamu menolak permintaanku. Aku memberikan kamu kemudahan, tapi kamu malah meminta yang sulit. Aku adalah orang berkuasa di Mall ini, aku akan memberikan kamu pelajaran" ucap Pria buncit itu marah.


"Oh ya?? sayangnya aku tidak takut sama sekali" ucap Alyssa lagi dan menatapnya dengan tajam.


"Kau meremehkanku, mulai dari sekarang aku memblacklist kamu dari AKM Mall" ucap Pria buncit itu arogan.


"Yantoooo, kamu berani!!!" teriak seseorang yang baru masuk dan mendengar yang di katakan Pria buncit bernama Yanto itu.


"Pak Rangga, anda ada di sini?" ucap Yanto kaget melihat Bosnya datang.


"Kenapa kau begitu berani mencari masalah bahkan mencoba memblacklist Nona Alyssa? Kau sungguh berani Yanto!!!" Geram Rangga.


Meskipun dirinya adalah pemegang saham mayoritas 35% di Abraham Group, tapi keberadaan Alyssa juga telah memperkuat posisinya.


Dan sekarang, bawahannya berani membuat masalah pada Alyssa yang notabenenya orang yang dia hormati.


Yanto yang melihat kemarahan Bosnya sadar dan berlutut, ternyata orang yang dia singgung memiliki identitas yang tinggi.


Dia sangat memanjakan putrinya itu, dia sangat menyesalinya sekarang. Dia sangat takut akan kehilangan pekerjaannya dengan gaji yang sangat tinggi itu. Tidak mudah baginya mencapai posisinya sekarang.


Melly yang melihat ayahnya berlutut juga sangat takut, apa dia menyinggung orang yang salah, pikirnya.


"Berani sekali kau berlagak di depan Nona Alyssa, asal kau tahu dia adalah pemenang saham terbesar kedua abraham group" Ucap Rangga


Yanto sangat terkejut mendengarnya, yang dia singgung adalah bos besar kedua di tempat kerjanya


"Mulai hari ini, kamu bukan lagi Direktur dan bagian dari Abraham Group, kamu dan keluargamu akan di blacklist dari semua bidang di Abraham Group, Keluar kau dari sini!!!" ucap Rangga lagi.


Yanto merasakan tubuhnya lemas tak berdaya, ketakutannya kini menjadi kenyataan, dia kehilangan pekerjaannya. Bahkan dia sekeluarga di blacklist yang artinya dia tamat sekarang.


Yanto memuntahkan seteguk darah dan jatuh pingsan karena Syok. Melly pun ikut tidak sadarkan diri mendengar kenyataan ayahnya di pecat.

__ADS_1


Di masa depan dirinya juga tidak bisa pergi ke tempat dalam naungan Abraham Group, yang artinya kehidupan bak putri raja itu akan menghilang selamanya.


__ADS_2