Sistem Dewi

Sistem Dewi
Isi ruangan lain


__ADS_3

Meskipun mereka saat ini ada di ruangan bawah tanah, namun di sana memiliki filter udara yang cukup bagus. Jadi di dalamnya tidak pengap ataupun lembab, penerangan juga cukup memadai hingga Alyssa dan Tama melihat dengan jelas apa yang ada di sana.


Namun berbeda dengan ruangan yang satunya, penerangan di sana bisa di katakan tidak ada sama sekali. Hanya ada sedikit penerangan kala waktu siang hari, dari celah kaca di bagian atas, itu pun terlihat remang.


Alyssa dan Tama masuk ke dalam ruangan itu. Bau tidak sedap menyeruak masuk ke dalam Indra penciumannya. Jujur saja, Alyssa yang terbiasa dengan darah dan penyiksaan. Namun kali ini dirinya merasakan mual yang mengocok perutnya, hingga ia berbalik keluar ruangan.


"Astaga, baunya bikin mual sekali, sangat menyengat. Hoeeekkkkk!!!" ucap Alyssa yang tidak tahan dan akhirnya memuntahkan isi perutnya.


Untung saja Tama dengan sigap mengambil baskom entah dari mana ia mendapatkan benda itu, hingga Alyssa tidak mengotori lantai.


Tama juga memberikan minyak kayu putih dan juga air minum. Memang, ikatan antara keduanya sangat erat, meskipun tanpa ada yang bicara sama sekali.


Setelah merasa lebih baik, Alyssa menoleh ke arah ruangan yang gelap itu. Ia menggunakan mata tembus pandangnya, dan melihat apa yang ada di dalamnya.


Matanya terbuka lebar, melihat apa yang ada di sana, terutama makhluk kecil menjijikan yang membuat dirinya kembali merasa mual.


"Oh Astaga, menjijikan sekali" ucap Alyssa dengan keringat dingin di dahinya, dan segera di seka oleh Tama.


"Apa kita tidak usah masuk nona?" tanya Tama


"Aku tetap ingin masuk, karena ada sesuatu di sana yang harus aku lihat secara langsung" ucap Alyssa


Alyssa kemudian mengambil sebuah obat dari dalam ruangan penyimpanan dan msminumnya. Setelah di rasa keadaan nya membaik, keduanya kembali masuk ke dalam ruangan itu.


"Aras, terangi ruangan ini" ucap Alyssa


Cetak!!!


Seketika ruangan di sana terang benderang dan dapat terlihat, apa saja yang ada di dalamnya.


"Astaga, bajingan itu benar-benar psikopat gila" ucap Alyssa saat melihat apa yang ia lihat.


Di sana banyak sekali berserakan tulang manusia yang bertumpuk, tubuh yang sudah terpotong yang mulai membusuk dan mengeluarkan makhluk kecil yang sangat tidak di sukai Alyssa, yang tengah menggerogoti potongan mayat itu.

__ADS_1


Alyssa memaksakan diri untuk masuk lebih dalam, tanpa makhluk kecil itu, meskipun perutnya benar-benar mual. Dan berhenti di depan orang yang tergantung dengan tangan dan kaki terikat, dan hampir semua bagian tubuh orang itu mengalami patah tulang.


"Dia masih hidup" ucap Alyssa saat melihat keadaannya.


Setelah melihat data orang yang tengah tidak sadarkan diri itu, Alyssa terkejut karena ia adalah Zacky, yang tak lain adalah adik dari Melati, Adik ipar Setyono.


"Ugghh" terdengar lengguhan dari Zacky yang mulai tersadar.


"Kau sudah sadar? Tama, berikan dia minum" ucap Alyssa


Zacky mengerjapkan matanya karena silau dari cahaya yang Aras keluarkan dan kemudian tatapannya mengarah ke arah Alyssa dengan tatapan yang tajam, setajam silet.


"Jangan menatapku seperti itu!! Aku di sini hendak menolongmu. Tapi aku harap kau akan bertahan hingga besok malam, karena aku tidak bisa melepaskan kamu saat ini juga. Aku memerlukan bantuan orang lain nanti" ucap Alyssa


Zacky hanya menatap Alyssa, tentu saja Alyssa tahu jika saat ini Zacky tengah berperang di dalam pikirannya. Tentang apakah benar yang di katakan Alyssa, yang akan menolongnya, atau hanya sekedar pura-pura saja.


"Aku serius akan menolongmu, tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat. Minum lah lebih dulu agar tubuhmu lebih baik dan makan juga roti ini agar perutmu terisi" ucap Alyssa


"Te-rima-ka-sih" ucap Zacky lemah, ia tidak memiliki pilihan lain untuk percaya pada Alyssa. Lalu dia minum dan makan roti pemberian Alyssa, tentunya di suapi oleh Tama.


"Aku hanya orang lewat yang sangat tidak menyukai pemilik rumah ini, dan datang untuk mencari bukti kejahatannya. Minum ini, setidaknya kamu bisa tetap bertenaga meski beberapa hari tidak makan dan minum. Aku harap kau bisa bertahan sampai besok malam, dan bisa bekerja sama sebagai saksi kejahatan Setyono setelah kau bebas" ucap Alyssa


Zacky langsung meminum obat yang di sodorkan Alyssa. Obat itu berefek seperti pengganti nutrisi, agar tetap segar karena nutrisi terpenuhi selama tiga hari, setelah obat itu di minum.


"Tentu, aku bersedia menjadi saksi nantinya, aku juga ingin sekali melihatnya di hukum atas perbuatan bejatnya" ucap Zacky dengan mata penuh dendam.


"Aku pergi dulu, oh iya. Kemungkinan besok pagi atau siang, Jika tebakanku benar, Setyono akan datang ke sini. Jadi aku minta kau untuk berpura-pura lemas seperti biasa, agar dia tidak curiga" ucap Alyssa yang di angguki Zacky.


Alyssa dan Tama kemudian pergi meninggalkan ruang bawah tanah dan kediaman itu, mulus tanpa gangguan sama sekali.


...


Di penthouse, Juna tidak bisa tidur menunggu Alyssa dan Tama pulang. Ia takut terjadi sesuatu pada keduanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu terbuka dan yang di tunggu-tunggu pun akhirnya pulang juga.


"Minum dulu Al, Kamu tidak kenapa-kenapa kan? Tidak ada yang terluka?" tanya Juna khawatir


"Aku tidak apa-apa kak" ucap Alyssa, hanya saja mengingat mahluk kecil yang menggerogoti mayat itu, membuatnya kembali mual dan lari ke kamar mandi..


"Hoeeekkkkk.... Hoeeekkkkk...."


Melihat itu Juna tidak bisa tidak khawatir, namun ia tetap diam karena tidak sopan mengikuti Alyssa ke kamar mandi. Meskipun Alyssa sudah di anggap adik sendiri, tetap saja Juna tidak seberani itu.


"Al kenapa Tama? apa ia baik-baik saja?" tanya Juna


"Haaaiiiss, b*go kali aku ini. Jelas nggak akan dia jawab, meskipun aku menanyakannya sampai mulutku berbusa, tetap saja ia diam" ucap Juna saat menyadari Tama hanya diam seperti patung dan tanpa ekspresi di wajah tampannya itu.


"Leganya..." ucap Alyssa yang baru saja keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa.


"Kamu kenapa Al?" tanya Juna


"Nggak apa-apa, cuma teringat mahkluk kecil menjijikan iihhh" ucap Alyssa merinding seketika.


"Oh iya, Tama. Aku ingin menanyakan, kau kemana kan penjaga yang sudah mati itu?" tanya Alyssa


"Ke tempat yang bermanfaat untuk makhluk lain nona" ucap Tama


"Hah?" ucap Alyssa tidak mengerti, sedangkan Juna hanya menyimak saja.


"Aku membawanya ke muara sedon, dan memberikan makanan lezat untuk penghuni di sana" ucap Tama


"WHAT?????" ucap Alyssa dan Juna bersamaan.


Meskipun Juna tidak tahu apa yang terjadi, namun ia bisa menyimpulkan, jika yang di maksud Tama adalah. Membawa seseorang untuk menjadi santapan puluhan Buaya muara, yang hidup di sana.


GLEK!!!

__ADS_1


Seketika bulu kuduk Juna meremang, ia tidak ingin macam-macam dengan mahluk jadi-jadian seperti Tama, dia tidak berani. TIDAK AKAN PERNAH!


...••••...


__ADS_2