
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamar Alyssa di ketuk dari luar. Alyssa yang sudah merasa lebih baik membuka matanya perlahan.
Sesaat kemudian Alyssa beranjak dari duduknya menuju pintu lalu membukanya.
Enzy terlihat berdiri dan menunduk di depan kamar Alyssa. Ia tidak berani menatap nonanya.
"Masuklah!!" ucap Alyssa
Enzy melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Alyssa.
Bruk!!!
"Tolong maafkan aku nona, aku tidak bermaksud menyembunyikan hal besar seperti itu dari anda. Aku menyesal, aku janji tidak akan menyembunyikan apapun dari anda" ucap Enzy, Sesaat setelah ia masuk, ia langsung berlutut di bawah kaki Alyssa dan menangis memohon.
"Bangunlah Kak, aku sudah memaafkanmu. Ini bukan salah siapa-siapa, Ini sudah takdir" ucap Alyssa tersenyum
"Terimakasih Al" ucap Enzy mengusap air matanya dan tidak lagi dengan bahasa formal setelah Alyssa memaafkannya dan memanggil kakak seperti biasanya.
"Aku akan membalas dan membunuh wanita ja**ng itu!!!" ucap Enzy geram saat mengingat Arumi, yang telah menyebabkan semua hal buruk terjadi
"Tentu saja aku akan membalasnya, tapi biar aku sendiri yang menanganinya. Kakak tidak perlu turun tangan" ucap Alyssa
"Tapi itu bahaya Al, sekarang dia ketua dari Dark Moon" ucap Enzy khawatir
"Tidak perlu khawatir Kak, aku tidak selemah itu. Kakak hanya perlu menonton dengan tenang, apa yang akan aku lakukan padanya. Dan apa yang harusnya terjadi dengan orang yang sudah berani mengusikku. Aku tidak takut, sekali pun itu adalah ketua dari organisasi terhebat di negara ini atau dunia sekalipun" ucap Alyssa menyeringai
Enzy yang melihat seringai dari Alyssa, menelan salivanya susah payah.
"Ah, kau memilih lawan yang salah Arumi. Kau sudah membangunkan Ratu dari para monster. Aku tidak tahu, mimpi buruk apa yang akan kau alami setelah ini" ucap Enzy terkekeh
Alyssa yang mendengar ucapan Enzy hanya tersenyum tipis.
"Ratu dari Para Monster? Tidak buruk" Kekeh Alyssa dalam hati.
...___...
Jam 5 pagi, Alyssa terbangun dari tidurnya. Meskipun malam ini ia tidur hanya 2 jam saja. Namun ia terbiasa bangun pagi, akan susah baginya untuk bangun siang, jika tidak sedang dalam kondisi lelah atau sakit.
Kenapa bisa?
Tentu, itu karena semalam ada sekitar 5 orang yang menyerangnya di kamar. Bisa di pastikan kelima orang itu adalah orang-orangan dari Dark Moon.
#Flashback beberapa jam yang lalu
Jam 12 malam lewat Alyssa masih terjaga, karena ia sedang mempelajari semua hal tentang Dark Moon. Dari semua data dan informasi yang Aras dapatkan.
Alyssa tertawa saat melihat semua hal yang berhubungan dengan organisasi dan juga Arumi.
"Sepertinya aku memiliki mainan baru yang menarik. Aahhh, aku melupakan mainan lamaku ha-ha, biarkan saja dulu. Aku akan ke markas milik Alvin nanti, sambil membawa mainan baru dan bermain He-he" Gumam Alyssa terkekeh
__ADS_1
"Aku lupa, aku belum lihat bagaimana bentuk dan rupa Dark Knight milikku. Apakah menyeramkan atau sebaliknya" Gumam Alyssa lagi memikirkannya
"Aku panggil saja kalau begitu. Hei, Dark Knight, keluarlah!!!" panggil Alyssa
Tiba-tiba saja sosok manusia muncul di depan Alyssa, Alyssa awalnya cukup terkejut karena sosok itu muncul tepat di depannya.
"Kau mengagetkanku" ucap Alyssa mengelus dada
"Maaf Nona" ucap sosok itu dengan Deep Voice
Suara yang membuat para wanita meleceh saat mendengarnya. Suara yang sangat laki dan sexy menurut Alyssa dan juga Author, ha-ha-ha😂 ouuppss...
"Buka penutup wajahmu!" ucap Alyssa yang langsung di lakukan olehnya.
Alyssa tentu saja terkejut dan tersepona, eh terpesona oleh rupa dari Dark Knight miliknya. Sangat tampan, membuat semua wanita mimisan melihatnya.
"Astaga, kau tampan sekali. Kau manusia atau bukan?" ucap Alyssa terpaku memandang ciptaan sistem yang luar biasa di depannya
"Saya bukan manusia, saya hanyalah ciptaan sistem dengan kecerdasan dan kekuatan yang luar biasa" ucapnya
"Awesome.... " ucap Alyssa tanpa sadar masih menatapnya dan terpesona
"Ekkhhmm, ah maaf, wajahmu mengalihkan perhatianku sesaat" ucap Alyssa yang membuat sosok tampan itu tersenyum sangat manis.
Alyssa sekejap terpesona lagi dan lagi, untung saja ia cepat sadar sebelum ia mimisan.
"Ah, bagaimana jika aku memanggilmu Tama" ucap Alyssa tiba-tiba
"Tama, tampan dan manis ha-ha... Cocok sekali bukan?" ucap Alyssa dalam hati
"Nama yang bagus, aku menyukainya" ucap Tama tersenyum
"Hais, jangan tersenyum pada orang lain seperti itu" ucap Alyssa
"Kalau dia tersenyum seperti itu, bisa-bisa kota ini banjir mimisan. Terus aku di salahkan oleh kaum bapak-bapak dan mas-mas di luaran sana, ih sereemmm di demo kaum batangan" ucap Alyssa dalam hati
"Baik, saya tidak akan tersenyum kepada orang lain selain anda" ucap Tama masih dengan senyum di wajahnya.
"Ya-ya terserah kamu saja" ucap Alyssa tidak tahu harus berkata apa lagi.
Srek!! Tak! Tak!
Tiba-tiba ada suara datang dari arah balkon. Alyssa menggunakan kekuatan mata tembus pandangnya. Ia melihat 5 orang mengenakan pakaian hitam dan bertopeng berusaha untuk membuka pintu kaca.
"Mau main-main rupanya" ucap Alyssa menyeringai.
"Tama, sembunyilah!" ucap Alyssa
"Baik Nona" ucap Tama kemudian menghilang
__ADS_1
Alyssa merebahkan dirinya berpura-pura seperti sedang tertidur. Ia ingin tahu seberapa hebat orang-orang dari Dark Moon.
Ya, kelima pria bertopeng itu adalah orang-orang dari Dark Moon. Bagaimana Alyssa tahu? Karena ada nya tanda di tubuh mereka, yaitu tepat di lengan sebelah kiri.
Anggota Dark Moon, kecuali ketua mereka memiliki tato berbentuk Bulan sabit berwarna hitam. Sesuai informasi yang di dapat oleh Aras.
Kenapa Enzy tidak memiliki tato tersebut?
Enzy memilikinya, tapi itu dulu. Karena setelah mengkonsumsi Magic Liquid, semua bekas luka dan juga tato itu pun menghilang.
Kelima orang itu pun masuk, ia melihat Alyssa yang tertidur. Salah satu di antara mereka menarik pelatuk pistol yang sudah di redam suaranya sebelumnya.
Sesaat sebelum ia berhasil menembak, Pistol dan tubuh orang itu pun ambruk dengan kepala terpisah.
"A-apa y-yang terjadi??" ucap yang lain kebingungan dan ketakutan.
Pasalnya tidak ada orang selain mereka dan Alyssa yang tengah tertidur. Kejadian itu begitu cepat, bahkan mata mereka tidak melihat gerakan apapun.
"Sudah Ayo bunuh wanita itu! Lalu pergi dari sini, cepat!" ucap salah satu dari keempat yang tersisa.
Kemudian Mereka mengarahkan katana ke arah Alyssa.
Srett!!!
Klang!!
Duk!!
"Aaarrgghhh" teriak orang yang menghunuskan katana.
Katana yang ia pegang terjatuh ke lantai beserta potongan tangan miliknya.
"Sial, siapa yang melakukan itu" ucap yang lainnya ketakutan dan hendak kabur.
"Kalian tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup DARK MOON!!!" ucap Alyssa begitu tajam dan dingin
Keempat orang yang hendak kabur menoleh ke arah Alyssa yang saat ini sedang duduk di ranjang dengan santainya.
"Kalian seperti jelangkung saja, datang tidak di jemput, pulang tidak di antar" ucap Alyssa
"Uuuupppss, salah... Aku pastinya akan mengantar kalian dong, yang pastinya ke tempat terbaik untuk orang-orang seperti kalian, yaitu NE-RA-KA!!" ucap Alyssa menekan kata neraka.
Sesaat mengatakan itu, teriakan keempat orang menggema dengan kencangnya. Karena Tama dengan kejam membunuh mereka.
Potongan tangan, kepala bahkan isi perut yang keluar, berserakan di sana.
"Menjijikkan!!! Tama, bawa semua mayat itu pergi, berikan saja pada Ketua Dark Moon sebagai hadiah untuknya. Lalu bersihkan kamarku, aku tidak suka kamarku bau" ucap Alyssa lalu keluar dari kamar menuju kamar sebelah, yang sebelumnya di tempati Alvin.
"Arumi, aku tidak sabar untuk bermain denganmu... Untuk saat ini terima hadiah yang ku berikan padamu. Semoga kau menyukainya ha-ha" ucap Alyssa terkekeh
...
__ADS_1