
[ Selamat Host menyelesaikan misi menyelamatkan seseorang dari penjahat. Hadiah Mansion Mewah King's Village No.1 di Ibukota]
[ Sertifikat dan Kunci rumah sudah di letakkan di ruang penyimpanan ]
Alyssa mendengar itu cukup puas, dia sudah memiliki rumah sendiri di ibukota, jadi dia tidak perlu susah payah mencari tempat tinggal nantinya.
King's Village sendiri adalah kompleks perumahan yang sangat mewah dan terkenal di ibu kota.
Disana ada sekitar 10 rumah dengan harga minimal 100 Milyar perunit. 4 mansion dengan harga 500 Milyar perunit. Sedang 1 mansion yang paling besar, 2x lebih besar di banding mansion lainnya. Mansion itu milik Alyssa dengan harga lebih dari 1 Triliun.
Alvin dengan telaten dan lembut membersihkan luka di tangan pacarnya itu. Alyssa melihatnya dengan tatapan hangat.
"Terimakasih" ucap Alyssa tulus
"Ya, tapi bisa tidak kamu tidak ceroboh dan melukai dirimu sendiri? Kalau kamu lwbih dari luka kecil bagaimana?" Omel Alvin
"Maaf, keadaannya mendesak tadi" ucap Alyssa menunduk, dia tahu tindakannya membuat Alvin dan yang lainnya khawatir.
"Aku hanya mengkhawatirkanmu Ica, aku tahu maksudmu baik, menolong orang lain. Tapi lihat keadaan sekitar dulu, bagaimana jika kamu yang tertembak barusan? Aku juga tahu kamu Ahli dalam obat-obatan, tapi bagai mana jika kondisi kamu tidak sadarkan diri? Lalu bagaimana denganku? aku pasti menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menjaga orang yang paling aku cintai? " ucap Alvin menggenggam tangan Alyssa gemetar.
"Aku tahu, aku minta maaf, aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Alyssa memeluk Alvin menenangkannya.
Kruukkk!
Tiba-tiba suara perut Alyssa memecahkan ketegangan, yabg tetjadi di antara mereka. Alyssa merasa sangat malu, sedang Alvin yang awalnya cemas dan khawatir, kini terkekeh mendengar suara sorakan demo dari perut kekasihnya itu.
"Doni, apa kamu sudah memesannya?" tanya Alvin
"Sudah Tuan Muda" ucap Doni
Alyssa memandang Alvin bingung, tidak mengerti.
"Aku meminta Doni memesankan ruangan di restoran, kamu pasti lapar, ayo kita makan dulu" ucap Alvin yang paham tatapan pacarnya itu.
Mereka berempat lalu beranjak ke restoran yang sudah Doni Pesan, tak jauh dari taman bunga dimana mereka berada.
Restoran itu sangat besar di atas bukit. Pemandangan disana sangat indah dan udaranya sejuk.
Mereka memesan makanan itu, setelah makanan ada di depan mereka, mereka dengan lahap memakannya.
Setelahnya mereka bergegas ke Apartement dan mengambil barang mereka. Karena sebentar lagi mereka akan pergi ke airport, dan kembali ke Kota masing-masing.
¤
Pesawat Alyssa berangkat duluan pada jam 14.00 sedangkan pesawat Alvin 14.30. setengah jam lebih lambat.
__ADS_1
Alvin terus menggandeng tangan Alyssa. Begitu berat rasanya mereka harus berjauhan. Apalagi 2 minggu kedepan Alvin tak bisa menemui pacarnya itu, karena ada pekerjaan di luar negeri selama 2 minggu.
"Kamu jangan lupa kabarin jika Udah sampai, jaga kesehatanmu. Aku akan merindukanmu, setelah aku selesai mengurus pekerjaanku aku akan menemuimu" ucap Alvin
"Baiklah, kau hati-hati di sana, juga jaga kesehatanmu. Aku akan menunggumu di kota M" ucap Alyssa tersenyum. Sebelum boarding pass, Alvin mencium kening Alyssa dengan penuh perasaan.
Alyssa dan Enzy pun sudah tidak terlihat lagi, pesawat yang mereka naik sudah take off menuju kota M. Setengah jam kemudian Alvin menyusul menaiki pesawatnya menuju Ibukota.
_______________
Pagi menjelang, Alyssa sudah bersiap pergi ke sekolahnya. Tidak ada pelajaran, hanya ada ujian praktek olahraga.
Hari ini dia tidak sarapan di rumah, karena Hanin menginap di rumah Hesti. Hesti hanya berdua saja dengan Desti di rumah, Hilman sedang bekerja di luar kota selama 3 hari.
Alyssa pergi ke sekolah menggunakan Lembu irengnya. Dia memacu mobilnya dengan santai sekali, karena sekarang masih jam setengah 7.
Dia melirik di pinggir jalan, dia melihat seorang anak kecil laki-laki sekitar umur 8 tahun sedang membawa keranjang jualan di pinggir jalan.
Mobilnya berhenti di depan anak itu, kemudian menghampiri anak itu. Dia ingin mengetahui kenapa anak sekecil dia yang seharusnya sekolah, tapi malah jualan di pinggir jalan.
"Halo dek, kamu jualan apa?" tanya Alyssa.
"Jualan Nasi kuning Kak, Kakak mau?" ucap Anak itu tersenyum.
"Berapa ini?" ucap Alyssa, melihat nasi bungkusnya masih banyak, mungkin belum ada yang terjual.
"Kalau begitu kakak beli semuanya" ucap Alyssa tersenyum
"benar kah Kak??" ucap anak itu berbinar senang, "ini ada 20 bungkus berarti 60 ribu, kak" ucapnya lagi.
Anak itu dengan semangat memasukan semua nasi itu dalam kantong plastik besar yang dia bawa.
"Nama kamu siapa? kenapa tidak bersiap pergi ke sekolah?" tanya Alyssa
"Namaku Ilham Kak, aku sedang tidak masuk sekolah karena ibu sedang sakit, jadi Ilham gantiin ibu berjualan" ucap Ilham
"Ibumu sakit apa dan sudah berapa hari?" tanya Alyssa sedih mendengar cerita Ilham
"sudah 4 hari ini Kak, Ilham nggak tahu ibu sakit apa, ibu belum di periksa dokter karena sedang tidak punya uang. Yang Ilham tahu, badan ibu sangat panas dan wajahnya pucat" jelas Ilham
Alyssa kemudian menyodorkan 5 lembar 100 ribuan pada Ilham. Ilham menolak karena uang itu kebanyakan, namun Alyssa tetap memaksanya dan Ilhampun menerimanya.
Dia juga meminta Ilham membawa ibunya ke Health Hospital, dan tidak usah memikirkan biaya pengobatan. Dia hanya di suruh Alyssa unyuk menyebut namanya di depan staf rumah sakit di sana.
Alyssa kemudian melajukan Mobilnya menuju ke sekolah. Dia memasuki kelas dengan membawa 1 kantong kresek berisi nasi kuning dan 1 Paper bag berlogo LV.
__ADS_1
Hal itu membuat Diana dan semua teman-teman sekelasnya menatapnya heran. Kenapa Alyssa membawa kantong kresek besar, dan paper bag berlogo brand ternama itu dan penasaran apa isi di dalamnya.
"Kamu bawa apa itu Al?" tanya Diana
"Nasi bungkus, tolong Na. Kamu bantu aku bagiin ke yang lain, ya" ucap Alyssa
Diana menurut dan membantu Alyssa membagikan nasi bungkus itu.
"Kamu ada acara apaan, bagi-bagi nasi bungkus?" tanya Diana
"Nggak ada acara, aku tadi memborong nasi di jalan, sudah ayo makan nasinya" ucap Alyssa
Semua teman-teman Alyssa menerima nasi itu dan berterima kasih, mereka menghargai yang diberikan pada mereka.
"Nih" ucap Alyssa menyodorkan paper bag pada Diana
"Apa ini?" tanya Diana. Dia kemudian membuka dan mengeluarkan isinya.
"Astaga Al, ini Louis Vuitton asli? Ini kan mahal banget Al" ucap Diana kaget melihat tas cantik yang sangat mahal itu, harga satu tas ini aja lebih dari 100 juta.
Semua anak di sana, menatap penuh iri pada Diana. Mereka juga ingin lebih dekat dengan Alyssa.
"Itu oleh-oleh yang ku bawa dari kota B" ucap Alyssa
Diana kaget Alyssa pergi ke Kota B, karena Alyssa tidak punya sanak saudara di sana. Tapi logikanya mengatakan jika Alyssa sedang mengurus usahanya yang berada di Kota B.
"Alyssa, apa kita tidak mendapat oleh-oleh juga?" ucap teman-teman sekelasnya, antusias.
Alyssa bingung, dia tidak menyangka teman sekelasnya menanyakan hal ini.
"Maafkan aku, aku tidak membawa oleh-oleh untuk kalian. Karena terlalu banyak dan susah untuk membawanya" ucap Alyssa tidak enak
"Tapi jika kalian mau, aku bisa mengajak kalian semua ke Brilliant Hotel untuk makan malam, malam ini" lanjut Alyssa lagi
Mereka semua mendengar yang di katakan Alyssa, awalnya mereka sedih karena tidak mendapat oleh-oleh.
Tapi sekarang mata mereka menatap Alyssa berbinar. Pasalnya, Alyssa akan membawa mereka ke Brilliant Hotel.
Mereka semua tahu, Brilliant Hotel adalah hotel bintang 5 terbesar di kota M. Satu kali makan disana, menghabiskan minimal 10 juta.
Jika memesan ruangan, konsumsi disana minimal 50 juta. Belum lagi ruangan VIP bisa merogoh kocek hingga ratusan juta. Apalagi ini untuk 20 orang.
"Kami mauuu" ucap semua teman-teman Alyssa serempak, seperti paduan suara.
Alyssa sempat kaget mendengarnya, kemudian terkekeh karenanya. Teman-teman Alyssa pun merasa lebih dekat dengan Alyssa, setelah mereka tahu Alyssa adalah generasi kedua super kaya.
__ADS_1
Mereka pikir Alyssa adalah orang yang sombong, namun kenyataannya Alyssa sangat baik dan royal, hanya saja dia cukup pendiam di kelas dan hanya dekat dengan Diana. Mereka kini sangat senang bisa dekat dengannya.